{"id":47919,"date":"2020-11-09T11:01:11","date_gmt":"2020-11-09T04:01:11","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47919"},"modified":"2020-11-09T11:01:15","modified_gmt":"2020-11-09T04:01:15","slug":"presiden-prancis-macron-kutuk-penembakan-berdarah-di-wina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/presiden-prancis-macron-kutuk-penembakan-berdarah-di-wina\/","title":{"rendered":"Presiden Prancis Macron Kutuk Penembakan Berdarah di Wina"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Presiden\u00a0Prancis Emmanuel\u00a0Macron menegaskan Eropa tidak akan tunduk pada teroris. Ini diungkap setelah penembakan yang menewaskan dua orang terjadi di Wina, Austria, Senin (2\/11) malam. &quot;Kami orang Prancis berbagi keterkejutan dan kesedihan dengan Rakyat Austria setelah serangan di Wina,&quot; cuit Macron dalam bahasa Prancis dan Jerman, dikutip AFP, Selasa (3\/11). &quot;Setelah Prancis, negara sahabatlah yang telah diserang. Ini Eropa kita. Musuh kita harus tahu dengan siapa mereka berurusan. Kita tidak akan menyerah pada apapun,&quot; ujarnya. Dukungan juga diungkapkan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte melalui cuitan di akun Twitter. Ia mengatakan telah menyampaikan dukungannya kepada Austria. &quot;Saya baru saja menyampaikan solidaritas penuh dari Belanda kepada (Kanselir Austria) Sebastian Kurz,&quot; tulisnya, dikutip Express. &quot;Pikiran kami tertuju pada para korban dan keluarga mereka, dan dengan pemerintah Austria dalam menangani tindakan keji ini,&quot; kata Rutte. Kanselir Austria Sebastian Kurz menyebut penembakan Wina sebagai serangan teroris yang mengerikan. Ia juga menunjuk angkatan bersenjata negara untuk mengambil alih penjagaan di wilayah tersebut. &quot;Agar polisi dapat berkonsentrasi penuh pada perang melawan terorisme, pemerintah federal telah memutuskan angkatan bersenjata mengambil alih perlindungan properti yang sebelumnya dilakukan oleh polisi di Wina dengan segara,&quot; katanya. &quot;Kami tidak akan pernah membiarkan diri kami diintimidasi oleh terorisme dan akan melawan serangan ini dengan tegas dengan segala cara,&quot; tambah Kurz. Rabbi Schlomo Hofmeister, seorang saksi mata, mengatakan penembakan dilakukan oleh seseorang yang sedang duduk di luar bar di lokasi tersebut. &quot;Mereka menembak setidaknya 100 peluru di luar gedung kami,&quot; ceritanya. &quot;Mulai tengah malam semua bar dan restoran akan tutup di Austria untuk belan depan. Dan banyak orang mungkin ingin menggunakan malam itu untuk bisa keluar,&quot; lanjutnya. Penembakan tersebut terjadi di enam lokasi di Wina. Serangan serupa bermunculan setelah insiden meninggalnya guru Prancis yang dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas dalam pelajaran tentang kebebasan berpendapat. Respon Macron terhadap insiden tersebut menuai kontroversi karena dinilai menghina Islam, tidak hanya di Prancis tapi di berbagai negara di belahan di dunia. Serangan kemudian kembali terjadi di sekitar Gereja Notre Dame Basilica, Nice, Prancis. Tiga orang dinyatakan meninggal dalam serangan tersebut, salah satu korban dipenggal oleh pelaku. (fey\/CNN\/dea)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Presiden\u00a0<strong>Prancis<\/strong> Emmanuel\u00a0<strong>Macron<\/strong> menegaskan Eropa tidak akan tunduk pada teroris. Ini diungkap setelah penembakan yang menewaskan dua orang terjadi di Wina, Austria, Senin (2\/11) malam.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>&#8220;Kami orang Prancis berbagi keterkejutan dan kesedihan dengan Rakyat Austria setelah serangan di Wina,&#8221; cuit Macron dalam bahasa Prancis dan Jerman, dikutip <em>AFP<\/em>, Selasa (3\/11).