{"id":46728,"date":"2025-11-30T18:15:29","date_gmt":"2025-11-30T11:15:29","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-yusuf-meninggalkan-bajunya-di-tangan-perempuan-itu-dan-lari-ke-luar-kejadian-3912\/"},"modified":"2025-11-30T18:15:32","modified_gmt":"2025-11-30T11:15:32","slug":"tetapi-yusuf-meninggalkan-bajunya-di-tangan-perempuan-itu-dan-lari-ke-luar-kejadian-3912","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tetapi-yusuf-meninggalkan-bajunya-di-tangan-perempuan-itu-dan-lari-ke-luar-kejadian-3912\/","title":{"rendered":"Lalu kata Amazia kepada abdi Allah itu: &#8220;Bagaimana dengan seratus talenta yang telah kuberikan kepada pasukan-pasukan Israel itu?&#8221; Jawab abdi Allah itu: &#8220;TUHAN dapat memberikan lebih dari pada itu kepadamu!&#8221; [2 Tawarikh 25:9]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Nampaknya ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat penting bagi raja Yehuda, dan mungkin pertanyaan ini terasa lebih berat lagi ketika ditujukan kepada orang-orang Kristen di dalam ujian dan pencobaan. Kehilangan uang tidak pernah menyenangkan, dan ketika hal ini berkaitan dengan prinsip, sering kali kedagingan tidak siap melakukan pengorbanan. \u201cMengapa harus kehilangan sesuatu yang seharusnya dapat bermanfaat? Apakah kebenaran memang semahal itu? Apa yang akan kita lakukan tanpanya? Ingat akan anak-anak kita, dan penghasilan kita yang sangat minim!\u201d Semua hal ini dan ribuan hal lainnya menggoda orang Kristen untuk mengulurkan tangannya meraih keuntungan yang tidak benar, atau mencegahnya melakukan apa yang diyakini hati nuraninya, saat hal-hal ini berkaitan dengan kehilangan yang besar. Semua orang tidak dapat melihat masalah ini di dalam terang iman; bahkan di antara pengikut-pengikut Yesus sendiri, ajaran \u201ckita harus hidup\u201d cukup ditekankan. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Nampaknya ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat penting bagi raja Yehuda, dan mungkin pertanyaan ini terasa lebih berat lagi ketika ditujukan kepada orang-orang Kristen di dalam ujian dan pencobaan. Kehilangan uang tidak pernah menyenangkan, dan ketika hal ini berkaitan dengan prinsip, sering kali kedagingan tidak siap melakukan pengorbanan. \u201cMengapa harus kehilangan sesuatu yang seharusnya dapat bermanfaat? Apakah kebenaran memang semahal itu? Apa yang akan kita lakukan tanpanya? Ingat akan anak-anak kita, dan penghasilan kita yang sangat minim!\u201d Semua hal ini dan ribuan hal lainnya menggoda orang Kristen untuk mengulurkan tangannya meraih keuntungan yang tidak benar, atau mencegahnya melakukan apa yang diyakini hati nuraninya, saat hal-hal ini berkaitan dengan kehilangan yang besar. Semua orang tidak dapat melihat masalah ini di dalam terang iman; bahkan di antara pengikut-pengikut Yesus sendiri, ajaran \u201ckita harus hidup\u201d cukup ditekankan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Nampaknya ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat penting bagi raja Yehuda, dan mungkin pertanyaan ini terasa lebih berat lagi ketika ditujukan kepada orang-orang Kristen di dalam ujian dan pencobaan. Kehilangan uang tidak pernah menyenangkan, dan ketika hal ini berkaitan dengan prinsip, sering kali kedagingan tidak siap melakukan pengorbanan. \u201cMengapa harus kehilangan sesuatu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-46728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"72","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46728"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68559,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46728\/revisions\/68559"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}