{"id":48549,"date":"2020-12-16T10:15:51","date_gmt":"2020-12-16T03:15:51","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48549"},"modified":"2020-12-16T10:33:37","modified_gmt":"2020-12-16T03:33:37","slug":"pengaruh-bahasa-yunani-pada-abad-pertama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/pengaruh-bahasa-yunani-pada-abad-pertama\/","title":{"rendered":"PENGARUH BAHASA YUNANI PADA ABAD PERTAMA"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id -\u00a0 Akhir-akhir ini banyak yang menanyakan apakah sebenarnya bahasa yang digunakan dalam masa Perjanjian Baru? Soalnya ada kalangan yang akhir-akhir ini menekankan slogan \u2018kembali ke akar\u00a0yudaik\u2019 yang menyimpulkan bahwa bahasa Ibrani selalu dipakai oleh bangsa Ibrani termasuk pada masa Perjanjian Baru dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani. Benarkah kesimpulan demikian? Ibrani\u00a0adalah bahasa yang tidak digunakan sehari-hari sebagai bahasa percakapan umum sejak abad V sM\u00a0(masa Ezra) terutama sejak abad II sM,\u00a0dan hanya penggunaannya di kalangan terbatas cendekiawan dan para Rabbi dalam menyalin Kitab Suci,\u00a0maka ketika\u00a0bahasa Yunani\u00a0menjadi bahasa percakapan umum di sekitar Laut Tengah sejak ekspansi Raja\u00a0Iskandar Agung\u00a0(Alexander the Great, 356-323\u00a0sM.), bahasa Yunani menggantikan peran bahasa Ibrani. Iskandar Agung adalah raja yang mempopulerkan budaya Yunani tetapi dengan cara yang halus, ia mempengaruhi daerah pendudukan bukan dengan cara yang keras namun dengan cara damai, antara lain dengan melakukan kawin campur dengan penduduk yang dijajahnya. Bukan hanya dia, para jenderal maupun tentaranya didorong melakukan kawin campur dengan penduduk yang dikuasainya. Helenisasi Dengan\u00a0cara yang halus dan damai ini dapat dimaklumi bahwa helenisasi terjadi dengan pesat diseantero jajahan Yunani, mulai dari kawasan Asia Kecil, Siria, Palestina, Mesir, dan ke Timur sampai sungai Efrat dan perbatasan dengan India. Kondisi demikian lebih kuat menguasai kawasan Palestina dimana setelah kematiannya di tahun 323 sM, kawasan Palestina menjadi pusat perbenturan tiga wangsa yunani penggantinya. Di sepanjang pantai Palestina, banyak kota Yunani dibangun karena merupakan jalan penting dari Asia Kecil ke Mesir. Perlu disadari bahwa Yudea, setelah kematian Aleksander Agung, terletak diantara tiga kerajaan wangsa Yunani pengganti Iskandar Agung yang saling bersaing, wangsa\u00a0Seleucus\u00a0di Siria,\u00a0Ptolemeus\u00a0di Mesir, dan\u00a0Antigones\u00a0di Asia Kecil, yang saling berebut pengaruh di Yudea, sehingga Yudea merupakan sentra lalu-lintas politik, dagang dan bahasa yang penting. Orang yang ingin bertahan hidup dalam konteks demikian perlu mengerti bahasa regional Yunani. Siria juga mempopulerkan bahasa Aram disamping Yunani, sedangkan dua wangsa yang lainnya mempopulerkan bahasa Yunani. Helenisasi terutama bahasa yunani berjalan merata diseluruh daerah pendudukan Yunani, dan sekalipun ada resistensi dari orang Yahudi di Yudea terhadap kebudayaan Yunani, terutama ketika terjadi penodaan agama oleh\u00a0Anthiocus IV Epiphanes\u00a0(175 sM), resistensi itu terbatas karena Yudea hanyalah kawasan kecil yang tidak terlalu luas di sekitar Yerusalem, itupun penduduk Yerusalem sudah menjadi multi etnis dan banyak juga menerima pengaruh dari wangsa Yunani dan Siria (Aram). \u201cYang dimaksudkan dengan Yudea dalam kurun waktu ini ialah daerah yang terbatas sampai pada kota Yerusalem dan daerah sekitarnya yang diperintah oleh seorang imam besar.