{"id":47273,"date":"2020-10-21T07:00:01","date_gmt":"2020-10-21T00:00:01","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47273"},"modified":"2020-10-08T11:13:45","modified_gmt":"2020-10-08T04:13:45","slug":"cara-hindari-jebakan-kesepian-di-masa-penantian-jodoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/cara-hindari-jebakan-kesepian-di-masa-penantian-jodoh\/","title":{"rendered":"Cara Hindari Jebakan Kesepian di Masa Penantian Jodoh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id -Apakah Anda sedang bergumul dengan rasa kesepian? Anda merasa sendirian, dilupakan, dan menyedihkan karena belum memiliki pasangan? Sesungguhnya, pada suatu titik dalam hidup, kita semua bisa mengalami kesepian. Misalnya, saat pindah ke tempat tinggal atau lokasi kerja yang baru, kehilangan orang yang dikasihi, atau ketika harus hidup sendiri, jauh dari keluarga. Di tengah keramaian pun, kesepian bisa tiba-tiba datang menyergap. Sayangnya, rasa sepi cenderung menjadi stigma bagi para singles atau mereka yang belum memiliki pasangan. Padahal, kesepian bisa menghinggapi siapa saja dalam keadaan tertentu. Pasangan menikah atau orang-orang yang sudah dikaruniai anak pun bisa merasa kesepian. Lantas, bagaimana caranya menjadi seorang single yang tidak terjebak dalam kesepian di masa penantian? Rasa Sepi Hanya Perasaan, Bukan Kenyataan Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. \u2013 Mazmur 23:4\u00a0 Ketika Anda merasa sendirian, ingatlah bahwa itu hanyalah perasaan Anda, bukan fakta. Faktanya, Tuhan senantiasa bersama dengan Anda, 24 jam, dalam suka maupun duka. Dia tidak pernah meninggalkan Anda sedetik pun! Pemazmur mengatakan bahwa dalam kegelapan, ketika bahaya mengintai pun, Tuhan selalu menyertainya. Terus-terusan memikirkan dan memanjakan rasa kesepian akan membuat Anda terperangkap dalam rasa sakit. Akhirnya, Anda malah mengasihani diri sendiri. Jangan percaya pada dusta bahwa Anda menyedihkan dan kesepian. Sesungguhnya Anda tidak pernah sendirian, karena Tuhan tidak pernah membiarkan Anda sendiri. Dia selalu menyertai Anda dalam segala situasi. Dan, jangan percaya bahwa Anda tidak layak dikasihi karena Anda tidak menarik. Sesungguhnya, Anda dikasihi sedemikian besar oleh Yesus, hingga Dia rela mengorbankan nyawa-Nya di atas kayu salib untuk Anda! Temukan Sahabat Sejati Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara. \u2013 Amsal 18:24 Jangan sampai karena tidak ingin kesepian menjalani hidup, lantas pikiran Anda hanya tertuju pada perihal mencari pasangan saja. Akibatnya, Anda sembarangan memilih teman. Berhati-hatilah dalam berteman, karena ada teman yang mendatangkan celaka. Orang semacam ini mungkin akan mencampakkan Anda setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Anda. Keinginan untuk buru-buru menikah dapat membuat seseorang tidak berhati-hati menyeleksi calon pendamping. Tentunya Anda tidak ingin di kemudian hari menemukan bahwa pasangan Anda ternyata punya karakter yang tidak baik. Carilah teman sejati, yaitu mereka yang menginginkan yang terbaik untuk diri Anda. Teman yang menerima Anda apa adanya, sekaligus terus mendorong Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Teman yang selalu mengarahkan Anda kepada hal-hal yang benar, yang Tuhan inginkan dari Anda. Teman yang tidak mencari keuntungan, tetapi tulus mengasihi Anda. Temukan sahabat-sahabat sejati di komunitas yang membangun, yang mengajarkan nilai-nilai yang benar seturut firman Tuhan. Bergembiralah di dalam Tuhan Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. \u2013 Mazmur 37:4-5\u00a0\u00a0 Hindari meletakkan kebahagiaan Anda pada ada atau tidaknya pasangan dalam hidup. Anda punya banyak alasan untuk tetap bergembira, tak peduli apa status atau keadaan Anda.