{"id":46786,"date":"2020-08-15T08:03:28","date_gmt":"2020-08-15T01:03:28","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46786"},"modified":"2020-07-31T16:23:18","modified_gmt":"2020-07-31T09:23:18","slug":"saat-bimbang-melanda-hidup-orang-percaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/saat-bimbang-melanda-hidup-orang-percaya\/","title":{"rendered":"Saat Bimbang Melanda Hidup Orang Percaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Adakalanya kita bimbang dalam mengambil sebuah keputusan, terutama jika menyangkut hal penting. Misalnya, kita ragu haruskah berhenti kerja dan memulai usaha sendiri. Untuk melanjutkan atau menyudahi hubungan asmara dengan seseorang. Untuk mengasihi orang yang sepertinya tak layak dikasihi. Atau, apakah rencana kita, yang sudah diiringi doa dan kerja keras akan membuahkan hasil. Di sebagian besar kasus, penyebab utama kebimbangan adalah karena kita tidak percaya. Kita tidak yakin keputusan yang diambil akan memberi keuntungan, menyelesaikan masalah, menciptakan perubahan positif, atau baik bagi masa depan kita. Apakah saat ini Anda sedang bimbang menjalani kehidupan sebagai orang percaya? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya? Mulai Tenggelam karena Bimbang (Matius 14:22-33) Kebimbangan datang dalam berbagai bentuk. Tidak semua orang bisa langsung yakin pada penyertaan Tuhan di masa-masa sulit hidupnya. Ada yang bimbang untuk melakukan sesuatu yang benar, misalnya melaporkan kecurangan dalam kerja kelompok. Mungkin ada yang ragu perlukah menaati firman Tuhan yang rasanya berat untuk dijalankan, misalnya mengampuni orang lain. Jika Anda sudah bertahun-tahun menjadi seorang Kristen, tapi kadang mengalami kebimbangan, Anda tidak sendiri. Saya mengalaminya, dan Petrus pernah mengalaminya. Bersama kesebelas murid lain, Petrus melakukan penginjilan bersama-sama Yesus setiap hari. Ia \u00a0melihat langsung berbagai hal luar biasa yang Yesus kerjakan\u2014tapi tetap saja, ia merasa bimbang. Bahkan, salah satu keraguan Petrus terjadi persis setelah ia melihat mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 14:13-21). Usai peristiwa itu, Yesus menyuruh para murid naik perahu mendahului-Nya ke seberang. Ketika perahu mereka dilanda angin sakal, Yesus mendatangi mereka dengan berjalan di atas air. Pemandangan tak lazim itu tentu membuat murid-murid-Nya ketakutan. Uniknya, meyakinkan mereka bahwa diri-Nya bukan hantu, Petrus meminta Yesus membuktikannya dengan meminta ia berjalan di atas air menghampiri-Nya. Kata Yesus: \u201cDatanglah!\u201d Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. \u2013 Matius 14:29 Mengapa Petrus \u201csanggup\u201d berjalan di atas air? Karena ia percaya kepada Yesus dan berfokus kepada-Nya. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: \u201cTuhan, tolonglah aku!\u201d \u2013 Matius 14:30 Petrus mulai tenggelam saat hatinya bimbang. Tiupan angin seolah menyadarkannya bahwa tidak mungkin manusia bisa berjalan di atas air. Padahal, Petrus sudah membuktikan kalau itu mungkin terjadi saat ia percaya sepenuhnya kepada Yesus. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: \u201cHai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?\u201d \u2013 Matius 14:31 Sering kali kita gagal melakukan hal-hal tertentu bukan karena tidak mampu, tapi karena kita bimbang. Kita tidak percaya pada penyertaan Tuhan, meskipun sudah berkali-kali Dia membuktikan kasih-Nya kepada kita. Gunung Bisa Kita Pindahkan Saat Percaya \u00a0(Matius 21:18-22) Dalam perjalanan kembali ke Betania bersama murid-murid-Nya, Yesus lihat sebatang pohon ara yang tidak berbuah. Yesus lalu berkata bahwa pohon itu takkan berbuah lagi selama-lamanya, dan seketika, pohon itu menjadi kering. Melihatnya, para murid pun tercengang dan bertanya-tanya bagaimana itu bisa terjadi. Yesus menjawab mereka: \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. \u2013 Matius 21:21 Melalui peristiwa ini, Yesus menunjukkan bahwa jika kita percaya dan tidak bimbang, kita pasti bisa melakukan berbagai perkara besar. Lihatlah berbagai penemuan yang memudahkan hidup kita sekarang. Pesawat terbang, telepon, internet, kapal selam\u2014hal-hal yang tadinya dianggap mustahil oleh manusia kini ada. Mengapa para penemu berhasil membuatnya? Karena