{"id":46991,"date":"2020-09-13T07:40:12","date_gmt":"2020-09-13T00:40:12","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=46991"},"modified":"2020-09-03T15:13:35","modified_gmt":"2020-09-03T08:13:35","slug":"bangun-sikap-doa-yang-benar-lewat-teladan-para-tokoh-alkitab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bangun-sikap-doa-yang-benar-lewat-teladan-para-tokoh-alkitab\/","title":{"rendered":"Bangun Sikap Doa yang Benar lewat Teladan Para Tokoh Alkitab"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Salah satu teladan hidup Yesus adalah ketekunan-Nya berdoa. Waktu terbaik yang Yesus berikan untuk bercakap-cakap dan bersekutu dengan Bapa-Nya adalah saat fajar. \u201cPagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Markus 1:35).\u201d\u00a0 Barangkali Anda sudah mempraktikkan hal di atas, atau menjadikan doa Bapa Kami sebagai panduan. Namun, apakah doa-doa Anda membuat Anda merasakan kedekatan dengan Tuhan? Ataukah, kehidupan doa Anda sedang tawar? Jika ini yang Anda alami, ketahuilah bahwa Anda tidak hanya dapat meneladani sikap doa dari Yesus saja, tetapi juga dari sejumlah tokoh Alkitab. Siapa mereka? Salomo: Meminta Hikmat Raja Salomo adalah pemimpin Israel yang tersohor, terutama karena hikmatnya. Selama era kepemimpinannya, Kerajaan Israel menjadi sangat masyhur dan kuat. Apa rahasia Salomo? Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: \u201cMintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.\u201d \u2013 1 Raja-raja 3:5 Coba bayangkan sejenak bahwa Anda adalah Salomo. Jika Allah, pemilik alam semesta ini, datang kepada Anda dan mengucapkan hal di atas, kira-kira apa jawaban Anda? Harta yang melimpah? Pasangan hidup? Anak? Rumah? Kesembuhan? Jawaban Salomo adalah: \u201cMaka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?\u201d \u2013 1 Raja-raja 3:9 Salomo meminta hal yang paling mendasar dan utama, yaitu hikmat dari Tuhan. Mengapa ia lebih mengutamakan hikmat untuk memimpin bangsa Israel? Mengapa bukan umur panjang, kekayaan, atau nyawa musuhnya? Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. \u2013 Amsal 9:10 Salomo tahu ia tidak bisa mengandalkan diri sendiri, karena paham betapa sulitnya memimpin sebuah bangsa yang besar, yang juga keras kepala dan tegar tengkuk. Untuk itu, ia butuh kebijaksanaan dan kecerdikan. Dalam 1 Raja-raja 3:12, kita melihat Tuhan mengabulkan permintaan Salomo dengan memberinya hati yang penuh hikmat dan pengertian. Alkitab mencatat bagaimana ia menjadi orang yang paling berhikmat di sepanjang sejarah manusia. Dengan hikmat inilah, bangsa Israel memasuki masa jayanya. Apa yang biasa Anda doakan? Pernahkah Anda berdoa meminta hikmat, sesuatu yang krusial dan fundamental, kepada Tuhan? Jika belum, mulailah doakan hal ini. Supaya Anda dapat menemukan solusi untuk menghadapi tantangan-tantangan hidup. Supaya Anda memiliki kejernihan akal budi untuk memecahkan masalah atau membantu sesama. Berdoalah untuk hikmat, karena mengandalkan Tuhan lebih baik daripada bersandar pada pengertian sendiri. Elia: Berdoa dengan Iman Elia adalah nabi yang terkenal karena iman dan keberaniannya. Ia hidup di masa pemerintahan Ahab, raja yang menuntun bangsa Israel kepada penyembahan allah lain. Ahab membangun kuil dan patung-patung berhala yang menyakiti hati Tuhan, bahkan melebihi kelakuan raja-raja Israel sebelumnya (1 Raja-Raja 16: 29-33). Yang membuat sosok Elia begitu fenomenal ialah peristiwa ketika ia menantang nabi-nabi Baal di hadapan raja Ahab dan rakyat Israel di Gunung Karmel (1 Raja-Raja 18:20-46). Di sini, Elia mendoakan dua hal dengan penuh keyakinan: meminta Tuhan menurunkan api ke atas korban yang telah disiram air tiga kali (1 Raja-Raja 18: 36,37) meminta Tuhan menurunkan hujan (1 Raja-Raja 18:41-42, Yakobus 5:17-18) Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya. \u2013 Yakobus 5:17-18 Setelah berdoa, Elia menyuruh bujangnya naik ke tempat yang lebih tinggi sebanyak tujuh kali, hanya untuk menemukan tanda-tanda bahwa hujan akan turun. Ia begitu yakin pada setiap doanya, dan percaya bahwa ketika ia meminta hujan, Tuhan akan menurunkan hujan. Bagaimana sikap iman kita saat berdoa? Apakah kita punya keyakinan yang sama bahwa Tuhan akan menjawab doa kita, seperti halnya Elia? Atau kita berdoa, tapi kita sendiri tidak yakin dengan apa yang didoakan? Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, \u2014 maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. \u2013 Matius 17:20 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. \u2013 Yakobus 1:6 Daniel: Tetap Berdoa Meski dalam Situasi Sulit Doa adalah kesukaan bagi Daniel. Layaknya pola makan yang sehat, ia melakukannya tiga kali sehari, dengan berlutut, berdoa, dan memuji Tuhan (Daniel 6:11).Meskipun Daniel bekerja sebagai penasihat Raja Darius di kerajaan Media, ia tetap meluangkan waktu-waktu khusus untuk berdoa kepada Tuhan. Para pejabat tinggi yang iri kepada Daniel tidak punya alasan untuk menjatuhkannya, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allah (Daniel 6). Dengan siasat, mereka mendorong raja untuk mengeluarkan perintah agar \u201csetiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa (Daniel 6:13).