\u201d (\u00a0H. Jagersma,\u00a0Dari Aleksander Agung sampai Bar Kohba, Sejarah Israel Dari\u00a0+\u00a0330 SM \u2013 135 M, hlm.16.) Jadi Helenisasi termasuk penyebaran bahasa Yunani di Palestina yang juga berimbas ke Yudea telah berjalan selama 4 abad sebelum masa hidup dan pelayanan Yesus. Septuaginta Pada\u00a0abad III sM., menurut tradisi Yahudi disebut bahwa 72 tua-tua Israel (6 tua-tua dari setiap suku Israel) dikirim oleh\u00a0Eliezer, Imam Besar Bait Allah di Yerusalem, untuk pergi ke Mesir atas undangan Raja\u00a0Ptolomeus\u00a0II\u00a0Philadelphus\u00a0(285-246 sM.) di Iskandariah (Afrika Utara), sambil mem\u00adbawa salinan \u201dKitab Hukum\u201d yang resmi untuk diterjemahkan ke bahasa Yunani yang kala itu menjadi bahasa umum (koine) yang digunakan di persemakmuran Yunani. Terjemahan ini terkenal dengan nama\u00a0Septuaginta\u00a0atau \u201dLXX\u201d (artinya 70). Dalam Pengantar buku Septuaginta, disebutkan mengenai sejarahnya sebagai berikut: \u201cSeptuaginta adalah terjemahan Pentateuch Yahudi ke bahasa Yunani. Pentateuch, yang awal dan bagian fundamental dari Kanon Perjanjian Lama, diterjemahkan lebih dahulu, dan menurut surat Aristeas, berlangsung pada pemerintahan Philadelphus (285-247 sM). Cerita itu menyebutkan bahwa terjemahan itu dilakukan di Alexandria oleh 70 \u2013 atau lebih akurat 72 \u2013 ahli-ahli yahudi; karena itu diberi nama \u201cSeptuaginta\u201d (LXX). Judul ini sekalipun semula ditujukan untuk terjemahan Pentateuch, kemudian ditujukan untuk menyebut seluruh terjemahan Perjanjian Lama. Penerjemahan Pentateuch kemudian dilanjutkan dengan penerjemahan kitab-kitab lainnya.\u201d (\u00a0History of the Septuagint Text,\u00a0SEPTUAGINT,\u00a0ed. Alfred Rahlfs, Wurttembergische, Biblestalt Stuttgart, hlm. xxii.) Pendahuluan pada kitab Pengkotbah LXX yang diperkirakan ditulis pada abad II sM, menunjukkan bahwa pada abad II sM sebagian besar Septuaginta sudah ada, ini menunjukkan bahwa penterjemahannya, selain oleh 72 tua-tua tentu oleh lebih banyak orang lagi dan berlangsung lebih dari satu abad sehingga sampai selesainya seluruh terjemahan Septuaginta. Menurut surat\u00a0Aristeas, penterjemahan Pentateuch mendapat rekomendasi resmi dari orang Yahudi di Aleksandria, dan para penulis Yahudi seperti\u00a0Philo\u00a0dan\u00a0Josephus\u00a0menggunakannya.\u00a0Septuaginta\u00a0semula\u00a0secara umum diterima oleh para imam Yahudi, bahkan\u00a0Imam Besar\u00a0Eliezer\u00a0di Yerusalemlah yang secara resmi mengutus para ahli dan imam untuk menerjemahkan hasil itu.