{"id":47701,"date":"2020-10-26T07:00:26","date_gmt":"2020-10-26T00:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47701"},"modified":"2020-10-23T22:28:01","modified_gmt":"2020-10-23T15:28:01","slug":"filipina-setuju-dengan-sikap-paus-dukung-aturan-lgbt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/filipina-setuju-dengan-sikap-paus-dukung-aturan-lgbt\/","title":{"rendered":"Filipina Setuju dengan Sikap Paus Dukung Aturan LGBT"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Filipina, negara dengan jumlah penduduk Katolik terbanyak di Asia memberikan tanggapan usai Pemimpin Gereja Katolik Vatikan, Paus Fransiskus mendukung pembuatan landasan hukum yang mengatur tentang ikatan hubungan pasangan sesama jenis. Juru Bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque mengatakan bahwa Presiden Rodrigo Duterte telah sejak lama mendukung kebijakan seperti itu. Harry berkata dukungan Paus setidaknya dapat meyakinkan legislator di Filipina untuk memberikan persetujuan mereka. Di masa lalu, proposal semacam itu telah ditentang atau dihindari oleh legislator konservatif atau mereka yang takut membuat marah para pemimpin gereja yang berpengaruh. &quot;Dengan tidak kurang dari dukungan Paus, saya pikir bahkan yang paling konservatif dari semua umat Katolik di Kongres seharusnya tidak lagi memiliki dasar untuk keberatan,&quot; kata Roque dilansir dari Associated Press, Kamis (22\/10). Sementara itu, pensiunan Uskup Sorsogon Arturo Bastes mengaku &quot;memiliki keraguan yang sangat serius tentang kebenaran moral&quot; dari posisi Paus. Dia menyatakan landasan hukum yang mengatur ikatan hubungan sesama jenis bertentangan dengan ajaran gereja. Di mana kata Sorsogon ajaran gereja secara eksplisit hanya mengizinkan persatuan pria dan wanita baik dalam persatuan sipil, hukum atau sakramental gereja. &quot;Ini adalah pernyataan mengejutkan yang datang dari Paus,&quot; kata Bastes kepada wartawan melalui pesan telepon seluler. Ia pun merasa tersinggung dengan pembelaan terhadap persatuan homoseksual karena perbuatan semacam itu jelas ditentang oleh ajaran agama. &quot;Saya benar-benar tersinggung dengan pembelaannya terhadap persatuan homoseksual, yang pasti mengarah pada tindakan amoral,&quot; tuturnya. Setidaknya tiga uskup lain menyatakan ketidakpercayaannya. Mereka mengatakan akan memverifikasi apakah itu posisi resmi Vatikan dan apakah pernyataan Paus dikutip secara tepat. &quot;Ini hanya film dokumenter jadi tidak resmi dan harus diverifikasi terlebih dahulu,&quot; kata Uskup Balanga Ruperto Santos. Ia menambahkan mungkin saja ada perubahan penyuntingan atau dokumenter itu kata dia hanya untuk propaganda sehingga bisa dibicarakan atau dilindungi. Konferensi Waligereja Filipina, kelompok uskup terbesar di negara mayoritas Katolik Roma, belum mengeluarkan reaksi apapun usai dukungan Paus. Namun sebuah kelompok LGBTQ di Filipina, Bahaghari mengatakan kepada ABS CBN News bahwa posisi paus adalah &quot;hal besar&quot; dan harus mengarah pada perubahan dalam kode keluarga Filipina untuk mengakui persatuan tersebut. Paus Fransiskus mengagetkan dunia dengan pernyatannya di sebuah film dokumenter berjudul Fransesco. Film itu disutradarai oleh pembuat film asal Rusia, Evgeny Afineevsky, yang ditayangkan perdana di Festival Film Roma, Rabu (21\/10). Di sana, Paus berkata bahwa orang homoseksual memiliki hak untuk berada dalam sebuah keluarga. Paus juga menyatakan bahwa mereka adalah anak-anak Tuhan. &quot;Orang homoseksual memiliki hak untuk berada dalam sebuah keluarga. Mereka adalah anak-anak Tuhan dan memiliki hak atas sebuah keluarga. Tidak ada yang harus dibuang atau dibuat sengsara karenanya,&quot; kata Paus. (cnnindonesia)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Filipina, negara dengan jumlah penduduk Katolik terbanyak di Asia memberikan tanggapan usai Pemimpin Gereja Katolik <strong>Vatikan<\/strong>, <strong>Paus Fransiskus<\/strong> mendukung pembuatan landasan hukum yang mengatur tentang ikatan hubungan <strong>pasangan sesama jenis<\/strong>.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Juru Bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque mengatakan bahwa Presiden Rodrigo Duterte telah sejak lama mendukung kebijakan seperti itu.<\/p>\n<p>Harry berkata dukungan Paus setidaknya dapat meyakinkan legislator di Filipina untuk memberikan persetujuan mereka.