{"id":48433,"date":"2020-12-06T17:05:26","date_gmt":"2020-12-06T10:05:26","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48433"},"modified":"2020-12-06T17:05:29","modified_gmt":"2020-12-06T10:05:29","slug":"diduga-sarang-ekstremisme-prancis-ancam-tutup-76-masjid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/diduga-sarang-ekstremisme-prancis-ancam-tutup-76-masjid\/","title":{"rendered":"Diduga Sarang Ekstremisme, Prancis Ancam Tutup 76 Masjid"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Otoritas\u00a0Prancis menggerebek sekitar 76 masjid di seluruh negeri pada Kamis (3\/12). Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan penggerebekan masjid dilakukan sebagai upaya memerangi ekstremis Islam. Darmanin mengatakan menemukan upaya mempromosikan gerakan ekstremisime di salah satu dari 76 masjid yang digerebek. Kepada radio Prancis, RTL, Darmanin mengatakan akan menutup masjid yang mempromosikan gerakan ekstremisme. Penggerebekan yang dilakukan pada Kamis sore merupakan upaya merespons dua serangan yang terjadi di Prancis, yakni pemenggalan terhadap seorang guru yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dan penikaman\u00a0hingga menewaskan tiga orang di sebuah gereja di Nice. Darmanin mengatakan 76 masjid yang digerebek digunakan oleh 2.600 umat Muslim untuk beribadah. Mengutip AFP, Darmanin tidak secara gamblang mengungkapkan tempat ibadah di mana saja yang menjadi sasaran penggerebekan. Namun dalam dokumen yang dikirimkan ke kepala keamanan regional diketahui 16 alamt di Paris dan 60 lainnya di seluruh Prancis. &quot;[Masjid] ada di beberapa daerah terkonsentrasi tempat ibadah yang jelas anti-Republik (di mana) para imam diikuti oleh badan intelijen dan di mana wacana itu bertentangan dengan nilai-nilai kita,&quot; kata Darmanin kepada radio RTL. Lewat cuitannya di Twitter, Darmanin mengatakan penggerebekan masjid dilakukan karena muncul kecurigaan uapya &#039;separatisme&#039;-istilah yang digunakan Presiden Emmanuel Macron untuk menggambarkan Muslim yang menutup diri dari masyarakat Prancis. Kendati demikian, ia mengtakan jika tidak semua Muslim di Prancis sebagai kelompok radikal dan situasi di sana juga &#039;jauh dari radikalisasi yang meluas&#039;. &quot;Hampir semua Muslim di Prancis menghormati hukum Republik dan dirugikan oleh (radikalisasi) itu,&quot; katanya. Insiden pemenggalah guru Samuel Paty yang menunjukkan kartu Nabi Muhammad dipandang sebagai serangan terhadap Republik. Sejak saat itu pihak berwenang menggerebek puluhan kelompok Islam, mulai dari kelompok olah raga, badan amal, dan asosiasi yang diduga mempromosikan ekstremisme. Tak sedikit pula masjid di Paris yang diminta ditutup sementara setelah video yang mengecam tindakan Paty beredar luas. Darmanin mengatakan sebanyak 66 dari 231 orang yang masuk dalam daftar orang yang dipantau telah diusir dari Prancis. Sekitar 50 lainnya telah dimasukkan ke dalam pusat penahanan migran dan 30 lainnya berada dalam tahanan rumah. (Radio RTL\/evn)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Otoritas\u00a0<strong>Prancis<\/strong> menggerebek sekitar 76 masjid di seluruh negeri pada Kamis (3\/12). Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan penggerebekan masjid dilakukan sebagai upaya memerangi ekstremis Islam.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Darmanin mengatakan menemukan upaya mempromosikan gerakan ekstremisime di salah satu dari 76 masjid yang digerebek.<\/p>\n<p>Kepada radio Prancis, RTL, Darmanin mengatakan akan menutup masjid yang mempromosikan gerakan ekstremisme.<\/p>\n<p>Penggerebekan yang dilakukan pada Kamis sore merupakan upaya merespons dua serangan yang terjadi di Prancis, yakni pemenggalan terhadap seorang guru yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dan penikaman\u00a0hingga menewaskan tiga orang di sebuah gereja di Nice.