{"id":46699,"date":"2022-09-27T08:46:41","date_gmt":"2022-09-27T01:46:41","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jaminan-bagian-kita-efesus-114\/"},"modified":"2022-09-27T08:46:44","modified_gmt":"2022-09-27T01:46:44","slug":"jaminan-bagian-kita-efesus-114","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jaminan-bagian-kita-efesus-114\/","title":{"rendered":"Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN! [Ulangan 33:29]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mereka yang mengaku bahwa Kekristenan membuat orang menderita, sendirinya tidak mengenal Kekristenan. Memang benar anehlah, jika Kekristenan membuat kita terpuruk, melihat sejauh apa Kekristenan meninggikan kita! Kekristenan menjadikan kita anak-anak Allah. Apakah engkau menyangka Allah memberikan segala kebahagiaan kepada musuh-musuh-Nya, dan menyimpan segala dukacita untuk keluarga-Nya sendiri? Akankah musuh-Nya memiliki kebahagiaan dan kesenangan, dan akankah anak kelahiran rumah-Nya mewarisi penyesakan dan kemalangan? Seharusnyakah sang pendosa, yang tidak berbagian dalam Kristus, menganggap dirinya kaya dalam kebahagiaan, dan haruskah kita meratap bagaikan seorang pengemis tanpa sesen pun? Tidak, kita akan berbahagia di dalam Tuhan selalu, dan bersuka dalam warisan kita, karena kita &quot;tidak menerima roh perbudakan yang membuat kita menjadi takut lagi, tetapi kita telah menerima Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: &#039;ya Abba, ya Bapa!&#039;&quot; [Roma 8:15] Tongkat penyiksaan yang selayaknya jatuh ke atas kita, justru bekerja untuk membuahkan kebenaran yang membuat kita nyaman; dan oleh karena itu dengan bantuan dari Penghibur ilahi, kita, &quot;suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN,&quot; [Ulangan 33:29] berbahagia di dalam Allah keselamatan kita. Kita menikah dengan Kristus; mana mungkin Pengantin Pria yang agung membiarkan pasangan-Nya tetap hidup dalam kesedihan yang terus-menerus? Hati kita terikat kepada Kristus: kita adalah anggota-Nya, dan walaupun sementara ini kita menderita sebagaimana Kepala kita pernah menderita, sekarang juga kita diberkati dengan berkat surgawi dalam Kristus. Kita mendapatkan keseluruhan warisan kita, yaitu penghiburan oleh Roh, yang tidak sedikit dan tidak kecil. Pewaris kebahagiaan kekal, kita telah terlebih dahulu merasakan bagian kita. Terbersit cahaya kebahagiaan yang menjanjikan fajar abadi kita. Kekayaan kita jauh di seberang lautan; kota kita yang bersandar di atas fondasi yang teguh terletak di seberang sungai; pendaran sinar keagungan dari dunia roh menyemangati hati kita, dan mendorong kita maju. Sesungguhnya dikatakan mengenai kita, &quot;Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN!&quot; [Ulangan 33:29] RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mereka yang mengaku bahwa Kekristenan membuat orang menderita, sendirinya tidak mengenal Kekristenan. Memang benar anehlah, jika Kekristenan membuat kita terpuruk, melihat <i>sejauh apa Kekristenan meninggikan kita<\/i>! Kekristenan menjadikan kita anak-anak Allah. Apakah engkau menyangka Allah memberikan segala kebahagiaan kepada musuh-musuh-Nya, dan menyimpan segala dukacita untuk keluarga-Nya sendiri? Akankah musuh-Nya memiliki kebahagiaan dan kesenangan, dan akankah anak kelahiran rumah-Nya mewarisi penyesakan dan kemalangan? Seharusnyakah sang pendosa, yang tidak berbagian dalam Kristus, menganggap dirinya kaya dalam kebahagiaan, dan haruskah kita meratap bagaikan seorang pengemis tanpa sesen pun? Tidak, kita akan berbahagia di dalam Tuhan selalu, dan bersuka dalam warisan kita, karena kita &#8220;tidak menerima roh perbudakan yang membuat kita menjadi takut lagi, tetapi kita telah menerima Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: &#8216;ya Abba, ya Bapa!'&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Roma%208:15\">Roma 8:15<\/a>] Tongkat penyiksaan yang selayaknya jatuh ke atas kita, justru bekerja untuk membuahkan kebenaran yang membuat kita nyaman; dan oleh karena itu dengan bantuan dari Penghibur ilahi, kita, &#8220;suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN,&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ulangan%2033:29\">Ulangan 33:29<\/a>] berbahagia di dalam Allah keselamatan kita. Kita menikah dengan Kristus; mana mungkin Pengantin Pria yang agung membiarkan pasangan-Nya tetap hidup dalam kesedihan yang terus-menerus? Hati kita terikat kepada Kristus: kita adalah anggota-Nya, dan walaupun sementara ini kita menderita sebagaimana Kepala kita pernah menderita, sekarang juga kita diberkati dengan berkat surgawi dalam Kristus. Kita mendapatkan keseluruhan warisan kita, yaitu penghiburan oleh Roh, yang tidak sedikit dan tidak kecil. Pewaris kebahagiaan kekal, kita telah terlebih dahulu merasakan bagian kita. Terbersit cahaya kebahagiaan yang menjanjikan fajar abadi kita. Kekayaan kita jauh di seberang lautan; kota kita yang bersandar di atas fondasi yang teguh terletak di seberang sungai; pendaran sinar keagungan dari dunia roh menyemangati hati kita, dan mendorong kita maju. Sesungguhnya dikatakan mengenai kita, &#8220;Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN!&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Ulangan%2033:29\">Ulangan 33:29<\/a>]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mereka yang mengaku bahwa Kekristenan membuat orang menderita, sendirinya tidak mengenal Kekristenan. Memang benar anehlah, jika Kekristenan membuat kita terpuruk, melihat sejauh apa Kekristenan meninggikan kita! Kekristenan menjadikan kita anak-anak Allah. Apakah engkau menyangka Allah memberikan segala kebahagiaan kepada musuh-musuh-Nya, dan menyimpan segala dukacita untuk keluarga-Nya sendiri? Akankah musuh-Nya memiliki kebahagiaan dan kesenangan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-46699","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"542","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46699"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46699\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}