{"id":47024,"date":"2026-01-15T18:15:40","date_gmt":"2026-01-15T11:15:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-akan-menjawab-engkau-dan-akan-memberitahukan-kepadamu-hal-hal-yang-besar-dan-yang-tidak-terpahami-yakni-hal-hal-yang-tidak-kauketahui-yeremia-333\/"},"modified":"2026-01-15T18:15:42","modified_gmt":"2026-01-15T11:15:42","slug":"aku-akan-menjawab-engkau-dan-akan-memberitahukan-kepadamu-hal-hal-yang-besar-dan-yang-tidak-terpahami-yakni-hal-hal-yang-tidak-kauketahui-yeremia-333","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/aku-akan-menjawab-engkau-dan-akan-memberitahukan-kepadamu-hal-hal-yang-besar-dan-yang-tidak-terpahami-yakni-hal-hal-yang-tidak-kauketahui-yeremia-333\/","title":{"rendered":"Lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. [2 Samuel 7:25]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Janji-janji Allah tidak pernah dimaksudkan untuk dibuang seperti kertas sampah; Allah bermaksud agar janji-janji itu dipergunakan. Emas Allah bukanlah seperti uang milik orang kikir, tetapi dicetak justru untuk diperdagangkan. Tiada yang lebih menyenangkan Tuhan kita daripada melihat janji-janji-Nya beredar; Dia rindu melihat anak-anak-Nya membawa janji-janji itu kepada-Nya dan berkata, \\\"Tuhan, lakukanlah seperti yang sudah Engkau janjikan.\\\" Kita memuliakan Allah ketika kita memohon pelaksanaan janji-Nya. Apakah kaukira Allah akan menjadi lebih miskin setelah memberikanmu kekayaan yang sudah Dia janjikan? Apakah kau bermimpi bahwa kekudusan-Nya akan berkurang setelah memberikanmu kekudusan? Apakah kaubayangkan bahwa Dia menjadi kurang murni karena mencuci dosa-dosamu? Dia sudah berkata, \\\"Marilah, baiklah kita berperkara! \u2014 firman TUHAN \u2014 Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.\\\" [Yesaya 1:18] Iman dibangun di atas janji pengampunan, dan iman tidak berlambat-lambat dengan berkata, \\\"Ini adalah sebuah janji yang berharga, apakah pasti benar?\\\" tetapi iman langsung berlari membawa janji itu ke takhta dan memohon, \\\"Tuhan, inilah janji-Mu, \\'Lakukanlah seperti yang sudah Engkau janjikan.\\'\\\" Dan Tuhan kita menjawab, \\\"Jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.\\\" [Matius 15:28] Ketika seorang Kristen memegang suatu janji, jika tidak dibawa kepada Allah, ia tidak menghormati Allah; tetapi ketika ia bergegas menuju takhta anugerah dan berseru, \\\"Tuhan, tidak ada alasan untuk mengabulkan permohonanku kecuali ini: \\'Engkau sudah mengatakannya;\\'\\\" maka keinginannya pun akan dikabulkan. Bankir surgawi kita senang mencairkan mata uang-Nya sendiri. Jangan biarkan janji itu berkarat. Hunuslah pedang janji itu keluar dari sarungnya, dan pergunakan kesengitannya secara kudus. Jangan kira Allah bakal kerepotan saat engkau terus-menerus mengingatkan Dia akan janji-janji-Nya. Dia senang mendengar teriakan jiwa-jiwa yang melarat. Kesukaan-Nya adalah meloloskan permohonan-permohonan. Dia lebih siap mendengar kita daripada kita siap memohon kepada-Nya. Matahari tidak bosan bersinar, mata air pun tidak bosan mengalir. Menepati janji-janji-Nya merupakan kodrat Allah; oleh karena itu, sekarang juga pergilah ke takhta dan katakan, \\\"Lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.\\\" RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Janji-janji Allah tidak pernah dimaksudkan untuk dibuang seperti kertas sampah; Allah bermaksud agar janji-janji itu dipergunakan. Emas Allah bukanlah seperti uang milik orang kikir, tetapi dicetak justru untuk diperdagangkan. Tiada yang lebih menyenangkan Tuhan kita daripada melihat janji-janji-Nya beredar; Dia rindu melihat anak-anak-Nya membawa janji-janji itu kepada-Nya dan berkata, &#8220;Tuhan, lakukanlah seperti yang sudah Engkau janjikan.&#8221; Kita memuliakan Allah ketika kita memohon pelaksanaan janji-Nya. Apakah kaukira Allah akan menjadi lebih miskin setelah memberikanmu kekayaan yang sudah Dia janjikan? Apakah kau bermimpi bahwa kekudusan-Nya akan berkurang setelah memberikanmu kekudusan? Apakah kaubayangkan bahwa Dia menjadi kurang murni karena mencuci dosa-dosamu? Dia sudah berkata, &#8220;Marilah, baiklah kita berperkara! \u2014 firman TUHAN \u2014 Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yesaya%201:18\">Yesaya 1:18<\/a>] Iman dibangun di atas janji pengampunan, dan iman tidak berlambat-lambat dengan berkata, &#8220;Ini adalah sebuah janji yang berharga, apakah pasti benar?&#8221; tetapi iman langsung berlari membawa janji itu ke takhta dan memohon, &#8220;Tuhan, inilah janji-Mu, &#8216;Lakukanlah seperti yang sudah Engkau janjikan.'&#8221; Dan Tuhan kita menjawab, &#8220;Jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Matius%2015:28\">Matius 15:28<\/a>] Ketika seorang Kristen memegang suatu janji, jika tidak dibawa kepada Allah, ia tidak menghormati Allah; tetapi ketika ia bergegas menuju takhta anugerah dan berseru, &#8220;Tuhan, tidak ada alasan untuk mengabulkan permohonanku kecuali ini: &#8216;Engkau sudah mengatakannya;'&#8221; maka keinginannya pun akan dikabulkan. Bankir surgawi kita senang mencairkan mata uang-Nya sendiri. Jangan biarkan janji itu berkarat. Hunuslah pedang janji itu keluar dari sarungnya, dan pergunakan kesengitannya secara kudus. Jangan kira Allah bakal kerepotan saat engkau terus-menerus mengingatkan Dia akan janji-janji-Nya. Dia senang mendengar teriakan jiwa-jiwa yang melarat. Kesukaan-Nya adalah meloloskan permohonan-permohonan. Dia lebih siap mendengar kita daripada kita siap memohon kepada-Nya. Matahari tidak bosan bersinar, mata air pun tidak bosan mengalir. Menepati janji-janji-Nya merupakan kodrat Allah; oleh karena itu, sekarang juga pergilah ke takhta dan katakan, &#8220;Lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Janji-janji Allah tidak pernah dimaksudkan untuk dibuang seperti kertas sampah; Allah bermaksud agar janji-janji itu dipergunakan. Emas Allah bukanlah seperti uang milik orang kikir, tetapi dicetak justru untuk diperdagangkan. Tiada yang lebih menyenangkan Tuhan kita daripada melihat janji-janji-Nya beredar; Dia rindu melihat anak-anak-Nya membawa janji-janji itu kepada-Nya dan berkata, &#8220;Tuhan, lakukanlah seperti yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-47024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"96","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47024"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68692,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47024\/revisions\/68692"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}