{"id":46778,"date":"2020-08-10T08:02:02","date_gmt":"2020-08-10T01:02:02","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46778"},"modified":"2020-07-31T16:05:28","modified_gmt":"2020-07-31T09:05:28","slug":"hati-seperti-apa-yang-tuhan-inginkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hati-seperti-apa-yang-tuhan-inginkan\/","title":{"rendered":"Hati Seperti Apa yang Tuhan Inginkan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -Anak-anak biasanya sukar menahan luapan kegembiraan. Tawa mereka begitu lepas saat bermain atau mendapati sesuatu yang lucu. Di sisi lain, orang dewasa umumnya sulit memiliki hati yang gembira. Kita merasa beban dan pergumulan hidup terlalu berat sehingga lupa untuk bersyukur dan bersukacita. Jangankan tertawa, untuk tersenyum saja kita sering lupa. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah\u00a0mengeringkan tulang. \u2013 Amsal 17:22 Penelitian membuktikan bahwa hati yang gembira adalah resep ampuh untuk mengalahkan stres, meningkatkan sistem imunitas, dan memperpanjang usia. Yang terpenting, ayat di atas menunjukkan bahwa bukan keadaan yang mengatur sukacita, melainkan hati. Kalaupun kita tidak bisa mengendalikan situasi, kita bisa mengontrol hati. Dan, Allah ingin kita menjaga hati dengan hal-hal yang baik dan benar. Mengapa hati itu penting? Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: \u201cJanganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.\u201d \u2013 1 Samuel 16:7 Bukalah Alkitab, dan Anda akan temukan banyak sekali kata \u201chati\u201d. Mengapa Tuhan tertarik dengan hati manusia? Karena, bagian itulah yang tidak bisa kita tutupi dari-Nya. Kita mungkin bisa membohongi manusia dengan penampilan atau ucapan, tetapi Tuhan tahu kedalaman hati setiap orang. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. \u2013 Amsal 4:23 Orang yang baik hatinya akan memancarkan kebaikan dalam hidupnya. Ketulusan hati akan menuntun kepada hal yang baik pula. Agar hal-hal negatif tidak menggerogoti hati kita, berjaga-jagalah dengan doa dan kekuatan firman Tuhan. Mereka yang senantiasa menjaga hati akan memiliki energi untuk menjalani masa-masa sulit kehidupan. Ciri-ciri Hati yang Tuhan Inginkan Inilah ciri-ciri hati yang Tuhan mau kita miliki: 1. Hati yang Menomorsatukan Tuhan \u201cHai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.\u201d \u2013 Amsal 23:26 Ada orang yang enggan menyerahkan hatinya kepada Tuhan karena berjuta alasan. Sibuk kerja, komunitas tidak asyik, aturan firman terlalu mengekang, dan lain-lain. Namun, Tuhan telah berjanji, ketika kita menomorsatukan Dia dalam setiap aspek kehidupan, kita akan dibahagiakan oleh jalan yang Tuhan pilihkan bagi kita. 2. Hati yang Meluapkan Hal Baik \u201cTetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.\u201d \u2013 Matius 15:18 Dengan mulut yang sama, kita bisa memaki orang atau memuji Tuhan. Jadi, hati-hatilah dalam berucap, karena dari situlah orang dapat melihat siapa kita. Renungkanlah, apakah kata-kata yang kita ucapkan hari ini baik dan benar? Sudahkah kualitas perkataan kita mencerminkan hati seorang pengikut Kristus? \u201cBerbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.\u201d \u2013 Matius 5:8 3. Hati yang Bersih dari Iri \u201cHati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.\u201d \u2013 Amsal 14:30 Iri hati adalah kejahatan tidak kasatmata, karena hanya Tuhan dan orang yang bersangkutan yang tahu isi hatinya. Berhentilah iri, karena itu sama dengan merusak diri sendiri dan tidak akan membawa sukacita dalam hidup Anda. \u201cSebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.\u201d \u2013 Yakobus 3:16 Memang tidak mudah rasanya menerima situasi ketika melihat orang lain meraih kesuksesan atau tampak lebih diberkati. Namun, tetaplah bersyukur dengan apa yang Anda miliki. Hitunglah berkat Anda setiap hari, dan lakukan tiga hal ini untuk menyingkirkan iri hati. \u201c\u2026 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.\u201d \u2013 Mazmur 37:4 4. Rancangan Hatiku, Rancangan Tuhan \u201cBanyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.