{"id":47430,"date":"2020-10-15T09:41:57","date_gmt":"2020-10-15T02:41:57","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47430"},"modified":"2020-10-14T07:35:22","modified_gmt":"2020-10-14T00:35:22","slug":"jadi-perdebatan-ini-sejarah-singkat-hagia-sophia-di-turki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/jadi-perdebatan-ini-sejarah-singkat-hagia-sophia-di-turki\/","title":{"rendered":"Jadi Perdebatan, Ini Sejarah Singkat Hagia Sophia di Turki"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Gedung Hagia Sophia di Turki sedang menjadi perdebatan. Pemerintah Rusia meminta Turki untuk menimbang kembali rencana mereka mengubah situs budaya UNESCO, Museum Hagia\u00a0Sophia, menjadi masjid. Permintaan Pemerintah Rusia itu menyusul pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan\u00a0yang ingin mengusulkan mengubah fungis Hagia\u00a0Sophia dari museum menjadi masjid atau yang ia sebut sebagai \\'pemulihan fungsi\\'. Nasib Hagia Sophia akan diputuskan bulan ini. Hagia Sophia adalah sebuah gedung kuno bersejarah yang sangat indah dan besar, yang terletak di Kota Istanbul, Turki. Hagia Sophia dibangun pada abad keenam pada kekaisaran Kristen Byzantine dan Muslim Ottoman Situs theculturetrip.com mewartakan usia Hagia Sophia diperkirakan sudah lebih dari 1.478 tahun. Berdasarkan sejarah, gedung itu selamat ratusan kali dari musibah bencana alam. Ukuran gedung, usia, kemegahan, arsitektur dan atmosfir keajaibannya benar-benar membuat Hagia Sophia sebuah tempat unik di dunia. Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki. TEMPO | Astari P. Sarosa Pembangunan Hagia Sophia dilakukan dalam tiga tahap. Gedung ini awalnya dibangun pada 360 AD, yang terdiri dari atap kayu. Awalnya, Hagia Sophia adalah sebuah gereja, namun dibakar dalam sebuah kerusuhan pada 404. Di bawah kepemimpinan Theodosius II, Hagia Sophia dibangun lagi menjadi sebuah gereja kuno yang sangat besar (basilica) pada 415. Akan tetapi, gedung ini kembali dibakar dalam pemberontakan Nika melawan Justinian pada 523. Sekitar 45 hari setelah pemberontakan meletup, Justinian membangun lagi\u00a0Hagia Sophia. Dia lalu membuka gedung itu untuk umum pada 537. Setelah menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1.453, Sultan Ottoman yakni Mehmed II segera ke Hagia Sophia dan memerintahkan agar gedung itu diubah menjadi sebuah masjid. Museum Hagia Sophia atau Ayasofya. atozistanbul.com Selama berabad-abad, arsitek Sinan ditunjuk untuk membuat sejumlah pemugaran dan menambahkan elemen Islam pada gedung itu. Dalam proses pemugaran beberapa kali itu, ditambahkan menara, mihrab dan dibuat menghadap ke arah kiblat di Mekah, 10 derajat selatan poros utara gedung. Selama periode Ottoman, bagian sisi timur gedung ditambah. Seiring berjalannya waktu, Hagia Sophia telah menjadi sebuah komplek yang terdiri dari makam, air mancur, perpustakaan dan fasilitas lain. Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama 916 tahun dan 481 tahun sebagai masjid. Pada 1934 atas perintah Mustafa Kemal Ataturk dan keputusan Dewan Menteri, gedung itu diubah dari masjid menjadi sebuah museum. Semenjak itu pula, Hagia Sophia dibuka untuk wisatawan. Sekarang di bawah pemerintah Presiden Erdogan, Hagia Sophia diusulkan agar fungsinya dikembalikan menjadi masjid. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan Pemerintah Yunani mendesak Turki agar mempertahankan gedung itu sebagai museum. (tempo)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Gedung Hagia Sophia di Turki sedang menjadi perdebatan. Pemerintah Rusia meminta Turki untuk menimbang kembali rencana mereka mengubah situs budaya UNESCO, Museum Hagia\u00a0Sophia, menjadi masjid.<\/p>\n<div id=\"isi\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Permintaan Pemerintah Rusia itu menyusul pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan\u00a0yang ingin mengusulkan mengubah fungis Hagia\u00a0Sophia dari museum menjadi masjid atau yang ia sebut sebagai &#8216;pemulihan fungsi&#8217;. Nasib Hagia Sophia akan diputuskan bulan ini.