{"id":47006,"date":"2026-01-11T18:15:45","date_gmt":"2026-01-11T11:15:45","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/celakalah-aku-karena-harus-tinggal-sebagai-orang-asing-di-mesekh-karena-harus-diam-di-antara-kemah-kemah-kedar-mazmur-1205\/"},"modified":"2026-01-11T18:15:47","modified_gmt":"2026-01-11T11:15:47","slug":"celakalah-aku-karena-harus-tinggal-sebagai-orang-asing-di-mesekh-karena-harus-diam-di-antara-kemah-kemah-kedar-mazmur-1205","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/celakalah-aku-karena-harus-tinggal-sebagai-orang-asing-di-mesekh-karena-harus-diam-di-antara-kemah-kemah-kedar-mazmur-1205\/","title":{"rendered":"Mereka itu tidak berakar. [Lukas 8:13]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Jiwaku, periksalah dirimu pagi ini dengan cahaya dari teks ini. Engkau sudah menerima firman dengan sukacita; perasaan-perasaanmu sudah tergolak dan engkau begitu terkesan dengannya; tapi, ingatlah, bahwa menerima firman di telinga adalah hal yang cukup berbeda dengan menerima Yesus ke dalam lubuk jiwamu; perasaan yang dangkal sering kali berkaitan dengan kerasnya hati, dan rasa kagum terhadap firman tidak selalu yang terus bertahan. Dalam perumpamaan ini, ada kasus ketika benih itu jatuh pada tanah yang berbatu-batu, yang hanya dilapisi tanah yang tipis; ketika benih itu mulai berakar, pertumbuhannya ke bawah terhalang batu yang keras, sehingga menyebabkan benih itu menghabiskan tenaganya untuk menaikkan tunas hijaunya setinggi mungkin, tanpa memiliki kelembaban di dalamnya yang berasal dari gizi dari akarnya, maka ia pun kering. Apakah ini yang terjadi padaku? Pernahkah aku menunjukkan baiknya diriku dalam daging tanpa memiliki hidup batiniah yang baik pula? Pertumbuhan yang baik adalah bertumbuh ke atas dan ke bawah pada saat yang sama. Apakah aku berakar pada kesetiaan dan kasih yang tulus kepada Yesus? Jika hatiku tetap tidak menjadi lunak dan subur oleh anugerah, benih yang baik itu dapat bertunas sebentar, tapi pada akhirnya pastilah menjadi kering, sebab benih itu tidak dapat berkembang dengan baik di atas hati yang berbatu-batu, tidak gembur, dan tidak disucikan. Hendaklah diriku takut pada kesalehan yang tumbuhnya secepat dan bertahannya hanya sesebentar pohon jarak Yunus [Yunus 4:6-7]; hendaklah diriku menghitung harganya menjadi pengikut Yesus, dan lebih dari segalanya hendaklah diriku merasakan tenaga dari Roh Kudus-Nya, kemudian baru aku akan memiliki benih yang tinggal tetap dan bertahan di dalam jiwaku. Jika pikiranku tetap keras kepala sesuai keadaan alamiahnya dahulu, terik surya pencobaan akan menghanguskan, dan hatiku yang keras akan memperkuat panas sinarnya itu dan menjatuhkannya pada benih yang tidak terlindung dengan benar, dan kepercayaanku akan segera mati, dan rasa putus asaku akan sungguh berat; karena itu, oh Penabur surgawi, gemburkan aku terlebih dahulu, kemudian sinari aku dengan kebenaran, agar aku dapat menghasilkan bagi-Mu panen yang melimpah. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Jiwaku, periksalah dirimu pagi ini dengan cahaya dari teks ini. Engkau sudah menerima firman dengan sukacita; perasaan-perasaanmu sudah tergolak dan engkau begitu terkesan dengannya; tapi, ingatlah, bahwa menerima firman di telinga adalah hal yang cukup berbeda dengan menerima Yesus ke dalam lubuk jiwamu; perasaan yang dangkal sering kali berkaitan dengan kerasnya hati, dan rasa kagum terhadap firman tidak selalu yang terus bertahan. Dalam perumpamaan ini, ada kasus ketika benih itu jatuh pada tanah yang berbatu-batu, yang hanya dilapisi tanah yang tipis; ketika benih itu mulai berakar, pertumbuhannya ke bawah terhalang batu yang keras, sehingga menyebabkan benih itu menghabiskan tenaganya untuk menaikkan tunas hijaunya setinggi mungkin, tanpa memiliki kelembaban di dalamnya yang berasal dari gizi dari akarnya, maka ia pun kering. Apakah ini yang terjadi padaku? Pernahkah aku menunjukkan baiknya diriku dalam daging tanpa memiliki hidup batiniah yang baik pula? Pertumbuhan yang baik adalah bertumbuh ke atas dan ke bawah pada saat yang sama. Apakah aku berakar pada kesetiaan dan kasih yang tulus kepada Yesus? Jika hatiku tetap tidak menjadi lunak dan subur oleh anugerah, benih yang baik itu dapat bertunas sebentar, tapi pada akhirnya pastilah menjadi kering, sebab benih itu tidak dapat berkembang dengan baik di atas hati yang berbatu-batu, tidak gembur, dan tidak disucikan. Hendaklah diriku takut pada kesalehan yang tumbuhnya secepat dan bertahannya hanya sesebentar pohon jarak Yunus [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yunus%204:6-7\">Yunus 4:6-7<\/a>]; hendaklah diriku menghitung harganya menjadi pengikut Yesus, dan lebih dari segalanya hendaklah diriku merasakan tenaga dari Roh Kudus-Nya, kemudian baru aku akan memiliki benih yang tinggal tetap dan bertahan di dalam jiwaku. Jika pikiranku tetap keras kepala sesuai keadaan alamiahnya dahulu, terik surya pencobaan akan menghanguskan, dan hatiku yang keras akan memperkuat panas sinarnya itu dan menjatuhkannya pada benih yang tidak terlindung dengan benar, dan kepercayaanku akan segera mati, dan rasa putus asaku akan sungguh berat; karena itu, oh Penabur surgawi, gemburkan aku terlebih dahulu, kemudian sinari aku dengan kebenaran, agar aku dapat menghasilkan bagi-Mu panen yang melimpah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Jiwaku, periksalah dirimu pagi ini dengan cahaya dari teks ini. Engkau sudah menerima firman dengan sukacita; perasaan-perasaanmu sudah tergolak dan engkau begitu terkesan dengannya; tapi, ingatlah, bahwa menerima firman di telinga adalah hal yang cukup berbeda dengan menerima Yesus ke dalam lubuk jiwamu; perasaan yang dangkal sering kali berkaitan dengan kerasnya hati, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-47006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"128","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47006"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47006\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68683,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47006\/revisions\/68683"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}