{"id":47335,"date":"2020-08-18T09:17:00","date_gmt":"2020-08-18T02:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47335"},"modified":"2020-10-17T23:12:54","modified_gmt":"2020-10-17T16:12:54","slug":"sekelompok-orang-ganggu-ibadah-jemaat-hkbp-serang-ketum-pkpi-memalukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sekelompok-orang-ganggu-ibadah-jemaat-hkbp-serang-ketum-pkpi-memalukan\/","title":{"rendered":"Sekelompok Orang Ganggu Ibadah Jemaat HKBP Serang, Ketum PKPI: Memalukan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Aksi intoleransi kembali terjadi setelah sekelompok massa mengganggu jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Serang Baru (KSB) yang tengah beribadah. Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono menilai tindakan tersebut sangat memalukan. Diaz melihat aksi intoleransi yang terus berulang tersebut telah menjadi preseden buruk bagi kehidupan berdemokrasi di Indonesia. &quot;Satu kata, memalukan. Mayoritas, minoritas adanya hanya di statistik, saat sensus. Tapi dalam hal kebebasan beragama, semua sama,&quot; kata Diaz kepada wartawan, Kamis (17\/9\/2020). Selain mengganggu jemaat yang tengah beribadah, sekelompok massa tersebut juga tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19. &quot;Umat Kristen yang sedang beribadah dengan protokol kesehatan secara online, sementara sang penganggu sibuk berkerumun dan sebagian tanpa masker,&quot; ujar Staf Khusus Presiden itu. Sebelumnya, sempat beredar sebuah video yang menunjukkan adanya sekelompok orang mendatangi sebuah rumah yang di dalamnya terdapat jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Serang Baru (KSB). Rumah itu terletak di Perumahan Kota Serang Baru (KSB), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam video memperlihatkan sekelompok massa menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, salah satunya lagu Indonesia Raya. Seorang pria tampak memancing massa untuk mengganggu para jemaat dengan mengajak menyanyi lagu Maju Tak Gentar. Padahal di dalam rumah tersebut sedang terdapat pendeta dan beberapa jemaat yang tengah beribadah secara daring. &quot;Pak, stop, Pak, hei!,&quot; ujar seorang pria. Pendeta dan jemaat tampak tidak menghentikan proses ibadahnya, malah suaranya semakin terdengar hingga ke telinga massa. Massa pun kembali mengganggunya dengan menyalakan speaker. &quot;Persekusi ibadah kembali lagi. Saudara-saudara kami Nasrani yang sedang melakukan ibadah kembali mendapat perlakuan kesewenang-wenangan,&quot; tulis pemilik akun Twitter @daunsirih5 pada Minggu (13\/9\/2020). (suara)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Aksi intoleransi kembali terjadi setelah sekelompok massa mengganggu jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Serang Baru (KSB) yang tengah beribadah.<\/p>\n<div id=\"\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono menilai tindakan tersebut sangat memalukan.<\/p>\n<p>Diaz melihat aksi intoleransi yang terus berulang tersebut telah menjadi preseden buruk bagi kehidupan berdemokrasi di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Satu kata, memalukan. Mayoritas, minoritas adanya hanya di statistik, saat sensus. Tapi dalam hal kebebasan beragama, semua sama,&#8221; kata Diaz kepada wartawan, Kamis (17\/9\/2020).<\/p>\n<p>Selain mengganggu jemaat yang tengah beribadah, sekelompok massa tersebut juga tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19.<\/p>\n<p>&#8220;Umat Kristen yang sedang beribadah dengan protokol kesehatan secara online, sementara sang penganggu sibuk berkerumun dan sebagian tanpa masker,&#8221; ujar Staf Khusus Presiden itu.<\/p>\n<p>Sebelumnya, sempat beredar sebuah video yang menunjukkan adanya sekelompok orang mendatangi sebuah rumah yang di dalamnya terdapat jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Serang Baru (KSB). Rumah itu terletak di Perumahan Kota Serang Baru (KSB), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Dalam video memperlihatkan sekelompok massa menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, salah satunya lagu Indonesia Raya. Seorang pria tampak memancing massa untuk mengganggu para jemaat dengan mengajak menyanyi lagu Maju Tak Gentar.<\/p>\n<p>Padahal di dalam rumah tersebut sedang terdapat pendeta dan beberapa jemaat yang tengah beribadah secara daring.<\/p>\n<p>&#8220;Pak, stop, Pak, hei!,&#8221; ujar seorang pria.<\/p>\n<p>Pendeta dan jemaat tampak tidak menghentikan proses ibadahnya, malah suaranya semakin terdengar hingga ke telinga massa. Massa pun kembali mengganggunya dengan menyalakan speaker.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Persekusi ibadah kembali lagi. Saudara-saudara kami Nasrani yang sedang melakukan ibadah kembali mendapat perlakuan kesewenang-wenangan,&#8221; tulis pemilik akun Twitter @daunsirih5 pada Minggu (13\/9\/2020). (suara)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Aksi intoleransi kembali terjadi setelah sekelompok massa mengganggu jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Serang Baru (KSB) yang tengah beribadah. Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono menilai tindakan tersebut sangat memalukan. Diaz melihat aksi intoleransi yang terus berulang tersebut telah menjadi preseden buruk bagi kehidupan berdemokrasi di Indonesia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47336,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14,3],"tags":[178],"class_list":["post-47335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebangsaan","category-umum","tag-intoleransi"],"better_featured_image":{"id":47336,"alt_text":"","caption":"","description":"7e20b55a9649df24e96f1a05bfbb7c77","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/sekelompok-orang-ganggu-ibadah-jemaat-hkbp-serang-ketum-pkpi-memalukan_5f8070ecd94ac.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/sekelompok-orang-ganggu-ibadah-jemaat-hkbp-serang-ketum-pkpi-memalukan_5f8070ecd94ac.jpeg?fit=653%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/sekelompok-orang-ganggu-ibadah-jemaat-hkbp-serang-ketum-pkpi-memalukan_5f8070ecd94ac.jpeg"},"categories_detail":[{"id":14,"name":"Kebangsaan","description":"","slug":"kebangsaan","count":107,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/sekelompok-orang-ganggu-ibadah-jemaat-hkbp-serang-ketum-pkpi-memalukan_5f8070ecd94ac.jpeg?fit=653%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1430","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47335"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47335\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}