\u201d Akan tetapi, Daniel tetap tekun berdoa. Ia tidak melepaskan kehidupan doanya, sekalipun dilarang dan terjebak dalam situasi sulit. Ketika akhirnya dilemparkan ke gua singa, ia tidak berhenti berdoa. Tuhan pun menunjukkan kuasa-Nya sehingga singa-singa itu tidak memakan Daniel. Mungkin hari ini tidak ada yang melarang Anda berdoa. Jadi, sudahkah doa menjadi kesukaan Anda? Apakah Anda menyiapkan waktu-waktu khusus untuk berdoa? Apakah Anda ingat untuk berdoa dan mengandalkan Tuhan di masa-masa sulit? Daniel mengerti pentingnya membangun hubungan dengan Tuhan lewat doa, dan ia tidak hanya memohon, tetapi juga memuji Tuhan di dalam setiap doanya. \u201cTetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.\u201d \u2013 Matius 6:6 Tuhan selalu menunggu kita untuk datang dan berdoa kepada-Nya. Ketiga tokoh diatas memberi kita teladan doa, untuk meminta hal terpenting yaitu hikmat, berdoa dengan iman, dan tetap berdoa dalam keadaan sulit, atau sekalipun dilarang. Selamat menikmati waktu indah Anda bersama Tuhan lewat doa. Amin.(gkdi.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Salah satu teladan hidup Yesus adalah ketekunan-Nya berdoa. Waktu terbaik yang Yesus berikan untuk bercakap-cakap dan bersekutu dengan Bapa-Nya adalah saat fajar. <em>\u201cPagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Markus 1:35).\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Barangkali Anda sudah mempraktikkan hal di atas, atau menjadikan doa Bapa Kami sebagai panduan. Namun, apakah doa-doa Anda membuat Anda merasakan kedekatan dengan Tuhan? Ataukah, kehidupan doa Anda sedang tawar?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ini yang Anda alami, ketahuilah bahwa Anda tidak hanya dapat meneladani sikap doa dari Yesus saja, tetapi juga dari sejumlah tokoh Alkitab. Siapa mereka?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Salomo: Meminta Hikmat<\/strong><\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9417 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.1-FS-min.jpg?ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.1-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.1-FS-min-300x171.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.1-FS-min-768x439.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.1-FS-min-696x397.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.1-FS-min-736x420.jpg 736w\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Raja Salomo adalah pemimpin Israel yang tersohor, terutama karena hikmatnya. Selama era kepemimpinannya, Kerajaan Israel menjadi sangat masyhur dan kuat. Apa rahasia Salomo?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: \u201cMintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.\u201d \u2013 1 Raja-raja 3:5<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba bayangkan sejenak bahwa Anda adalah Salomo. Jika Allah, pemilik alam semesta ini, datang kepada Anda dan mengucapkan hal di atas, kira-kira apa jawaban Anda? Harta yang melimpah? Pasangan hidup? Anak? Rumah? Kesembuhan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawaban Salomo adalah:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cMaka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?\u201d \u2013 1 Raja-raja 3:9<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salomo meminta hal yang paling mendasar dan utama, yaitu hikmat dari Tuhan. Mengapa ia lebih mengutamakan hikmat untuk memimpin bangsa Israel? Mengapa bukan umur panjang, kekayaan, atau nyawa musuhnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. \u2013 Amsal 9:10<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salomo tahu ia tidak bisa mengandalkan diri sendiri, karena paham betapa sulitnya memimpin sebuah bangsa yang besar, yang juga keras kepala dan tegar tengkuk. Untuk itu, ia butuh kebijaksanaan dan kecerdikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam <em>1 Raja-raja 3:12<\/em>, kita melihat Tuhan mengabulkan permintaan Salomo dengan memberinya hati yang penuh hikmat dan pengertian. Alkitab mencatat bagaimana ia menjadi orang yang paling berhikmat di sepanjang sejarah manusia. Dengan hikmat inilah, bangsa Israel memasuki masa jayanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang biasa Anda doakan? Pernahkah Anda berdoa meminta hikmat, sesuatu yang krusial dan fundamental, kepada Tuhan? Jika belum, mulailah doakan hal ini. Supaya Anda dapat menemukan solusi untuk menghadapi tantangan-tantangan hidup. Supaya Anda memiliki kejernihan akal budi untuk memecahkan masalah atau membantu sesama. Berdoalah untuk hikmat, karena mengandalkan Tuhan lebih baik daripada bersandar pada pengertian sendiri.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Elia: Berdoa dengan Iman<\/strong><\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9418 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.2-FS-min.jpg?ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.2-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.2-FS-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.2-FS-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.2-FS-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.2-FS-min-630x420.jpg 630w\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elia adalah nabi yang terkenal karena iman dan keberaniannya. Ia hidup di masa pemerintahan Ahab, raja yang menuntun bangsa Israel kepada penyembahan allah lain. Ahab membangun kuil dan patung-patung berhala yang menyakiti hati Tuhan, bahkan melebihi kelakuan raja-raja Israel sebelumnya <em>(1 Raja-Raja 16: 29-33).