{"id":48019,"date":"2020-11-14T16:37:00","date_gmt":"2020-11-14T09:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48019"},"modified":"2020-11-14T16:37:03","modified_gmt":"2020-11-14T09:37:03","slug":"putri-pendeta-yeremia-ayah-bilang-pada-ibu-ditembak-tni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/putri-pendeta-yeremia-ayah-bilang-pada-ibu-ditembak-tni\/","title":{"rendered":"Putri Pendeta Yeremia: Ayah Bilang pada Ibu Ditembak TNI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Anak perempuan pendeta Yeremia Zanambani, Rode Zanambani meyakini pelaku penembakan terhadap ayahnya merupakan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memiliki kedekatan hubungan dengan keluarganya. Kendati demikian, Rode belum mengatakan secara gamblang siapa sosok pelaku tersebut.\u00a0Namun pihak keluarga meyakini bahwa\u00a0Yeremia merupakan korban kekerasan aparat TNI di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, pada 19 September lalu. &quot;Ayah kami sebelum meninggal telah mengatakan kepada ibu kami bahwa ia ditembak oleh anggota TNI yang telah lama kami kenal dan dekat dengan kami, pengakuan ayah kami ini benar-benar kami yakini bahwa pelaku pembunuhan ayah kami adalah Anggota TNI,&quot; kata Rode melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (10\/11). Rode juga menyatakan pihaknya bakal menolak penyelidikan perkara pembunuhan mendiang ayahnya diselesaikan dalam proses peradilan militer. Penolakan itu berkaca pada kasus-kasus sebelumnya yang menurutnya lemah atas sanksi dan minim keadilan. Oleh karena itu, dibantu oleh tim kuasa hukum Yohanis Mambrasar, mereka meminta agar penyelesaian kasus ini diadili melalui pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM). &quot;Kami sangat tidak sepakat jika proses hukum perkara pembunuhan ayah kami ini dilakukan di peradilan militer, karena kami tidak menyakini peradilan militer dapat mengungkap kebenaran dan menghukum pelaku sesuai perbuatannya serta memberikan keadilan bagi kami,&quot; kata dia. Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad mengaku hingga saat ini pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil penyelidikan dan penyidikan kasus penembakan Yeremia keluar. Riad pun tak mempermasalahkan beragam spekulasi dari keluarga hingga pihak gereja yang mencatut nama TNI. Namun, ia tetap berharap seluruh pihak dapat sabar menunggu hasil Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya yang dipimpin Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto. &quot;Sampai saat ini kami belum mendapat konfirmasi terkait hal tersebut dan sampai saat ini prosesnya belum selesai. Jadi sementara memang berbagai masukan silakan saja,&quot; kata Riad saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (10\/11). Riad menyebut pihaknya pasrah pada proses penyelidikan tim investigasi lapangan TPGF. Ia pun mengaku sudah mendapat laporan keterangan sementara meski tidak bisa mengungkapkan secara gamblang. &quot;Karena pada saat ini kami belum bisa memastikan. Kan disampaikan dari rilis itu kan bisa oknum aparat ataupun pihak ketiga kita juga tidak tahu ya, saya juga tidak akan menyampaikan,&quot; lanjutnya. Sementara itu, hasil investigasi Komnas HAM menemukan bahwa terduga pelaku penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani adalah Wakil Danramil Hitadipa, Alpius. Komisioner Pemantauan\/ Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, menyatakan kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan pengakuan Yeremia sebelum meninggal kepada dua orang saksi. Serta pengakuan saksi-saksi lain yang melihat Alpius berada di sekitar kandang babi, tempat di mana Yeremia mengembuskan napas terakhir kali. Anam mengaku laporan investigasi kematian Yeremia ini sudah diserahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD. (khr\/pmg\/CNN)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Anak perempuan <strong>pendeta Yeremia Zanambani<\/strong>, Rode Zanambani meyakini pelaku penembakan terhadap ayahnya merupakan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (<strong>TNI<\/strong>) yang memiliki kedekatan hubungan dengan keluarganya.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kendati demikian, Rode belum mengatakan secara gamblang siapa sosok pelaku tersebut.