{"id":47469,"date":"2020-04-29T10:47:05","date_gmt":"2020-04-29T03:47:05","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47469"},"modified":"2020-10-12T22:32:48","modified_gmt":"2020-10-12T15:32:48","slug":"korea-selatan-longgarkan-aturan-aktivitas-keagamaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/korea-selatan-longgarkan-aturan-aktivitas-keagamaan\/","title":{"rendered":"Korea Selatan Longgarkan Aturan Aktivitas Keagamaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sebagian besar gereja-gereja di penjuru Korea Selatan pada Minggu, 26 April 2020, mulai dibuka kembali. Kendati begitu, para jemaat tetap diminta untuk menjaga jarak dan memakai masker. Pembukaan gereja-gereja itu dilakukan setelah Pemerintah Korea Selatan melonggarkan aturan penyelenggara\u00a0acara keagamaan, yang biasanya dihadiri orang banyak. Sebelumnya kegiatan keagamaan dilarang demi menghentikan penyebaran virus corona. Anggota staf medis menggunakan swab untuk mengambil sampel dari pengunjung di pusat pengujian &#039;drive-thru&#039; untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Petugas yang mengambil sampel dilengkapi dengan pakaian Alat Pelindung Diri. REUTERS\/Kim Kyung-Hoon Dikutip dari asiaone.com, Gereja Onnuri, salah satu gereja terbesar di Seoul, Korea Selatan, meminta para jemaatnya untuk mendaftar secara online sebelum ibadah dilakukan. Para jemaat juga diminta duduk di kursi yang sudah diatur demi menjaga jarak aman. Sumber di gereja mengatakan jumlah jemaat yang hadir pun dibatasi menjadi sekitar 700 orang. Padahal kapasitas gereja 3 ribu orang. \u201cSaya tidak takut. Saya yakin gereja akan menerapkan prinsip-prinsip keamanan dan melanjutkan ibadah,\u201d kata Kang Hye-mi, 29 tahun, jemaat yang hendak beribadah ke gereja katedral Myeongdong di Seoul. Sebelumnya pada Minggu, 26 April 2020 lalu, Korea Selatan memperpanjang aturan social distancing sampai 5 Mei 2020. Namun acara keagamaan dan fasilitas olahraga yang sebelumnya diperketat, sekarang sudah dilonggarkan aturannya. Gereja Yesus Shincheonji di Korea Seltan diduga telah menjadi pusat penyebaran wabah virus corona. Separuh dari total jumlah kasus infeksi virus corona di seluruh Korea Selatan terkait dengan anggota jemaat Shincheonji. (tempo)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Sebagian besar gereja-gereja di penjuru Korea Selatan pada Minggu, 26 April 2020, mulai dibuka kembali. Kendati begitu, para jemaat tetap diminta untuk menjaga jarak dan memakai masker.<\/p>\n<div id=\"isi\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembukaan gereja-gereja itu dilakukan setelah Pemerintah Korea Selatan melonggarkan aturan penyelenggara\u00a0acara keagamaan, yang biasanya dihadiri orang banyak. Sebelumnya kegiatan keagamaan dilarang demi menghentikan penyebaran virus corona.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/cdn.tmpo.co\/data\/2020\/03\/05\/id_920375\/920375_720.jpg?ssl=1\"  \/><small>Anggota staf medis menggunakan swab untuk mengambil sampel dari pengunjung di pusat pengujian &#8216;drive-thru&#8217; untuk penyakit virus corona COVID-19 di Pusat Medis Universitas Yeungnam di Daegu, Korea Selatan, Selasa, 3 Maret 2020. Petugas yang mengambil sampel dilengkapi dengan pakaian Alat Pelindung Diri. REUTERS\/Kim Kyung-Hoon<\/small><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikutip dari asiaone.com, Gereja Onnuri, salah satu gereja terbesar di Seoul, Korea Selatan, meminta para jemaatnya untuk mendaftar secara online sebelum ibadah dilakukan. Para jemaat juga diminta duduk di kursi yang sudah diatur demi menjaga jarak aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber di gereja mengatakan jumlah jemaat yang hadir pun dibatasi menjadi sekitar 700 orang. Padahal kapasitas gereja 3 ribu orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya tidak takut. Saya yakin gereja akan menerapkan prinsip-prinsip keamanan dan melanjutkan ibadah,\u201d kata Kang Hye-mi, 29 tahun, jemaat yang hendak beribadah ke gereja katedral Myeongdong di Seoul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya pada Minggu, 26 April 2020 lalu, Korea Selatan memperpanjang aturan social distancing sampai 5 Mei 2020. Namun acara keagamaan dan fasilitas olahraga yang sebelumnya diperketat, sekarang sudah dilonggarkan aturannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gereja Yesus Shincheonji di Korea Seltan diduga telah menjadi pusat penyebaran wabah virus corona. Separuh dari total jumlah kasus infeksi virus corona di seluruh Korea Selatan terkait dengan anggota jemaat Shincheonji. (tempo)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sebagian besar gereja-gereja di penjuru Korea Selatan pada Minggu, 26 April 2020, mulai dibuka kembali. Kendati begitu, para jemaat tetap diminta untuk menjaga jarak dan memakai masker. Pembukaan gereja-gereja itu dilakukan setelah Pemerintah Korea Selatan melonggarkan aturan penyelenggara\u00a0acara keagamaan, yang biasanya dihadiri orang banyak. Sebelumnya kegiatan keagamaan dilarang demi menghentikan penyebaran virus corona. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47470,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22,3],"tags":[194],"class_list":["post-47469","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","category-umum","tag-covid-19"],"better_featured_image":{"id":47470,"alt_text":"","caption":"","description":"8478e970b365587e649f8e31592cb841","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/korea-selatan-longgarkan-aturan-aktivitas-keagamaan_5f8085f840ffe.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/korea-selatan-longgarkan-aturan-aktivitas-keagamaan_5f8085f840ffe.jpeg?fit=720%2C480&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/korea-selatan-longgarkan-aturan-aktivitas-keagamaan_5f8085f840ffe.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/korea-selatan-longgarkan-aturan-aktivitas-keagamaan_5f8085f840ffe.jpeg?fit=720%2C480&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"993","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47469","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47469"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47469\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47470"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}