{"id":47020,"date":"2026-01-14T18:15:37","date_gmt":"2026-01-14T11:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dari-pada-ku-engkau-mendapat-buah-hosea-148\/"},"modified":"2026-01-14T18:15:39","modified_gmt":"2026-01-14T11:15:39","slug":"dari-pada-ku-engkau-mendapat-buah-hosea-148","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dari-pada-ku-engkau-mendapat-buah-hosea-148\/","title":{"rendered":"Berkuasa untuk menyelamatkan! [Yesaya 63:1]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Melalui kata \u201cuntuk menyelamatkan\u201d kita mengerti keseluruhan karya penyelamatan yang agung itu, mulai dari keinginan kudus yang pertama sampai pada pengudusan yang menyeluruh. Kata-kata ini multum in parvo [1]: sungguh, inilah seluruh kemurahan dalam satu kata. Kristus tidak hanya \u201cberkuasa untuk menyelamatkan\u201d mereka yang bertobat, tapi Dia sanggup membuat manusia bertobat. Dia akan membawa orang-orang percaya ke surga; tapi terlebih lagi, Dia berkuasa memberi manusia hati yang baru dan mengerjakan iman di dalam mereka. Dia berkuasa membuat seorang pembenci kesucian menyukainya, dan mendorong seorang penghina nama-Nya berlutut di hadapan-Nya. Bahkan, ini belum makna seluruhnya, sebab kuasa ilahi juga sama tampak dalam karya setelahnya. Hidup seorang percaya merupakan rangkaian mukjizat yang dikerjakan \u201cAllah yang Mahakuasa\u201d. Semak itu terbakar, namun tidak hangus. Dia berkuasa menjaga umatnya tetap kudus setelah Ia membuat mereka kudus, dan untuk memelihara mereka dalam takut akan Allah dan kasih-Nya sampai Ia menyempurnakan keberadaan rohani mereka di surga. Kristus tidak mungkin berbohong dengan membuat seseorang percaya kemudian membiarkan dia berusaha sendirian; tetapi Dia yang memulai pekerjaan yang baik akan meneruskannya [Filipi 1:6]; Dia yang menanamkan benih kehidupan pertama dalam jiwa yang mati, akan menumbuhkan keberadaan ilahinya, dan menguatkannya hingga ia meledak meluluhlantakkan setiap ikatan dosa, dan kemudian jiwa itu melompat dari dunia, disempurnakan dalam kemuliaan. Hai orang percaya, ada suatu penguatan bagimu: Adakah engkau berdoa demi seorang yang kaukasihi? Oh, jangan putus asa berdoa, sebab Kristus \u201cberkuasa untuk menyelamatkan.\u201d Engkau tidak cukup kuat untuk merebut kembali pemberontak itu, namun Tuhanmu Mahakuasa. Pegang lengan yang berkuasa itu, dan bangkitkan demi segenap kekuatannya. Apakah masalah dirimu sendiri menggelisahkan? Janganlah takut, sebab kuasa-Nya cukup bagimu. Baik memulai dari orang lain, maupun melanjutkan pekerjaan di dalam dirimu, Yesus \u201cberkuasa untuk menyelamatkan;\u201d dan bukti yang terbaik mengenai itu adalah kenyataan bahwa Ia telah menyelamatkan engkau. Sungguh kemurahan yang beribu-ribu saat engkau mengetahui bahwa Dia berkuasa bukan untuk menghancurkan! RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Melalui kata \u201cuntuk menyelamatkan\u201d kita mengerti keseluruhan karya penyelamatan yang agung itu, mulai dari keinginan kudus yang pertama sampai pada pengudusan yang menyeluruh. Kata-kata ini <i>multum in parvo<\/i> [1]: sungguh, inilah seluruh kemurahan dalam satu kata. Kristus tidak hanya \u201cberkuasa untuk menyelamatkan\u201d mereka yang bertobat, tapi Dia sanggup membuat manusia bertobat. Dia akan membawa orang-orang percaya ke surga; tapi terlebih lagi, Dia berkuasa memberi manusia hati yang baru dan mengerjakan iman di dalam mereka. Dia berkuasa membuat seorang pembenci kesucian menyukainya, dan mendorong seorang penghina nama-Nya berlutut di hadapan-Nya. Bahkan, ini belum makna seluruhnya, sebab kuasa ilahi juga sama tampak dalam karya setelahnya. Hidup seorang percaya merupakan rangkaian mukjizat yang dikerjakan \u201cAllah yang Mahakuasa\u201d. Semak itu terbakar, namun tidak hangus. Dia berkuasa menjaga umatnya tetap kudus setelah Ia membuat mereka kudus, dan untuk memelihara mereka dalam takut akan Allah dan kasih-Nya sampai Ia menyempurnakan keberadaan rohani mereka di surga. Kristus tidak mungkin berbohong dengan membuat seseorang percaya kemudian membiarkan dia berusaha sendirian; tetapi Dia yang memulai pekerjaan yang baik akan meneruskannya [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Filipi%201:6\">Filipi 1:6<\/a>]; Dia yang menanamkan benih kehidupan pertama dalam jiwa yang mati, akan menumbuhkan keberadaan ilahinya, dan menguatkannya hingga ia meledak meluluhlantakkan setiap ikatan dosa, dan kemudian jiwa itu melompat dari dunia, disempurnakan dalam kemuliaan. Hai orang percaya, ada suatu penguatan bagimu: Adakah engkau berdoa demi seorang yang kaukasihi? Oh, jangan putus asa berdoa, sebab Kristus \u201cberkuasa untuk menyelamatkan.\u201d Engkau tidak cukup kuat untuk merebut kembali pemberontak itu, namun Tuhanmu Mahakuasa. Pegang lengan yang berkuasa itu, dan bangkitkan demi segenap kekuatannya. Apakah masalah dirimu sendiri menggelisahkan? Janganlah takut, sebab kuasa-Nya cukup bagimu. Baik memulai dari orang lain, maupun melanjutkan pekerjaan di dalam dirimu, Yesus \u201cberkuasa untuk menyelamatkan;\u201d dan bukti yang terbaik mengenai itu adalah kenyataan bahwa Ia telah menyelamatkan <i>engkau<\/i>. Sungguh kemurahan yang beribu-ribu saat engkau mengetahui bahwa Dia berkuasa bukan untuk menghancurkan!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Melalui kata \u201cuntuk menyelamatkan\u201d kita mengerti keseluruhan karya penyelamatan yang agung itu, mulai dari keinginan kudus yang pertama sampai pada pengudusan yang menyeluruh. Kata-kata ini multum in parvo [1]: sungguh, inilah seluruh kemurahan dalam satu kata. Kristus tidak hanya \u201cberkuasa untuk menyelamatkan\u201d mereka yang bertobat, tapi Dia sanggup membuat manusia bertobat. Dia akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-47020","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"99","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47020","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47020"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47020\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68690,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47020\/revisions\/68690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47020"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47020"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}