{"id":46775,"date":"2020-08-09T08:23:07","date_gmt":"2020-08-09T01:23:07","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46775"},"modified":"2020-07-31T16:01:49","modified_gmt":"2020-07-31T09:01:49","slug":"mazmur-91-jika-tuhan-melindungi-mengapa-musibah-tetap-menimpa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mazmur-91-jika-tuhan-melindungi-mengapa-musibah-tetap-menimpa\/","title":{"rendered":"Mazmur 91: Jika Tuhan Melindungi, Mengapa Musibah Tetap Menimpa?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -Langit usai sekolah hari itu mendung. Meski sudah berlari sekuat tenaga, saya dan beberapa kawan SD tetap \u201ckalah\u201d balapan dengan hujan. Kami berteduh di teras sebuah warung makan, dan si pemilik warung menyilakan kami masuk agar tidak kehujanan. Kalau dipikir lagi, barangkali di momen inilah saya mengenal seperti apa lindungan Allah dalam Mazmur 91. Sementara kami disuguhi teh manis hangat, seorang kawan memilih melanjutkan perjalanan dengan menerjang hujan. Setelah hujan berhenti, kami pulang dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemilik warung. Lalu, bagaimana nasib kawan saya yang memilih hujan-hujanan? Besoknya dia tidak masuk sekolah karena sakit. 4 Hal Perlu Kita Ketahui tentang Lindungan Tuhan Merenungkan kembali kejadian itu, saya menyadari bahwa Tuhan memberikan kita perlindungan baik diminta maupun tidak diminta, saat kita sadar atau tidak sadar. Lantas, kalau Tuhan melindungi kita, kenapa musibah tetap menimpa kita? Misalnya, kita berkendara dengan benar, tapi tetap terserempet kendaraan lain. Kenapa Tuhan mengagalkan apa yang kita rencanakan dan usahakan, padahal kita sudah berdoa mohon lindungan? Kenapa kita sakit, padahal sudah berolahraga dan makan makanan bergizi? Berikut empat hal yang perlu kita ketahui tentang lindungan Tuhan berdasarkan Mazmur 91. 1.Tuhan melindungi kita dari rencana atau perbuatan jahat \u201cSungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang \u2026\u201d \u2013 Mazmur 91:3-5 Sebaik-baiknya kita kepada sesama, kita tidak dapat menyenangkan semua orang. Terkadang kita bisa menilai bahwa seseorang tidak suka kepada kita berdasarkan gerak-geriknya. Di lain waktu, ada orang yang bersikap baik di depan kita, tetapi berniat jahat di belakang. Masalahnya, mampukah kita menebak semua niat buruk yang ditujukan kepada kita? Walaupun kita tidak menyadari maksud jahat seseorang, Tuhan tahu, dan dengan cara-Nya yang ajaib, Dia melepaskan kita dari hal-hal yang dapat mencelakakan kita. Tuhan melepaskan kita dari jerat dan setia menaungi kita di bawah sayap-Nya yang perkasa. 2. Tuhan melindungi kita dari penyakit \u201c\u2026 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.\u201d \u2013 Mazmur 91:6-7 Kesehatan merupakan anugerah Tuhan, tetapi menjaga diri untuk tetap sehat adalah keputusan dan usaha kita. Janganlah kita menyalahkan Tuhan kalau kita jatuh sakit akibat gaya hidup yang buruk. Janganlah kecewa kepada Tuhan saat orang yang kita kasihi terkena penyakit tertentu, padahal dia sudah berusaha hidup sehat. Jika apa yang terjadi tidak sesuai harapan atau rencana, ada beberapa hal yang patut kita renungkan agar tidak menjadi pahit oleh kekecewaan. Setiap orang pasti pernah sakit, dan sakit itu tidak enak. Jadi, bersyukurlah jika kita diberi kesehatan sehingga masih bisa melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan. 3. Tuhan meluputkan kita dari malapetaka \u201cSebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.\u201d \u2013 Mazmur 91:9-11 Beberapa tahun lalu, saya dapat tawaran dari seorang teman untuk berinvestasi dalam bisnisnya. Ketika saya meminta nasihat dari Ayah dan pembimbing rohani, keduanya melarang. Dengan berat hati, saya turuti nasihat mereka, meskipun melihat bagaimana usaha teman saya itu maju dan dia semakin kaya. Namun, tak lama kemudian bisnisnya hancur. Dia pun dicari banyak orang yang merasa kena tipu olehnya. Terkadang, Allah sengaja mengagalkan rencana kita untuk melindungi kita. Saya kira bukan kebetulan Tuhan memakai ayah dan pembimbing rohani saya untuk meluputkan saya dari malapetaka. Jadi, percayakan hidup kita dalam lindungan-Nya dan berusahalah untuk selalu melihat hikmah dan sisi positif dalam segala situasi. 4. Lekatkanlah hati kepada Tuhan \u201cSungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.\u201d \u2013 Mazmur 91:14-16 Bukti bahwa hati kita melekat kepada Tuhan adalah jika kita mau tunduk dan melakukan setiap perintah-Nya. Orang yang mengenal Tuhan akan berusaha mencari-Nya dalam kondisi apa pun. Dia tidak bergantung kepada pemikirannya sendiri, tetapi kepada Tuhan. Kita bisa melindungi diri dengan berbagai cara, tetapi perlindungan terbaik berasal dari Tuhan. Dan, keselamatan dari Tuhan akan selalu kita lihat dan rasakan sepanjang usia, ketika hati kita mau melekat kepada-Nya. Baik dari rencana jahat, penyakit, maupun malapetaka, Tuhan memberikan perlindungan-Nya dalam berbagai bentuk dan setia menyertai kita dalam kesesakan. Jadi, kalau selama ini kita masih mengandalkan hal-hal di luar Tuhan untuk melindungi diri, bertobatlah. Lekatkan hati kita kepada-Nya karena hanya Dialah satu-satunya perlindungan yang terpercaya. Amin! (gkdi.org)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Langit usai sekolah hari itu mendung. Meski sudah berlari sekuat tenaga, saya dan beberapa kawan SD tetap \u201ckalah\u201d balapan dengan hujan. Kami berteduh di teras sebuah warung makan, dan si pemilik warung menyilakan kami masuk agar tidak kehujanan. Kalau dipikir lagi, barangkali di momen inilah saya mengenal seperti apa lindungan Allah dalam Mazmur 91.