{"id":47427,"date":"2020-10-13T09:41:33","date_gmt":"2020-10-13T02:41:33","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47427"},"modified":"2020-10-12T23:26:52","modified_gmt":"2020-10-12T16:26:52","slug":"kuasa-hukum-terima-21-laporan-pencabulan-di-gereja-herkulanus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/kuasa-hukum-terima-21-laporan-pencabulan-di-gereja-herkulanus\/","title":{"rendered":"Kuasa Hukum Terima 21 Laporan Pencabulan di Gereja Herkulanus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Kuasa hukum dari para korban pencabulan di Gereja Katolik Santo Herkulanus, Depok, Jawa Barat, Azas Tigor Nainggolan menyampaikan perkembangan penyidikan kasus ini. Menurut dia, perkara yang ditangani oleh Kepolisian Resor Metro Depok masih berdasarkan laporan dari 2 korban dan 5 saksi. &quot;Laporan dilakukan oleh dua orang korban dan orang tua korban pada 24 Juni 2020 lalu,&quot; ujar Tigor dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Juli 2020. Meski begitu, Tigor menuturkan laporan korban yang diterima oleh pihaknya jauh lebih banyak daripada yang didapat\u00a0polisi. &quot;Korban dari kasus ini sendiri ada 21 orang yang sudah melapor kepada kami,&quot;. Untuk mendapatkan lebih banyak informasi dalam kasus ini, Tigor mengatakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM beserta pengurus Gereja Herkulanus sudah membuka pos pengaduan. Pos ini dibuat atas respon pengaduan orang tua korban yang datang ke Komnas HAM pada Jumat 26 Juni 2020. Seperti dikutip dari laporan Majalah Tempo edisi 20 Juni 2020, aksi pencabulan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak putra altar ini diduga dilakukan oleh Ketua Seksi Liturgi Paroki Herkulanus, Syahril Parlindungan. Dalam surat pernyataan yang ditulisnya 6 Juni 2020, Syahril mencatat ada sebanyak 13 korban lengkap dengan rincian perbuatan dan lokasi kejadian. Surat tersebut dibuat setelah anggota perwakilan umat Paroki Santo Herkulanus beserta Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia bertemu dengan Syahril. Pertemuan tersebut\u00a0untuk mengklarifikasi dugaan kejahatan yang dilakukan oleh pria berumur 42 tahun itu terhadap para misdinar (anak-anak yang melayani pastor dalam misa). Setelah didesak dalam pertemuan itu, Syahril akhirnya mengakui perbuatannya dan menulis surat. Anggota Kepolisian Resor Metro Depok menangkap Syahril Parlindungan pada Ahad, 14 Juni 2020 di rumahnya di Jalan Bungur, Depok. Syahril dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar. (tempo)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Kuasa hukum dari para korban pencabulan di Gereja Katolik Santo Herkulanus, Depok, Jawa Barat, Azas Tigor Nainggolan menyampaikan perkembangan penyidikan kasus ini. Menurut dia, perkara yang ditangani oleh Kepolisian Resor Metro Depok masih berdasarkan laporan dari 2 korban dan 5 saksi.<\/p>\n<div id=\"isi\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>&#8220;Laporan dilakukan oleh dua orang korban dan orang tua korban pada 24 Juni 2020 lalu,&#8221; ujar Tigor dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Juli 2020.<\/p>\n<p>Meski begitu, Tigor menuturkan laporan korban yang diterima oleh pihaknya jauh lebih banyak daripada yang didapat\u00a0polisi. &#8220;Korban dari kasus ini sendiri ada 21 orang yang sudah melapor kepada kami,&#8221;.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan lebih banyak informasi dalam kasus ini, Tigor mengatakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM beserta pengurus Gereja Herkulanus sudah membuka pos pengaduan. Pos ini dibuat atas respon pengaduan orang tua korban yang datang ke Komnas HAM pada Jumat 26 Juni 2020.<\/p>\n<p>Seperti dikutip dari laporan Majalah Tempo edisi 20 Juni 2020, aksi pencabulan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak putra altar ini diduga dilakukan oleh Ketua Seksi Liturgi Paroki Herkulanus, Syahril Parlindungan. Dalam surat pernyataan yang ditulisnya 6 Juni 2020, Syahril mencatat ada sebanyak 13 korban lengkap dengan rincian perbuatan dan lokasi kejadian.<\/p>\n<p>Surat tersebut dibuat setelah anggota perwakilan umat Paroki Santo Herkulanus beserta Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia bertemu dengan Syahril. Pertemuan tersebut\u00a0untuk mengklarifikasi dugaan kejahatan yang dilakukan oleh pria berumur 42 tahun itu terhadap para misdinar (anak-anak yang melayani pastor dalam misa).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah didesak dalam pertemuan itu, Syahril akhirnya mengakui perbuatannya dan menulis surat. Anggota Kepolisian Resor Metro Depok menangkap Syahril Parlindungan pada Ahad, 14 Juni 2020 di rumahnya di Jalan Bungur, Depok. Syahril dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar. (tempo)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Kuasa hukum dari para korban pencabulan di Gereja Katolik Santo Herkulanus, Depok, Jawa Barat, Azas Tigor Nainggolan menyampaikan perkembangan penyidikan kasus ini. Menurut dia, perkara yang ditangani oleh Kepolisian Resor Metro Depok masih berdasarkan laporan dari 2 korban dan 5 saksi. &#8220;Laporan dilakukan oleh dua orang korban dan orang tua korban pada 24 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47428,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-47427","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":47428,"alt_text":"","caption":"","description":"f3f2bcec8e7d68e12ee72e62a554c5ef","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/kuasa-hukum-terima-21-laporan-pencabulan-di-gereja-herkulanus_5f8084ac3da13.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/kuasa-hukum-terima-21-laporan-pencabulan-di-gereja-herkulanus_5f8084ac3da13.jpeg?fit=720%2C405&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/kuasa-hukum-terima-21-laporan-pencabulan-di-gereja-herkulanus_5f8084ac3da13.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/kuasa-hukum-terima-21-laporan-pencabulan-di-gereja-herkulanus_5f8084ac3da13.jpeg?fit=720%2C405&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1053","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47427"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47427\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47428"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47427"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47427"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}