\u00a0Rasa aman kita atau security kita haruslah datang dari Tuhan, bukan tentang apa yang kita punya atau pun apa yang orang pikirkan tentang kita. Kadang-kadang kita bisa merasa kesepian karena mungkin kita belum mendapatkan apa yang menurut kita \u201chadiah dari Tuhan\u201d seperti pasangan, anak, dll. Tetapi pernahkah kita memikirkan sebenaranya apa yang paling penting di hadapan Tuhan? Yaitu kita bermegah di dalam Tuhan, bukan dari apapun yang kita miliki. Pemazmur mengatakan bahwa Anda bisa bergembira karena Tuhan. Sebab, Tuhan akan memberikan apa yang diinginkan hati Anda! Serahkan hidup Anda kepada-Nya, dan Dia akan bertindak. Tak perlu mengasihani diri sendiri ketika melihat teman atau saudara Anda yang telah berpasangan. Jangan biarkan kesendirian mengaburkan pandangan Anda akan betapa berharganya diri Anda, membuat Anda menjadi rendah diri atau pahit. Hidup adalah anugerah. Nikmati keberadaan Anda. Biarkan rencana dan waktu Tuhan yang terlaksana. Ada hal-hal yang tidak dapat kita kontrol. Namun, Anda bisa mengontrol perasaan Anda, termasuk rasa sepi. Karenanya, datanglah kepada Tuhan, yang mengerti apa yang diinginkan hati Anda dan tidak akan tinggal diam. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. \u2013 1 Petrus 5:7\u00a0\u00a0 Carilah Jalan, Kebenaran, dan Hidup Kata Yesus kepadanya: \u201cAkulah jalan dan kebenaran dan hidup \u2026\u201d \u2013 Yohanes 14:6a\u00a0 Hidup bukan melulu tentang pencarian jodoh dan menikah. Isilah hari-hari Anda dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat, misalnya: berolahraga, mengikuti kelas senam \/ yoga, bergabung dengan komunitas, mengerjakan hobi, aktif dalam kegiatan sosial, mengambil tugas pelayanan di gereja, ikut kursus atau belajar hal baru, dan masih banyak lagi. Perlu diingat, kegiatan-kegiatan di atas dapat membantu Anda melupakan beban hidup dan pergumulan, tetapi hanya bersifat sementara. Saat Anda sendirian atau tidak lagi sibuk, Anda mungkin kembali merasa kesepian. Karena itu, carilah jalan, kebenaran dan hidup. Di dalam Yesus ada jalan, ada kebenaran, dan ada hidup. Datanglah pada-Nya. Selidiki perkataan dan kehendak-Nya. Mintalah bantuan orang-orang dari komunitas yang membangun, yaitu mereka yang menghidupi firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Niscaya, Anda akan menemukan ketiga hal itu. \u201cMintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.\u201d \u2013 Matius 7:7\u00a0 Semoga empat langkah di atas dapat membantu Anda mengusir rasa sepi melalui jalan, kebenaran, dan hidup yang Tuhan inginkan!(gkdi.orga0\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>-Apakah Anda sedang bergumul dengan rasa kesepian? Anda merasa sendirian, dilupakan, dan menyedihkan karena belum memiliki pasangan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesungguhnya, pada suatu titik dalam hidup, kita semua bisa mengalami kesepian. Misalnya, saat pindah ke tempat tinggal atau lokasi kerja yang baru, kehilangan orang yang dikasihi, atau ketika harus hidup sendiri, jauh dari keluarga. Di tengah keramaian pun, kesepian bisa tiba-tiba datang menyergap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, rasa sepi cenderung menjadi stigma bagi para <em>singles <\/em>atau mereka yang belum memiliki pasangan. Padahal, kesepian bisa menghinggapi siapa saja dalam keadaan tertentu. Pasangan menikah atau orang-orang yang sudah dikaruniai anak pun bisa merasa kesepian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lantas, bagaimana caranya menjadi seorang <em>single<\/em> yang tidak terjebak dalam kesepian di masa penantian?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Rasa Sepi Hanya Perasaan, Bukan Kenyataan<\/strong><\/h2>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-10103 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-1-FS-min.jpg?resize=1000%2C667&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-1-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-1-FS-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-1-FS-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-1-FS-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-1-FS-min-630x420.jpg 630w\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. \u2013 Mazmur 23:4\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika Anda merasa sendirian, ingatlah bahwa itu hanyalah perasaan Anda, bukan fakta. Faktanya, Tuhan senantiasa bersama dengan Anda, 24 jam, dalam suka maupun duka. Dia tidak pernah meninggalkan Anda sedetik pun! Pemazmur mengatakan bahwa dalam kegelapan, ketika bahaya mengintai pun, Tuhan selalu menyertainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus-terusan memikirkan dan memanjakan rasa kesepian akan membuat Anda terperangkap dalam rasa sakit. Akhirnya, Anda malah mengasihani diri sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan percaya pada dusta bahwa Anda menyedihkan dan kesepian. Sesungguhnya Anda tidak pernah sendirian, karena Tuhan tidak pernah membiarkan Anda sendiri. Dia selalu menyertai Anda dalam segala situasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan, jangan percaya bahwa Anda tidak layak dikasihi karena Anda tidak menarik. Sesungguhnya, Anda dikasihi sedemikian besar oleh Yesus, hingga Dia rela mengorbankan nyawa-Nya di atas kayu salib untuk Anda!