{"id":46971,"date":"2020-09-04T07:40:21","date_gmt":"2020-09-04T00:40:21","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46971"},"modified":"2020-09-03T14:44:43","modified_gmt":"2020-09-03T07:44:43","slug":"kobarkan-semangat-hidup-raih-kekuatan-di-dalam-kelemahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kobarkan-semangat-hidup-raih-kekuatan-di-dalam-kelemahan\/","title":{"rendered":"Kobarkan Semangat Hidup: Raih Kekuatan di dalam Kelemahan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -Hidup punya ritme dan dinamikanya sendiri, dan seiring waktu, akan membawa kita kepada impian yang terwujud\u2014atau kenyataan yang bertolak belakang. Ketika dihadapkan dengan banyak tantangan, cobaan, dan pergumulan, baik karena masalah, penyakit, maupun keterbatasan fisik, mempertahankan semangat hidup bukanlah hal mudah. Namun, tidak mustahil bagi kita untuk tetap semangat di masa-masa sulit. Apa yang mesti kita lakukan agar semangat hidup kita tetap berkobar? Semangat: Sumber Kekuatan Hidup \u201cOrang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?\u201d \u2013 Amsal 18:14 Hidup tidak melulu berjalan mulus sesuai apa yang kita impikan. Semua yang terjadi dalam hidup sering kali berada di luar kendali kita. Namun, kita tetap bisa mengendalikan respon kita terhadap apa yang terjadi. Amsal mengatakan orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Jadi, semangat adalah salah satu kunci menjalani hidup yang tidak mudah. Rohlah yang Memberi Hidup \u201cRohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.\u201d \u2013 Yohanes 6:63a Pada 27 Mei 1998, Tom Whittaker menorehkan sejarah sebagai \u00a0penyandang cacat pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Gunung Everest. Tom, yang kehilangan kedua kakinya akibat kecelakaan pada tahun 1979, membuktikan bahwa apa yang ada di dalam lebih kuat daripada yang kelihatan\u2014yaitu ketidaksempurnaan fisik. Roh yang ada di dalam diri kita lebih berkuasa daripada tubuh kita. Anda bisa saja terperangkap dalam tubuh yang tak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, roh yang berdiam di dalam Anda tetap hidup dan kuat. Kekuatan roh tidak dapat dibatasi oleh kondisi fisik Anda. Jadi, jangan keburu patah semangat, merasa tak berguna dan tak bisa berbuat apa-apa ketika keterbatasan fisik atau penyakit menjadi kendala Anda saat ini. Ingatlah, rohlah yang memberi kehidupan, kendati tubuh tidak sedang berfungsi baik. Sebaliknya, meskipun fisik Anda sehat dan kuat, tetapi yang ada di dalam, yaitu roh Anda, padam, Anda seperti memasuki kematian selagi hidup. Bagaimana agar semangat kita tetap menyala? 1. Berhenti Mengasihani Diri Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. \u2013 Amsal 15:13 Mengasihani diri (self-pity) berbeda dengan berbelas kasih pada diri sendiri (self-compassion). Self-compassion berarti kita menerima dan menghormati kondisi diri apa adanya, tetapi tetap bertanggung jawab memperbaiki keadaan. Kalau Anda sakit, tapi sengaja tidak beristirahat, lalu akhirnya kolaps dan harus dilarikan ke rumah sakit, berarti Anda kurang berbelas kasih pada diri sendiri. Di sisi lain, self-pity berarti kecenderungan untuk terus-menerus minta dikasihani, didukung, atau dilayani orang lain. Ketika Anda mengasihani diri, otomatis Anda akan sulit gembira. Anda menganggap hidup Anda begitu menyedihkan, dan Anda adalah orang yang paling malang sedunia. Yang harus Anda lakukan adalah, stop dari perasaan self-pity. Perasaan ini tidak akan membuat Anda kemana-mana. Mulailah menghitung berkat Tuhan. Ada begitu banyak kebaikan-Nya tercurah dalam hidup Anda. Teruslah bersyukur, miliki hati yang selalu ingin belajar dan lebih baik. Dengan begitu, Anda mampu memiliki hati yang gembira dalam segala keadaan. Bergembiralah selalu. Gembira adalah formula ajaib\u2014bukan karena perkataan Tuhan saja, melainkan karena secara medis terbukti. Rasa gembira dapat mempercepat proses penyembuhan dan memberi kita kemungkinan lebih besar untuk memenangkan perjuangan melawan penyakit. 2. Minta Kekuatan dari Tuhan Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. \u2013 Yesaya 40:29 \u00a0 Apakah Anda sedang merasa tak berdaya menghadapi kesulitan hidup? Apa pun yang Anda lakukan tidak mengubah keadaan atau meringankan beban Anda? Tidak ada lagi jalan keluar karena semua pintu sudah tertutup? Jangan menyerah sebelum Anda datang kepada Tuhan! Mintalah kekuatan dari-Nya, karena Tuhanlah pemberi kekuatan dan penambah semangat Anda. Mungkin kelihatannya tidak logis dan terlalu sederhana, tetapi itulah iman: bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Curahkan gelisah hati Anda kepada Allah. Anda akan merasakan sendiri bagaimana kekuatan Allah memampukan Anda menghadapi pergumulan setiap harinya. 3. Ingat: Upah Tersedia Bagi Usaha Anda \u201cTetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!