{"id":47845,"date":"2020-10-31T18:17:08","date_gmt":"2020-10-31T11:17:08","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47845"},"modified":"2020-10-31T18:17:11","modified_gmt":"2020-10-31T11:17:11","slug":"ibu-pelaku-penyerangan-prancis-tak-percaya-putranya-membunuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ibu-pelaku-penyerangan-prancis-tak-percaya-putranya-membunuh\/","title":{"rendered":"Ibu Pelaku Penyerangan Prancis Tak Percaya Putranya Membunuh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ibu dari Brahim Aouissaoui\u00a0masih tak percaya putranya melakukan penyerangan di dekat Gereja Notre Dame, Nice, Prancis yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Mengutip AFP, ibu dari Brahim menangis terisak ketika didatangi wartawan dan ditanyakan sejumlah hal tentang putranya. &quot;Dia selalu beribadah. Setiap hari dia bekerja lalu kembali pulang ke rumah,&quot; kata sang Ibu mengutip AFP, Jumat (30\/10). Dia membeberkan itu semua seraya menangis tersedu-sedu dan memegangi foto putranya yang tengah memakai switer berwarna putih. Sebelum berangkat ke Italia dan Prancis, Ibu dari Brahim mengatakan putranya sehari-hari bekerja berjualan bensin di sebuah kios kecil. Hingga kemudian, Brahim ikut dalam gelombang emigrasi warga Tunisia yang datang ke Italia. Kala itu, Brahim mengaku ingin bekerja. Saudara laki-laki Brahim juga masih berusaha untuk percaya atas kabar yang dia terimanya tentang penyerangan di Prancis. Dia ragu Brahim melakukan tindakan pembunuhan. &quot;Itu tidak normal,&quot; katanya. Diketahui, aparat menembak dan menangkap Brahim Aouissaoui usai membunuh tiga orang Prancis di sekitar Gereja Notre Dame Basilica, Nice pada Kamis pagi lalu (29\/10). Kondisinya kini kritis. Brahim, yang masih berusia 21 tahun itu melakukan penyerangan dengan bermodal pisau. Salah satu korban dipenggal olehnya. Brahim sendiri belum lama tiba di Eropa. Dia berangkat ke Eropa dengan kapal migran melalui Pulau Lampedusa, Italia, pada akhir September lalu. Dia sempat dikarantina oleh otoritas Italia sesuai dengan protokol pencegahan virus corona. Usai dikarantina, Brahim diperintahkan keluar dari wilah Italia. Dia kemudian menuju Prancis. Hingga kemudian, pembunuhan terjadi di Gereja Notre Dame Basilica, Nice Prancis. (AFP\/CNN\/bmw)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ibu dari <strong>Brahim Aouissaoui\u00a0<\/strong>masih tak percaya putranya melakukan penyerangan di dekat Gereja Notre Dame, Nice, <strong>Prancis<\/strong> yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Mengutip <em>AFP<\/em>, ibu dari Brahim menangis terisak ketika didatangi wartawan dan ditanyakan sejumlah hal tentang putranya.<\/p>\n<p>&#8220;Dia selalu beribadah. Setiap hari dia bekerja lalu kembali pulang ke rumah,&#8221; kata sang Ibu mengutip AFP, Jumat (30\/10).<\/p>\n<p>Dia membeberkan itu semua seraya menangis tersedu-sedu dan memegangi foto putranya yang tengah memakai switer berwarna putih.<\/p>\n<p>Sebelum berangkat ke Italia dan Prancis, Ibu dari Brahim mengatakan putranya sehari-hari bekerja berjualan bensin di sebuah kios kecil.<\/p>\n<p>Hingga kemudian, Brahim ikut dalam gelombang emigrasi warga Tunisia yang datang ke Italia. Kala itu, Brahim mengaku ingin bekerja.<\/p>\n<p>Saudara laki-laki Brahim juga masih berusaha untuk percaya atas kabar yang dia terimanya tentang penyerangan di Prancis. Dia ragu Brahim melakukan tindakan pembunuhan.<\/p>\n<p>&#8220;Itu tidak normal,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Diketahui, aparat menembak dan menangkap Brahim Aouissaoui usai membunuh tiga orang Prancis di sekitar Gereja Notre Dame Basilica, Nice pada Kamis pagi lalu (29\/10). Kondisinya kini kritis.<\/p>\n<p>Brahim, yang masih berusia 21 tahun itu melakukan penyerangan dengan bermodal pisau. Salah satu korban dipenggal olehnya.<\/p>\n<p>Brahim sendiri belum lama tiba di Eropa. Dia berangkat ke Eropa dengan kapal migran melalui Pulau Lampedusa, Italia, pada akhir September lalu.<\/p>\n<p>Dia sempat dikarantina oleh otoritas Italia sesuai dengan protokol pencegahan virus corona. Usai dikarantina, Brahim diperintahkan keluar dari wilah Italia.<\/p>\n<p>Dia kemudian menuju Prancis. Hingga kemudian, pembunuhan terjadi di Gereja Notre Dame Basilica, Nice Prancis.<br \/>\n<b>(AFP\/CNN\/bmw)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ibu dari Brahim Aouissaoui\u00a0masih tak percaya putranya melakukan penyerangan di dekat Gereja Notre Dame, Nice, Prancis yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Mengutip AFP, ibu dari Brahim menangis terisak ketika didatangi wartawan dan ditanyakan sejumlah hal tentang putranya. &#8220;Dia selalu beribadah. Setiap hari dia bekerja lalu kembali pulang ke rumah,&#8221; kata sang Ibu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47846,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,22],"tags":[7],"class_list":["post-47845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-internasional","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":47846,"alt_text":"","caption":"","description":"303ca0860d06d8de1d3f310cbe95bcb8","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/ibu-pelaku-penyerangan-prancis-tak-percaya-putranya-membunuh_5f9d1d6038f10.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/ibu-pelaku-penyerangan-prancis-tak-percaya-putranya-membunuh_5f9d1d6038f10.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/ibu-pelaku-penyerangan-prancis-tak-percaya-putranya-membunuh_5f9d1d6038f10.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/ibu-pelaku-penyerangan-prancis-tak-percaya-putranya-membunuh_5f9d1d6038f10.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"996","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47845"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47845\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}