{"id":47069,"date":"2023-12-12T08:46:21","date_gmt":"2023-12-12T01:46:21","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ia-tidak-takut-kepada-kabar-celaka-mazmur-1127\/"},"modified":"2023-12-12T08:46:23","modified_gmt":"2023-12-12T01:46:23","slug":"ia-tidak-takut-kepada-kabar-celaka-mazmur-1127","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ia-tidak-takut-kepada-kabar-celaka-mazmur-1127\/","title":{"rendered":"Perjalanan-Nya berabad-abad. [Habakuk 3:6]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Apa yang pernah Ia lakukan dulu, akan Ia lakukan lagi. Jalan manusia berubah-ubah, tetapi jalan Allah kekal selamanya. Ada banyak alasan untuk kebenaran yang memberikan kenyamanan ini: di antaranya adalah \u2014 jalan Tuhan adalah hasil dari pertimbangan yang bijak; Dia mengatur segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya. Perbuatan manusia biasanya merupakan hasil yang terburu-buru dari nafsu, atau ketakutan, dan kemudian disusul penyesalan dan perubahan; tetapi tidak ada yang bisa mengejutkan sang Mahakuasa, ataupun terjadi sesuatu di luar apa yang sudah diketahui-Nya. Jalan-Nya adalah hasil dari karakter-Nya yang tidak berubah, dan di dalamnya sifat Allah yang tetap dan mantap terlihat jelas. Jika Sang Abadi sendiri tidak berubah, jalan-Nya, yaitu diri-Nya sendiri dalam bekerja, pasti tetap sama selamanya. Bukankah Ia selama-lamanya adil, murah hati, setia, bijak, lembut? \u2014 maka jalan-Nya pasti bisa dikenali berdasarkan kualitas-kualitas tersebut. Makhluk hidup berbuat berdasarkan kodrat mereka: ketika kodrat itu berubah, tindakan mereka berubah juga; tetapi karena Allah tidak ada bayangan karena pertukaran [Yakobus 1:17], jalan-Nya akan selamanya tetap sama. Terlebih lagi tidak ada alasan dari luar yang bisa membalikkan jalan ilahi, karena jalan ilahi adalah perwujudan dari keperkasaan yang tak tertahankan. Sang nabi berkata bahwa bumi dibelah menjadi sungai-sungai, gunung-gunung gemetar, samudera raya mengangkat tangannya, matahari dan bulan berhenti [Habakuk 3:9-11], ketika TUHAN bergerak maju untuk menyelamatkan umat-Nya. Siapa yang bisa menghentikan tangan-Nya, atau berkata kepada-Nya, Apa yang Engkau lakukan? Tetapi bukan keperkasaan saja yang memberikan kestabilan; jalan Allah adalah perwujudan prinsip kebenaran yang abadi dan sebab itulah jalan Allah tidak akan berlalu. Kejahatan membusuk dan menyebabkan kerusakan, tetapi kebenaran dan kebaikan dikelilingi daya hidup yang tak lekang zaman. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Apa yang pernah Ia lakukan dulu, akan Ia lakukan lagi. Jalan manusia berubah-ubah, tetapi jalan Allah kekal selamanya. Ada banyak alasan untuk kebenaran yang memberikan kenyamanan ini: di antaranya adalah \u2014 jalan Tuhan adalah <i>hasil dari pertimbangan yang bijak<\/i>; Dia mengatur segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya. Perbuatan manusia biasanya merupakan hasil yang terburu-buru dari nafsu, atau ketakutan, dan kemudian disusul penyesalan dan perubahan; tetapi tidak ada yang bisa mengejutkan sang Mahakuasa, ataupun terjadi sesuatu di luar apa yang sudah diketahui-Nya. Jalan-Nya adalah <i>hasil dari karakter-Nya yang tidak berubah<\/i>, dan di dalamnya sifat Allah yang tetap dan mantap terlihat jelas. Jika Sang Abadi sendiri tidak berubah, jalan-Nya, yaitu diri-Nya sendiri dalam bekerja, pasti tetap sama selamanya. Bukankah Ia selama-lamanya adil, murah hati, setia, bijak, lembut? \u2014 maka jalan-Nya pasti bisa dikenali berdasarkan kualitas-kualitas tersebut. Makhluk hidup berbuat berdasarkan kodrat mereka: ketika kodrat itu berubah, tindakan mereka berubah juga; tetapi karena Allah tidak ada bayangan karena pertukaran [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Yakobus%201:17\">Yakobus 1:17<\/a>], jalan-Nya akan selamanya tetap sama. Terlebih lagi tidak ada alasan dari luar yang bisa membalikkan jalan ilahi, karena jalan ilahi adalah <i>perwujudan dari keperkasaan yang tak tertahankan<\/i>. Sang nabi berkata bahwa bumi dibelah menjadi sungai-sungai, gunung-gunung gemetar, samudera raya mengangkat tangannya, matahari dan bulan berhenti [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Habakuk%203:9-11\">Habakuk 3:9-11<\/a>], ketika TUHAN bergerak maju untuk menyelamatkan umat-Nya. Siapa yang bisa menghentikan tangan-Nya, atau berkata kepada-Nya, Apa yang Engkau lakukan? Tetapi bukan keperkasaan saja yang memberikan kestabilan; jalan Allah adalah <i>perwujudan prinsip kebenaran yang abadi<\/i> dan sebab itulah jalan Allah tidak akan berlalu. Kejahatan membusuk dan menyebabkan kerusakan, tetapi kebenaran dan kebaikan dikelilingi daya hidup yang tak lekang zaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apa yang pernah Ia lakukan dulu, akan Ia lakukan lagi. Jalan manusia berubah-ubah, tetapi jalan Allah kekal selamanya. Ada banyak alasan untuk kebenaran yang memberikan kenyamanan ini: di antaranya adalah \u2014 jalan Tuhan adalah hasil dari pertimbangan yang bijak; Dia mengatur segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya. Perbuatan manusia biasanya merupakan hasil yang terburu-buru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-47069","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"304","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47069","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47069"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47069\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65815,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47069\/revisions\/65815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}