<\/p>\n<p>Hagia Sophia adalah sebuah gedung kuno bersejarah yang sangat indah dan besar, yang terletak di Kota Istanbul, Turki. Hagia Sophia dibangun pada abad keenam pada kekaisaran Kristen Byzantine dan Muslim Ottoman<\/p>\n<p>Situs theculturetrip.com mewartakan usia Hagia Sophia diperkirakan sudah lebih dari 1.478 tahun. Berdasarkan sejarah, gedung itu selamat ratusan kali dari musibah bencana alam. Ukuran gedung, usia, kemegahan, arsitektur dan atmosfir keajaibannya benar-benar membuat Hagia Sophia sebuah tempat unik di dunia.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.tmpo.co\/data\/2019\/01\/10\/id_810565\/810565_720.jpg?ssl=1\"  \/><small>Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki. TEMPO | Astari P. Sarosa<\/small><\/p>\n<p>Pembangunan Hagia Sophia dilakukan dalam tiga tahap. Gedung ini awalnya dibangun pada 360 AD, yang terdiri dari atap kayu. Awalnya, Hagia Sophia adalah sebuah gereja, namun dibakar dalam sebuah kerusuhan pada 404.<\/p>\n<p>Di bawah kepemimpinan Theodosius II, Hagia Sophia dibangun lagi menjadi sebuah gereja kuno yang sangat besar (basilica) pada 415. Akan tetapi, gedung ini kembali dibakar dalam pemberontakan Nika melawan Justinian pada 523.<\/p>\n<p>Sekitar 45 hari setelah pemberontakan meletup, Justinian membangun lagi\u00a0Hagia Sophia. Dia lalu membuka gedung itu untuk umum pada 537.<\/p>\n<p>Setelah menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1.453, Sultan Ottoman yakni Mehmed II segera ke Hagia Sophia dan memerintahkan agar gedung itu diubah menjadi sebuah masjid.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.tmpo.co\/data\/2016\/07\/05\/id_520794\/520794_650.jpg?ssl=1\"  \/><small>Museum Hagia Sophia atau Ayasofya. atozistanbul.com<\/small><\/p>\n<p>Selama berabad-abad, arsitek Sinan ditunjuk untuk membuat sejumlah pemugaran dan menambahkan elemen Islam pada gedung itu. Dalam proses pemugaran beberapa kali itu, ditambahkan menara, mihrab dan dibuat menghadap ke arah kiblat di Mekah, 10 derajat selatan poros utara gedung.<\/p>\n<p>Selama periode Ottoman, bagian sisi timur gedung ditambah. Seiring berjalannya waktu, Hagia Sophia telah menjadi sebuah komplek yang terdiri dari makam, air mancur, perpustakaan dan fasilitas lain.<\/p>\n<p>Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama 916 tahun dan 481 tahun sebagai masjid. Pada 1934 atas perintah Mustafa Kemal Ataturk dan keputusan Dewan Menteri, gedung itu diubah dari masjid menjadi sebuah museum. Semenjak itu pula, Hagia Sophia dibuka untuk wisatawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang di bawah pemerintah Presiden Erdogan, Hagia Sophia diusulkan agar fungsinya dikembalikan menjadi masjid. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan Pemerintah Yunani mendesak Turki agar mempertahankan gedung itu sebagai museum. (tempo)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Gedung Hagia Sophia di Turki sedang menjadi perdebatan. Pemerintah Rusia meminta Turki untuk menimbang kembali rencana mereka mengubah situs budaya UNESCO, Museum Hagia\u00a0Sophia, menjadi masjid. Permintaan Pemerintah Rusia itu menyusul pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan\u00a0yang ingin mengusulkan mengubah fungis Hagia\u00a0Sophia dari museum menjadi masjid atau yang ia sebut sebagai &#8216;pemulihan fungsi&#8217;. Nasib [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47431,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[5,22],"tags":[],"class_list":["post-47430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-internasional"],"better_featured_image":{"id":47431,"alt_text":"","caption":"","description":"bf78481f2b33d4cbe3db802f58bc7cf2","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/jadi-perdebatan-ini-sejarah-singkat-hagia-sophia-di-turki_5f8084c418022.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/jadi-perdebatan-ini-sejarah-singkat-hagia-sophia-di-turki_5f8084c418022.jpeg?fit=620%2C355&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/jadi-perdebatan-ini-sejarah-singkat-hagia-sophia-di-turki_5f8084c418022.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/jadi-perdebatan-ini-sejarah-singkat-hagia-sophia-di-turki_5f8084c418022.jpeg?fit=620%2C355&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1153","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47430"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47430\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}