\u201d \u2013 2 Tawarikh 15:7 Semua usaha Anda tidak akan sia-sia. Tetaplah semangat menghadapi pergumulan dan tantangan hidup, karena Tuhan menjanjikan upah bagi mereka yang mau berusaha. Ketika Anda bersemangat menjalani hidup, pikiran Anda akan lebih optimis dan terpacu menemukan solusi. Dan, bukan mustahil, kelak semuanya akan membuahkan hasil. Semangat hidup memampukan kita menemukan kekuatan sekalipun di dalam kelemahan, kesukaran, dan kesesakan. Ketika Anda lemah, semangat hidup akan memberi Anda kekuatan\u2014terutama semangat yang Anda minta dari Tuhan. \u201cKarena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.\u201d \u2013 2 Korintus 12:10 Good luck dan tetap semangat! (gkdi.org)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Hidup punya ritme dan dinamikanya sendiri, dan seiring waktu, akan membawa kita kepada impian yang terwujud\u2014atau kenyataan yang bertolak belakang. Ketika dihadapkan dengan banyak tantangan, cobaan, dan pergumulan, baik karena masalah, penyakit, maupun keterbatasan fisik, mempertahankan semangat hidup bukanlah hal mudah. Namun, tidak mustahil bagi kita untuk tetap semangat di masa-masa sulit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang mesti kita lakukan agar semangat hidup kita tetap berkobar?<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Semangat: Sumber Kekuatan Hidup<\/b><\/h4>\n<figure id=\"attachment_5661\" class=\"wp-caption aligncenter\" style=\"text-align: justify;\" aria-describedby=\"caption-attachment-5661\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5661 size-full td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/husband-and-wife-enjoying-life-P2AU7JH-2.jpg?resize=800%2C561&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/husband-and-wife-enjoying-life-P2AU7JH-2.jpg 800w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/husband-and-wife-enjoying-life-P2AU7JH-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/husband-and-wife-enjoying-life-P2AU7JH-2-768x539.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/husband-and-wife-enjoying-life-P2AU7JH-2-100x70.jpg 100w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/husband-and-wife-enjoying-life-P2AU7JH-2-696x488.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/husband-and-wife-enjoying-life-P2AU7JH-2-599x420.jpg 599w\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"561\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5661\" class=\"wp-caption-text\"><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cOrang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?\u201d \u2013 Amsal 18:14 <\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hidup tidak melulu berjalan mulus sesuai apa yang kita impikan. Semua yang terjadi dalam hidup sering kali berada di luar kendali kita. Namun, kita tetap bisa mengendalikan respon kita terhadap apa yang terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amsal mengatakan <b>orang yang bersemangat<\/b> dapat menanggung penderitaannya. Jadi, semangat adalah salah satu kunci menjalani hidup yang tidak mudah.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Rohlah yang Memberi Hidup<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5642 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-2-300x200.jpg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-2.jpg 600w\" alt=\"semangat - gkdi 2\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cRohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.\u201d \u2013 Yohanes 6:63a<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 27 Mei 1998, Tom Whittaker menorehkan sejarah sebagai \u00a0penyandang cacat pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Gunung Everest. Tom, yang kehilangan kedua kakinya akibat kecelakaan pada tahun 1979, membuktikan bahwa apa yang ada di <i>dalam<\/i> lebih kuat daripada yang kelihatan\u2014yaitu ketidaksempurnaan fisik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Roh yang ada di dalam diri kita lebih berkuasa daripada tubuh kita. Anda bisa saja terperangkap dalam tubuh yang tak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, roh yang berdiam di dalam Anda tetap hidup dan kuat. Kekuatan roh tidak dapat dibatasi oleh kondisi fisik Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, jangan keburu patah semangat, merasa tak berguna dan tak bisa berbuat apa-apa ketika keterbatasan fisik atau penyakit menjadi kendala Anda saat ini. Ingatlah, rohlah yang memberi kehidupan, kendati tubuh tidak sedang berfungsi baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, meskipun fisik Anda sehat dan kuat, tetapi yang ada di dalam, yaitu roh Anda, padam, Anda seperti memasuki kematian selagi hidup.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Bagaimana agar semangat kita tetap menyala?<\/b><\/h4>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>1. Berhenti Mengasihani Diri<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5643 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-3-300x201.jpg?resize=640%2C429&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-3-300x201.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-3.jpg 600w\" alt=\"semangat - gkdi 3\" width=\"640\" height=\"429\" \/><\/p>\n<p><i>Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. \u2013 Amsal 15:13<\/i><\/p>\n<p>Mengasihani diri (<i>self-pity<\/i>) berbeda dengan berbelas kasih pada diri sendiri (<i>self-compassion<\/i>).