{"id":46975,"date":"2020-09-08T07:40:31","date_gmt":"2020-09-08T00:40:31","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46975"},"modified":"2020-09-03T14:58:26","modified_gmt":"2020-09-03T07:58:26","slug":"saya-percaya-tuhan-yesus-bicara-itu-mudah-apa-buktinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/saya-percaya-tuhan-yesus-bicara-itu-mudah-apa-buktinya\/","title":{"rendered":"\u201cSaya Percaya Tuhan Yesus\u201d: Bicara itu Mudah, Apa Buktinya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Kalau ditanya, \u201cApakah Anda percaya Tuhan Yesus?\u201d mungkin ada di antara kita langsung menjawab, \u201cYa. Saya percaya Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamatku.\u201d Atau, \u201cSaya menyembah Yesus,\u201d dan semacamnya. Puji Tuhan kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan. Pertanyaannya, apa buktinya kalau kita mengakui hal tersebut? Sekadar bilang \u201cpercaya\u201d itu mudah, tapi bagaimana sikap hati kita? Apakah kita mengaku percaya, tetapi perbuatan kita sama sekali tidak mirip Yesus? 2 Hal Ini Membuktikan Kita Menjadikan Yesus Sebagai Tuhan Ada dua hal sederhana tetapi penting untuk dilakukan sebagai bukti bahwa Yesus adalah Tuhan yang memimpin hidup kita. Untuk itu, bacalah lebih dahulu Yohanes 14:1-14. 1. Percaya pada Ucapan dan Janji-Nya\u2014Setiap Saat \u201cJanganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.\u201d \u2013 Yohanes 14:1-2 Apa alasan kita mempercayai seseorang? Mungkin karena perbuatan orang itu sesuai dengan ucapannya. Atau, dia berhasil membuktikan bahwa barang atau jasa yang dia tawarkan dapat menjadi solusi kebutuhan kita. Tuhan Yesus berani bilang ada banyak tempat tinggal di rumah Bapa-Nya, karena sebelum datang ke dunia, Dia tinggal di sana. Saat Dia kembali ke rumah Bapa, setelah menyelesaikan tugasnya di dunia, Yesus menyediakan tempat bagi kita. Kita percaya pada Tuhan Yesus karena segala ucapan-Nya terbukti dan benar-benar Dia lakukan. Selama tiga setengah tahun, murid-murid-Nya mengikuti Yesus menginjil, melayani banyak orang, dan mengalami kesusahan bersama-sama. Mereka menjadi saksi bahwa apa yang Dia kerjakan selaras dengan perkataan-Nya. Jadi, kalau kita mengaku percaya Tuhan Yesus, hendaknya kita juga percaya pada ucapan dan janji-Nya. Janganlah kita ragu, atau marah kepada-Nya, saat kenyataan hidup tidak sesuai dengan harapan. 2. Lakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan \u201cKamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhandan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.\u201d \u2013 Yohanes 13:13-15 Injil mencatat banyak hal yang Tuhan Yesus lakukan selama di dunia. Yesus menyembuhkan orang sakit (Matius 8:1-17), berempati dengan orang yang berdukacita (Yohanes 11:32-35), dan mengasihi orang berdosa sehingga dijuluki sahabat orang berdosa (Lukas 7:34). Dia melayani para murid-Nya, yang dibuktikan dengan membasuh kaki mereka (Yohanes 13:1-20). Yesus berbelas kasih kepada orang-orang yang kelaparan (Markus 6:30-44). Dia sediakan waktu-Nya, tenaga-Nya, pikiran-Nya, dan hati-Nya untuk melayani mereka yang letih lesu dan berbeban berat (Matius 11:28). Sudahkah kita melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan? Saat melihat anggota keluarga yang menderita, tergerakkah hati kita oleh belas kasihan? Ketika kita tahu ada kawan sekerja yang sedang berbeban berat, maukah kita menolongnya? \u201cPercayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa \u2026\u201d Jadi, janganlah menyebut diri, \u201cSaya Kristen, saya murid Yesus, atau saya hidup seperti Yesus,\u201d kalau kita tidak sungguh-sungguh meneladani-Nya. Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan akan percaya sepenuh hati kepada-Nya dan melakukan apa yang Dia lakukan\u2014bahkan bukan mustahil, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari yang pernah Tuhan Yesus kerjakan. Tuhan Yesus sudah memberikan teladan dan mengharapkan kita berbuat serupa, jadi marilah kita ikuti Dia. Tidak semua orang akan merespon positif ketika kita meneladani Yesus, tapi tetaplah konsisten melakukannya. Dengan mengerjakan segala sesuatu seturut teladan Tuhan Yesus, niscaya kita merasakan perubahan positif dalam diri kita dan lebih berbahagia. Amin.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Kalau ditanya, \u201cApakah Anda percaya Tuhan Yesus?\u201d mungkin ada di antara kita langsung menjawab, \u201cYa. Saya percaya Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamatku.\u201d Atau, \u201cSaya menyembah Yesus,\u201d dan semacamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puji Tuhan kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan. Pertanyaannya, apa buktinya kalau kita mengakui hal tersebut? Sekadar bilang \u201cpercaya\u201d itu mudah, tapi bagaimana sikap hati kita? Apakah kita mengaku percaya, tetapi perbuatan kita sama sekali tidak mirip Yesus?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>2 Hal Ini Membuktikan Kita Menjadikan Yesus Sebagai Tuhan<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada dua hal sederhana tetapi penting untuk dilakukan sebagai bukti bahwa Yesus adalah Tuhan yang memimpin hidup kita. Untuk itu, bacalah lebih dahulu Yohanes 14:1-14.