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara kami disuguhi teh manis hangat, seorang kawan memilih melanjutkan perjalanan dengan menerjang hujan. Setelah hujan berhenti, kami pulang dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemilik warung. Lalu, bagaimana nasib kawan saya yang memilih hujan-hujanan? Besoknya dia tidak masuk sekolah karena sakit.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>4 Hal Perlu Kita Ketahui tentang Lindungan Tuhan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4258 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-1-300x199.jpg?resize=493%2C327&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-1-300x199.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-1-768x510.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-1-1024x680.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-1-696x462.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-1-1068x709.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-1-632x420.jpg 632w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-1.jpg 1280w\" alt=\"mazmur 91 - gkdi 1\" width=\"493\" height=\"327\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merenungkan kembali kejadian itu, saya menyadari bahwa Tuhan memberikan kita perlindungan baik diminta maupun tidak diminta, saat kita sadar atau tidak sadar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lantas, kalau Tuhan melindungi kita, kenapa musibah tetap menimpa kita? Misalnya, kita berkendara dengan benar, tapi tetap terserempet kendaraan lain. Kenapa Tuhan mengagalkan apa yang kita rencanakan dan usahakan, padahal kita sudah berdoa mohon lindungan? Kenapa kita sakit, padahal sudah berolahraga dan makan makanan bergizi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut empat hal yang perlu kita ketahui tentang lindungan Tuhan berdasarkan Mazmur 91.<\/p>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>1.Tuhan melindungi kita dari rencana atau perbuatan jahat<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4259 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-2-300x184.jpg?resize=516%2C316&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-2-300x184.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-2-768x470.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-2-1024x627.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-2-696x426.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-2-1068x654.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-2-686x420.jpg 686w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-2.jpg 1280w\" alt=\"mazmur 91 - gkdi 2\" width=\"516\" height=\"316\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cSungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang \u2026\u201d \u2013 Mazmur 91:3-5<\/i><\/p>\n<p>Sebaik-baiknya kita kepada sesama, kita tidak dapat menyenangkan semua orang. Terkadang kita bisa menilai bahwa seseorang tidak suka kepada kita berdasarkan gerak-geriknya. Di lain waktu, ada orang yang bersikap baik di depan kita, tetapi berniat jahat di belakang. Masalahnya, mampukah kita menebak semua niat buruk yang ditujukan kepada kita?<\/p>\n<p>Walaupun kita tidak menyadari maksud jahat seseorang, Tuhan tahu, dan dengan cara-Nya yang ajaib, Dia melepaskan kita dari hal-hal yang dapat mencelakakan kita. Tuhan melepaskan kita dari jerat dan setia menaungi kita di bawah sayap-Nya yang perkasa.<\/p>\n<h4><strong>2. Tuhan melindungi kita dari penyakit<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4260 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-3-300x153.jpg?resize=549%2C279&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-3-300x153.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-3-768x391.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-3-1024x521.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-3-696x354.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-3-1068x543.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-3-826x420.jpg 826w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-3.jpg 1280w\" alt=\"mazmur 91 - gkdi 3\" width=\"549\" height=\"279\" \/><\/p>\n<p><i>\u201c\u2026 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.\u201d \u2013 Mazmur 91:6-7<\/i><\/p>\n<p>Kesehatan merupakan anugerah Tuhan, tetapi menjaga diri untuk tetap sehat adalah keputusan dan usaha kita.