{"id":47193,"date":"2020-10-05T07:00:18","date_gmt":"2020-10-05T00:00:18","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47193"},"modified":"2020-10-04T21:57:17","modified_gmt":"2020-10-04T14:57:17","slug":"mahfud-md-bentuk-tgpf-kasus-penembakan-pendeta-yeremia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/mahfud-md-bentuk-tgpf-kasus-penembakan-pendeta-yeremia\/","title":{"rendered":"Mahfud MD Bentuk TGPF Kasus Penembakan Pendeta Yeremia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani. Pembentukan TGPF ini berdasarkan Keputusan Menko Polhukam Nomor 83 Tahun 2020 tentang Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kekerasan dan Penembakan di Kabupaten Intan Jaya yang ditandatangani Mahfud pada Kamis (1\/10\/2020). \\\"Tim ini diberi tugas mulai keluarnya SK ini sampai dua minggu ke depan untuk melaporkan hasilnya kepada Kemenko Polhukam,\\\" ujar Mahfud dalam konferensi pers virtual, Jumat (2\/10\/2020. Selain untuk menyelidiki kasus penembakan terhadap Pendeta Yeremia pada Sabtu (19\/9\/2020), TGPF ini juga akan menyelidiki kasus penembekan lainnya yang terjadi pada pertengahan September 2020. Tiga kasus tersebut yakni tewasnya seorang warga sipil bernama\u00a0Badawi dan prajurit TNI Serka Sahlan pada Kamis (17\/9\/2020). Kemudian, kasus penembakan yang menewaskan prajurit TNI bernama Pratu Dwi Akbar. Pratu Dwi Akbar tewas usai kontak tembak dengan kelompok sipil bersenjata pada Sabtu (19\/9\/2020). Dengan demikian, ada 4 kasus yang akan diselidiki tim ini. Adapun komposisi TGPF ini sebagai berikut: Penggung Jawab: 1. Mahfud MD Ketua Pengarah: 1. Sekjen Kemenko Polhukam: Tri Soewandono Anggota Pengarah: 1. Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam: Purnomo Sidi 2. Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam: Lutif Rauf 3. Deputi Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam: Rudianto 4. Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam: Armed Wijaya 5. Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Janedjri M Gaffar 6. Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur Kemenko Polhukam Rus Nurhadi Sutedjo 7. Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan HAM KSP, Jaleswari Pramodhawardani 8. BIN: Imron Cotan 9. Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Bidang Komunikasi: Rizal Mustary 10. Tokoh Masyarakat Adat Papua: Michael Manufandu Ketua Tim Investigasi Lapangan: 1. Ketua Harian Kompolnas: Benny Mamoto Anggota Tim Investigasi Lapangan: 1. Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam: Sugeng Purnomo 2. Tokoh Masyarakat: Makarim Wibisono 3. Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi PGI: Jhony Nelson Simanjuntak 4. Ketua Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kemah Injil Indonesia Timika: Henok Bagau 5. Rektor Universitas Cendrawasih: Apolo Safonpo 6. Tokoh Masyarakat Papua: Constan Karma 7. Tokoh Masyarakat Papua: Thoha Abdul Hamid 8. Tokoh Masyarakat Papua: Samuel Tabuni 9. Tokoh Pemuda Papua: Victor Abraham Abaidata 10. Universitas Udayana Bali: I Dewa Gede Palguna 11. UGM: Bambang Purwoko 12. Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Hubungan Kelembagaan: Budi Kuncoro.(indovoices)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembentukan TGPF ini berdasarkan Keputusan Menko Polhukam Nomor 83 Tahun 2020 tentang Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kekerasan dan Penembakan di Kabupaten Intan Jaya yang ditandatangani Mahfud pada Kamis (1\/10\/2020).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tim ini diberi tugas mulai keluarnya SK ini sampai dua minggu ke depan untuk melaporkan hasilnya kepada Kemenko Polhukam,&#8221; ujar Mahfud dalam konferensi pers virtual, Jumat (2\/10\/2020.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain untuk menyelidiki kasus penembakan terhadap Pendeta Yeremia pada Sabtu (19\/9\/2020), TGPF ini juga akan menyelidiki kasus penembekan lainnya yang terjadi pada pertengahan September 2020.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga kasus tersebut yakni tewasnya seorang warga sipil bernama\u00a0Badawi dan prajurit TNI Serka Sahlan pada Kamis (17\/9\/2020).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, kasus penembakan yang menewaskan prajurit TNI bernama Pratu Dwi Akbar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pratu Dwi Akbar tewas usai kontak tembak dengan kelompok sipil bersenjata pada Sabtu (19\/9\/2020).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, ada 4 kasus yang akan diselidiki tim ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun komposisi TGPF ini sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggung Jawab:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Mahfud MD<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Pengarah:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Sekjen Kemenko Polhukam: Tri Soewandono<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota Pengarah:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam: Purnomo Sidi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam: Lutif Rauf<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Deputi Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam: Rudianto<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam: Armed Wijaya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Janedjri M Gaffar<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6. Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur Kemenko Polhukam Rus Nurhadi Sutedjo<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan HAM KSP, Jaleswari Pramodhawardani<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">8. BIN: Imron Cotan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">9. Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Bidang Komunikasi: Rizal Mustary<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">10. Tokoh Masyarakat Adat Papua: Michael Manufandu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Tim Investigasi Lapangan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Ketua Harian Kompolnas: Benny Mamoto<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anggota Tim Investigasi Lapangan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam: Sugeng Purnomo<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Tokoh Masyarakat: Makarim Wibisono<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi PGI: Jhony Nelson Simanjuntak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. Ketua Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kemah Injil Indonesia Timika: Henok Bagau<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5. Rektor Universitas Cendrawasih: Apolo Safonpo<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6. Tokoh Masyarakat Papua: Constan Karma<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Tokoh Masyarakat Papua: Thoha Abdul Hamid<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">8. Tokoh Masyarakat Papua: Samuel Tabuni<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">9. Tokoh Pemuda Papua: Victor Abraham Abaidata<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">10. Universitas Udayana Bali: I Dewa Gede Palguna<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">11. UGM: Bambang Purwoko<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">12. Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Hubungan Kelembagaan: Budi Kuncoro.(indovoices)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani. Pembentukan TGPF ini berdasarkan Keputusan Menko Polhukam Nomor 83 Tahun 2020 tentang Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kekerasan dan Penembakan di Kabupaten Intan Jaya yang ditandatangani Mahfud pada Kamis (1\/10\/2020). &#8220;Tim ini diberi tugas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45872,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-47193","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":45872,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/mahfud7.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/mahfud7.jpg?fit=653%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/mahfud7.jpg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/mahfud7.jpg?fit=653%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"767","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47193","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47193"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47193\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47193"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47193"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47193"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}