{"id":48061,"date":"2020-11-14T16:39:40","date_gmt":"2020-11-14T09:39:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48061"},"modified":"2020-11-14T16:39:43","modified_gmt":"2020-11-14T09:39:43","slug":"detik-detik-bom-meledak-di-jeddah-arab-saudi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/detik-detik-bom-meledak-di-jeddah-arab-saudi\/","title":{"rendered":"Detik-detik Bom Meledak di Jeddah Arab Saudi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Sebuah bom meledak di upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia I di pemakaman non-Muslim di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (11\/11). Peringatan itu diketahui dihadiri oleh beberapa diplomat negara Barat seperti Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat. Menurut pernyataan bersama, pihak konsulat mengutuk insiden itu sebagai serangan pengecut. Dilansir AFP, setidaknya dua orang saksi buka suara saat bom mengacaukan acara. Menurut saksi mata, Nadia Chaaya, bom meledak saat konsulat Prancis menyampaikan pidato di upacara tersebut. &quot;Di akhir pidato kami mendengar ledakan. Awalnya kami tidak begitu memahaminya, tapi kami kemudian menyadari bahwa kami adalah targetnya,&quot; kata Chaaya kepada BFMTV Prancis. &quot;Kami panik dan khawatir akan ada ledakan kedua. Kami meninggalkan makam dan semua orang berpisah,&quot; ujar dia. Saksi mata lainnya, Mohammed Belmaziz mengatakan di tengah kekacauan dan jeritan, dia melihat satu orang dengan wajah berlumuran darah. Setidaknya empat orang dilaporkan terluka, yakni seorang polisi Yunani, seorang warga negara Inggris, dan seorang polisi Saudi yang menderita luka ringan. Sementara seorang lagi yang belum teridentifikasi, tapi ia dilaporkan berada dalam keadaan panik dan bersimbah darah. Menurut seorang fotografer AFP di tempat kejadian, jalan menuju pemakaman di pusat kota Jeddah telah ditutup oleh polisi lalu lintas Saudi. &quot;Dinas keamanan (Saudi) akan meluncurkan penyelidikan atas insiden agresi dalam acara yang dihadiri sejumlah konsulat di Jeddah,&quot; lapor televisi milik negara, Al-Ekhbariya. Selain mengutuk serangan, pihak kedutaan turut memuji kesigapan Saudi yang membantu mereka di tempat kejadian. Delegasi Eropa di Saudi juga berterima kasih kepada layanan darurat Saudi sekaligus mendesak otoritas lokal untuk mengadakan &quot;penyelidikan cepat dan menyeluruh&quot; atas serangan itu. Sebelumnya Kedutaan Besar Prancis di Riyadh telah mendesak warganya di Arab Saudi untuk melakukan &quot;kewaspadaan ekstrem&quot; sejak insiden penusukan di konsulat Prancis di Jeddah pada Kamis (29\/10). Insiden itu terjadi di hari yang sama saat seorang pria bersenjatakan pisau membunuh tiga orang di Gereja Notre Dame Basilica di Nice, Prancis selatan. Ledakan di peringatan Perang Dunia I pada Rabu (11\/11) pun menandai rentetan teror yang terjadi di Jeddah. Berbagai serangan yang terjadi baru-baru ini terjadi tak lama saat Presiden Prancis, Emmanuel Macron membuat marah sebagian besar negara mayoritas Muslim. Macron dikecam karena membela penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad beserta sejumlah pernyataan kontroversial lainnya. Selain menggaungkan kecaman, beberapa negara juga menyerukan pemboikotan terhadap produk buatan Prancis di media sosial. (ans\/dea\/CNN)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Sebuah <strong>bom <\/strong>meledak di upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia I di pemakaman non-Muslim di <strong>Jeddah<\/strong>, <strong>Arab Saudi<\/strong>, Rabu (11\/11).<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Peringatan itu diketahui dihadiri oleh beberapa diplomat negara Barat seperti Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat. Menurut pernyataan bersama, pihak konsulat mengutuk insiden itu sebagai serangan pengecut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dilansir <em>AFP<\/em>, setidaknya dua orang saksi buka suara saat bom mengacaukan acara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut saksi mata, Nadia Chaaya, bom meledak saat konsulat Prancis menyampaikan pidato di upacara tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Di akhir pidato kami mendengar ledakan. Awalnya kami tidak