mereka yakin dan percaya. Mereka tetap optimis meskipun banyak orang mengejek rancangan mereka, meragukan, bahkan mungkin mengatai mereka gila. Kalau para penemu itu bisa mewujudkan hal-hal besar, mengapa kita sebagai murid Yesus malah pesimis, takut, dan akhirnya tidak menghasilkan apa-apa? Petrus, Lukas, Yohanes, Matius, Paulus, dan rasul-rasul lainnya pun sama seperti kita. Mereka mengalami pergumulan hidup yang tidak mudah selama melayani Yesus dan menginjil ke berbagai tempat. Namun, karena yakin dan percaya, mereka bisa mengerjakan apa yang Yesus kerjakan, melakukan mukjizat yang Yesus lakukan, dan dengan itu, memuliakan nama Tuhan. Tak ada yang mustahil bagi orang yang percaya, karena Roh Allah turut bekerja di antara kita. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Timotius 1:7). Jangan biarkan rasa bimbang menghalangi kita dalam bertindak dalam kebenaran, baik bagi Allah maupun sesama, dalam pekerjaan sehari-hari ataupun ibadah. Jangan bimbang, tapi percayalah kepada Yesus!\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Adakalanya kita bimbang dalam mengambil sebuah keputusan, terutama jika menyangkut hal penting. Misalnya, kita ragu haruskah berhenti kerja dan memulai usaha sendiri. Untuk melanjutkan atau menyudahi hubungan asmara dengan seseorang. Untuk mengasihi orang yang sepertinya tak layak dikasihi. Atau, apakah rencana kita, yang sudah diiringi doa dan kerja keras akan membuahkan hasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sebagian besar kasus, penyebab utama kebimbangan adalah karena kita tidak percaya. Kita tidak yakin keputusan yang diambil akan memberi keuntungan, menyelesaikan masalah, menciptakan perubahan positif, atau baik bagi masa depan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah saat ini Anda sedang bimbang menjalani kehidupan sebagai orang percaya? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Mulai Tenggelam karena Bimbang <\/b>(Matius 14:22-33)<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5118 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/bimbang-gkdi-1-300x200.jpg?resize=640%2C427&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/bimbang-gkdi-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/bimbang-gkdi-1.jpg 600w\" alt=\"bimbang - gkdi 1\" width=\"640\" height=\"427\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebimbangan datang dalam berbagai bentuk. Tidak semua orang bisa langsung yakin pada penyertaan Tuhan di masa-masa sulit hidupnya. Ada yang bimbang untuk melakukan sesuatu yang benar, misalnya melaporkan kecurangan dalam kerja kelompok. Mungkin ada yang ragu perlukah menaati firman Tuhan yang rasanya berat untuk dijalankan, misalnya mengampuni orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda sudah bertahun-tahun menjadi seorang Kristen, tapi kadang mengalami kebimbangan, Anda tidak sendiri. Saya mengalaminya, dan Petrus pernah mengalaminya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bersama kesebelas murid lain, Petrus melakukan penginjilan bersama-sama Yesus setiap hari. Ia \u00a0melihat langsung berbagai hal luar biasa yang Yesus kerjakan\u2014tapi tetap saja, ia merasa bimbang. Bahkan, salah satu keraguan Petrus terjadi persis setelah ia melihat mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 14:13-21).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usai peristiwa itu, Yesus menyuruh para murid naik perahu mendahului-Nya ke seberang. Ketika perahu mereka dilanda angin sakal, Yesus mendatangi mereka dengan berjalan di atas air. Pemandangan tak lazim itu tentu membuat murid-murid-Nya ketakutan. Uniknya, meyakinkan mereka bahwa diri-Nya bukan hantu, Petrus meminta Yesus membuktikannya dengan meminta ia berjalan di atas air menghampiri-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Kata Yesus: \u201cDatanglah!\u201d Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. \u2013 Matius 14:29<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa Petrus \u201csanggup\u201d berjalan di atas air?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena ia percaya kepada Yesus dan berfokus kepada-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: \u201cTuhan, tolonglah aku!