\u201d \u2013 Amsal 14:30 Mungkin kita sudah menyusun banyak rencana untuk setahun, bahkan beberapa tahun ke depan. Menyelesaikan skripsi, cari kerja, buka usaha, berlibur, melanjutkan studi, menikah, menyicil rumah, dan lain sebagainya. Rencana kita begitu detail, sampai-sampai kita lupa Tuhanlah yang memegang kendali hidup ini. Tak ada salahnya punya rancangan, tetapi alangkah baiknya jika kita mengikutsertakan Tuhan di dalamnya. Percayalah, rancangan-Nya untuk kita adalah hal yang membawa kepada damai sejahtera. \u201cSebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan\u00a0apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera\u00a0dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan\u00a0yang penuh harapan.\u201d \u2013 Yeremia 29:11 Mari senantiasa arahkan hati kepada Tuhan. Jagalah hati kita dari segala kecemaran, dan bergembiralah, karena kita percaya bahwa rancangan Tuhan selalu yang terbaik. Amin. (gkdi.org)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Anak-anak biasanya sukar menahan luapan kegembiraan. Tawa mereka begitu lepas saat bermain atau mendapati sesuatu yang lucu. Di sisi lain, orang dewasa umumnya sulit memiliki hati yang gembira. Kita merasa beban dan pergumulan hidup terlalu berat sehingga lupa untuk bersyukur dan bersukacita. Jangankan tertawa, untuk tersenyum saja kita sering lupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah\u00a0mengeringkan tulang. \u2013 Amsal 17:22<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian membuktikan bahwa hati yang gembira adalah resep ampuh untuk mengalahkan stres, meningkatkan sistem imunitas, dan memperpanjang usia. Yang terpenting, ayat di atas menunjukkan bahwa <b>bukan keadaan yang mengatur sukacita, melainkan hati<\/b>. Kalaupun kita tidak bisa mengendalikan situasi, kita bisa mengontrol hati. Dan, Allah ingin kita menjaga hati dengan hal-hal yang baik dan benar.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Mengapa hati itu penting?<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4643 aligncenter td-animation-stack-type0-1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-1-300x200.jpg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-1.jpg 600w\" alt=\"hati - gkdi 1\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: \u201cJanganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.\u201d \u2013 1 Samuel 16:7<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukalah Alkitab, dan Anda akan temukan banyak sekali kata \u201chati\u201d. Mengapa Tuhan tertarik dengan hati manusia? Karena, bagian itulah yang tidak bisa kita tutupi dari-Nya. Kita mungkin bisa membohongi manusia dengan penampilan atau ucapan, tetapi Tuhan tahu kedalaman hati setiap orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. \u2013 Amsal 4:23<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang yang baik hatinya akan memancarkan kebaikan dalam hidupnya. Ketulusan hati akan menuntun kepada hal yang baik pula. Agar hal-hal negatif tidak menggerogoti hati kita, berjaga-jagalah dengan doa dan kekuatan firman Tuhan. Mereka yang senantiasa menjaga hati akan memiliki energi untuk menjalani masa-masa sulit kehidupan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Ciri-ciri Hati yang Tuhan Inginkan<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inilah ciri-ciri hati yang Tuhan mau kita miliki:<\/p>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>1. Hati yang Menomorsatukan Tuhan<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4644 aligncenter td-animation-stack-type0-1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-2-300x207.jpg?resize=640%2C441&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-2-300x207.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-2-100x70.jpg 100w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-2-218x150.jpg 218w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-2.jpg 600w\" alt=\"hati - gkdi 2\" width=\"640\" height=\"441\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cHai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.\u201d \u2013 Amsal 23:26<\/i><\/p>\n<p>Ada orang yang enggan menyerahkan hatinya kepada Tuhan karena berjuta alasan. Sibuk kerja, komunitas tidak asyik, aturan firman terlalu mengekang, dan lain-lain. Namun, Tuhan telah berjanji, ketika kita menomorsatukan Dia dalam setiap aspek kehidupan, kita akan dibahagiakan oleh jalan yang Tuhan pilihkan bagi kita.<\/p>\n<h4><strong>2. Hati yang Meluapkan Hal Baik<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4645 aligncenter td-animation-stack-type0-1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-3-300x213.jpg?resize=640%2C454&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-3-300x213.