{"id":47050,"date":"2026-01-17T18:15:32","date_gmt":"2026-01-17T11:15:32","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pisahkanlah-dirimu-dari-mereka-2-korintus-617\/"},"modified":"2026-01-17T18:15:33","modified_gmt":"2026-01-17T11:15:33","slug":"pisahkanlah-dirimu-dari-mereka-2-korintus-617","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pisahkanlah-dirimu-dari-mereka-2-korintus-617\/","title":{"rendered":"Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion. [Wahyu 14:1]"},"content":{"rendered":"<button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Rasul Yohanes mendapat hak istimewa untuk melihat ke dalam pintu gerbang surga, dan ketika melukiskan apa yang dia lihat, dia memulai dengan berkata, \\\"Dan aku melihat: Sesungguhnya, Anak Domba!\\\" Ini mengajarkan kita bahwa objek utama perenungan dalam kondisi surgawi adalah \u201cAnak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.\u201d [Yohanes 1:29] Tidak ada yang lain yang menarik perhatian sang rasul sebesar Pribadi dari Makhluk Ilahi itu, yang telah menebus kita dengan darahnya. Dia adalah tema segala lagu roh yang dimuliakan dan malaikat suci. Orang Kristen, inilah sukacita bagimu; engkau memandang, dan engkau melihat Sang Domba. Melalui air matamu, matamu telah melihat Anak Domba Allah menghapus dosa-dosamu. Bergembiralah. Sebentar lagi, ketika air matamu telah diusap dari matamu, engkau akan melihat Domba yang sama ditinggikan di takhta-Nya. Adalah sukacita hatimu untuk mengadakan persekutuan hari lepas hari bersama Yesus; engkau akan mendapat sukacita yang sama dalam tingkat yang lebih tinggi di surga; engkau akan menikmati terus penglihatan keberadaan-Nya; engkau akan bersama-sama dengan Dia selamanya. \u201cDan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba!\u201d Sungguh heran, Domba itu sendiri adalah surga; sebab sebaik Rutherford [1] berkata, \u201dSurga dan Kristus adalah hal yang sama;\u201d bersama dengan Kristus adalah berada di surga, dan berada di surga adalah bersama dengan Kristus. Orang yang dipenjarakan karena Tuhan itu menulis dengan manisnya dalam salah satu suratnya yang berkilauan\u2014\u201dO Tuhanku Yesus Kristus, jika aku dapat berada di surga tanpa Engkau, itu akan menjadi neraka; dan jika aku dapat berada di neraka, dan tetap memiliki-Mu, itu akan menjadi surga bagiku, sebab Engkaulah segala surga yang kuingini.\u201d Hal itu benar, bukan, hai Orang Kristen? Bukankah jiwamu juga berkata demikian? RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    \n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Rasul Yohanes mendapat hak istimewa untuk melihat ke dalam pintu gerbang surga, dan ketika melukiskan apa yang dia lihat, dia memulai dengan berkata, &#8220;Dan aku melihat: Sesungguhnya, Anak Domba!&#8221; Ini mengajarkan kita bahwa objek utama perenungan dalam kondisi surgawi adalah \u201cAnak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.\u201d [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yohanes%201:29\">Yohanes 1:29<\/a>] Tidak ada yang lain yang menarik perhatian sang rasul sebesar Pribadi dari Makhluk Ilahi itu, yang telah menebus kita dengan darahnya. Dia adalah tema segala lagu roh yang dimuliakan dan malaikat suci. Orang Kristen, inilah sukacita bagimu; engkau memandang, dan engkau melihat Sang Domba. Melalui air matamu, matamu telah melihat Anak Domba Allah menghapus dosa-dosamu. Bergembiralah. Sebentar lagi, ketika air matamu telah diusap dari matamu, engkau akan melihat Domba yang sama <i>ditinggikan di takhta-Nya<\/i>. Adalah sukacita hatimu untuk mengadakan persekutuan hari lepas hari bersama Yesus; engkau akan mendapat sukacita yang sama dalam tingkat yang lebih tinggi di surga; engkau akan menikmati terus penglihatan keberadaan-Nya; engkau akan bersama-sama dengan Dia selamanya. \u201cDan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba!\u201d Sungguh heran, Domba itu sendiri adalah surga; sebab sebaik Rutherford [1] berkata, \u201dSurga dan Kristus adalah hal yang sama;\u201d bersama dengan Kristus adalah berada di surga, dan berada di surga adalah bersama dengan Kristus. Orang yang dipenjarakan karena Tuhan itu menulis dengan manisnya dalam salah satu suratnya yang berkilauan\u2014\u201dO Tuhanku Yesus Kristus, jika aku dapat berada di surga tanpa Engkau, itu akan menjadi neraka; dan jika aku dapat berada di neraka, dan tetap memiliki-Mu, itu akan menjadi surga bagiku, sebab Engkaulah segala surga yang kuingini.\u201d Hal itu benar, bukan, hai Orang Kristen? Bukankah jiwamu juga berkata demikian?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Rasul Yohanes mendapat hak istimewa untuk melihat ke dalam pintu gerbang surga, dan ketika melukiskan apa yang dia lihat, dia memulai dengan berkata, &#8220;Dan aku melihat: Sesungguhnya, Anak Domba!&#8221; Ini mengajarkan kita bahwa objek utama perenungan dalam kondisi surgawi adalah \u201cAnak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.\u201d [Yohanes 1:29] Tidak ada yang lain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-47050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"63","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47050"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47050\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68696,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47050\/revisions\/68696"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}