{"id":47769,"date":"2020-10-29T10:06:28","date_gmt":"2020-10-29T03:06:28","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47769"},"modified":"2020-10-29T00:48:31","modified_gmt":"2020-10-28T17:48:31","slug":"beda-suara-tni-gereja-usai-penyergapan-ke-warga-diduga-kkb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/beda-suara-tni-gereja-usai-penyergapan-ke-warga-diduga-kkb\/","title":{"rendered":"Beda Suara TNI-Gereja Usai Penyergapan ke Warga Diduga KKB"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Tim Gabungan TNI-Polri melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (26\/10). Penindakan ini dilalukan untuk menangkap pelaku penyergapan dan penembakan\u00a0terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya pada 9 Oktober lalu. Dalam penindakan ini, satu orang yang diduga anggota KKB atas nama Rubinus Tigau meninggal di tempat setelah terkena tembakan\u00a0ketika tengah berada di Hanoi miliknya. Selain Tigau, TNI-Polri juga mengamankan dua orang lainnya dalam penyergapan ini. Belakangan tersiar kabar Tigau, korban meninggal dalam penyergapan yang disebut sebagai anggota KKB itu disebut-sebut sebagai tokoh agama di kampung tersebut dan telah aktif menjadi Katekis yang bekerja di Gereja Katolik stasi Jalae. Terkait hal itu, Kapen Kogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa membantah perihal informasi yang menyebut Tigau sebagai tokoh agama. Ia mengklaim sebelum dilakukan penyergapan\u00a0tim gabungan TNI-Polri telah melakukan pengintaian yang cukup lama. &quot;Bahwa sasaran sudah diintai lama, selain didasarkan info akurat bahwa yang bersangkutan aktif dalam aksi KKSB\u00a0(Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata). Hal ini juga diakui oleh pihak keluarga dan saksi lain,&quot; kata Suriastwa melalui keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (27\/10). Sebagai informasi, KKB\u00a0atau KKSB\u00a0adalah sebutan penegak hukum\u00a0Indonesia terhadap kelompok militan yang mengatasnamakan diri mereka Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Suriastwa\u00a0menerangkan setelah insiden di Distrik\u00a0Hitadipa, Intan Jaya yang menewaskan Pendeta Yeremia Zanambani, ada kecenderungan korban dari pihak KKB selalu dikaitkan dengan tokoh agama. Dia lalu memaparkan di luar kasus Hitadipa saja terdapat tiga kasus lain yang oleh KKB dikaitkan dengan tokoh agama. &quot;Termasuk tanggal 19 Oktober lalu, masifnya intimidasi dari KKSB untuk mengibarkan bendera bintang kejora sambil berkumpul di rumah-rumah ibadah,&quot; katanya. Keterangan Pihak Gereja Lain TNI, lain pula gereja menjelaskan soal status Tigau. Administrator\u00a0Diosesan Keuskupan Timika Pastor Marthen Kuayo\u00a0justru menyebut Tigau\u00a0adalah orang gereja pula. &quot;Keuskupan Timika menegaskan bahwa Rufinus Tigau\u00a0(versi TNI menyebut Rubinus) adalah benar seorang Katekis yang bekerja di Gereja Katolik Stasi Jalae,&quot; kata Kuayo. Dia menerangkan Tigau\u00a0diketahui\u00a0telah bekerja sebagai seorang Katekis di Paroki Santo Michaelel Bilogai sejak 2015\u00a0silam. Tigau resmi dilantik sebagai Katekis oleh Pastor Paroki Santo Michaelel Bilogai\u00a0dan Pastor Yustinus Rahangier. Tigau\u00a0juga disebut kerap membantu pastor-pastor yang kesulitan berkomunikasi dengan warga lokal. Setiap harinya dia disebut membantu Pastor di Paroki Jalae, karena yang bertugas di sana bukanlah orang lokal. Alhasil Pastor di Paroki Jalae\u00a0itu sejauh ini sendiri masih\u00a0tidak memahami bahasa dan hal-hal lain yang berkaitan dengan budaya lokal. Itulah yang kemudian membuat Kuayo\u00a0menyatakan pihaknya membantah dengan tegas terkait dugaan keterlibatan