<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang membuat sosok Elia begitu fenomenal ialah peristiwa ketika ia menantang nabi-nabi Baal di hadapan raja Ahab dan rakyat Israel di Gunung Karmel <em>(1 Raja-Raja 18:20-46). <\/em>Di sini, Elia mendoakan dua hal dengan penuh keyakinan:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>meminta Tuhan menurunkan api ke atas korban yang telah disiram air tiga kali <em>(1 Raja-Raja 18: 36,37)<\/em><\/li>\n<li>meminta Tuhan menurunkan hujan <em>(1 Raja-Raja 18:41-42, Yakobus 5:17-18)<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya. \u2013 Yakobus 5:17-18<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah berdoa, Elia menyuruh bujangnya naik ke tempat yang lebih tinggi sebanyak tujuh kali, hanya untuk menemukan tanda-tanda bahwa hujan akan turun. Ia begitu yakin pada setiap doanya, dan percaya bahwa ketika ia meminta hujan, Tuhan akan menurunkan hujan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana sikap iman kita saat berdoa? Apakah kita punya keyakinan yang sama bahwa Tuhan akan menjawab doa kita, seperti halnya Elia? Atau kita berdoa, tapi kita sendiri tidak yakin dengan apa yang didoakan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, \u2014 maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. \u2013 Matius 17:20<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. \u2013 Yakobus 1:6<\/em><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Daniel: Tetap Berdoa Meski dalam Situasi Sulit<\/strong><\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9416 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.3-FS-min.jpg?ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.3-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.3-FS-min-300x169.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.3-FS-min-768x432.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.3-FS-min-696x392.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Teladan-2.3-FS-min-746x420.jpg 746w\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Doa adalah kesukaan bagi Daniel. Layaknya pola makan yang sehat, ia melakukannya tiga kali sehari, dengan berlutut, berdoa, dan memuji Tuhan <em>(Daniel 6:11).<\/em>Meskipun Daniel bekerja sebagai penasihat Raja Darius di kerajaan Media, ia tetap meluangkan waktu-waktu khusus untuk berdoa kepada Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pejabat tinggi yang iri kepada Daniel tidak punya alasan untuk menjatuhkannya, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allah <em>(Daniel 6)<\/em>. Dengan siasat, mereka mendorong raja untuk mengeluarkan perintah agar <em>\u201csetiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa (Daniel 6:13).\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi, Daniel tetap tekun berdoa. Ia tidak melepaskan kehidupan doanya, sekalipun dilarang dan terjebak dalam situasi sulit. Ketika akhirnya dilemparkan ke gua singa, ia tidak berhenti berdoa. Tuhan pun menunjukkan kuasa-Nya sehingga singa-singa itu tidak memakan Daniel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin hari ini tidak ada yang melarang Anda berdoa. Jadi, sudahkah doa menjadi kesukaan Anda? Apakah Anda menyiapkan waktu-waktu khusus untuk berdoa? Apakah Anda ingat untuk berdoa dan mengandalkan Tuhan di masa-masa sulit? Daniel mengerti pentingnya membangun hubungan dengan Tuhan lewat doa, dan ia tidak hanya memohon, tetapi juga memuji Tuhan di dalam setiap doanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cTetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.\u201d \u2013 Matius 6:6<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuhan selalu menunggu kita untuk datang dan berdoa kepada-Nya. Ketiga tokoh diatas memberi kita teladan doa, untuk meminta hal terpenting yaitu hikmat, berdoa dengan iman, dan tetap berdoa dalam keadaan sulit, atau sekalipun dilarang. Selamat menikmati waktu indah Anda bersama Tuhan lewat doa. Amin.(gkdi.org)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Salah satu teladan hidup Yesus adalah ketekunan-Nya berdoa. Waktu terbaik yang Yesus berikan untuk bercakap-cakap dan bersekutu dengan Bapa-Nya adalah saat fajar. \u201cPagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Markus 1:35).\u201d\u00a0 Barangkali Anda sudah mempraktikkan hal di atas, atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46485,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-46991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46485,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/laki.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/laki.jpg?fit=768%2C513&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/laki.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/laki.jpg?fit=1000%2C668&ssl=1","comment_count":0,"views":"2987","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46991"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46991\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}