{"id":47031,"date":"2020-09-17T07:00:09","date_gmt":"2020-09-17T00:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47031"},"modified":"2020-09-09T14:44:58","modified_gmt":"2020-09-09T07:44:58","slug":"hidup-yang-penuh-arti-bisakah-saya-memilikinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hidup-yang-penuh-arti-bisakah-saya-memilikinya\/","title":{"rendered":"Hidup yang Penuh Arti, Bisakah Saya Memilikinya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Ketika beranjak remaja, saya mereka-reka apa arti kehadiran saya di dunia. Kala itu saya tidak mengerti alasan Tuhan menciptakan saya. Saya jenuh, bahkan sempat berpikir, alangkah tersiksanya saya jika harus menjalani tahun demi tahun dengan perasaan seperti ini. Andaikan saya hidup selama 75 tahun, tanpa arti, betapa malangnya saya! Apakah Anda merasakan hal yang sama, tidak tahu apa arti hidup Anda? Mengapa Anda dilahirkan di dunia ini? Anda tak tahu bagaimana caranya menjalani hari-hari Anda yang membosankan dan hampa. Ada sesuatu yang hilang dalam hidup Anda, tapi Anda tidak tahu apa itu. Mari, temukan hidup yang penuh arti dan bermakna melalui firman Tuhan di bawah ini. Harta Bukan Jaminan Bahagia Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali. \u2013 Amsal 23:4-5 Ada orang yang menganggap kekayaan adalah sumber kebahagiaan. Demi harta, mereka rela melakukan apa saja supaya bisa menikmati segala yang mereka inginkan: uang yang tak habis-habisnya, popularitas, status bergengsi, pasangan yang sempurna, rumah dan mobil mewah. Namun, benarkah demikian? Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. \u2013 1 Yohanes 2:16-17 Ayat di atas mengingatkan kita bahwa semua yang ada dan berasal dari dunia ini akan lenyap. Namun, orang yang melakukan kehendak Allah akan memiliki hidup yang kekal. Selama Anda berfokus mencari hal-hal duniawi, Anda akan kecewa, patah hati, terluka, merana, sedih, bahkan hancur. Kejarlah hal yang kekal, bukan yang sementara. Dan, Anda hanya dapat menemukannya di dalam Tuhan. Kesenangan Duniawi Adalah Sia-sia Aku berkata dalam hati: \u201cMari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itupun sia-sia. Tentang tertawa aku berkata: \u201cItu bodoh!\u201d, dan mengenai kegirangan: \u201cApa gunanya?\u201d \u2013 Pengkhotbah 2:1-2\u00a0 Pada suatu masa, di tahun 80-an, saya mulai menginginkan kebahagiaan. Saya berusaha meraihnya dengan menonton sederetan konser rock di tanah air. Kegiatan ini memuaskan dan memenuhi hasrat saya karena membuat saya sejenak melupakan beratnya realitas. Saya merokok dan melakukan apa yang menyenangkan hati saya. \u201cYes!\u201d pikir saya. \u201cInilah makna hidup yang sesungguhnya: kebebasan dan bersenang-senang.\u201d Namun, malam menjelang tidur, mata saya sulit terpejam. Betapa singkatnya kebahagiaan yang saya rasakan\u2026 Sepulang konser, kembali saya merasa hampa. Hidup saya jauh dari bermakna. Apakah Anda sedang berpikir ingin menikmati hidup sebebas-bebasnya? Ingin bersenang-senang dahulu, hingga suatu hari, ketika sudah tua, baru Anda akan mencari Tuhan dan arti hidup? Sesungguhnya, ketika Anda berhasil mendapatkannya, Anda justru akan diperbudak oleh kesenangan dan kenikmatan dunia itu sendiri. Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. \u2013 Pengkhotbah 1:8\u00a0 Manusia cenderung tidak pernah puas, tak peduli seberapa banyak kesenangan dan kenikmatan yang mereka peroleh. Mereka ingin lagi dan lagi. Dan, apakah upah dari semuanya itu? Tidak ada. Malahan, Anda semakin jauh dari Tuhan, bahkan terjebak dalam pusaran hawa nafsu dan dosa (Efesus 4:19). Carilah Tuhan, Anda Akan Hidup Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: \u201cCarilah Aku, maka kamu akan hidup!\u201d \u2013 Amos 5:4 Ketika hidup Anda hanya untuk menemukan dan menikmati apa yang ditawarkan dunia, Anda akan jauh dari bahagia. Alkitab berkata, ketika kita mencari Tuhan, kita akan memperoleh kehidupan itu dari-Nya. Walaupun kedengarannya klise, itulah kebenaran yang sesungguhnya. Hidup Anda takkan berarti tanpa Tuhan. \u201cDan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.