<\/p>\n<p>Darmanin mengatakan 76 masjid yang digerebek digunakan oleh 2.600 umat Muslim untuk beribadah.<\/p>\n<p>Mengutip <em>AFP<\/em>, Darmanin tidak secara gamblang mengungkapkan tempat ibadah di mana saja yang menjadi sasaran penggerebekan. Namun dalam dokumen yang dikirimkan ke kepala keamanan regional diketahui 16 alamt di Paris dan 60 lainnya di seluruh Prancis.<\/p>\n<p>&#8220;[Masjid] ada di beberapa daerah terkonsentrasi tempat ibadah yang jelas anti-Republik (di mana) para imam diikuti oleh badan intelijen dan di mana wacana itu bertentangan dengan nilai-nilai kita,&#8221; kata Darmanin kepada radio <em>RTL<\/em>.<\/p>\n<p>Lewat cuitannya di Twitter, Darmanin mengatakan penggerebekan masjid dilakukan karena muncul kecurigaan uapya &#8216;separatisme&#8217;-istilah yang digunakan Presiden Emmanuel Macron untuk menggambarkan Muslim yang menutup diri dari masyarakat Prancis.<\/p>\n<p>Kendati demikian, ia mengtakan jika tidak semua Muslim di Prancis sebagai kelompok radikal dan situasi di sana juga &#8216;jauh dari radikalisasi yang meluas&#8217;.<\/p>\n<p>&#8220;Hampir semua Muslim di Prancis menghormati hukum Republik dan dirugikan oleh (radikalisasi) itu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Insiden pemenggalah guru Samuel Paty yang menunjukkan kartu Nabi Muhammad dipandang sebagai serangan terhadap Republik. Sejak saat itu pihak berwenang menggerebek puluhan kelompok Islam, mulai dari kelompok olah raga, badan amal, dan asosiasi yang diduga mempromosikan ekstremisme.<\/p>\n<p>Tak sedikit pula masjid di Paris yang diminta ditutup sementara setelah video yang mengecam tindakan Paty beredar luas.<\/p>\n<p>Darmanin mengatakan sebanyak 66 dari 231 orang yang masuk dalam daftar orang yang dipantau telah diusir dari Prancis. Sekitar 50 lainnya telah dimasukkan ke dalam pusat penahanan migran dan 30 lainnya berada dalam tahanan rumah.<\/p>\n<p><b>(Radio RTL\/evn)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Otoritas\u00a0Prancis menggerebek sekitar 76 masjid di seluruh negeri pada Kamis (3\/12). Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan penggerebekan masjid dilakukan sebagai upaya memerangi ekstremis Islam. Darmanin mengatakan menemukan upaya mempromosikan gerakan ekstremisime di salah satu dari 76 masjid yang digerebek. Kepada radio Prancis, RTL, Darmanin mengatakan akan menutup masjid yang mempromosikan gerakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48434,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-48433","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"better_featured_image":{"id":48434,"alt_text":"","caption":"","description":"4e7cb0ef3ee5c7b870a3d555bcdcba20","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/diduga-sarang-ekstremisme-prancis-ancam-tutup-76-masjid_5fc9efe85a82e.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/diduga-sarang-ekstremisme-prancis-ancam-tutup-76-masjid_5fc9efe85a82e.jpeg?fit=650%2C364&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/diduga-sarang-ekstremisme-prancis-ancam-tutup-76-masjid_5fc9efe85a82e.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/diduga-sarang-ekstremisme-prancis-ancam-tutup-76-masjid_5fc9efe85a82e.jpeg?fit=650%2C364&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"970","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48433","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48433"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48433\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48434"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48433"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48433"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48433"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}