<\/p>\n<p><i>Self-compassion<\/i> berarti kita menerima dan menghormati kondisi diri apa adanya, tetapi tetap bertanggung jawab memperbaiki keadaan. Kalau Anda sakit, tapi sengaja tidak beristirahat, lalu akhirnya kolaps dan harus dilarikan ke rumah sakit, berarti Anda kurang berbelas kasih pada diri sendiri.<\/p>\n<p>Di sisi lain, <i>self-pity<\/i> berarti kecenderungan untuk terus-menerus minta dikasihani, didukung, atau dilayani orang lain. Ketika Anda mengasihani diri, otomatis Anda akan sulit gembira. Anda menganggap hidup Anda begitu menyedihkan, dan Anda adalah orang yang paling malang sedunia.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang harus Anda lakukan adalah, stop dari perasaan <em>self-pity<\/em>. Perasaan ini tidak akan membuat Anda kemana-mana. Mulailah menghitung berkat Tuhan. Ada begitu banyak kebaikan-Nya tercurah dalam hidup Anda. Teruslah bersyukur, miliki hati yang selalu ingin belajar dan lebih baik. Dengan begitu, Anda mampu memiliki hati yang gembira dalam segala keadaan.<\/p>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Bergembiralah selalu. Gembira adalah formula ajaib\u2014bukan karena perkataan Tuhan saja, melainkan karena secara medis terbukti. Rasa gembira dapat mempercepat proses penyembuhan dan memberi kita kemungkinan lebih besar untuk memenangkan perjuangan melawan penyakit.<\/p>\n<h4><strong>2. Minta Kekuatan dari Tuhan<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5644 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-4-300x201.jpg?resize=640%2C429&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-4-300x201.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-4.jpg 600w\" alt=\"semangat - gkdi 4\" width=\"640\" height=\"429\" \/><\/p>\n<p><i>Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. \u2013 Yesaya 40:29 \u00a0<\/i><\/p>\n<p>Apakah Anda sedang merasa tak berdaya menghadapi kesulitan hidup? Apa pun yang Anda lakukan tidak mengubah keadaan atau meringankan beban Anda? Tidak ada lagi jalan keluar karena semua pintu sudah tertutup?<\/p>\n<p>Jangan menyerah sebelum Anda datang kepada Tuhan! Mintalah kekuatan dari-Nya, karena Tuhanlah pemberi kekuatan dan penambah semangat Anda.<\/p>\n<p>Mungkin kelihatannya tidak logis dan terlalu sederhana, tetapi itulah iman: bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Curahkan gelisah hati Anda kepada Allah. Anda akan merasakan sendiri bagaimana kekuatan Allah memampukan Anda menghadapi pergumulan setiap harinya.<\/p>\n<h4><strong>3. Ingat: Upah Tersedia Bagi Usaha Anda<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5645 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-5-300x200.jpg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-5-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/semangat-gkdi-5.jpg 600w\" alt=\"semangat - gkdi 5\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cTetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!\u201d \u2013 2 Tawarikh 15:7<\/i><\/p>\n<p>Semua usaha Anda tidak akan sia-sia. Tetaplah semangat menghadapi pergumulan dan tantangan hidup, karena Tuhan menjanjikan upah bagi mereka yang mau berusaha. Ketika Anda bersemangat menjalani hidup, pikiran Anda akan lebih optimis dan terpacu menemukan solusi. Dan, bukan mustahil, kelak semuanya akan membuahkan hasil.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semangat hidup memampukan kita menemukan kekuatan sekalipun di dalam kelemahan, kesukaran, dan kesesakan. Ketika Anda lemah, semangat hidup akan memberi Anda kekuatan\u2014terutama semangat yang Anda minta dari Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>\u201cKarena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.\u201d \u2013 2 Korintus 12:10<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Good luck<\/i> dan tetap semangat! (gkdi.org)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Hidup punya ritme dan dinamikanya sendiri, dan seiring waktu, akan membawa kita kepada impian yang terwujud\u2014atau kenyataan yang bertolak belakang. Ketika dihadapkan dengan banyak tantangan, cobaan, dan pergumulan, baik karena masalah, penyakit, maupun keterbatasan fisik, mempertahankan semangat hidup bukanlah hal mudah. Namun, tidak mustahil bagi kita untuk tetap semangat di masa-masa sulit. Apa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46510,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-46971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":46510,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/bersyukur.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/bersyukur.jpg?fit=275%2C183&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/bersyukur.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/bersyukur.jpg?fit=275%2C183&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"948","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46971"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46971\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}