{"id":48574,"date":"2020-12-18T08:14:31","date_gmt":"2020-12-18T01:14:31","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48574"},"modified":"2020-12-18T08:15:33","modified_gmt":"2020-12-18T01:15:33","slug":"covid-terus-melonjak-korsel-ingatkan-warga-potensi-lockdown","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/covid-terus-melonjak-korsel-ingatkan-warga-potensi-lockdown\/","title":{"rendered":"Covid Terus Melonjak, Korsel Ingatkan Warga Potensi Lockdown"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pejabat kesehatan\u00a0Korea Selatan memperingatkan penduduknya mengenai kemungkinan potensi lockdown di tengah meningkatnya infeksi\u00a0virus corona yang mengkhawatirkan. Mereka juga mengimbau agar warga mematuhi aturan pembatasan dengan serius. Korsel merupakan salah satu role model perihal penanganan Covid-19. Awal tahun ini, Negeri Ginseng dipuji oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena berhasil menghentikan penyebaran awal wabah mematikan tersebut. Meskipun termasuk salah satu negara pertama yang terpapar virus, Korsel berhasil menghindari segala jenis lockdown ketat yang telah diterapkan berbagai negara. Sebagian orang mengatakan Korsel berhasil menekan virus karena mengkombinasikan antara pengujian agresif dengan teknik dan pelacakan yang canggih. Tapi seiring berlanjutnya pandemi hingga memasuki musim dingin, Korsel mulai menghadapi gelombang ketiga infeksi Covid-19 dengan peningkatan infeksi baru yang sulit dilacak. Dilansir CNN, Rabu (16\/12), pejabat senior Kementerian Kesehatan Yoon Tae-ho mendesak orang-orang untuk berpartisipasi penuh menerapkan menjaga jarak sosial di wilayah Seoul. Pembatasan di Seoul saat ini berada di level 2,5 pada skala negara, di mana level 3 menandakan lockdown secara de facto. Yoon mengatakan saat ini para pejabat sedang berkonsultasi dengan para ahli, pemerintah daerah, dan komite kerja anti-virus tentang apakah akan menaikkan pembatasan ke level 3. Langkah itu kemungkinan besar akan berefek pada &quot;perubahan sosial yang besar&#039;. Salah satunya, dia memperingatkan, dapat berakibat menimbulkan kerugian bagi bisnis kecil dan wiraswasta. Pada Rabu, pejabat Wali Kota Seoul Seo Jung-hyup memperingatkan bahwa kapasitas ruangan rumah sakit di Seoul mulai berkurang, di mana 77 dari 78 tempat tidur ICU telah ditempati oleh pasien Covid-19. Menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins, kasus di Korea Selatan terus meningkat sejak pertengahan November. Negara itu kemudian perlahan-lahan memberlakukan lebih banyak pembatasan dan aturan jarak sosial. Pekan lalu, personel militer dan polisi dikerahkan untuk membantu upaya pelacakan kontak. Sementara pusat pengujian memperpanjang jam kerja mereka hingga larut malam dan akhir pekan untuk meningkatkan pengujian yang lebih luas di wilayah Seoul. Selain mengancam bisnis kecil, pembatasan level 3 juga dapat mengakibatkan sekolah dan gereja dipaksa memindahkan operasionalnya secara daring. Menurut lembaga penyiaran publik, KBS, setidaknya ditemukan satu klaster di Seoul yang terhubung dengan aktivitas gereja. &quot;Gereja mengadakan pertemuan empat kali dalam seminggu selama tujuh pekan di ruang tertutup untuk jangka waktu yang lama, dalam artian kemungkinan penyebaran droplet di antara orang sangat tinggi. Kami sedang menyelidiki masalah ini lebih lanjut,&quot; kata pejabat kesehatan setempat, Park Yoo-mi kepada KBS. Sementara itu, Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, Jung Eun-kyeong mengatakan gelombang ketiga Covid-19 yang dihadapi Korsel saat ini berbeda dengan dua gelombang sebelumnya. &quot;Ini adalah titik paling kritis sejak pandemi Covid-19 dimulai,&quot; ujarnya. Hingga kini, total kasus Covid-19 di Korsel mencapai 45.442, 612 kematian, dan 32.947 dinyatakan sembuh. (ans\/dea\/cnn)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pejabat kesehatan\u00a0<strong>Korea Selatan<\/strong> memperingatkan penduduknya mengenai kemungkinan potensi <strong><em>lockdown<\/em><\/strong> di tengah meningkatnya infeksi\u00a0<strong>virus corona<\/strong> yang mengkhawatirkan. Mereka juga mengimbau agar warga mematuhi aturan pembatasan dengan serius.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Korsel merupakan salah satu role model perihal penanganan Covid-19. Awal tahun ini, Negeri Ginseng dipuji oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena berhasil menghentikan penyebaran awal wabah mematikan tersebut.<\/p>\n<p>Meskipun termasuk salah satu negara pertama yang terpapar virus, Korsel berhasil menghindari segala jenis <em>lockdown<\/em> ketat yang telah diterapkan berbagai negara. Sebagian orang mengatakan Korsel berhasil menekan virus karena mengkombinasikan antara pengujian agresif dengan teknik dan pelacakan yang canggih.<\/p>\n<p>Tapi seiring berlanjutnya pandemi hingga memasuki musim dingin, Korsel mulai menghadapi gelombang ketiga infeksi Covid-19 dengan peningkatan infeksi baru yang sulit dilacak.