{"id":47318,"date":"2020-10-12T19:45:37","date_gmt":"2020-10-12T12:45:37","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47318"},"modified":"2020-10-09T16:26:03","modified_gmt":"2020-10-09T09:26:03","slug":"hagia-sophia-jadi-masjid-sinyal-intoleransi-meningkat-di-turki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/hagia-sophia-jadi-masjid-sinyal-intoleransi-meningkat-di-turki\/","title":{"rendered":"Hagia Sophia Jadi Masjid, Sinyal Intoleransi Meningkat di Turki"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Uskup Gereja Ortodoks Yunani, Elpidophoros mengatakan keputusan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid menunjukkan dirinya bermental penakluk dan murni untuk kepentingan politik. Perubahan status Hagia Sophia juga menjadi sinyal intoleransi bagi seluruh minoritas di Turki. &quot;Ketika negara mendorong mental penakluk, mengatakan ini hak saya menaklukkan Hagia Sophia menjadi masjid. Hal ini memberi sinyal yang salah kepada seluruh minoritas,&quot; kata Elpidophoros dalam wawancara khusus dengan Al Arabiya English, 19 Juli 2020. Elpidophoros, warga negara Turki dan tumbuh besar di Istanbul mengatakan tren jangka panjang Presiden Erogan adalah menekankan pada masa Ottoman. Di Turki, Elidophoros menjelaskan, umat Kristen di Turki tidak lagi memiliki kesamaan kesempatan maupun hak istimewa seperti halnya umat Muslim. &quot;Umat Kristen masih berjuang menghadapi prasangka dari masa lalu..membawa kembali hari-hari penaklukan yang tidak konstruktif\u00a0dengan dunia modern,&quot; ujarnya. Menurut laporan BBC, populasi Kristen seabad lalu lebih dari 20 persen dari total populasi Turki. Sekarang, populasi Kristen hanya 0.2 persen. Sejumlah ilmuwan telah memperingatkan bahwa Hagia Sophia merupakan bagian dari tren meluas di mana minoritas Kristen Turki menghadapi represi yang meningkat. Henry Barkey, seorang profesor di Universitas Yale mengatakan, Hagia Sophia merupakan lambang sangat penting bagi seluruh umat Kristen Ortodoks, dan arsitekturnya dan karya seninya terkenal di dunia. &quot;Ini pandangan saya bahwa Hagia Sophia harus tetap sebagai museum. Dari pandangan Erdogan, ini simbol yang akan memenangkan banyak suara baginya,&quot; ujar Nelson. Menurut Nelson, warisan Kristen Bizantium\u00a0secara sistematis ditekan. Tiga gereja Kristen terkenal lainnya di Turki sudah diubah menjadi masjid beberapa tahun terakhir, yakni Katedral Hagia Sophia di Iznik, gereja Hagia Sopgia di Trabzon, dan Gereja Kora di Istanbul. Presiden Erdogan\u00a0yang mendapat banyak kritik dari masyarakat internasional termasuk UNESCO atas perubahan status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid menyatakan hal itu merupakan urusan dalam negeri. (tempo)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Uskup Gereja Ortodoks Yunani, Elpidophoros mengatakan keputusan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid menunjukkan dirinya bermental penakluk dan murni untuk kepentingan politik.<\/p>\n<div id=\"isi\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan status Hagia Sophia juga menjadi sinyal intoleransi bagi seluruh minoritas di Turki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ketika negara mendorong mental penakluk, mengatakan ini hak saya menaklukkan Hagia Sophia menjadi masjid. Hal ini memberi sinyal yang salah kepada seluruh minoritas,&#8221; kata Elpidophoros dalam wawancara khusus dengan Al Arabiya English, 19 Juli 2020.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elpidophoros, warga negara Turki dan tumbuh besar di Istanbul mengatakan tren jangka panjang Presiden Erogan adalah menekankan pada masa Ottoman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Turki, Elidophoros menjelaskan, umat Kristen di Turki tidak lagi memiliki kesamaan kesempatan maupun hak istimewa seperti halnya umat Muslim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Umat Kristen masih berjuang menghadapi prasangka dari masa lalu..membawa kembali hari-hari penaklukan yang tidak konstruktif\u00a0dengan dunia modern,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut laporan BBC, populasi Kristen seabad lalu lebih dari 20 persen dari total populasi Turki. Sekarang, populasi Kristen hanya 0.2 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah ilmuwan telah memperingatkan bahwa Hagia Sophia merupakan bagian dari tren meluas di mana minoritas Kristen Turki menghadapi represi yang meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Henry Barkey, seorang profesor di Universitas Yale mengatakan, Hagia Sophia merupakan lambang sangat penting bagi seluruh umat Kristen Ortodoks, dan arsitekturnya dan karya seninya terkenal di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini pandangan saya bahwa Hagia Sophia harus tetap sebagai museum. Dari pandangan Erdogan, ini simbol yang akan memenangkan banyak suara baginya,&#8221; ujar Nelson.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Nelson, warisan Kristen Bizantium\u00a0secara sistematis ditekan. Tiga gereja Kristen terkenal lainnya di Turki sudah diubah menjadi masjid beberapa tahun terakhir, yakni Katedral Hagia Sophia di Iznik, gereja Hagia Sopgia di Trabzon, dan Gereja Kora di Istanbul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden Erdogan\u00a0yang mendapat banyak kritik dari masyarakat internasional termasuk UNESCO atas perubahan status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid menyatakan hal itu merupakan urusan dalam negeri. (tempo)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Uskup Gereja Ortodoks Yunani, Elpidophoros mengatakan keputusan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid menunjukkan dirinya bermental penakluk dan murni untuk kepentingan politik. Perubahan status Hagia Sophia juga menjadi sinyal intoleransi bagi seluruh minoritas di Turki. &#8220;Ketika negara mendorong mental penakluk, mengatakan ini hak saya menaklukkan Hagia Sophia menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47319,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[178],"class_list":["post-47318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","tag-intoleransi"],"better_featured_image":{"id":47319,"alt_text":"","caption":"","description":"f1cc6c3d986ee3d4744a43d1d6516037","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/hagia-sophia-jadi-masjid-sinyal-intoleransi-meningkat-di-turki_5f80232fc9778.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/hagia-sophia-jadi-masjid-sinyal-intoleransi-meningkat-di-turki_5f80232fc9778.jpeg?fit=720%2C405&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/hagia-sophia-jadi-masjid-sinyal-intoleransi-meningkat-di-turki_5f80232fc9778.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/hagia-sophia-jadi-masjid-sinyal-intoleransi-meningkat-di-turki_5f80232fc9778.jpeg?fit=720%2C405&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1100","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47318"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47318\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}