\u201d \u2013 Matius 14:30 <\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petrus mulai tenggelam saat hatinya bimbang. Tiupan angin seolah menyadarkannya bahwa tidak mungkin manusia bisa berjalan di atas air. Padahal, Petrus sudah membuktikan kalau itu mungkin terjadi saat ia percaya sepenuhnya kepada Yesus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: \u201cHai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?\u201d \u2013 Matius 14:31 <\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sering kali kita gagal melakukan hal-hal tertentu bukan karena tidak mampu, tapi karena kita bimbang. Kita tidak percaya pada penyertaan Tuhan, meskipun sudah berkali-kali Dia membuktikan kasih-Nya kepada kita.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Gunung Bisa Kita Pindahkan Saat Percaya \u00a0<\/b>(Matius 21:18-22)<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5119 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/bimbang-gkdi-2-300x203.jpg?resize=639%2C433&#038;ssl=1\" alt=\"bimbang - gkdi 2\" width=\"639\" height=\"433\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perjalanan kembali ke Betania bersama murid-murid-Nya, Yesus lihat sebatang pohon ara yang tidak berbuah. Yesus lalu berkata bahwa pohon itu takkan berbuah lagi selama-lamanya, dan seketika, pohon itu menjadi kering. Melihatnya, para murid pun tercengang dan bertanya-tanya bagaimana itu bisa terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Yesus menjawab mereka: \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. \u2013 Matius 21:21<\/i><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Melalui peristiwa ini, Yesus menunjukkan bahwa jika kita percaya dan tidak bimbang, kita pasti bisa melakukan berbagai perkara besar.<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lihatlah berbagai penemuan yang memudahkan hidup kita sekarang. Pesawat terbang, telepon, internet, kapal selam\u2014hal-hal yang tadinya dianggap mustahil oleh manusia kini ada. Mengapa para penemu berhasil membuatnya? Karena mereka yakin dan percaya. Mereka tetap optimis meskipun banyak orang mengejek rancangan mereka, meragukan, bahkan mungkin mengatai mereka gila.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau para penemu itu bisa mewujudkan hal-hal besar, mengapa kita sebagai murid Yesus malah pesimis, takut, dan akhirnya tidak menghasilkan apa-apa?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petrus, Lukas, Yohanes, Matius, Paulus, dan rasul-rasul lainnya pun sama seperti kita. Mereka mengalami pergumulan hidup yang tidak mudah selama melayani Yesus dan menginjil ke berbagai tempat. Namun, karena yakin dan percaya, mereka bisa mengerjakan apa yang Yesus kerjakan, melakukan mukjizat yang Yesus lakukan, dan dengan itu, memuliakan nama Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak ada yang mustahil bagi orang yang percaya, karena Roh Allah turut bekerja di antara kita. <i>Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Timotius 1:7).<\/i> Jangan biarkan rasa bimbang menghalangi kita dalam bertindak dalam kebenaran, baik bagi Allah maupun sesama, dalam pekerjaan sehari-hari ataupun ibadah. Jangan bimbang, tapi percayalah kepada Yesus!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Adakalanya kita bimbang dalam mengambil sebuah keputusan, terutama jika menyangkut hal penting. Misalnya, kita ragu haruskah berhenti kerja dan memulai usaha sendiri. Untuk melanjutkan atau menyudahi hubungan asmara dengan seseorang. Untuk mengasihi orang yang sepertinya tak layak dikasihi. Atau, apakah rencana kita, yang sudah diiringi doa dan kerja keras akan membuahkan hasil. Di sebagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46470,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46470,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/berdoa.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/berdoa.jpg?fit=768%2C432&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/berdoa.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/berdoa.jpg?fit=1000%2C563&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1089","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46786"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46786\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46470"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}