<\/p>\n<p>&#8220;Setelah Prancis, negara sahabatlah yang telah diserang. Ini Eropa kita. Musuh kita harus tahu dengan siapa mereka berurusan. Kita tidak akan menyerah pada apapun,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dukungan juga diungkapkan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte melalui cuitan di akun Twitter. Ia mengatakan telah menyampaikan dukungannya kepada Austria.<\/p>\n<p>&#8220;Saya baru saja menyampaikan solidaritas penuh dari Belanda kepada (Kanselir Austria) Sebastian Kurz,&#8221; tulisnya, dikutip Express.<\/p>\n<p>&#8220;Pikiran kami tertuju pada para korban dan keluarga mereka, dan dengan pemerintah Austria dalam menangani tindakan keji ini,&#8221; kata Rutte.<\/p>\n<p>Kanselir Austria Sebastian Kurz menyebut penembakan Wina sebagai serangan teroris yang mengerikan. Ia juga menunjuk angkatan bersenjata negara untuk mengambil alih penjagaan di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Agar polisi dapat berkonsentrasi penuh pada perang melawan terorisme, pemerintah federal telah memutuskan angkatan bersenjata mengambil alih perlindungan properti yang sebelumnya dilakukan oleh polisi di Wina dengan segara,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak akan pernah membiarkan diri kami diintimidasi oleh terorisme dan akan melawan serangan ini dengan tegas dengan segala cara,&#8221; tambah Kurz.<\/p>\n<p>Rabbi Schlomo Hofmeister, seorang saksi mata, mengatakan penembakan dilakukan oleh seseorang yang sedang duduk di luar bar di lokasi tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka menembak setidaknya 100 peluru di luar gedung kami,&#8221; ceritanya.<\/p>\n<p>&#8220;Mulai tengah malam semua bar dan restoran akan tutup di Austria untuk belan depan. Dan banyak orang mungkin ingin menggunakan malam itu untuk bisa keluar,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Penembakan tersebut terjadi di enam lokasi di Wina. Serangan serupa bermunculan setelah insiden meninggalnya guru Prancis yang dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas dalam pelajaran tentang kebebasan berpendapat.<\/p>\n<p>Respon Macron terhadap insiden tersebut menuai kontroversi karena dinilai menghina Islam, tidak hanya di Prancis tapi di berbagai negara di belahan di dunia.<\/p>\n<p>Serangan kemudian kembali terjadi di sekitar Gereja Notre Dame Basilica, Nice, Prancis. Tiga orang dinyatakan meninggal dalam serangan tersebut, salah satu korban dipenggal oleh pelaku.<\/p>\n<p><b>(fey\/CNN\/dea)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Presiden\u00a0Prancis Emmanuel\u00a0Macron menegaskan Eropa tidak akan tunduk pada teroris. Ini diungkap setelah penembakan yang menewaskan dua orang terjadi di Wina, Austria, Senin (2\/11) malam. &#8220;Kami orang Prancis berbagi keterkejutan dan kesedihan dengan Rakyat Austria setelah serangan di Wina,&#8221; cuit Macron dalam bahasa Prancis dan Jerman, dikutip AFP, Selasa (3\/11). &#8220;Setelah Prancis, negara sahabatlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47920,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[216],"class_list":["post-47919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","tag-charlie-hebdo"],"better_featured_image":{"id":47920,"alt_text":"","caption":"","description":"7f2692424f42695643fe32260a079add","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/presiden-prancis-macron-kutuk-penembakan-berdarah-di-wina_5fa2632ad9fba.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/presiden-prancis-macron-kutuk-penembakan-berdarah-di-wina_5fa2632ad9fba.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/presiden-prancis-macron-kutuk-penembakan-berdarah-di-wina_5fa2632ad9fba.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/presiden-prancis-macron-kutuk-penembakan-berdarah-di-wina_5fa2632ad9fba.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1044","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47919"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47919\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}