\u00a0Septuaginta adalah\u00a0karya orang Yahudi, dan mendapat tempat yang tinggi dan kemudian digunakan di sinagoga-sinagoga. Tetapi memang benar, ketika raja Antiochus IV Epiphanes menajiskan Bait Allah (175 sM) dan mendorong terjadinya pemberontakan Makabe, ada semangat menolak budaya Yunani dan adanya kebangunan\u00a0semangat nasionalisme Yahudi, namun kebangunan itu pengaruhnya kecil dan hanya terjadi di kota Yerusalem dan sekitarnya yang dikuasai imam besar. Mayoritas komunitas Yahudi di luar Yudea lebih fasih berbahasa Aram dan Yunani dan sudah tidak mengerti bahasa Ibrani, itulah sebabnya LXX populer sekali di kalangan Yahudi mayoritas sehingga digunakan di sinagoge mereka di luar Bait Allah di Yerusalem, dan pada abad pertama ketika hadir agama Kristen, Septuaginta banyak dipakai oleh kalangan Kristen dan menjadi kitab suci Perjanjian Lama mereka. \u201dPada masa Ptolomeus Filadelfus kitab Perjanjian Lama ditulis dalam versi Yunani, yang dikenal sebagai Septuaginta .... Pada masa Kristus, kitab tersebut telah tersebar luas di antara para Perserakan di wilayah Timur Tengah dan menjadi Kitab Suci Jemaat Kristen yang mula-mula\u201d.\u00a0(\u00a0Merill C. Tenney,\u00a0Survei Perjanjian Baru, 32.) \u201cDemikianlah komunitas Kristen awal terbentuk dari sebagian besar orang Yahudi perantauan, selagi LXX sudah beredar luas dimana-mana dan dikenal baik, diadopsi oleh orang Kristen sebagai kitab suci gereja.\u201d (SEPTUAGINTA, hlm.xxiii.) Sekalipun cerita yang disampaikan Aristeas ada yang meragukan karena bersifat sangat spektakuler, misalnya bahwa penerjemahan Pentateuch berlangsung dalam 72 hari dan salinan kelompok berbeda bisa tepat sama yang dianggap sebagai mujizat Tuhan, kenyataannya Septuaginta hadir dan banyak naskah salinannya ditemukan, termasuk yang ditemukan di\u00a0Gulungan Laut Mati (Dead Sea Scrolls). \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Dalam terjemahan LXX itu, istilah \u201dEl\/Elohim\/Eloah\u201d diterjemahkan menjadi\u00a0Theos, dan \u201dYahweh\/Adonai\u201d menjadi\u00a0Kurios\/Kyrios. Penerjemahan \u201dTheos\u201d dan \u201dKu\u00adrios\u201d ini tidak menjadi masalah bagi orang Yahudi maupun imam\u00a0besar\u00a0Yahudi\u00a0yang mengutus para penerjemah\u00a0pada waktu itu, ini\u00a0kemudian diikuti\u00a0dalam penulisan\u00a0Perjanjian Baru. (yabina)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211;\u00a0 <span style=\"font-size: small;\"><b><span lang=\"IN\">Akhir-akhir ini banyak yang menanyakan apakah sebenarnya bahasa yang digunakan dalam masa Perjanjian Baru? Soalnya ada kalangan yang akhir-akhir ini menekankan slogan \u2018kembali ke aka<\/span>r<span lang=\"IN\">\u00a0yudaik\u2019 yang menyimpulkan bahwa bahasa Ibrani selalu dipakai oleh bangsa Ibrani termasuk pada masa Perjanjian Baru dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani. Benarkah kesimpulan demikian?<\/span><\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: small;\"><b><span lang=\"IN\"><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/yabina.org\/images\/2012\/art-septuagint.jpg?resize=176%2C264\" width=\"176\" height=\"264\" align=\"left\" border=\"0\" \/>Ibrani\u00a0<\/span><\/b><span lang=\"IN\">adalah bahasa yang tidak digunakan sehari-hari sebagai bahasa percakapan umum sejak abad V sM<\/span>\u00a0(masa Ezra) terutama sejak abad II sM<span lang=\"IN\">,\u00a0<\/span>dan hanya penggunaannya di kalangan terbatas cendekiawan dan para Rabbi dalam menyalin Kitab Suci,\u00a0<span lang=\"IN\">maka ketika\u00a0<i>bahasa Yunani<\/i>\u00a0menjadi bahasa percakapan umum di sekitar Laut Tengah sejak ekspansi Raja\u00a0<i>Iskandar Agung<\/i>\u00a0(Alexander the Great, 356-32<\/span>3<span lang=\"IN\">\u00a0sM.)<\/span>, bahasa Yunani menggantikan peran bahasa Ibrani.