<\/p>\n<p>Di masa lalu, proposal semacam itu telah ditentang atau dihindari oleh legislator konservatif atau mereka yang takut membuat marah para pemimpin gereja yang berpengaruh.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan tidak kurang dari dukungan Paus, saya pikir bahkan yang paling konservatif dari semua umat Katolik di Kongres seharusnya tidak lagi memiliki dasar untuk keberatan,&#8221; kata Roque dilansir dari <em>Associated Press<\/em>, Kamis (22\/10).<\/p>\n<p>Sementara itu, pensiunan Uskup Sorsogon Arturo Bastes mengaku &#8220;memiliki keraguan yang sangat serius tentang kebenaran moral&#8221; dari posisi Paus.<\/p>\n<p>Dia menyatakan landasan hukum yang mengatur ikatan hubungan sesama jenis bertentangan dengan ajaran gereja. Di mana kata Sorsogon ajaran gereja secara eksplisit hanya mengizinkan persatuan pria dan wanita baik dalam persatuan sipil, hukum atau sakramental gereja.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah pernyataan mengejutkan yang datang dari Paus,&#8221; kata Bastes kepada wartawan melalui pesan telepon seluler.<\/p>\n<p>Ia pun merasa tersinggung dengan pembelaan terhadap persatuan homoseksual karena perbuatan semacam itu jelas ditentang oleh ajaran agama.<\/p>\n<p>&#8220;Saya benar-benar tersinggung dengan pembelaannya terhadap persatuan homoseksual, yang pasti mengarah pada tindakan amoral,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Setidaknya tiga uskup lain menyatakan ketidakpercayaannya. Mereka mengatakan akan memverifikasi apakah itu posisi resmi Vatikan dan apakah pernyataan Paus dikutip secara tepat.<\/p>\n<p>&#8220;Ini hanya film dokumenter jadi tidak resmi dan harus diverifikasi terlebih dahulu,&#8221; kata Uskup Balanga Ruperto Santos. Ia menambahkan mungkin saja ada perubahan penyuntingan atau dokumenter itu kata dia hanya untuk propaganda sehingga bisa dibicarakan atau dilindungi.<\/p>\n<p>Konferensi Waligereja Filipina, kelompok uskup terbesar di negara mayoritas Katolik Roma, belum mengeluarkan reaksi apapun usai dukungan Paus.<\/p>\n<p>Namun sebuah kelompok LGBTQ di Filipina, Bahaghari mengatakan kepada <em>ABS CBN News<\/em> bahwa posisi paus adalah &#8220;hal besar&#8221; dan harus mengarah pada perubahan dalam kode keluarga Filipina untuk mengakui persatuan tersebut.<\/p>\n<p>Paus Fransiskus mengagetkan dunia dengan pernyatannya di sebuah film dokumenter berjudul Fransesco. Film itu disutradarai oleh pembuat film asal Rusia, Evgeny Afineevsky, yang ditayangkan perdana di Festival Film Roma, Rabu (21\/10).<\/p>\n<p>Di sana, Paus berkata bahwa orang homoseksual memiliki hak untuk berada dalam sebuah keluarga. Paus juga menyatakan bahwa mereka adalah anak-anak Tuhan.<\/p>\n<p>&#8220;Orang homoseksual memiliki hak untuk berada dalam sebuah keluarga. Mereka adalah anak-anak Tuhan dan memiliki hak atas sebuah keluarga. Tidak ada yang harus dibuang atau dibuat sengsara karenanya,&#8221; kata Paus. (cnnindonesia)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Filipina, negara dengan jumlah penduduk Katolik terbanyak di Asia memberikan tanggapan usai Pemimpin Gereja Katolik Vatikan, Paus Fransiskus mendukung pembuatan landasan hukum yang mengatur tentang ikatan hubungan pasangan sesama jenis. Juru Bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque mengatakan bahwa Presiden Rodrigo Duterte telah sejak lama mendukung kebijakan seperti itu. Harry berkata dukungan Paus setidaknya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47702,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,3],"tags":[],"class_list":["post-47701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-umum"],"better_featured_image":{"id":47702,"alt_text":"","caption":"","description":"d39480af6eda292153cc469f0f1edaf9","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/filipina-setuju-dengan-sikap-paus-dukung-aturan-lgbt_5f92910ed2966.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/filipina-setuju-dengan-sikap-paus-dukung-aturan-lgbt_5f92910ed2966.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/filipina-setuju-dengan-sikap-paus-dukung-aturan-lgbt_5f92910ed2966.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/filipina-setuju-dengan-sikap-paus-dukung-aturan-lgbt_5f92910ed2966.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1439","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47701\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}