<\/p>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>1. Percaya pada Ucapan dan Janji-Nya\u2014Setiap Saat<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4328 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Tuhan-Yesus-gkdi-1-300x200.jpg?resize=640%2C426&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Tuhan-Yesus-gkdi-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Tuhan-Yesus-gkdi-1.jpg 600w\" alt=\"Tuhan Yesus - gkdi 1\" width=\"640\" height=\"426\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cJanganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.\u201d \u2013 Yohanes 14:1-2<\/i><\/p>\n<p>Apa alasan kita mempercayai seseorang? Mungkin karena perbuatan orang itu sesuai dengan ucapannya. Atau, dia berhasil membuktikan bahwa barang atau jasa yang dia tawarkan dapat menjadi solusi kebutuhan kita.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus berani bilang ada banyak tempat tinggal di rumah Bapa-Nya, karena sebelum datang ke dunia, Dia tinggal di sana. Saat Dia kembali ke rumah Bapa, setelah menyelesaikan tugasnya di dunia, Yesus menyediakan tempat bagi kita.<\/p>\n<p>Kita percaya pada Tuhan Yesus karena segala ucapan-Nya terbukti dan benar-benar Dia lakukan. Selama tiga setengah tahun, murid-murid-Nya mengikuti Yesus menginjil, melayani banyak orang, dan mengalami kesusahan bersama-sama. Mereka menjadi saksi bahwa apa yang Dia kerjakan selaras dengan perkataan-Nya.<\/p>\n<p>Jadi, kalau kita mengaku percaya Tuhan Yesus, hendaknya kita juga percaya pada ucapan dan janji-Nya. Janganlah kita ragu, atau marah kepada-Nya, saat kenyataan hidup tidak sesuai dengan harapan.<\/p>\n<h4><strong>2. Lakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan<\/strong><\/h4>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-4329 aligncenter td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Tuhan-Yesus-gkdi-2-300x174.jpg?resize=640%2C371&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Tuhan-Yesus-gkdi-2-300x174.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Tuhan-Yesus-gkdi-2.jpg 600w\" alt=\"Tuhan Yesus - gkdi 2\" width=\"640\" height=\"371\" \/><\/p>\n<p><i>\u201cKamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhandan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.\u201d \u2013 Yohanes 13:13-15<\/i><\/p>\n<p>Injil mencatat banyak hal yang Tuhan Yesus lakukan selama di dunia. Yesus menyembuhkan orang sakit (Matius 8:1-17), berempati dengan orang yang berdukacita (Yohanes 11:32-35), dan mengasihi orang berdosa sehingga dijuluki sahabat orang berdosa (Lukas 7:34). Dia melayani para murid-Nya, yang dibuktikan dengan membasuh kaki mereka (Yohanes 13:1-20). Yesus berbelas kasih kepada orang-orang yang kelaparan (Markus 6:30-44). Dia sediakan waktu-Nya, tenaga-Nya, pikiran-Nya, dan hati-Nya untuk melayani mereka yang letih lesu dan berbeban berat (Matius 11:28).<\/p>\n<h4>Sudahkah kita melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan? Saat melihat anggota keluarga yang menderita, tergerakkah hati kita oleh belas kasihan? Ketika kita tahu ada kawan sekerja yang sedang berbeban berat, maukah kita menolongnya?<\/h4>\n<p><i>\u201cPercayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa \u2026\u201d <\/i><\/p>\n<p>Jadi, janganlah menyebut diri, \u201cSaya Kristen, saya murid Yesus, atau saya hidup seperti Yesus,\u201d kalau kita tidak sungguh-sungguh meneladani-Nya. Orang yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan akan percaya sepenuh hati kepada-Nya dan melakukan apa yang Dia lakukan\u2014bahkan bukan mustahil, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari yang pernah Tuhan Yesus kerjakan.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuhan Yesus sudah memberikan teladan dan mengharapkan kita berbuat serupa, jadi marilah kita ikuti Dia. Tidak semua orang akan merespon positif ketika kita meneladani Yesus, tapi tetaplah konsisten melakukannya. Dengan mengerjakan segala sesuatu seturut teladan Tuhan Yesus, niscaya kita merasakan perubahan positif dalam diri kita dan lebih berbahagia. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Kalau ditanya, \u201cApakah Anda percaya Tuhan Yesus?\u201d mungkin ada di antara kita langsung menjawab, \u201cYa. Saya percaya Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamatku.\u201d Atau, \u201cSaya menyembah Yesus,\u201d dan semacamnya. Puji Tuhan kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan. Pertanyaannya, apa buktinya kalau kita mengakui hal tersebut? Sekadar bilang \u201cpercaya\u201d itu mudah, tapi bagaimana sikap hati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33365,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":33365,"alt_text":"","caption":"","description":"a98951f662da57814b94c44b6b77bf36","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/memikul-salib_5df74c8c9fde2.jpeg","medium_large":false,"post_thumbnail":false},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/memikul-salib_5df74c8c9fde2.jpeg?fit=1000%2C538&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1788","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46975"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46975\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}