{"id":47302,"date":"2020-10-10T09:16:12","date_gmt":"2020-10-10T02:16:12","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47302"},"modified":"2020-10-09T16:55:09","modified_gmt":"2020-10-09T09:55:09","slug":"pengajar-gereja-di-papua-tertembak-diduga-anggota-opm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pengajar-gereja-di-papua-tertembak-diduga-anggota-opm\/","title":{"rendered":"Pengajar Gereja di Papua Tertembak, Diduga Anggota OPM"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Seorang katekis atau pengajar Gereja Katolik, Agustinus Duwitau tertembak di bagian bahu kirinya pada Rabu (7\/10). Agustinus diduga ditembak aparat TNI yang sedang berjaga di sekitar Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua. &quot;Kemarin penembakan terhadap Agustinus Duwitau di Intan jaya, pelakunya adalah anggota TNI\/Polri. Oleh karena itu TNI\/Polri jangan mengkambing hitamkan TPNPB-OPM,&quot; kata Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (8\/10). Sebby mengatakan Agustinus sehari-hari mengajar di Gereja Katolik setempat. Ia menduga penembakan terjadi lantaran aparat TNI mengira bahwa korban merupakan anggota OPM. Menurut Sebby, saat peristiwa, Agustinus sedang menenteng senapan angin di sekitar pos pengamanan TNI. &quot;Karena dia waktu dia kabur menjinjing senapan angin. Tentara Indonesia itu pikir mereka anggota OPM,&quot; ujarnya. Sementara itu, Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengakui terjadi penembakan di wilayah Bandara Bilorai. Menurutnya, wilayah bandaran merupakan daerah rawan. Suriastawa mengatakan anggota TNI yang berjaga di sekitar bandara saat itu melihat dua orang mencurigakan yang mengendap-ngendap menuju wilayah bandara. Dua orang itu diduga anggota kelompok OPM. &quot;Diduga kedua orang tersebut merupakan bagian dari kelompok KKB yang sedang persiapan untuk menyerang bandara Bilorai,&quot; kata Suriastawa kepada CNNIndonesia.com. Suriastawa menyebut pihaknya pun langsung mengintai kedua orang tersebut. Anggota TNI memberikan tembakan peringatan setelah melihat kedua orang tersebut membawa senjata angin laras panjang. Mendengar suara tembakan, kata Suriastawa, mereka berdua lari ke dalam hutan. Menurutnya, aparat semakin curiga sehingga seorang sniper menembak ke arah mereka berdua. &quot;Ditembak, dibidik lah. Sehingga kena lah, dengan kena ini sebenarnya (ada) dua orang. Harapannya, yang tidak kena ini segera turun diajak berobat. Ternyata dia melarikan diri,&quot; ujarnya. Suriastawa mengaku menerima informasi bahwa salah seorang korban telah dibawa ke rumah sakit. Meski demikian, ia mengklaim tidak mengetahui identitas korban yang ditembak oleh TNI di wilayah bandara tersebut. &quot;Apakah itu (Agustinus Duwitau), kami enggak tahu. Ini kejadiannya yang jelas dua orang melarikan diri, apakah orang itu salah satu yang kena atau ini kejadian lain kita tidak tahu,&quot; katanya. Suriastawa pun mempertanyakan alasan kedua korban yang melintasi wilayah Bandara dengan menenteng senjata. Ia menyebut wilayah tersebut kini sudah menjadi daerah rawan penyerangan KKB. Oleh karena itu, kata dia, kecurigaan anggota di lapangan memiliki dasar yang kuat. (mjo\/fra\/CNN)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Seorang katekis atau pengajar <strong>Gereja Katolik<\/strong>, Agustinus Duwitau tertembak di bagian bahu kirinya pada Rabu (7\/10). Agustinus diduga ditembak aparat TNI yang sedang berjaga di sekitar Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, <strong>Papua<\/strong>.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\">\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kemarin penembakan terhadap Agustinus Duwitau di Intan jaya, pelakunya adalah anggota TNI\/Polri. Oleh karena itu TNI\/Polri jangan mengkambing hitamkan TPNPB-OPM,&#8221; kata Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom saat dihubungi <em>CNNIndonesia.com<\/em>, Kamis (8\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebby mengatakan Agustinus sehari-hari mengajar di Gereja Katolik setempat. Ia menduga penembakan terjadi lantaran aparat TNI mengira bahwa korban merupakan anggota OPM.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Sebby, saat peristiwa, Agustinus sedang menenteng senapan angin di sekitar pos pengamanan TNI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Karena dia waktu dia kabur menjinjing senapan angin. Tentara Indonesia itu pikir mereka anggota OPM,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengakui terjadi penembakan di wilayah Bandara Bilorai. Menurutnya, wilayah bandaran merupakan daerah rawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suriastawa mengatakan anggota TNI yang berjaga di sekitar bandara saat itu melihat dua orang mencurigakan yang mengendap-ngendap menuju wilayah bandara. Dua orang itu diduga anggota kelompok OPM.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Diduga kedua orang tersebut merupakan bagian dari kelompok KKB yang sedang persiapan untuk menyerang bandara Bilorai,&#8221; kata Suriastawa kepada <em>CNNIndonesia.com<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suriastawa menyebut pihaknya pun langsung mengintai kedua orang tersebut. Anggota TNI memberikan tembakan peringatan setelah melihat kedua orang tersebut membawa senjata angin laras panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendengar suara tembakan, kata Suriastawa, mereka berdua lari ke dalam hutan. Menurutnya, aparat semakin curiga sehingga seorang sniper menembak ke arah mereka berdua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ditembak, dibidik lah. Sehingga kena lah, dengan kena ini sebenarnya (ada) dua orang. Harapannya, yang tidak kena ini segera turun diajak berobat. Ternyata dia melarikan diri,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suriastawa mengaku menerima informasi bahwa salah seorang korban telah dibawa ke rumah sakit. Meski demikian, ia mengklaim tidak mengetahui identitas korban yang ditembak oleh TNI di wilayah bandara tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apakah itu (Agustinus Duwitau), kami enggak tahu. Ini kejadiannya yang jelas dua orang melarikan diri, apakah orang itu salah satu yang kena atau ini kejadian lain kita tidak tahu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suriastawa pun mempertanyakan alasan kedua korban yang melintasi wilayah Bandara dengan menenteng senjata. Ia menyebut wilayah tersebut kini sudah menjadi daerah rawan penyerangan KKB. Oleh karena itu, kata dia, kecurigaan anggota di lapangan memiliki dasar yang kuat. <b>(mjo\/fra\/CNN)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Seorang katekis atau pengajar Gereja Katolik, Agustinus Duwitau tertembak di bagian bahu kirinya pada Rabu (7\/10). Agustinus diduga ditembak aparat TNI yang sedang berjaga di sekitar Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua. &#8220;Kemarin penembakan terhadap Agustinus Duwitau di Intan jaya, pelakunya adalah anggota TNI\/Polri. Oleh karena itu TNI\/Polri jangan mengkambing hitamkan TPNPB-OPM,&#8221; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47303,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-47302","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":47303,"alt_text":"","caption":"","description":"eee0be8801cf6268a2db2dfa5495cfdb","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/pengajar-gereja-di-papua-tertembak-diduga-anggota-opm_5f801c4befbf0.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/pengajar-gereja-di-papua-tertembak-diduga-anggota-opm_5f801c4befbf0.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/pengajar-gereja-di-papua-tertembak-diduga-anggota-opm_5f801c4befbf0.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/pengajar-gereja-di-papua-tertembak-diduga-anggota-opm_5f801c4befbf0.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"966","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47302"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47302\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}