\u201d \u2013 Yohanes 8:32\u00a0 Gunakan hidup Anda untuk mencari kebenaran Tuhan di dalam firman-Nya, dan firman itu akan memerdekakan Anda. Jika Anda tidak tahu bagaimana caranya, hubungi komunitas yang bisa membantu Anda mendalami firman Tuhan. Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan berikan untuk Anda. Hidup ini singkat. Putuskan untuk mengisinya dengan hal-hal abadi yang berasal dari Sang Pemberi Kehidupan. Niscaya, hidup Anda akan jauh lebih bermakna karena Anda menggenggam sesuatu yang kekal, bukan yang sifatnya sementara. Amin!(gkdi.org)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Ketika beranjak remaja, saya mereka-reka apa arti kehadiran saya di dunia. Kala itu saya tidak mengerti alasan Tuhan menciptakan saya. Saya jenuh, bahkan sempat berpikir, alangkah tersiksanya saya jika harus menjalani tahun demi tahun dengan perasaan seperti ini. Andaikan saya hidup selama 75 tahun, tanpa arti, betapa malangnya saya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda merasakan hal yang sama, tidak tahu apa arti hidup Anda? Mengapa Anda dilahirkan di dunia ini? Anda tak tahu bagaimana caranya menjalani hari-hari Anda yang membosankan dan hampa. Ada sesuatu yang hilang dalam hidup Anda, tapi Anda tidak tahu apa itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari, temukan hidup yang penuh arti dan bermakna melalui firman Tuhan di bawah ini.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Harta Bukan Jaminan Bahagia<\/strong><\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9031 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-1-FS-min.jpg?ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-1-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-1-FS-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-1-FS-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-1-FS-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-1-FS-min-630x420.jpg 630w\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali. \u2013 Amsal 23:4-5<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada orang yang menganggap kekayaan adalah sumber kebahagiaan. Demi harta, mereka rela melakukan apa saja supaya bisa menikmati segala yang mereka inginkan: uang yang tak habis-habisnya, popularitas, status bergengsi, pasangan yang sempurna, rumah dan mobil mewah. Namun, benarkah demikian?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. \u2013 1 Yohanes 2:16-17<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayat di atas mengingatkan kita bahwa semua yang ada dan berasal dari dunia ini akan lenyap. Namun, orang yang melakukan kehendak Allah akan memiliki hidup yang kekal. Selama Anda berfokus mencari hal-hal duniawi, Anda akan kecewa, patah hati, terluka, merana, sedih, bahkan hancur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejarlah hal yang kekal, bukan yang sementara. Dan, Anda hanya dapat menemukannya di dalam Tuhan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Kesenangan Duniawi Adalah Sia-sia<\/strong><\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9032 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-2-FS-min.jpg?ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-2-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-2-FS-min-300x225.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-2-FS-min-768x576.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-2-FS-min-80x60.jpg 80w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-2-FS-min-265x198.jpg 265w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-2-FS-min-696x522.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-2-FS-min-560x420.jpg 560w\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Aku berkata dalam hati: \u201cMari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itupun sia-sia. Tentang tertawa aku berkata: \u201cItu bodoh!\u201d, dan mengenai kegirangan: \u201cApa gunanya?\u201d \u2013 Pengkhotbah 2:1-2\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada suatu masa, di tahun 80-an, saya mulai menginginkan kebahagiaan. Saya berusaha meraihnya dengan menonton sederetan konser <em>rock<\/em> di tanah air. Kegiatan ini memuaskan dan memenuhi hasrat saya karena membuat saya sejenak melupakan beratnya realitas. Saya merokok dan melakukan apa yang menyenangkan hati saya. \u201c<em>Yes!