<\/p>\n<p>Dilansir <em>CNN<\/em>, Rabu (16\/12), pejabat senior Kementerian Kesehatan Yoon Tae-ho mendesak orang-orang untuk berpartisipasi penuh menerapkan menjaga jarak sosial di wilayah Seoul.<\/p>\n<p>Pembatasan di Seoul saat ini berada di level 2,5 pada skala negara, di mana level 3 menandakan <em>lockdown<\/em> secara de facto.<\/p>\n<p>Yoon mengatakan saat ini para pejabat sedang berkonsultasi dengan para ahli, pemerintah daerah, dan komite kerja anti-virus tentang apakah akan menaikkan pembatasan ke level 3.<\/p>\n<p>Langkah itu kemungkinan besar akan berefek pada &#8220;perubahan sosial yang besar&#8217;. Salah satunya, dia memperingatkan, dapat berakibat menimbulkan kerugian bagi bisnis kecil dan wiraswasta.<\/p>\n<p>Pada Rabu, pejabat Wali Kota Seoul Seo Jung-hyup memperingatkan bahwa kapasitas ruangan rumah sakit di Seoul mulai berkurang, di mana 77 dari 78 tempat tidur ICU telah ditempati oleh pasien Covid-19.<\/p>\n<p>Menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins, kasus di Korea Selatan terus meningkat sejak pertengahan November. Negara itu kemudian perlahan-lahan memberlakukan lebih banyak pembatasan dan aturan jarak sosial.<\/p>\n<p>Pekan lalu, personel militer dan polisi dikerahkan untuk membantu upaya pelacakan kontak. Sementara pusat pengujian memperpanjang jam kerja mereka hingga larut malam dan akhir pekan untuk meningkatkan pengujian yang lebih luas di wilayah Seoul.<\/p>\n<p>Selain mengancam bisnis kecil, pembatasan level 3 juga dapat mengakibatkan sekolah dan gereja dipaksa memindahkan operasionalnya secara daring.<\/p>\n<p>Menurut lembaga penyiaran publik, <em>KBS<\/em>, setidaknya ditemukan satu klaster di Seoul yang terhubung dengan aktivitas gereja.<\/p>\n<p>&#8220;Gereja mengadakan pertemuan empat kali dalam seminggu selama tujuh pekan di ruang tertutup untuk jangka waktu yang lama, dalam artian kemungkinan penyebaran droplet di antara orang sangat tinggi. Kami sedang menyelidiki masalah ini lebih lanjut,&#8221; kata pejabat kesehatan setempat, Park Yoo-mi kepada <em>KBS<\/em>.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, Jung Eun-kyeong mengatakan gelombang ketiga Covid-19 yang dihadapi Korsel saat ini berbeda dengan dua gelombang sebelumnya.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah titik paling kritis sejak pandemi Covid-19 dimulai,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Hingga kini, total kasus Covid-19 di Korsel mencapai 45.442, 612 kematian, dan 32.947 dinyatakan sembuh.<\/p>\n<p><b>(ans\/dea\/cnn)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pejabat kesehatan\u00a0Korea Selatan memperingatkan penduduknya mengenai kemungkinan potensi lockdown di tengah meningkatnya infeksi\u00a0virus corona yang mengkhawatirkan. Mereka juga mengimbau agar warga mematuhi aturan pembatasan dengan serius. Korsel merupakan salah satu role model perihal penanganan Covid-19. Awal tahun ini, Negeri Ginseng dipuji oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena berhasil menghentikan penyebaran awal wabah mematikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48575,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"subtitle":"","format":"standard","video":"","gallery":"","source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"single_blog_custom":"","sidebar":"","second_sidebar":"","share_position":"","share_float_style":"","post_date_format":"","post_date_format_custom":"","post_reading_time_wpm":"","zoom_button_out_step":"1","zoom_button_in_step":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"","single_post_gallery_size":""}],"trending_post_position":"","trending_post_label":"","sponsored_post_label":"","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[183,339,180],"class_list":["post-48574","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","tag-covid","tag-ibadah-online","tag-pandemi"],"better_featured_image":{"id":48575,"alt_text":"","caption":"","description":"1e797e931c6016d380b5da5cec0031e5","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covid-terus-melonjak-korsel-ingatkan-warga-potensi-lockdown_5fda76d10c448.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covid-terus-melonjak-korsel-ingatkan-warga-potensi-lockdown_5fda76d10c448.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covid-terus-melonjak-korsel-ingatkan-warga-potensi-lockdown_5fda76d10c448.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/covid-terus-melonjak-korsel-ingatkan-warga-potensi-lockdown_5fda76d10c448.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1031","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48574","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48574"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48574\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48575"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48574"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48574"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48574"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}