<\/p>\n<p>Janganlah kita menyalahkan Tuhan kalau kita jatuh sakit akibat gaya hidup yang buruk. Janganlah kecewa kepada Tuhan saat orang yang kita kasihi terkena penyakit tertentu, padahal dia sudah berusaha hidup sehat. Jika apa yang terjadi tidak sesuai harapan atau rencana, ada beberapa hal yang patut kita renungkan agar tidak menjadi pahit oleh kekecewaan.<\/p>\n<p>Setiap orang pasti pernah sakit, dan sakit itu tidak enak. Jadi, bersyukurlah jika kita diberi kesehatan sehingga masih bisa melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan.<\/p>\n<h4><strong>3. Tuhan meluputkan kita dari malapetaka<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4261 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-4-300x191.jpg?resize=426%2C271&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-4-300x191.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-4-768x489.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-4-1024x652.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-4-696x443.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-4-1068x680.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-4-660x420.jpg 660w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-4.jpg 1280w\" alt=\"mazmur 91 - gkdi 4\" width=\"426\" height=\"271\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cSebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.\u201d \u2013 Mazmur 91:9-11<\/i><\/p>\n<p>Beberapa tahun lalu, saya dapat tawaran dari seorang teman untuk berinvestasi dalam bisnisnya. Ketika saya meminta nasihat dari Ayah dan pembimbing rohani, keduanya melarang. Dengan berat hati, saya turuti nasihat mereka, meskipun melihat bagaimana usaha teman saya itu maju dan dia semakin kaya. Namun, tak lama kemudian bisnisnya hancur. Dia pun dicari banyak orang yang merasa kena tipu olehnya.<\/p>\n<p>Terkadang, Allah sengaja mengagalkan rencana kita untuk melindungi kita. Saya kira bukan kebetulan Tuhan memakai ayah dan pembimbing rohani saya untuk meluputkan saya dari malapetaka. Jadi, percayakan hidup kita dalam lindungan-Nya dan berusahalah untuk selalu melihat hikmah dan sisi positif dalam segala situasi.<\/p>\n<h4><strong>4. Lekatkanlah hati kepada Tuhan<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4262 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-5-300x221.jpg?resize=555%2C409&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-5-300x221.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-5-768x566.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-5-1024x754.jpg 1024w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-5-80x60.jpg 80w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-5-696x513.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-5-1068x787.jpg 1068w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-5-570x420.jpg 570w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/mazmur-91-gkdi-5.jpg 1280w\" alt=\"mazmur 91 - gkdi 5\" width=\"555\" height=\"409\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cSungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.\u201d \u2013 Mazmur 91:14-16<\/i><\/p>\n<p>Bukti bahwa hati kita melekat kepada Tuhan adalah jika kita mau tunduk dan melakukan setiap perintah-Nya. Orang yang mengenal Tuhan akan berusaha mencari-Nya dalam kondisi apa pun. Dia tidak bergantung kepada pemikirannya sendiri, tetapi kepada Tuhan.<\/p>\n<p>Kita bisa melindungi diri dengan berbagai cara, tetapi perlindungan terbaik berasal dari Tuhan. Dan, keselamatan dari Tuhan akan selalu kita lihat dan rasakan sepanjang usia, ketika hati kita mau melekat kepada-Nya.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baik dari rencana jahat, penyakit, maupun malapetaka, Tuhan memberikan perlindungan-Nya dalam berbagai bentuk dan setia menyertai kita dalam kesesakan. Jadi, kalau selama ini kita masih mengandalkan hal-hal di luar Tuhan untuk melindungi diri, bertobatlah. Lekatkan hati kita kepada-Nya karena hanya Dialah satu-satunya perlindungan yang terpercaya. Amin! (gkdi.org)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Langit usai sekolah hari itu mendung. Meski sudah berlari sekuat tenaga, saya dan beberapa kawan SD tetap \u201ckalah\u201d balapan dengan hujan. Kami berteduh di teras sebuah warung makan, dan si pemilik warung menyilakan kami masuk agar tidak kehujanan. Kalau dipikir lagi, barangkali di momen inilah saya mengenal seperti apa lindungan Allah dalam Mazmur 91. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46553,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46775","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46553,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/berdoa2.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/body-shaming.jpg?fit=600%2C400&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/body-shaming.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/berdoa2.jpg?fit=275%2C183&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1478","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46775"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46775\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}