{"id":47983,"date":"2020-11-08T16:15:46","date_gmt":"2020-11-08T09:15:46","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=47983"},"modified":"2020-11-08T16:15:49","modified_gmt":"2020-11-08T09:15:49","slug":"warga-muslim-di-prancis-lakukan-aksi-lindungi-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/warga-muslim-di-prancis-lakukan-aksi-lindungi-gereja\/","title":{"rendered":"Warga Muslim di Prancis Lakukan Aksi Lindungi Gereja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Warga\u00a0Muslim di\u00a0Prancis melakukan aksi solidaritas melindungi gereja usai insiden penusukan di Nice. Inisiator gerakan tersebut, Elyazid Benferhat menyebut dirinya &quot;lebih Prancis dari apa pun&quot;. Ia turut mengomentari Islamofobia yang belakangan disebut terus berkembang seiring rentetan peristiwa melanda Prancis sebulan terakhir. Mulai dari pemenggalan seorang guru karena menggunakan karikatur Nabi Muhammad dalam pembelajaran di kelas hingga pembunuhan brutal di sebuah gereja di Nice. &quot;Tapi saya juga Muslim dan kami telah melihat Islamofobia di negara ini, dan terorisme,&quot; tuturnya dilansir dari Associated Press, Jumat (6\/11). Di balik itu, dia menyatakan bahwa setiap kali kekerasan yang pelakunya berasal dari ekstremis Islam melanda Prancis, Muslim di negara ini menghadapi stigmatisasi baru. Padahal ia yakin tidak satupun orang Muslim di Prancis punya pikiran untuk melakukan kekerasan. Ia kemudian menyebut peristiwa pemenggalan seorang guru pada bulan lalu sebagai sebuah tindakan &quot;kekejaman yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya.&quot; Terkait peristiwa tiga orang terbunuh di Notre Dame Basilica di Nice pada Kamis lalu, Benferhat mengaku sangat muak dengan peristiwa tersebut. Oleh karena itu ia ingin melakukan sesuatu agar semua orang sadar. &quot;Kami mendapat ide ini. Kami perlu melakukan sesuatu selain memberi penghormatan kepada para korban. Kami berkata, kami akan melindungi gereja,&quot; tuturnya kala ditanya alasan melakukan pengawalan gereja. Benferhat mengungkapkan bahwa ia merekrut relawan di antara teman-teman di klub sepak bolanya, dan itu menjaga gereja untuk Misa Minggu pada pekan lalu. Dia mengatakan bahwa mereka juga berkoordinasi dengan polisi setempat, setelah pemerintah Prancis berjanji untuk meningkatkan keamanan di situs-situs keagamaan yang sensitif. Aksi Benferhat dan teman-temannya langsung mendapat respons positif dari umat Kristen di Prancis. &quot;Sangat bagus, orang-orang muda ini yang menentang kekerasan,&quot; kata pendeta Katedral, Luis Iniguez. Ketika sebuah surat kabar lokal menerbitkan foto umat Kristen berpose dengan penjaga Muslim ini, Iniguez memamerkan gambar itu di dalam Katedral Gotik. Kejadian ini menarik perhatian seantero Prancis. Dua orang tewas dalam serangan di luar sebuah gereja di Nice, Prancis, Kamis (29\/10) pagi waktu setempat, sementara beberapa orang lainnya ikut terluka. Polisi mengatakan pelaku menyerang dengan menggunakan pisau, seorang korban tewas karena dipenggal. (ndn\/dea\/CNN)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Warga\u00a0<strong>Muslim<\/strong> di\u00a0<strong>Prancis<\/strong> melakukan aksi solidaritas melindungi <strong>gereja<\/strong> usai insiden penusukan di Nice. Inisiator gerakan tersebut, Elyazid Benferhat menyebut dirinya &#8220;lebih Prancis dari apa pun&#8221;.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Ia turut mengomentari Islamofobia yang belakangan disebut terus berkembang seiring rentetan peristiwa melanda Prancis sebulan terakhir.<\/p>\n<p>Mulai dari pemenggalan seorang guru karena menggunakan karikatur Nabi Muhammad dalam pembelajaran di kelas hingga pembunuhan brutal di sebuah gereja di Nice.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi saya juga Muslim dan kami telah melihat Islamofobia di negara ini, dan terorisme,&#8221; tuturnya dilansir dari <em>Associated Press<\/em>, Jumat (6\/11).