{"id":47596,"date":"2020-10-14T08:30:28","date_gmt":"2020-10-14T01:30:28","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47596"},"modified":"2020-10-14T07:28:01","modified_gmt":"2020-10-14T00:28:01","slug":"tgpf-intan-jaya-sebut-autopsi-pendeta-yeremia-keluar-2-pekan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/tgpf-intan-jaya-sebut-autopsi-pendeta-yeremia-keluar-2-pekan\/","title":{"rendered":"TGPF Intan Jaya Sebut Autopsi Pendeta Yeremia Keluar 2 Pekan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Intan Jaya, Benny Mamoto mengatakan hasil autopsi pendeta Yeremia Zanambani\u00a0paling cepat keluar dua pekan sejak dilakukan pemeriksaan. Proses autopsi ini masuk dalam rangkaian penyelidikan yang dilakukan kepolisian setempat. &quot;Pengalaman kami ketika menangani kasus dulu visum bisa keluar dua minggu kemudian tergantung nanti bagaimana kondisi jenazah,&quot; kata Benny saat menggelar konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Selasa (13\/10). Benny mengatakan pihak keluarga Pendeta Yeremia juga mengajukan beberapa syarat kepada tim TGPF ketika ingin melakukan autopsi. Pihak keluarga, kata Benny, meminta agar proses autopsi disaksikan perwakilan pemerintah daerah, perwakilan gereja, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari TGPF Intan Jaya. Menurut Benny, syarat tersebut telah disanggupi dan proses autopsi segera dilakukan . &quot;Bagaimana dengan permintaan (perwakilan) dari TGPF, ketika nanti TGPF selesai tugas, toh ada personel yang dulu masuk dalam tim bisa hadir untuk nanti mewakili. Jadi menurut saya tidak ada masalah untuk itu,&quot; kata Benny. TGPF penembakan pendeta Yeremia telah menyelesaikan investigasi lapangan di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Mereka juga telah kembali ke Jakarta sejak Senin (12\/10) kemarin. Tim bentukan Menko Polhukam Mahfud MD itu berhasil mengumpulkan data primer dari investigasi TKP dan wawancara saksi di lapangan. Saat ini, informasi dan data yang telah dikumpulkan tersebut akan dianalisis. TGPF juga akan membuat laporan terkait temuan-temuan di lapangan. Tenggat waktu yang diberikan dalam mengusut penembakan pendeta Yeremia hingga 17 Oktober mendatang. Sebelumnya, Mahfud membentuk TGPF untuk mengusut kasus penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Papua, dengan melibatkan sejumlah pihak. Mahfud memberikan tenggat dua pekan kepada TGPF untuk mendalami kasus tersebut. (tst\/fra\/CNN)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/><strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ketua Tim Investigasi Lapangan <strong>TGPF Intan Jaya<\/strong>, Benny Mamoto mengatakan hasil autopsi <strong>pendeta Yeremia Zanambani<\/strong>\u00a0paling cepat keluar dua pekan sejak dilakukan pemeriksaan. Proses autopsi ini masuk dalam rangkaian penyelidikan yang dilakukan kepolisian setempat.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>&#8220;Pengalaman kami ketika menangani kasus dulu visum bisa keluar dua minggu kemudian tergantung nanti bagaimana kondisi jenazah,&#8221; kata Benny saat menggelar konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Selasa (13\/10).<\/p>\n<p>Benny mengatakan pihak keluarga Pendeta Yeremia juga mengajukan beberapa syarat kepada tim TGPF ketika ingin melakukan autopsi.<\/p>\n<p>Pihak keluarga, kata Benny, meminta agar proses autopsi disaksikan perwakilan pemerintah daerah, perwakilan gereja, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari TGPF Intan Jaya. Menurut Benny, syarat tersebut telah disanggupi dan proses autopsi segera dilakukan .<\/p>\n<p>&#8220;Bagaimana dengan permintaan (perwakilan) dari TGPF, ketika nanti TGPF selesai tugas, toh ada personel yang dulu masuk dalam tim bisa hadir untuk nanti mewakili. Jadi menurut saya tidak ada masalah untuk itu,&#8221; kata Benny.<\/p>\n<p>TGPF penembakan pendeta Yeremia telah menyelesaikan investigasi lapangan di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Mereka juga telah kembali ke Jakarta sejak Senin (12\/10) kemarin.<\/p>\n<p>Tim bentukan Menko Polhukam Mahfud MD itu berhasil mengumpulkan data primer dari investigasi TKP dan wawancara saksi di lapangan. Saat ini, informasi dan data yang telah dikumpulkan tersebut akan dianalisis.<\/p>\n<p>TGPF juga akan membuat laporan terkait temuan-temuan di lapangan. Tenggat waktu yang diberikan dalam mengusut penembakan pendeta Yeremia hingga 17 Oktober mendatang.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Mahfud membentuk TGPF untuk mengusut kasus penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Papua, dengan melibatkan sejumlah pihak. Mahfud memberikan tenggat dua pekan kepada TGPF untuk mendalami kasus tersebut.<\/p>\n<p><b>(tst\/fra\/CNN)<\/b><\/p>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Intan Jaya, Benny Mamoto mengatakan hasil autopsi pendeta Yeremia Zanambani\u00a0paling cepat keluar dua pekan sejak dilakukan pemeriksaan. Proses autopsi ini masuk dalam rangkaian penyelidikan yang dilakukan kepolisian setempat. &#8220;Pengalaman kami ketika menangani kasus dulu visum bisa keluar dua minggu kemudian tergantung nanti bagaimana kondisi jenazah,&#8221; kata Benny saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47597,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[195],"class_list":["post-47596","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-papua"],"better_featured_image":{"id":47597,"alt_text":"","caption":"","description":"f77430b00fd01efa33a1c34e1c8c03c9","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tgpf-intan-jaya-sebut-autopsi-pendeta-yeremia-keluar-2-pekan_5f8616d397b9e.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tgpf-intan-jaya-sebut-autopsi-pendeta-yeremia-keluar-2-pekan_5f8616d397b9e.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tgpf-intan-jaya-sebut-autopsi-pendeta-yeremia-keluar-2-pekan_5f8616d397b9e.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/tgpf-intan-jaya-sebut-autopsi-pendeta-yeremia-keluar-2-pekan_5f8616d397b9e.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"991","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47596","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47596"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47596\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47596"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47596"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47596"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}