{"id":47056,"date":"2026-01-18T18:16:00","date_gmt":"2026-01-18T11:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/allah-yang-cemburu-nahum-12\/"},"modified":"2026-01-18T18:16:01","modified_gmt":"2026-01-18T11:16:01","slug":"allah-yang-cemburu-nahum-12","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/allah-yang-cemburu-nahum-12\/","title":{"rendered":"Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. [Ibrani 4:9]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Betapa lainnya kondisi orang percaya di surga dibandingkan dengan kondisi di sini! Di sini, dia lahir untuk bekerja dan menjadi letih, tetapi di negeri kekekalan, kecapekan itu tidak pernah dikenal. Meski dia gelisah ingin melayani Tuannya, dia mendapati kekuatannya tidak sebanding dengan semangatnya. Tangisannya yang terus-menerus ialah: &quot;Tolong aku melayani-Mu, oh Allahku.\u201d Jika dia sungguh aktif, dia akan memiliki banyak pekerjaan; tidak terlalu banyak seperti niatnya, tetapi lebih dari cukup berdasarkan kekuatannya, sehingga dia akan berteriak, \u201cAku tidak letih karena pekerjaan ini, tapi aku keletihan dalam pekerjaan ini.&quot; Ah, orang Kristen! Hari keletihan yang panas ini tidaklah berlangsung selamanya; matahari sudah mendekati cakrawala, dan akan terbit lagi dengan hari yang lebih cerah daripada yang pernah Anda lihat pada tanah yang penghuninya siang malam melayani Allah -- akan tetapi, pada saat yang sama, beristirahat dari kerja kerasnya. Di sini, istirahat hanyalah sebagian, di sana, istirahat itu sempurna. Di sini, orang Kristen selalu gelisah; dia merasa ada saja yang belum dicapai, tetapi di sana, semuanya beristirahat; mereka telah mencapai puncak gunung itu; mereka telah naik ke pangkuan Allah mereka. Mereka tidak bisa naik lebih tinggi lagi. Ah, pekerja yang lelah, pikirkan sajalah saat Anda akan beristirahat selama-lamanya! Bisakah Anda membayangkan semua itu? Itulah peristirahatan yang kekal; peristirahatan yang \u201ctinggal tetap\u201d. Di sini, kenikmatan terbesarku tertera &quot;fana&quot; di keningnya. Bunga yang indah melayu; cangkirku yang mungil menyisakan ampasnya; burung-burungku yang paling manis terjatuh oleh panah Maut; hari-hariku yang paling menyenangkan terisi bayang-bayang malam; dan gelombang pasang kenikmatanku surut menjadi duka. Tapi di sana, segalanya abadi; harpa tidak pernah berkarat, mahkota tidak keropos, mata tidak lesu, suara tidak meluruh, hati tidak gamang, dan makhluk-makhluk yang kekal itu seluruhnya seutuhnya menyerapi kegembiraan yang tak terbatas. Hari yang bahagia! Bahagia! saat kematian ditelan kehidupan, dan Sabat Kekal akan dimulai. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Betapa lainnya kondisi orang percaya di surga dibandingkan dengan kondisi di sini! Di sini, dia lahir untuk bekerja dan menjadi letih, tetapi di negeri kekekalan, kecapekan itu tidak pernah dikenal. Meski dia gelisah ingin melayani Tuannya, dia mendapati kekuatannya tidak sebanding dengan semangatnya. Tangisannya yang terus-menerus ialah: &#8220;Tolong aku melayani-Mu, oh Allahku.\u201d Jika dia sungguh aktif, dia akan memiliki banyak pekerjaan; tidak terlalu banyak seperti niatnya, tetapi lebih dari cukup berdasarkan kekuatannya, sehingga dia akan berteriak, \u201cAku tidak letih <i>karena<\/i> pekerjaan ini, tapi aku keletihan <i>dalam pekerjaan ini<\/i>.&#8221; Ah, orang Kristen! Hari keletihan yang panas ini tidaklah berlangsung selamanya; matahari sudah mendekati cakrawala, dan akan terbit lagi dengan hari yang lebih cerah daripada yang pernah Anda lihat pada tanah yang penghuninya siang malam melayani Allah &#8212; akan tetapi, pada saat yang sama, beristirahat dari kerja kerasnya. <i>Di sini<\/i>, istirahat hanyalah sebagian, <i>di sana<\/i>, istirahat itu <i>sempurna<\/i>. <i>Di sini<\/i>, orang Kristen selalu gelisah; dia merasa ada saja yang belum dicapai, tetapi <i>di sana<\/i>, semuanya beristirahat; mereka telah mencapai puncak gunung itu; mereka telah naik ke pangkuan Allah mereka. Mereka tidak bisa naik lebih tinggi lagi. Ah, pekerja yang lelah, pikirkan sajalah saat Anda akan beristirahat selama-lamanya! Bisakah Anda membayangkan semua itu? Itulah peristirahatan yang kekal; peristirahatan yang \u201ctinggal tetap\u201d. Di sini, kenikmatan terbesarku tertera &#8220;fana&#8221; di keningnya. Bunga yang indah melayu; cangkirku yang mungil menyisakan ampasnya; burung-burungku yang paling manis terjatuh oleh panah Maut; hari-hariku yang paling menyenangkan terisi bayang-bayang malam; dan gelombang pasang kenikmatanku surut menjadi duka. Tapi <i>di sana<\/i>, segalanya abadi; harpa tidak pernah berkarat, mahkota tidak keropos, mata tidak lesu, suara tidak meluruh, hati tidak gamang, dan makhluk-makhluk yang kekal itu seluruhnya seutuhnya menyerapi kegembiraan yang tak terbatas. Hari yang bahagia! Bahagia! saat kematian ditelan kehidupan, dan Sabat Kekal akan dimulai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Betapa lainnya kondisi orang percaya di surga dibandingkan dengan kondisi di sini! Di sini, dia lahir untuk bekerja dan menjadi letih, tetapi di negeri kekekalan, kecapekan itu tidak pernah dikenal. Meski dia gelisah ingin melayani Tuannya, dia mendapati kekuatannya tidak sebanding dengan semangatnya. Tangisannya yang terus-menerus ialah: &#8220;Tolong aku melayani-Mu, oh Allahku.\u201d Jika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-47056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"77","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47056"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68698,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47056\/revisions\/68698"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}