{"id":47028,"date":"2020-09-15T07:04:37","date_gmt":"2020-09-15T00:04:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47028"},"modified":"2020-09-09T14:38:14","modified_gmt":"2020-09-09T07:38:14","slug":"perhatian-apakah-kata-yang-anda-ucapkan-memuliakan-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/perhatian-apakah-kata-yang-anda-ucapkan-memuliakan-tuhan\/","title":{"rendered":"Perhatian! Apakah Kata yang Anda Ucapkan Memuliakan Tuhan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Berapa banyak di antara kita yang bisa bertutur kata dengan baik saat berada di gereja? Bagaimana ketika kita sedang di rumah, tempat kerja, sekolah, atau kampus\u2014apakah cara bicara kita juga dijaga? Apakah teman-teman Anda melihat kemuliaan Tuhan lewat ucapan Anda? Atau sebaliknya, orang malah menjauh karena pedasnya mulut Anda? Mengapa tuturan baik itu penting? Dan, bagaimana agar setiap kata yang kita ucapkan dapat mendatangkan keselamatan dan membawa kemuliaan bagi Tuhan? Tuhan Dinyatakan dalam Setiap Kata Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. \u2013 Amsal 12:18\u00a0 Memutuskan untuk mengucap kata-kata baik adalah keputusan penting yang perlu kita ambil setiap hari. Mengapa? Karena, iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong (Yakobus 2:20). Jadi, mengaku diri Kristen tanpa menjaga kata-kata yang kita keluarkan sama saja dengan omong kosong belaka. Tutur kata yang baik hendaknya menjadi perhatian khusus bagi orang yang mengaku diri Kristen, karena kemuliaan Tuhan juga dinyatakan melalui perkataan umat-Nya. Terapkan tiga hal berikut untuk melakukannya: 1.Waspadai Jebakan Gosip Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. \u2013 1 Petrus 4:11 Ada banyak hal yang kita bincangkan dengan orang lain setiap hari. Tanpa sadar, ini membuat kita kurang waspada terhadap setiap kata yang kita ucapkan. Bisa jadi, kita mengira bergosip adalah hal yang wajar dilakukan. Kita menggosipkan banyak pihak, mulai dari tetangga, teman sekolah, rekan kerja, hingga saudara sendiri. Saya pribadi lebih senang berkumpul dengan teman-teman komunitas yang menceritakan kebaikan Tuhan lewat hidup mereka. Sekalipun cerita mereka tidak selalu gembira, atau mereka sedang berbeban berat, saya merasa terbangun saat mendengar bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup mereka. Apakah Anda suka berada di dalam komunitas yang banyak membahas tentang Tuhan? Atau, Anda lebih dekat dengan orang-orang yang senang bergunjing? Tanyakan pada diri sendiri, apakah perbincangan yang Anda lakukan membawa damai, sukacita, atau pertumbuhan bagi hidup Anda? Jika tidak, mungkin inilah saatnya Anda betul-betul mempertimbangkan lingkungan pergaulan Anda. Jangan ragu menceritakan kebaikan Tuhan kepada siapa pun. Tidak perlu malu atau takut untuk menceritakan kabar baik yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita. Nama Tuhan bisa dimuliakan bukan hanya melalui perbuatan, melainkan juga lewat setiap kata yang kita ucapkan. Pembicaraan yang baik akan menjadi siraman rohani bagi hidup Anda dan mendatangkan sahabat-sahabat yang tulus. 2. Ucapkan Kata yang Membangun Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. \u2013 Efesus 4:29\u00a0 Seberapa sering kita melontarkan ucapan yang sembrono, gurauan kotor, entah sebagai candaan atau bahan menindas orang (bullying)? Alih-alih membangun, apakah ujaran kita justru menjatuhkan harga diri seseorang? Pilihlah kata-kata yang dapat membangun hidup orang lain. Misalnya, saat teman sedang putus asa, katakan kepadanya, \u201cKamu pasti bisa. Tuhan selalu besertamu\u201d. Ketika melihat orang tua kita sedang khawatir, ajaklah mereka berdoa bersama. Betapa indahnya jika apa yang kita katakan dapat membantu orang lain dan menjadikan kita saluran berkat Tuhan bagi sesama. Kata-kata yang membangun merupakan salah satu dari lima bahasa kasih (empat lainnya adalah waktu berkualitas, menerima hadiah, melayani, dan sentuhan fisik). Dengan memberi ucapan baik kepada seseorang yang bahasa cinta utamanya adalah kata kasih, berarti Anda sudah membantunya memenuhi tangki kasihnya. Mudah rasanya menyampaikan perkataan yang positif jika kita sedang gembira atau diperlakukan dengan baik. Namun, bagaimana ketika ada yang berkata kasar kepada kita? Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. \u2013 1 Petrus 2:23\u00a0\u00a0 Jika hari ini kita mendapat perkataan yang tidak baik dari orang lain, alangkah baiknya kita tidak turut membalas dengan cara yang sama. Tuhan Yesus sudah menjadi teladan kita teladani dalam hal bertutur kata. Jadi, serahkanlah semuanya kepada Allah, yang berhak menghakimi setiap perkataan manusia. 3. Biasakan Diri Memuji dan Menghargai \u201cAku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.\u201d \u2013 Filipi 1:3-5 Mengutarakan penghargaan atas keberhasilan, prestasi, atau perjuangan seseorang mestinya tidak sukar dilakukan oleh orang yang sudah mengenal kebenaran Tuhan. Paulus adalah rasul yang gemar memberi penghargaan dan pujian kepada setiap jemaat yang berjuang untuk Tuhan. Hidup yang berat tidak menghalanginya untuk berkata-kata baik. Namun, tak dapat dipungkiri, ada aspek dalam tradisi budaya timur yang membuat kita sulit memberi pujian. Salah satu penyebabnya adalah karena kita jarang mendapat penghargaan atau apresiasi dari orang tua, dan lebih sering kena teguran, kritikan, atau tuntutan. . Apakah saat ini Anda susah memuji orang lain atau belum terbiasa memberi pujian? Jika ya, mulailah dari hal-hal kecil dan sederhana. Kalau Anda bangga melihat anak Anda membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, ungkapkan itu kepadanya. Ketika pasangan membantu membereskan rumah agar Anda tidak kecapaian, utarakan komplimen Anda. Niscaya, memberikan pujian untuk hal-hal besar pasti akan lebih mudah ke depannya. Lidah dusta membenci korbannya, dan mulut licin mendatangkan kehancuran. \u2013 Amsal 26:28\u00a0 Perlu diingat bahwa dalam memuji diperlukan ketulusan, bukan hanya pencitraan di mulut. Tuhan tahu kedalaman hati kita, apakah kita ikhlas memuji atau sekadar ingin kelihatan baik. Mungkin kata-kata pujian bukanlah bahasa kasih Anda yang utama. Namun, tidakkah Anda merasa senang ketika ada orang yang memuji keberhasilan atau perjuangan Anda? Artinya, semua orang suka dihargai dan diberikan kata-kata yang baik. Jadi, putuskanlah untuk memberikan ujaran baik setiap hari. Mari biasakan diri untuk menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang-orang yang kita temui. Latihlah mulut kita untuk mengucapkan kata-kata yang membangun. Biasakan diri saling memuji satu sama lain, agar lewat setiap kata yang keluar dari mulut kita, orang lain dapat bertumbuh dan menemukan jalan kebenaran. Amin!(gkdi.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Berapa banyak di antara kita yang <em>bisa<\/em> bertutur kata dengan baik saat berada di gereja? Bagaimana ketika kita sedang di rumah, tempat kerja, sekolah, atau kampus\u2014apakah cara bicara kita juga dijaga? Apakah teman-teman Anda melihat kemuliaan Tuhan lewat ucapan Anda? Atau sebaliknya, orang malah menjauh karena pedasnya mulut Anda?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa tuturan baik itu penting? Dan, bagaimana agar setiap kata yang kita ucapkan dapat mendatangkan keselamatan dan membawa kemuliaan bagi Tuhan?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Tuhan Dinyatakan dalam Setiap Kata<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. \u2013 Amsal 12:18\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memutuskan untuk mengucap kata-kata baik adalah keputusan penting yang perlu kita ambil setiap hari. Mengapa? Karena, iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong <em>(<\/em><em>Yakobus 2:20<\/em><em>)<\/em>. Jadi, mengaku diri Kristen tanpa menjaga kata-kata yang kita keluarkan sama saja dengan omong kosong belaka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tutur kata yang baik hendaknya menjadi perhatian khusus bagi orang yang mengaku diri Kristen, karena kemuliaan Tuhan juga dinyatakan melalui perkataan umat-Nya. Terapkan tiga hal berikut untuk melakukannya:<\/p>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>1.Waspadai Jebakan