{"id":47695,"date":"2020-10-25T07:00:11","date_gmt":"2020-10-25T00:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47695"},"modified":"2020-10-23T22:22:11","modified_gmt":"2020-10-23T15:22:11","slug":"lpsk-jamin-lindungi-saksi-penembakan-pendeta-yeremia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/lpsk-jamin-lindungi-saksi-penembakan-pendeta-yeremia\/","title":{"rendered":"LPSK Jamin Lindungi Saksi Penembakan Pendeta Yeremia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan memberi perlindungan terhadap para saksi kasus penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Para saksi itu telah memberi keterangan kepada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan Menko Polhukam Mahfud MD terkait insiden yang menewaskan Yeremia. &quot;Bisa dikatakan di sana sulit untuk mencari tempat yang aman. Ini tentu menjadi catatan terkait bentuk perlindungan terhadap saksi kasus ini,&quot; kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dalam keterangannya. Edwin menyatakan akan melihat pihak mana yang memiliki keterangan penting dalam pengungkapan kasus, baik saksi yang sudah memberikan keterangan kepada TGPF atau belum. Pasalnya ada ancaman terhadap para saksi tersebut. Dari hasil temuan TGPF, terdapat tujuh saksi warga sipil yang memiliki keterangan penting terkait insiden tersebut. Edwin menuturkan, perlindungan terhadap para saksi sebelumnya juga sempat diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia. Ia menyatakan akan menindaklanjuti permohonan ini sesuai prosedur. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan semua pihak, baik dari masyarakat maupun TNI\/Polri untuk memberi keamanan dan memetakan saksi yang potensial membantu mengungkap kasus penembakan ini. Menurutnya, keamanan para saksi ini penting karena terkait pula dengan kenyamanan mereka saat memberikan kesaksian. &quot;Dari keterangan yang diberikan dalam kondisi aman dan nyaman bisa terungkap peristiwa yang menyebabkan beberapa orang menjadi korban baik pendeta Yeremia, masyarakat, dan anggota TNI sendiri&quot;, jelas Edwin. Lebih lanjut, Edwin juga membuka ruang jika ada pelaku dengan peran minor yang bersedia menjadi saksi pelaku atau justice collaborator untuk kasus ini. Perlindungan terhadap justice collaborator sendiri diatur pula dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban. &quot;Ada penghargaan kepada justice collaborator seperti yang sudah diatur dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban, oleh karenanya selain dari saksi kami memiliki harapan pengungkapan kasus ini dari peran justice collaborator,&quot; ujar Edwin. Sebelumnya TGPF mengungkap belum ada saksi mata langsung atas penembakan yang menewaskan Yeremia. Sejauh ini TGPF baru mendapat keterangan dari saksi setelah kejadian.(cnnindonesia)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (<strong>LPSK<\/strong>) akan memberi perlindungan terhadap para saksi kasus penembakan <strong>pendeta Yeremia Zanambani <\/strong>di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Para saksi itu telah memberi keterangan kepada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan Menko Polhukam Mahfud MD terkait insiden yang menewaskan Yeremia.<\/p>\n<p>&#8220;Bisa dikatakan di sana sulit untuk mencari tempat yang aman. Ini tentu menjadi catatan terkait bentuk perlindungan terhadap saksi kasus ini,&#8221; kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dalam keterangannya.<\/p>\n<p>Edwin menyatakan akan melihat pihak mana yang memiliki keterangan penting dalam pengungkapan kasus, baik saksi yang sudah memberikan keterangan kepada TGPF atau belum. Pasalnya ada ancaman terhadap para saksi tersebut.<\/p>\n<p>Dari hasil temuan TGPF, terdapat tujuh saksi warga sipil yang memiliki keterangan penting terkait insiden tersebut.<\/p>\n<p>Edwin menuturkan, perlindungan terhadap para saksi sebelumnya juga sempat diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia. Ia menyatakan akan menindaklanjuti permohonan ini sesuai prosedur.<\/p>\n<p>Pihaknya juga akan bekerja sama dengan semua pihak, baik dari masyarakat maupun TNI\/Polri untuk memberi keamanan dan memetakan saksi yang potensial membantu mengungkap kasus penembakan ini.<\/p>\n<p>Menurutnya, keamanan para saksi ini penting karena terkait pula dengan kenyamanan mereka saat memberikan kesaksian.<\/p>\n<p>&#8220;Dari keterangan yang diberikan dalam kondisi aman dan nyaman bisa terungkap peristiwa yang menyebabkan beberapa orang menjadi korban baik pendeta Yeremia, masyarakat, dan anggota TNI sendiri&#8221;, jelas Edwin.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Edwin juga membuka ruang jika ada pelaku dengan peran minor yang bersedia menjadi saksi pelaku atau <em>justice collaborator<\/em> untuk kasus ini. Perlindungan terhadap<em> justice collaborator<\/em> sendiri diatur pula dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban.<\/p>\n<p>&#8220;Ada penghargaan kepada<em> justice collaborator<\/em> seperti yang sudah diatur dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban, oleh karenanya selain dari saksi kami memiliki harapan pengungkapan kasus ini dari peran<em> justice collaborator<\/em>,&#8221; ujar Edwin.<\/p>\n<p>Sebelumnya TGPF mengungkap belum ada saksi mata langsung atas penembakan yang menewaskan Yeremia.<\/p>\n<p>Sejauh ini TGPF baru mendapat keterangan dari saksi setelah kejadian.(cnnindonesia)<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan memberi perlindungan terhadap para saksi kasus penembakan pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Para saksi itu telah memberi keterangan kepada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan Menko Polhukam Mahfud MD terkait insiden yang menewaskan Yeremia. &#8220;Bisa dikatakan di sana sulit untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47696,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,3],"tags":[],"class_list":["post-47695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-umum"],"better_featured_image":{"id":47696,"alt_text":"","caption":"","description":"fe24ef14f8b7422a536cd9d613eea265","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/lpsk-jamin-lindungi-saksi-penembakan-pendeta-yeremia_5f9290cdc9def.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/lpsk-jamin-lindungi-saksi-penembakan-pendeta-yeremia_5f9290cdc9def.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/lpsk-jamin-lindungi-saksi-penembakan-pendeta-yeremia_5f9290cdc9def.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/lpsk-jamin-lindungi-saksi-penembakan-pendeta-yeremia_5f9290cdc9def.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"922","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47695"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47695\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}