\u201d<\/em> pikir saya. \u201cInilah makna hidup yang sesungguhnya: kebebasan dan bersenang-senang.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, malam menjelang tidur, mata saya sulit terpejam. Betapa singkatnya kebahagiaan yang saya rasakan\u2026 Sepulang konser, kembali saya merasa hampa. Hidup saya jauh dari bermakna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda sedang berpikir ingin menikmati hidup sebebas-bebasnya? Ingin bersenang-senang dahulu, hingga suatu hari, ketika sudah tua, baru Anda akan mencari Tuhan dan arti hidup?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesungguhnya, ketika Anda berhasil mendapatkannya, Anda justru akan diperbudak oleh kesenangan dan kenikmatan dunia itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. \u2013 Pengkhotbah 1:8\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manusia cenderung tidak pernah puas, tak peduli seberapa banyak kesenangan dan kenikmatan yang mereka peroleh. Mereka ingin lagi dan lagi. Dan, apakah upah dari semuanya itu? Tidak ada. Malahan, Anda semakin jauh dari Tuhan, bahkan terjebak dalam pusaran hawa nafsu dan dosa <em>(Efesus 4:19).<\/em><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Carilah Tuhan, Anda Akan Hidup<\/strong><\/h2>\n<div class=\"wp-block-image\" style=\"text-align: justify;\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9029 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-3-FS-min.jpg?ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-3-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-3-FS-min-300x232.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-3-FS-min-768x594.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-3-FS-min-696x538.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Arti-3-FS-min-543x420.jpg 543w\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: \u201cCarilah Aku, maka kamu akan hidup!\u201d \u2013 Amos 5:4<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika hidup Anda hanya untuk menemukan dan menikmati apa yang ditawarkan dunia, Anda akan jauh dari bahagia. Alkitab berkata, ketika kita mencari Tuhan, kita akan memperoleh kehidupan itu dari-Nya. Walaupun kedengarannya klise, itulah kebenaran yang sesungguhnya. Hidup Anda takkan berarti tanpa Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cDan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.\u201d \u2013 Yohanes 8:32\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunakan hidup Anda untuk mencari kebenaran Tuhan di dalam firman-Nya, dan firman itu akan memerdekakan Anda. Jika Anda tidak tahu bagaimana caranya, hubungi komunitas yang bisa membantu Anda mendalami firman Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan berikan untuk Anda. Hidup ini singkat. Putuskan untuk mengisinya dengan hal-hal abadi yang berasal dari Sang Pemberi Kehidupan. Niscaya, hidup Anda akan jauh lebih bermakna karena Anda menggenggam sesuatu yang kekal, bukan yang sifatnya sementara. Amin!(gkdi.org)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Ketika beranjak remaja, saya mereka-reka apa arti kehadiran saya di dunia. Kala itu saya tidak mengerti alasan Tuhan menciptakan saya. Saya jenuh, bahkan sempat berpikir, alangkah tersiksanya saya jika harus menjalani tahun demi tahun dengan perasaan seperti ini. Andaikan saya hidup selama 75 tahun, tanpa arti, betapa malangnya saya! Apakah Anda merasakan hal yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46507,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-47031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":{"id":46507,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/kel-tuhan.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/kel-tuhan.jpg?fit=275%2C183&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/kel-tuhan.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/kel-tuhan.jpg?fit=275%2C183&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"982","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47031"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47031\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}