Tigau dalam setiap aksi kriminil anggota\u00a0KKB. &quot;Tuduhan bahwa Tigau terlibat dalam gerakan separatis atau kelompok bersenjata yang dituduhkan kepadanya adalah tidak benar,&quot; kata dia. Sebelumnya, personel gabungan\u00a0TNI-Polri melakukan penyergapan terhadap terduga KKB\u00a0di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Senin (26\/10). Dalam penyergapan tersebut seorang bernama Hermanus\u00a0Tigapau\u00a0berhasil dibekuk, sementara Rufinus\u00a0Tigau\u00a0tewas karena tembakan setelah kontak senjata. Dalam kontak senjata itu, Kamal mengatakan KKB menggunakan senjata api rakitan. Kepolisian lantas memproses hukum pelaku yang telah ditangkap. &quot;Dua orang anggota KKB tersebut, terlibat dalam penembakan tim TGPF\u00a0(Tim Gabungan Pencari Fakta Penembakan Intan Jaya bentukan Kemenkopolhukam),&quot; kata Kamal. Kamal\u00a0menyebut kelompok ini merupakan bagian dari pelaku penembakan yang seringkali membuat teror di wilayah PT Freeport. Anggota KKB\u00a0ini juga kerap melakukan perampokan dan penembakan di perlintasan jalur Freeport. (tst\/kid\/CNN)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Tim Gabungan TNI-Polri melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (<strong>KKB<\/strong>) di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, <strong>Papua<\/strong>, Senin (26\/10). Penindakan ini dilalukan untuk menangkap pelaku penyergapan dan penembakan\u00a0terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (<strong>TGPF<\/strong>) Intan Jaya pada 9 Oktober lalu.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Dalam penindakan ini, satu orang yang diduga anggota KKB atas nama Rubinus Tigau meninggal di tempat setelah terkena tembakan\u00a0ketika tengah berada di Hanoi miliknya. Selain Tigau, TNI-Polri juga mengamankan dua orang lainnya dalam penyergapan ini.<\/p>\n<p>Belakangan tersiar kabar Tigau, korban meninggal dalam penyergapan yang disebut sebagai anggota KKB itu disebut-sebut sebagai tokoh agama di kampung tersebut dan telah aktif menjadi Katekis yang bekerja di Gereja Katolik stasi Jalae.<\/p>\n<p>Terkait hal itu, Kapen Kogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa membantah perihal informasi yang menyebut Tigau sebagai tokoh agama. Ia mengklaim sebelum dilakukan penyergapan\u00a0tim gabungan TNI-Polri telah melakukan pengintaian yang cukup lama.<\/p>\n<p>&#8220;Bahwa sasaran sudah diintai lama, selain didasarkan info akurat bahwa yang bersangkutan aktif dalam aksi KKSB\u00a0(Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata). Hal ini juga diakui oleh pihak keluarga dan saksi lain,&#8221; kata Suriastwa melalui keterangan pers yang diterima <em>CNNIndonesia.com<\/em>, Selasa (27\/10).<\/p>\n<p>Sebagai informasi, KKB\u00a0atau KKSB\u00a0adalah sebutan penegak hukum\u00a0Indonesia terhadap kelompok militan yang mengatasnamakan diri mereka Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).<\/p>\n<p>Suriastwa\u00a0menerangkan setelah insiden di Distrik\u00a0Hitadipa, Intan Jaya yang menewaskan Pendeta Yeremia Zanambani, ada kecenderungan korban dari pihak KKB selalu dikaitkan dengan tokoh agama. Dia lalu memaparkan di luar kasus Hitadipa saja terdapat tiga kasus lain yang oleh KKB dikaitkan dengan tokoh agama.<\/p>\n<p>&#8220;Termasuk tanggal 19 Oktober lalu, masifnya intimidasi dari KKSB untuk mengibarkan bendera bintang kejora sambil berkumpul di rumah-rumah ibadah,&#8221; katanya.<\/p>\n<h2>Keterangan Pihak Gereja<\/h2>\n<p>Lain TNI, lain pula gereja menjelaskan soal status Tigau. Administrator\u00a0Diosesan Keuskupan Timika Pastor Marthen Kuayo\u00a0justru menyebut Tigau\u00a0adalah orang gereja pula.