<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"font-size: small;\">Iskandar Agung adalah raja yang mempopulerkan budaya Yunani tetapi dengan cara yang halus, ia mempengaruhi daerah pendudukan bukan dengan cara yang keras namun dengan cara damai, antara lain dengan melakukan kawin campur dengan penduduk yang dijajahnya. Bukan hanya dia, para jenderal maupun tentaranya didorong melakukan kawin campur dengan penduduk yang dikuasainya.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Helenisasi<\/h3>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><b>Dengan<\/b>\u00a0cara yang halus dan damai ini dapat dimaklumi bahwa helenisasi terjadi dengan pesat diseantero jajahan Yunani, mulai dari kawasan Asia Kecil, Siria, Palestina, Mesir, dan ke Timur sampai sungai Efrat dan perbatasan dengan India. Kondisi demikian lebih kuat menguasai kawasan Palestina dimana setelah kematiannya di tahun 323 sM, kawasan Palestina menjadi pusat perbenturan tiga wangsa yunani penggantinya. Di sepanjang pantai Palestina, banyak kota Yunani dibangun karena merupakan jalan penting dari Asia Kecil ke Mesir.<\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Perlu disadari bahwa Yudea, setelah kematian Aleksander Agung, terletak diantara tiga kerajaan wangsa Yunani pengganti Iskandar Agung yang saling bersaing, wangsa\u00a0<i>Seleucus<\/i>\u00a0di Siria,\u00a0<i>Ptolemeus<\/i>\u00a0di Mesir, dan\u00a0<i>Antigones<\/i>\u00a0di Asia Kecil, yang saling berebut pengaruh di Yudea, sehingga Yudea merupakan sentra lalu-lintas politik, dagang dan bahasa yang penting. Orang yang ingin bertahan hidup dalam konteks demikian perlu mengerti bahasa regional Yunani. Siria juga mempopulerkan bahasa Aram disamping Yunani, sedangkan dua wangsa yang lainnya mempopulerkan bahasa Yunani.<\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Helenisasi terutama bahasa yunani berjalan merata diseluruh daerah pendudukan Yunani, dan sekalipun ada resistensi dari orang Yahudi di Yudea terhadap kebudayaan Yunani, terutama ketika terjadi penodaan agama oleh\u00a0<i>Anthiocus IV Epiphanes<\/i>\u00a0(175 sM), resistensi itu terbatas karena Yudea hanyalah kawasan kecil yang tidak terlalu luas di sekitar Yerusalem, itupun penduduk Yerusalem sudah menjadi multi etnis dan banyak juga menerima pengaruh dari wangsa Yunani dan Siria (Aram).<\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">\u201cYang dimaksudkan dengan Yudea dalam kurun waktu ini ialah daerah yang terbatas sampai pada kota Yerusalem dan daerah sekitarnya yang diperintah oleh seorang imam besar.\u201d (<span style=\"color: #000080;\">\u00a0H. Jagersma,\u00a0<i>Dari Aleksander Agung sampai Bar Kohba, Sejarah Israel Dari\u00a0<u>+<\/u>\u00a0330 SM \u2013 135 M<\/i>, hlm.16.)<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Jadi Helenisasi termasuk penyebaran bahasa Yunani di Palestina yang juga berimbas ke Yudea telah berjalan selama 4 abad sebelum masa hidup dan pelayanan Yesus.