<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Temukan Sahabat Sejati<\/strong><\/h2>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-10100 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-2-FS-min.jpg?resize=1000%2C667&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-2-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-2-FS-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-2-FS-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-2-FS-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-2-FS-min-630x420.jpg 630w\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara. \u2013 Amsal 18:24<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan sampai karena tidak ingin kesepian menjalani hidup, lantas pikiran Anda hanya tertuju pada perihal mencari pasangan saja. Akibatnya, Anda sembarangan memilih teman. Berhati-hatilah dalam berteman, karena ada teman yang mendatangkan celaka. Orang semacam ini mungkin akan mencampakkan Anda setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keinginan untuk buru-buru menikah dapat membuat seseorang tidak berhati-hati menyeleksi calon pendamping. Tentunya Anda tidak ingin di kemudian hari menemukan bahwa pasangan Anda ternyata punya karakter yang tidak baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Carilah teman sejati, yaitu mereka yang menginginkan yang terbaik untuk diri Anda. Teman yang menerima Anda apa adanya, sekaligus terus mendorong Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Teman yang selalu mengarahkan Anda kepada hal-hal yang benar, yang Tuhan inginkan dari Anda. Teman yang tidak mencari keuntungan, tetapi tulus mengasihi Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Temukan sahabat-sahabat sejati di komunitas yang membangun, yang mengajarkan nilai-nilai yang benar seturut firman Tuhan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Bergembiralah di dalam Tuhan<\/strong><\/h2>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-10101 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-3-FS-min.jpg?resize=1000%2C667&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-3-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-3-FS-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-3-FS-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-3-FS-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-3-FS-min-630x420.jpg 630w\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. \u2013 Mazmur 37:4-5\u00a0\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hindari meletakkan kebahagiaan Anda pada ada atau tidaknya pasangan dalam hidup. Anda punya banyak alasan untuk tetap bergembira, tak peduli apa status atau keadaan Anda.\u00a0Rasa aman kita atau <em>security<\/em> kita haruslah datang dari Tuhan, bukan tentang apa yang kita punya atau pun apa yang orang pikirkan tentang kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadang-kadang kita bisa merasa kesepian karena mungkin kita belum mendapatkan apa yang menurut kita \u201chadiah dari Tuhan\u201d seperti pasangan, anak, dll. Tetapi pernahkah kita memikirkan sebenaranya apa yang paling penting di hadapan Tuhan? Yaitu kita bermegah di dalam Tuhan, bukan dari apapun yang kita miliki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemazmur mengatakan bahwa Anda bisa bergembira karena Tuhan. Sebab, Tuhan akan memberikan apa yang diinginkan hati Anda! Serahkan hidup Anda kepada-Nya, dan Dia akan bertindak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak perlu mengasihani diri sendiri ketika melihat teman atau saudara Anda yang telah berpasangan. Jangan biarkan kesendirian mengaburkan pandangan Anda akan betapa berharganya diri Anda, membuat Anda