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-3-100x70.jpg 100w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-3-593x420.jpg 593w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-3.jpg 600w\" alt=\"hati - gkdi 3\" width=\"640\" height=\"454\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cTetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.\u201d \u2013 Matius 15:18<\/i><\/p>\n<p>Dengan mulut yang sama, kita bisa memaki orang atau memuji Tuhan. Jadi, hati-hatilah dalam berucap, karena dari situlah orang dapat melihat siapa kita.<\/p>\n<p>Renungkanlah, apakah kata-kata yang kita ucapkan hari ini baik dan benar? Sudahkah kualitas perkataan kita mencerminkan hati seorang pengikut Kristus?<\/p>\n<p><i>\u201cBerbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.\u201d \u2013 Matius 5:8<\/i><\/p>\n<h3><strong>3. Hati yang Bersih dari Iri<\/strong><\/h3>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4646 aligncenter td-animation-stack-type0-1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-4-300x200.jpg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-4-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-4.jpg 600w\" alt=\"hati - gkdi 4\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cHati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.\u201d \u2013 Amsal 14:30<\/i><\/p>\n<p>Iri hati adalah kejahatan tidak kasatmata, karena hanya Tuhan dan orang yang bersangkutan yang tahu isi hatinya. Berhentilah iri, karena itu sama dengan merusak diri sendiri dan tidak akan membawa sukacita dalam hidup Anda.<\/p>\n<p><i>\u201cSebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.\u201d \u2013 Yakobus 3:16<\/i><\/p>\n<p>Memang tidak mudah rasanya menerima situasi ketika melihat orang lain meraih kesuksesan atau tampak lebih diberkati. Namun, tetaplah bersyukur dengan apa yang Anda miliki. Hitunglah berkat Anda setiap hari, dan lakukan tiga hal ini untuk menyingkirkan iri hati.<\/p>\n<p><i>\u201c\u2026 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.\u201d \u2013 Mazmur 37:4<\/i><\/p>\n<h4><strong>4. Rancangan Hatiku, Rancangan Tuhan<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4647 aligncenter td-animation-stack-type0-1\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-5-300x200.jpg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-5-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/hati-gkdi-5.jpg 600w\" alt=\"hati - gkdi 5\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cBanyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.\u201d \u2013 Amsal 14:30<\/i><\/p>\n<p>Mungkin kita sudah menyusun banyak rencana untuk setahun, bahkan beberapa tahun ke depan. Menyelesaikan skripsi, cari kerja, buka usaha, berlibur, melanjutkan studi, menikah, menyicil rumah, dan lain sebagainya. Rencana kita begitu detail, sampai-sampai kita lupa Tuhanlah yang memegang kendali hidup ini.<\/p>\n<p>Tak ada salahnya punya rancangan, tetapi alangkah baiknya jika kita mengikutsertakan Tuhan di dalamnya. Percayalah, rancangan-Nya untuk kita adalah hal yang membawa kepada damai sejahtera.<\/p>\n<p><i>\u201cSebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan\u00a0apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera\u00a0dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan\u00a0yang penuh harapan.\u201d \u2013 Yeremia 29:11<\/i><\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari senantiasa arahkan hati kepada Tuhan. Jagalah hati kita dari segala kecemaran, dan bergembiralah, karena kita percaya bahwa rancangan Tuhan selalu yang terbaik. Amin. (gkdi.org)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Anak-anak biasanya sukar menahan luapan kegembiraan. Tawa mereka begitu lepas saat bermain atau mendapati sesuatu yang lucu. Di sisi lain, orang dewasa umumnya sulit memiliki hati yang gembira. Kita merasa beban dan pergumulan hidup terlalu berat sehingga lupa untuk bersyukur dan bersukacita. Jangankan tertawa, untuk tersenyum saja kita sering lupa. Hati yang gembira adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50716,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-46778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":50716,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg?fit=768%2C432&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/akitab_big.jpg?fit=1600%2C900&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2700","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46778"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46778\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}