<\/p>\n<h3 class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Septuaginta<\/h3>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><b>P<span lang=\"IN\">ada\u00a0<\/span><\/b><span lang=\"IN\">abad III sM., menurut tradisi Yahudi disebut bahwa 72 tua-tua Israel (6 tua-tua dari setiap suku Israel) dikirim oleh\u00a0<i>Eliezer<\/i>, Imam Besar Bait Allah di Yerusalem, untuk pergi ke Mesir atas undangan Raja\u00a0<i>Ptolomeus\u00a0<\/i><\/span><i>II\u00a0<span lang=\"IN\">Philadelphus<\/span><\/i><span lang=\"IN\">\u00a0(285-246 sM.) di Iskandariah (Afrika Utara), sambil mem\u00adbawa salinan \u201dKitab Hukum\u201d yang resmi untuk diterjemahkan ke bahasa Yunani yang kala itu menjadi bahasa umum (koine) yang digunakan di persemakmuran Yunani. Terjemahan ini terkenal dengan nama\u00a0<i>Septuaginta<\/i>\u00a0atau \u201dLXX\u201d (artinya 70).<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000080;\">Dalam Pengantar buku Septuaginta, disebutkan mengenai sejarahnya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000080;\">\u201cSeptuaginta adalah terjemahan Pentateuch Yahudi ke bahasa Yunani. Pentateuch, yang awal dan bagian fundamental dari Kanon Perjanjian Lama, diterjemahkan lebih dahulu, dan menurut surat Aristeas, berlangsung pada pemerintahan Philadelphus (285-247 sM). Cerita itu menyebutkan bahwa terjemahan itu dilakukan di Alexandria oleh 70 \u2013 atau lebih akurat 72 \u2013 ahli-ahli yahudi; karena itu diberi nama \u201cSeptuaginta\u201d (LXX). Judul ini sekalipun semula ditujukan untuk terjemahan Pentateuch, kemudian ditujukan untuk menyebut seluruh terjemahan Perjanjian Lama. Penerjemahan Pentateuch kemudian dilanjutkan dengan penerjemahan kitab-kitab lainnya.\u201d (\u00a0History of the Septuagint Text,\u00a0<i>SEPTUAGINT,<\/i>\u00a0ed. Alfred Rahlfs, Wurttembergische, Biblestalt Stuttgart, hlm. xxii.)<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Pendahuluan pada kitab Pengkotbah LXX yang diperkirakan ditulis pada abad II sM, menunjukkan bahwa pada abad II sM sebagian besar Septuaginta sudah ada, ini menunjukkan bahwa penterjemahannya, selain oleh 72 tua-tua tentu oleh lebih banyak orang lagi dan berlangsung lebih dari satu abad sehingga sampai selesainya seluruh terjemahan Septuaginta.<\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Menurut surat\u00a0<i>Aristeas<\/i>, penterjemahan Pentateuch mendapat rekomendasi resmi dari orang Yahudi di Aleksandria, dan para penulis Yahudi seperti\u00a0<i>Philo<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>Josephus\u00a0<\/i>menggunakannya.\u00a0<span lang=\"IN\">Septuaginta\u00a0<\/span>semula\u00a0<span lang=\"IN\">secara umum diterima oleh para imam Yahudi, bahkan\u00a0<i>Imam Besar\u00a0<\/i><\/span><i>Eliezer<\/i>\u00a0<span lang=\"IN\">di Yerusalemlah yang secara resmi mengutus para ahli dan imam untuk menerjemahkan hasil itu.\u00a0<\/span>Septuaginta adalah\u00a0<i>karya orang Yahudi<\/i>, dan mendapat tempat yang tinggi dan kemudian digunakan di sinagoga-sinagoga.<\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Tetapi memang benar, ketika raja Antiochus IV Epiphanes menajiskan Bait Allah (175 sM) dan mendorong terjadinya pemberontakan Makabe, ada semangat menolak budaya Yunani dan adanya kebangunan\u00a0semangat nasionalisme Yahudi, namun kebangunan itu pengaruhnya kecil dan hanya terjadi di kota Yerusalem dan sekitarnya yang dikuasai imam besar. Mayoritas komunitas Yahudi di luar Yudea lebih fasih berbahasa Aram dan Yunani dan sudah tidak mengerti bahasa Ibrani, itulah sebabnya LXX populer sekali di kalangan Yahudi mayoritas sehingga digunakan di sinagoge mereka di luar Bait Allah di Yerusalem, dan pada abad pertama ketika hadir agama Kristen, Septuaginta banyak dipakai oleh kalangan Kristen dan menjadi kitab suci Perjanjian Lama mereka.