{"id":47574,"date":"2020-10-13T10:34:07","date_gmt":"2020-10-13T03:34:07","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47574"},"modified":"2020-10-12T23:27:28","modified_gmt":"2020-10-12T16:27:28","slug":"belasan-orang-tua-kawal-sidang-kasus-kekerasan-seksual-di-gereja-depok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/belasan-orang-tua-kawal-sidang-kasus-kekerasan-seksual-di-gereja-depok\/","title":{"rendered":"Belasan Orang Tua Kawal Sidang Kasus Kekerasan Seksual di Gereja Depok"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pengadilan Negeri Kelas I B Depok melanjutkan sidang perkara kekerasan seksual di gereja dengan terdakwa eks pengurus Gereja Paroki Santo Herkulanus\u00a0Depok, Sahril Parlindungan Martinus Marbun, 45 tahun, hari ini Senin 12 Oktober 2020. Dalam sidang kedua ini, sejumlah orang tua yang menamakan diri sebagai Keluarga Orang Tua Misdinar Gereja Herkulanus datang mengawal sidang. Penasihat hukum korban, Azas Tigor Nainggolan mengatakan, kedatangan para orang tua itu hanya merupakan bentuk dukungan kepada anak dan orang tua korban dari terdakwa. \u201cIni bentuk dukungan kepada anak-anak, agar semakin kompak, semakin waspada, dan anak-anak enggak malu untuk bicara,\u201d kata Tigor di PN Kelas I B Depok, Senin 12 Oktober 2020. Mengenakan kaos dan bermasker\u00a0putih bertuliskan, \u201cTidak Bungkam, korban kekerasan seksual kepada anak,\u201d Belasan orang tua itu berdiri di pelataran PN Kelas IB Depok. Selain para orang tua, kata Tigor, sidang kali ini juga dihadiri Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) dan psikolog. Sesuai agenda seharusnya sidang kedua ini mendengarkan tanggapan terdakwa atas dakwaan jaksa. \u201cTetapi terdakwa, tidak menggunakan kesempatan itu, sehingga sidang kedua ini memeriksa saksi.\u201d Tigor mendatangkan empat saksi yang terdiri dari dua anak dan dua orang tua. \u201cSaksi ini korban terdakwa.\u201d Juru bicara Pengadilan Negeri Kelas I B Depok, Nanang Herjunanto mengatakan, seperti sidang sebelumnya, sidang akan digelar secara tertutup. &quot;Kasus kekerasan seksual, sidangnya tertutup untuk umum,&quot; kata Nanang dikonfirmasi Tempo. Nanang mengatakan perkara ini disidangkan oleh tiga majelis hakim. \u201cKetua (majelis hakim) Nanang Herjunanto, hakim anggota Forci Nila Darma dan Nugraha Medica Prakasa.\u201d Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengatakan Sahril didakwa melanggar Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang tentang perlindungan anak dan KUHP. Jaksa yang ditunjuk menuntut Syahril adalah Jaksa Muda Siswatiningsih cs. Terdakwa terancam pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun Sahril ditangkap polisi pada Ahad 14 Juni 2020, setelah korban dan pengurus Gereja Paroki Santo Herkulanus menggelar investigasi internal terhadap Sahril atas kejahatan seksual terhadap lebih dari 20 putra altar. Jumlah itu terhitung sejak Sahril diberi amanah menaungi anak-anak itu sejak awal 2000. (tempo)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pengadilan Negeri Kelas I B Depok melanjutkan sidang perkara kekerasan seksual di gereja dengan terdakwa eks pengurus Gereja Paroki Santo Herkulanus\u00a0Depok, Sahril Parlindungan Martinus Marbun, 45 tahun, hari ini Senin 12 Oktober 2020. Dalam sidang kedua ini, sejumlah orang tua yang menamakan diri sebagai Keluarga Orang Tua Misdinar Gereja Herkulanus datang mengawal sidang.<\/p>\n<div id=\"isi\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Penasihat hukum korban, Azas Tigor Nainggolan mengatakan, kedatangan para orang tua itu hanya merupakan bentuk dukungan kepada anak dan orang tua korban dari terdakwa. \u201cIni bentuk dukungan kepada anak-anak, agar semakin kompak, semakin waspada, dan anak-anak enggak malu untuk bicara,\u201d kata Tigor di PN Kelas I B Depok, Senin 12 Oktober 2020.<\/p>\n<p>Mengenakan kaos dan bermasker\u00a0putih bertuliskan, \u201cTidak Bungkam, korban kekerasan seksual kepada anak,\u201d Belasan orang tua itu berdiri di pelataran PN Kelas IB Depok.<\/p>\n<p>Selain para orang tua, kata Tigor, sidang kali ini juga dihadiri Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) dan psikolog.<\/p>\n<p>Sesuai agenda seharusnya sidang kedua ini mendengarkan tanggapan terdakwa atas dakwaan jaksa. \u201cTetapi terdakwa, tidak menggunakan kesempatan itu, sehingga sidang kedua ini memeriksa saksi.\u201d<\/p>\n<p>Tigor mendatangkan empat saksi yang terdiri dari dua anak dan dua orang tua. \u201cSaksi ini korban terdakwa.\u201d<\/p>\n<p>Juru bicara Pengadilan Negeri Kelas I B Depok, Nanang Herjunanto mengatakan, seperti sidang sebelumnya, sidang akan digelar secara tertutup. &#8220;Kasus kekerasan seksual, sidangnya tertutup untuk umum,&#8221; kata Nanang dikonfirmasi Tempo.<\/p>\n<p>Nanang mengatakan perkara ini disidangkan oleh tiga majelis hakim. \u201cKetua (majelis hakim) Nanang Herjunanto, hakim anggota Forci Nila Darma dan Nugraha Medica Prakasa.\u201d<\/p>\n<p>Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengatakan Sahril didakwa melanggar Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang tentang perlindungan anak dan KUHP. Jaksa yang ditunjuk menuntut Syahril adalah Jaksa Muda Siswatiningsih cs. Terdakwa terancam pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sahril ditangkap polisi pada Ahad 14 Juni 2020, setelah korban dan pengurus Gereja Paroki Santo Herkulanus menggelar investigasi internal terhadap Sahril atas kejahatan seksual terhadap lebih dari 20 putra altar. Jumlah itu terhitung sejak Sahril diberi amanah menaungi anak-anak itu sejak awal 2000. (tempo)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pengadilan Negeri Kelas I B Depok melanjutkan sidang perkara kekerasan seksual di gereja dengan terdakwa eks pengurus Gereja Paroki Santo Herkulanus\u00a0Depok, Sahril Parlindungan Martinus Marbun, 45 tahun, hari ini Senin 12 Oktober 2020. Dalam sidang kedua ini, sejumlah orang tua yang menamakan diri sebagai Keluarga Orang Tua Misdinar Gereja Herkulanus datang mengawal sidang. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47575,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-47574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":47575,"alt_text":"","caption":"","description":"6e25eac697aacba894f4b284d210a351","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/belasan-orang-tua-kawal-sidang-kasus-kekerasan-seksual-di-gereja-depok_5f84776d7baa4.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/belasan-orang-tua-kawal-sidang-kasus-kekerasan-seksual-di-gereja-depok_5f84776d7baa4.jpeg?fit=720%2C405&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/belasan-orang-tua-kawal-sidang-kasus-kekerasan-seksual-di-gereja-depok_5f84776d7baa4.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/belasan-orang-tua-kawal-sidang-kasus-kekerasan-seksual-di-gereja-depok_5f84776d7baa4.jpeg?fit=720%2C405&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1173","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47574"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47574\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}