\u00a0Namun pihak keluarga meyakini bahwa\u00a0Yeremia merupakan korban kekerasan aparat TNI di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, pada 19 September lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Ayah kami sebelum meninggal telah mengatakan kepada ibu kami bahwa ia ditembak oleh anggota TNI yang telah lama kami kenal dan dekat dengan kami, pengakuan ayah kami ini benar-benar kami yakini bahwa pelaku pembunuhan ayah kami adalah Anggota TNI,&#8221; kata Rode melalui keterangan tertulis yang diterima <em>CNNIndonesia.com<\/em>, Selasa (10\/11).<\/p>\n<p>Rode juga menyatakan pihaknya bakal menolak penyelidikan perkara pembunuhan mendiang ayahnya diselesaikan dalam proses peradilan militer. Penolakan itu berkaca pada kasus-kasus sebelumnya yang menurutnya lemah atas sanksi dan minim keadilan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, dibantu oleh tim kuasa hukum Yohanis Mambrasar, mereka meminta agar penyelesaian kasus ini diadili melalui pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM).<\/p>\n<p>&#8220;Kami sangat tidak sepakat jika proses hukum perkara pembunuhan ayah kami ini dilakukan di peradilan militer, karena kami tidak menyakini peradilan militer dapat mengungkap kebenaran dan menghukum pelaku sesuai perbuatannya serta memberikan keadilan bagi kami,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad mengaku hingga saat ini pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil penyelidikan dan penyidikan kasus penembakan Yeremia keluar.<\/p>\n<p>Riad pun tak mempermasalahkan beragam spekulasi dari keluarga hingga pihak gereja yang mencatut nama TNI. Namun, ia tetap berharap seluruh pihak dapat sabar menunggu hasil Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya yang dipimpin Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto.<\/p>\n<p>&#8220;Sampai saat ini kami belum mendapat konfirmasi terkait hal tersebut dan sampai saat ini prosesnya belum selesai. Jadi sementara memang berbagai masukan silakan saja,&#8221; kata Riad saat dihubungi <em>CNNIndonesia.com<\/em>, Selasa (10\/11).<\/p>\n<p>Riad menyebut pihaknya pasrah pada proses penyelidikan tim investigasi lapangan TPGF. Ia pun mengaku sudah mendapat laporan keterangan sementara meski tidak bisa mengungkapkan secara gamblang.<\/p>\n<p>&#8220;Karena pada saat ini kami belum bisa memastikan. Kan disampaikan dari rilis itu kan bisa oknum aparat ataupun pihak ketiga kita juga tidak tahu ya, saya juga tidak akan menyampaikan,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, hasil investigasi Komnas HAM menemukan bahwa terduga pelaku penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani adalah Wakil Danramil Hitadipa, Alpius.<\/p>\n<p>Komisioner Pemantauan\/ Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, menyatakan kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan pengakuan Yeremia sebelum meninggal kepada dua orang saksi. Serta pengakuan saksi-saksi lain yang melihat Alpius berada di sekitar kandang babi, tempat di mana Yeremia mengembuskan napas terakhir kali.<\/p>\n<p>Anam mengaku laporan investigasi kematian Yeremia ini sudah diserahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD.<\/p>\n<p><b>(khr\/pmg\/CNN)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Anak perempuan pendeta Yeremia Zanambani, Rode Zanambani meyakini pelaku penembakan terhadap ayahnya merupakan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memiliki kedekatan hubungan dengan keluarganya. Kendati demikian, Rode belum mengatakan secara gamblang siapa sosok pelaku tersebut.\u00a0Namun pihak keluarga meyakini bahwa\u00a0Yeremia merupakan korban kekerasan aparat TNI di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48020,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[195],"class_list":["post-48019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-papua"],"better_featured_image":{"id":48020,"alt_text":"","caption":"","description":"6715b6cdf1b7a79877c672d772423233","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/putri-pendeta-yeremia-ayah-bilang-pada-ibu-ditembak-tni_5fab00f47c7ea.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/putri-pendeta-yeremia-ayah-bilang-pada-ibu-ditembak-tni_5fab00f47c7ea.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/putri-pendeta-yeremia-ayah-bilang-pada-ibu-ditembak-tni_5fab00f47c7ea.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/putri-pendeta-yeremia-ayah-bilang-pada-ibu-ditembak-tni_5fab00f47c7ea.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1109","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48019"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48019\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}