Gosip<\/strong><\/h4>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7969 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/kata-gkdi-1.jpg?resize=722%2C481&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 722px) 100vw, 722px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/kata-gkdi-1.jpg 600w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/kata-gkdi-1-300x200.jpg 300w\" alt=\"kata - gkdi 1\" width=\"722\" height=\"481\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p><em>Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. \u2013 1 Petrus 4:11<\/em><\/p>\n<p>Ada banyak hal yang kita bincangkan dengan orang lain setiap hari. Tanpa sadar, ini membuat kita kurang waspada terhadap setiap kata yang kita ucapkan. Bisa jadi, kita mengira bergosip adalah hal yang wajar dilakukan. Kita menggosipkan banyak pihak, mulai dari tetangga, teman sekolah, rekan kerja, hingga saudara sendiri.<\/p>\n<p>Saya pribadi lebih senang berkumpul dengan teman-teman komunitas yang menceritakan kebaikan Tuhan lewat hidup mereka. Sekalipun cerita mereka tidak selalu gembira, atau mereka sedang berbeban berat, saya merasa terbangun saat mendengar bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup mereka.<\/p>\n<p>Apakah Anda suka berada di dalam komunitas yang banyak membahas tentang Tuhan? Atau, Anda lebih dekat dengan orang-orang yang senang bergunjing? Tanyakan pada diri sendiri, apakah perbincangan yang Anda lakukan membawa damai, sukacita, atau pertumbuhan bagi hidup Anda? Jika tidak, mungkin inilah saatnya Anda betul-betul mempertimbangkan lingkungan pergaulan Anda.<\/p>\n<p>Jangan ragu menceritakan kebaikan Tuhan kepada siapa pun. Tidak perlu malu atau takut untuk menceritakan kabar baik yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita. Nama Tuhan bisa dimuliakan bukan hanya melalui perbuatan, melainkan juga lewat setiap kata yang kita ucapkan. Pembicaraan yang baik akan menjadi siraman rohani bagi hidup Anda dan mendatangkan sahabat-sahabat yang tulus.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>2. Ucapkan Kata yang Membangun<\/strong><\/h4>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7970 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/kata-gkdi-2.jpg?resize=724%2C482&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 724px) 100vw, 724px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/kata-gkdi-2.jpg 600w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/kata-gkdi-2-300x200.jpg 300w\" alt=\"kata - gkdi 2\" width=\"724\" height=\"482\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p><em>Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. \u2013 Efesus 4:29\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Seberapa sering kita melontarkan ucapan yang sembrono, gurauan kotor, entah sebagai candaan atau bahan menindas orang <em>(bullying)<\/em>? Alih-alih membangun, apakah ujaran kita justru menjatuhkan harga diri seseorang?<\/p>\n<p>Pilihlah kata-kata yang dapat membangun hidup orang lain. Misalnya, saat teman sedang putus asa, katakan kepadanya, \u201cKamu pasti bisa. Tuhan selalu besertamu\u201d. Ketika melihat orang tua kita sedang khawatir, ajaklah mereka berdoa bersama. Betapa indahnya jika apa yang kita katakan dapat membantu orang lain dan menjadikan kita saluran berkat Tuhan bagi sesama.<\/p>\n<p>Kata-kata yang membangun merupakan salah satu dari lima bahasa kasih (empat lainnya adalah waktu berkualitas, menerima hadiah, melayani, dan sentuhan fisik). Dengan memberi ucapan baik kepada seseorang yang bahasa cinta utamanya adalah kata kasih, berarti Anda sudah membantunya memenuhi tangki kasihnya.<\/p>\n<p>Mudah rasanya menyampaikan perkataan yang positif jika kita sedang gembira atau diperlakukan dengan baik. Namun, bagaimana ketika ada yang berkata kasar kepada kita?<\/p>\n<p><em>Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. \u2013 1 Petrus 2:23\u00a0\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Jika hari ini kita mendapat perkataan yang tidak baik dari orang lain, alangkah baiknya kita tidak turut membalas dengan cara yang sama. Tuhan Yesus sudah menjadi teladan kita teladani dalam hal bertutur kata. Jadi, serahkanlah semuanya kepada Allah, yang berhak menghakimi setiap perkataan manusia.