<\/p>\n<p>Di balik itu, dia menyatakan bahwa setiap kali kekerasan yang pelakunya berasal dari ekstremis Islam melanda Prancis, Muslim di negara ini menghadapi stigmatisasi baru.<\/p>\n<p>Padahal ia yakin tidak satupun orang Muslim di Prancis punya pikiran untuk melakukan kekerasan.<\/p>\n<p>Ia kemudian menyebut peristiwa pemenggalan seorang guru pada bulan lalu sebagai sebuah tindakan &#8220;kekejaman yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya.&#8221;<\/p>\n<p>Terkait peristiwa tiga orang terbunuh di Notre Dame Basilica di Nice pada Kamis lalu, Benferhat mengaku sangat muak dengan peristiwa tersebut. Oleh karena itu ia ingin melakukan sesuatu agar semua orang sadar.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mendapat ide ini. Kami perlu melakukan sesuatu selain memberi penghormatan kepada para korban. Kami berkata, kami akan melindungi gereja,&#8221; tuturnya kala ditanya alasan melakukan pengawalan gereja.<\/p>\n<p>Benferhat mengungkapkan bahwa ia merekrut relawan di antara teman-teman di klub sepak bolanya, dan itu menjaga gereja untuk Misa Minggu pada pekan lalu.<\/p>\n<p>Dia mengatakan bahwa mereka juga berkoordinasi dengan polisi setempat, setelah pemerintah Prancis berjanji untuk meningkatkan keamanan di situs-situs keagamaan yang sensitif.<\/p>\n<p>Aksi Benferhat dan teman-temannya langsung mendapat respons positif dari umat Kristen di Prancis. &#8220;Sangat bagus, orang-orang muda ini yang menentang kekerasan,&#8221; kata pendeta Katedral, Luis Iniguez.<\/p>\n<p>Ketika sebuah surat kabar lokal menerbitkan foto umat Kristen berpose dengan penjaga Muslim ini, Iniguez memamerkan gambar itu di dalam Katedral Gotik. Kejadian ini menarik perhatian seantero Prancis.<\/p>\n<p>Dua orang tewas dalam serangan di luar sebuah gereja di Nice, Prancis, Kamis (29\/10) pagi waktu setempat, sementara beberapa orang lainnya ikut terluka.<br \/>\nPolisi mengatakan pelaku menyerang dengan menggunakan pisau, seorang korban tewas karena dipenggal.<\/p>\n<p><b>(ndn\/dea\/CNN)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Warga\u00a0Muslim di\u00a0Prancis melakukan aksi solidaritas melindungi gereja usai insiden penusukan di Nice. Inisiator gerakan tersebut, Elyazid Benferhat menyebut dirinya &#8220;lebih Prancis dari apa pun&#8221;. Ia turut mengomentari Islamofobia yang belakangan disebut terus berkembang seiring rentetan peristiwa melanda Prancis sebulan terakhir. Mulai dari pemenggalan seorang guru karena menggunakan karikatur Nabi Muhammad dalam pembelajaran di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47984,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5,22],"tags":[216,217,7],"class_list":["post-47983","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja","category-internasional","tag-charlie-hebdo","tag-prancis","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":47984,"alt_text":"","caption":"","description":"92d8c2d7df48254fa243bf47375107d6","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/warga-muslim-di-prancis-lakukan-aksi-lindungi-gereja_5fa7a8d3990fd.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/warga-muslim-di-prancis-lakukan-aksi-lindungi-gereja_5fa7a8d3990fd.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/warga-muslim-di-prancis-lakukan-aksi-lindungi-gereja_5fa7a8d3990fd.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0},{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/warga-muslim-di-prancis-lakukan-aksi-lindungi-gereja_5fa7a8d3990fd.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1094","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47983","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47983"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47983\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}