begitu memahaminya, tapi kami kemudian menyadari bahwa kami adalah targetnya,&#8221; kata Chaaya kepada <em>BFMTV<\/em> Prancis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami panik dan khawatir akan ada ledakan kedua. Kami meninggalkan makam dan semua orang berpisah,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saksi mata lainnya, Mohammed Belmaziz mengatakan di tengah kekacauan dan jeritan, dia melihat satu orang dengan wajah berlumuran darah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setidaknya empat orang dilaporkan terluka, yakni seorang polisi Yunani, seorang warga negara Inggris, dan seorang polisi Saudi yang menderita luka ringan. Sementara seorang lagi yang belum teridentifikasi, tapi ia dilaporkan berada dalam keadaan panik dan bersimbah darah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut seorang fotografer <em>AFP<\/em> di tempat kejadian, jalan menuju pemakaman di pusat kota Jeddah telah ditutup oleh polisi lalu lintas Saudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dinas keamanan (Saudi) akan meluncurkan penyelidikan atas insiden agresi dalam acara yang dihadiri sejumlah konsulat di Jeddah,&#8221; lapor televisi milik negara, Al-Ekhbariya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mengutuk serangan, pihak kedutaan turut memuji kesigapan Saudi yang membantu mereka di tempat kejadian. Delegasi Eropa di Saudi juga berterima kasih kepada layanan darurat Saudi sekaligus mendesak otoritas lokal untuk mengadakan &#8220;penyelidikan cepat dan menyeluruh&#8221; atas serangan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya Kedutaan Besar Prancis di Riyadh telah mendesak warganya di Arab Saudi untuk melakukan &#8220;kewaspadaan ekstrem&#8221; sejak insiden penusukan di konsulat Prancis di Jeddah pada Kamis (29\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden itu terjadi di hari yang sama saat seorang pria bersenjatakan pisau membunuh tiga orang di Gereja Notre Dame Basilica di Nice, Prancis selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ledakan di peringatan Perang Dunia I pada Rabu (11\/11) pun menandai rentetan teror yang terjadi di Jeddah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai serangan yang terjadi baru-baru ini terjadi tak lama saat Presiden Prancis, Emmanuel Macron membuat marah sebagian besar negara mayoritas Muslim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Macron dikecam karena membela penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad beserta sejumlah pernyataan kontroversial lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menggaungkan kecaman, beberapa negara juga menyerukan pemboikotan terhadap produk buatan Prancis di media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>(ans\/dea\/CNN)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Sebuah bom meledak di upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia I di pemakaman non-Muslim di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (11\/11). Peringatan itu diketahui dihadiri oleh beberapa diplomat negara Barat seperti Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat. Menurut pernyataan bersama, pihak konsulat mengutuk insiden itu sebagai serangan pengecut. Dilansir AFP, setidaknya dua orang saksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48062,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[7],"class_list":["post-48061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":48062,"alt_text":"","caption":"","description":"a721dc239ad09c9fc4f1b2f0872e48c5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/detik-detik-bom-meledak-di-jeddah-arab-saudi_5fada3f270976.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/detik-detik-bom-meledak-di-jeddah-arab-saudi_5fada3f270976.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/detik-detik-bom-meledak-di-jeddah-arab-saudi_5fada3f270976.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/detik-detik-bom-meledak-di-jeddah-arab-saudi_5fada3f270976.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1082","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48061"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48061\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}