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"indent\" style=\"text-align: justify;\">\n<h4><strong>3. Biasakan Diri Memuji dan Menghargai<\/strong><\/h4>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-7971 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/kata-gkdi-3.jpg?resize=727%2C485&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 727px) 100vw, 727px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/kata-gkdi-3.jpg 600w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/kata-gkdi-3-300x201.jpg 300w\" alt=\"kata - gkdi 2\" width=\"727\" height=\"485\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p><em>\u201cAku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.\u201d \u2013 Filipi 1:3-5<\/em><\/p>\n<p>Mengutarakan penghargaan atas keberhasilan, prestasi, atau perjuangan seseorang mestinya tidak sukar dilakukan oleh orang yang sudah mengenal kebenaran Tuhan. Paulus adalah rasul yang gemar memberi penghargaan dan pujian kepada setiap jemaat yang berjuang untuk Tuhan. Hidup yang berat tidak menghalanginya untuk berkata-kata baik.<\/p>\n<p>Namun, tak dapat dipungkiri, ada aspek dalam tradisi budaya timur yang membuat kita sulit memberi pujian. Salah satu penyebabnya adalah karena kita jarang mendapat penghargaan atau apresiasi dari orang tua, dan lebih sering kena teguran, kritikan, atau tuntutan.<\/p>\n<h6>.<\/h6>\n<p>Apakah saat ini Anda susah memuji orang lain atau belum terbiasa memberi pujian? Jika ya, mulailah dari hal-hal kecil dan sederhana. Kalau Anda bangga melihat anak Anda membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, ungkapkan itu kepadanya. Ketika pasangan membantu membereskan rumah agar Anda tidak kecapaian, utarakan komplimen Anda. Niscaya, memberikan pujian untuk hal-hal besar pasti akan lebih mudah ke depannya.<\/p>\n<p><em>Lidah dusta membenci korbannya, dan mulut licin mendatangkan kehancuran. \u2013 Amsal 26:28\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Perlu diingat bahwa dalam memuji diperlukan ketulusan, bukan hanya pencitraan di mulut. Tuhan tahu kedalaman hati kita, apakah kita ikhlas memuji atau sekadar ingin kelihatan baik.<\/p>\n<p>Mungkin kata-kata pujian bukanlah bahasa kasih Anda yang utama. Namun, tidakkah Anda merasa senang ketika ada orang yang memuji keberhasilan atau perjuangan Anda? Artinya, semua orang suka dihargai dan diberikan kata-kata yang baik. Jadi, putuskanlah untuk memberikan ujaran baik setiap hari.<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari biasakan diri untuk menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang-orang yang kita temui. Latihlah mulut kita untuk mengucapkan kata-kata yang membangun. Biasakan diri saling memuji satu sama lain, agar lewat setiap kata yang keluar dari mulut kita, orang lain dapat bertumbuh dan menemukan jalan kebenaran. Amin!(gkdi.org)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Berapa banyak di antara kita yang bisa bertutur kata dengan baik saat berada di gereja? Bagaimana ketika kita sedang di rumah, tempat kerja, sekolah, atau kampus\u2014apakah cara bicara kita juga dijaga? Apakah teman-teman Anda melihat kemuliaan Tuhan lewat ucapan Anda? Atau sebaliknya, orang malah menjauh karena pedasnya mulut Anda? Mengapa tuturan baik itu penting? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46342,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-47028","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":46342,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ssst.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ssst.jpg?fit=300%2C168&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ssst.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ssst.jpg?fit=300%2C168&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1524","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47028"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47028\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}