<\/p>\n<p>&#8220;Keuskupan Timika menegaskan bahwa Rufinus Tigau\u00a0(versi TNI menyebut Rubinus) adalah benar seorang Katekis yang bekerja di Gereja Katolik Stasi Jalae,&#8221; kata Kuayo.<\/p>\n<p>Dia menerangkan Tigau\u00a0diketahui\u00a0telah bekerja sebagai seorang Katekis di Paroki Santo Michaelel Bilogai sejak 2015\u00a0silam. Tigau resmi dilantik sebagai Katekis oleh Pastor Paroki Santo Michaelel Bilogai\u00a0dan Pastor Yustinus Rahangier.<\/p>\n<p>Tigau\u00a0juga disebut kerap membantu pastor-pastor yang kesulitan berkomunikasi dengan warga lokal. Setiap harinya dia disebut membantu Pastor di Paroki Jalae, karena yang bertugas di sana bukanlah orang lokal.<\/p>\n<p>Alhasil Pastor di Paroki Jalae\u00a0itu sejauh ini sendiri masih\u00a0tidak memahami bahasa dan hal-hal lain yang berkaitan dengan budaya lokal.<\/p>\n<p>Itulah yang kemudian membuat Kuayo\u00a0menyatakan pihaknya membantah dengan tegas terkait dugaan keterlibatan Tigau dalam setiap aksi kriminil anggota\u00a0KKB.<\/p>\n<p>&#8220;Tuduhan bahwa Tigau terlibat dalam gerakan separatis atau kelompok bersenjata yang dituduhkan kepadanya adalah tidak benar,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Sebelumnya, personel gabungan\u00a0TNI-Polri melakukan penyergapan terhadap terduga KKB\u00a0di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Senin (26\/10). Dalam penyergapan tersebut seorang bernama Hermanus\u00a0Tigapau\u00a0berhasil dibekuk, sementara Rufinus\u00a0Tigau\u00a0tewas karena tembakan setelah kontak senjata.<\/p>\n<p>Dalam kontak senjata itu, Kamal mengatakan KKB menggunakan senjata api rakitan. Kepolisian lantas memproses hukum pelaku yang telah ditangkap.<\/p>\n<p>&#8220;Dua orang anggota KKB tersebut, terlibat dalam penembakan tim TGPF\u00a0(Tim Gabungan Pencari Fakta Penembakan Intan Jaya bentukan Kemenkopolhukam),&#8221; kata Kamal.<\/p>\n<p>Kamal\u00a0menyebut kelompok ini merupakan bagian dari pelaku penembakan yang seringkali membuat teror di wilayah PT Freeport. Anggota KKB\u00a0ini juga kerap melakukan perampokan dan penembakan di perlintasan jalur Freeport.<br \/>\n<b>(tst\/kid\/CNN)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Tim Gabungan TNI-Polri melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (26\/10). Penindakan ini dilalukan untuk menangkap pelaku penyergapan dan penembakan\u00a0terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya pada 9 Oktober lalu. Dalam penindakan ini, satu orang yang diduga anggota KKB atas nama Rubinus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47770,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,3],"tags":[],"class_list":["post-47769","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-umum"],"better_featured_image":{"id":47770,"alt_text":"","caption":"","description":"4f215ad1388da9208785d2fbd2115f2c","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/beda-suara-tni-gereja-usai-penyergapan-ke-warga-diduga-kkb_5f988bd4175b4.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/beda-suara-tni-gereja-usai-penyergapan-ke-warga-diduga-kkb_5f988bd4175b4.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/beda-suara-tni-gereja-usai-penyergapan-ke-warga-diduga-kkb_5f988bd4175b4.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/beda-suara-tni-gereja-usai-penyergapan-ke-warga-diduga-kkb_5f988bd4175b4.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"929","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47769"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47769\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47770"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}