menjadi rendah diri atau pahit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hidup adalah anugerah. Nikmati keberadaan Anda. Biarkan rencana dan waktu Tuhan yang terlaksana. Ada hal-hal yang tidak dapat kita kontrol. Namun, Anda bisa mengontrol perasaan Anda, termasuk rasa sepi. Karenanya, datanglah kepada Tuhan, yang mengerti apa yang diinginkan hati Anda dan tidak akan tinggal diam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. \u2013 1 Petrus 5:7\u00a0\u00a0<\/em><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Carilah Jalan, Kebenaran, dan Hidup<\/strong><\/h2>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\" style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-10102 td-animation-stack-type0-2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-4-FS-min.jpg?resize=1000%2C667&#038;ssl=1\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" srcset=\"https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-4-FS-min.jpg 1000w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-4-FS-min-300x200.jpg 300w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-4-FS-min-768x512.jpg 768w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-4-FS-min-696x464.jpg 696w, https:\/\/gkdi.org\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Kesepian-4-FS-min-630x420.jpg 630w\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kata Yesus kepadanya: \u201cAkulah jalan dan kebenaran dan hidup \u2026\u201d \u2013 Yohanes 14:6a\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hidup bukan melulu tentang pencarian jodoh dan menikah. Isilah hari-hari Anda dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat, misalnya:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>berolahraga, mengikuti kelas senam \/ yoga,<\/li>\n<li>bergabung dengan komunitas,<\/li>\n<li>mengerjakan hobi,<\/li>\n<li>aktif dalam kegiatan sosial,<\/li>\n<li>mengambil tugas pelayanan di gereja,<\/li>\n<li>ikut kursus atau belajar hal baru,<\/li>\n<li>dan masih banyak lagi.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diingat, kegiatan-kegiatan di atas dapat membantu Anda melupakan beban hidup dan pergumulan, tetapi hanya bersifat sementara. Saat Anda sendirian atau tidak lagi sibuk, Anda mungkin kembali merasa kesepian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, carilah jalan, kebenaran dan hidup. Di dalam Yesus ada jalan, ada kebenaran, dan ada hidup. Datanglah pada-Nya. Selidiki perkataan dan kehendak-Nya. Mintalah bantuan orang-orang dari komunitas yang membangun, yaitu mereka yang menghidupi firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Niscaya, Anda akan menemukan ketiga hal itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cMintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.\u201d \u2013 Matius 7:7\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semoga empat langkah di atas dapat membantu Anda mengusir rasa sepi melalui jalan, kebenaran, dan hidup yang Tuhan inginkan!(gkdi.orga0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id -Apakah Anda sedang bergumul dengan rasa kesepian? Anda merasa sendirian, dilupakan, dan menyedihkan karena belum memiliki pasangan? Sesungguhnya, pada suatu titik dalam hidup, kita semua bisa mengalami kesepian. Misalnya, saat pindah ke tempat tinggal atau lokasi kerja yang baru, kehilangan orang yang dikasihi, atau ketika harus hidup sendiri, jauh dari keluarga. Di tengah keramaian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46554,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1,3],"tags":[],"class_list":["post-47273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-belajar-alkitab","category-umum"],"better_featured_image":{"id":46554,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/body-shaming.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/body-shaming.jpg?fit=600%2C400&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/body-shaming.jpg"},"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/body-shaming.jpg?fit=600%2C400&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1018","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47273"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47273\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}