<\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000080;\"><span lang=\"IN\">\u201dPada masa Ptolomeus Filadelfus kitab Perjanjian Lama ditulis dalam versi Yunani, yang dikenal sebagai Septuaginta &#8230;. Pada masa Kristus, kitab tersebut telah tersebar luas di antara para Perserakan di wilayah Timur Tengah dan menjadi Kitab Suci Jemaat Kristen yang mula-mula\u201d.<\/span>\u00a0(<span lang=\"IN\">\u00a0Merill C. Tenney,\u00a0<i>Survei Perjanjian Baru<\/i>, 32.<\/span>)<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoFootnoteText\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000080;\">\u201cDemikianlah komunitas Kristen awal terbentuk dari sebagian besar orang Yahudi perantauan, selagi LXX sudah beredar luas dimana-mana dan dikenal baik, diadopsi oleh orang Kristen sebagai kitab suci gereja.\u201d (<i>SEPTUAGINTA<\/i>, hlm.xxiii.)<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Sekalipun cerita yang disampaikan Aristeas ada yang meragukan karena bersifat sangat spektakuler, misalnya bahwa penerjemahan Pentateuch berlangsung dalam 72 hari dan salinan kelompok berbeda bisa tepat sama yang dianggap sebagai mujizat Tuhan, kenyataannya Septuaginta hadir dan banyak naskah salinannya ditemukan, termasuk yang ditemukan di\u00a0<i>Gulungan Laut M<\/i>ati (Dead Sea Scrolls).<\/p>\n<p class=\"yiv1151273927MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<span lang=\"IN\">Dalam terjemahan LXX itu, istilah \u201dEl\/Elohim\/Eloah\u201d diterjemahkan menjadi\u00a0<i>Theos<\/i>, dan \u201dYahweh\/Adonai\u201d menjadi\u00a0<i>Kurios<\/i><\/span><i>\/Kyrios<\/i><span lang=\"IN\">. Penerjemahan \u201dTheos\u201d dan \u201dKu\u00adrios\u201d ini tidak menjadi masalah bagi orang Yahudi maupun imam\u00a0<\/span>besar\u00a0<span lang=\"IN\">Yahudi\u00a0<\/span>yang mengutus para penerjemah\u00a0<span lang=\"IN\">pada waktu itu<\/span>, ini<span lang=\"IN\">\u00a0kemudian diikuti\u00a0<\/span>dalam penulisan\u00a0<span lang=\"IN\">Perjanjian Baru. (yabina)<br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211;\u00a0 Akhir-akhir ini banyak yang menanyakan apakah sebenarnya bahasa yang digunakan dalam masa Perjanjian Baru? Soalnya ada kalangan yang akhir-akhir ini menekankan slogan \u2018kembali ke akar\u00a0yudaik\u2019 yang menyimpulkan bahwa bahasa Ibrani selalu dipakai oleh bangsa Ibrani termasuk pada masa Perjanjian Baru dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani. Benarkah kesimpulan demikian? Ibrani\u00a0adalah bahasa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"0","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-48549","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"sunardo","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0ed7f70b2638935ff34c92f61464b1da646634ada4dc1ad44d5ef196bb129bf1?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1525","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48549"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48549\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}