{"id":46711,"date":"2025-11-27T18:16:55","date_gmt":"2025-11-27T11:16:55","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-telah-menjadi-tuan-atas-kamu-yeremia-314\/"},"modified":"2025-11-27T18:16:58","modified_gmt":"2025-11-27T11:16:58","slug":"aku-telah-menjadi-tuan-atas-kamu-yeremia-314","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-telah-menjadi-tuan-atas-kamu-yeremia-314\/","title":{"rendered":"Imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN. [Zakharia 3:1]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Di dalam Yosua sang imam besar, kita melihat gambaran dari setiap anak Allah, yang telah dibuat dekat melalui darah Kristus, dan telah diajar melayani dalam hal-hal kudus, dan masuk ke dalam ruang di balik tabir. Yesus telah menjadikan kita imam-imam dan raja-raja bagi Allah, dan bahkan di dalam bumi ini pun kita melaksanakan imamat hidup suci dan pengabdian yang kudus. Tetapi dikatakan bahwa imam besar ini, &quot;berdiri di hadapan Malaikat TUHAN,&quot; yaitu, berdiri untuk melayani. Setiap orang percaya yang sejati, posisinya harus selalu seperti ini. Kini, setiap tempat adalah bait Allah, dan umat-Nya dapat dengan sungguh-sungguh melayani Dia di dalam pekerjaan sehari-hari seperti di dalam rumah-Nya. Mereka harus terus &quot;melayani,&quot; memberikan pengorbanan rohani dalam doa dan puji-pujian, dan mempersembahkan dirinya sebagai &quot;persembahan yang hidup.&quot; Tetapi perhatikanlah di mana Yosua berdiri untuk melayani, di hadapan Malaikat TUHAN. Hanyalah melalui perantara kita orang-orang yang lemah dan cemar dapat menjadi imam bagi Allah. Aku mempersembahkan apa yang aku miliki di depan seorang Utusan, Malaikat perjanjian, Tuhan Yesus; dan melalui Dia doaku yang dibungkus doa-Nya dapat diterima; puji-pujianku menjadi manis sebab dicampurkan dengan mur, dan gaharu, dan cendana [Mazmur 45:8] dari taman milik Kristus sendiri. Jika aku hanya dapat membawakan air mataku kepada-Nya, Ia akan menaruh air mataku bersama air mata-Nya ke dalam botol milik-Nya sendiri karena Ia pernah menangis, dan jika aku hanya dapat membawa keluh kesah kepada-Nya, Ia akan menerimanya sebagai persembahan yang pantas, karena hati-Nya pun pernah dilukai, dan Ia pernah berat mendesah dalam roh-Nya. Diriku sendiri, yang berdiri di dalam Dia, diterima di dalam Kekasih; dan segala pekerjaanku yang cemar, meski pada sejatinya sekedar objek kebencian ilahi, sungguh-sungguh diterima, bahkan Allah mencium keharuman yang manis. Ia puas dan aku diberkati. Maka, lihatlah posisi seorang Kristen \u2014 &quot;Imam\u2014berdiri\u2014di hadapan Malaikat TUHAN.&quot; RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Di dalam Yosua <i>sang imam besar<\/i>, kita melihat gambaran dari setiap anak Allah, yang telah dibuat dekat melalui darah Kristus, dan telah diajar melayani dalam hal-hal kudus, dan masuk ke dalam ruang di balik tabir. Yesus telah menjadikan kita imam-imam dan raja-raja bagi Allah, dan bahkan di dalam bumi ini pun kita melaksanakan imamat hidup suci dan pengabdian yang kudus. Tetapi dikatakan bahwa imam besar ini, &#8220;<i>berdiri<\/i> di hadapan Malaikat TUHAN,&#8221; yaitu, berdiri untuk melayani. Setiap orang percaya yang sejati, posisinya harus selalu seperti ini. Kini, setiap tempat adalah bait Allah, dan umat-Nya dapat dengan sungguh-sungguh melayani Dia di dalam pekerjaan sehari-hari seperti di dalam rumah-Nya. Mereka harus terus &#8220;melayani,&#8221; memberikan pengorbanan rohani dalam doa dan puji-pujian, dan mempersembahkan dirinya sebagai &#8220;persembahan yang hidup.&#8221; Tetapi perhatikanlah di mana Yosua berdiri untuk melayani, <i>di hadapan Malaikat<\/i> TUHAN. Hanyalah melalui perantara kita orang-orang yang lemah dan cemar dapat menjadi imam bagi Allah. Aku mempersembahkan apa yang aku miliki di depan seorang Utusan, Malaikat perjanjian, Tuhan Yesus; dan melalui Dia doaku yang dibungkus doa-Nya dapat diterima; puji-pujianku menjadi manis sebab dicampurkan dengan mur, dan gaharu, dan cendana [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%2045:8\">Mazmur 45:8<\/a>] dari taman milik Kristus sendiri. Jika aku hanya dapat membawakan air mataku kepada-Nya, Ia akan menaruh air mataku bersama air mata-Nya ke dalam botol milik-Nya sendiri karena Ia pernah menangis, dan jika aku hanya dapat membawa keluh kesah kepada-Nya, Ia akan menerimanya sebagai persembahan yang pantas, karena hati-Nya pun pernah dilukai, dan Ia pernah berat mendesah dalam roh-Nya. Diriku sendiri, yang berdiri di dalam Dia, diterima di dalam Kekasih; dan segala pekerjaanku yang cemar, meski pada sejatinya sekedar objek kebencian ilahi, sungguh-sungguh diterima, bahkan Allah mencium keharuman yang manis. Ia puas dan aku diberkati. Maka, lihatlah posisi seorang Kristen \u2014 &#8220;Imam\u2014berdiri\u2014di hadapan Malaikat TUHAN.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Di dalam Yosua sang imam besar, kita melihat gambaran dari setiap anak Allah, yang telah dibuat dekat melalui darah Kristus, dan telah diajar melayani dalam hal-hal kudus, dan masuk ke dalam ruang di balik tabir. Yesus telah menjadikan kita imam-imam dan raja-raja bagi Allah, dan bahkan di dalam bumi ini pun kita melaksanakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-46711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"122","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46711"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68538,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46711\/revisions\/68538"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}