{"id":48589,"date":"2026-04-19T18:15:53","date_gmt":"2026-04-19T11:15:53","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/koyakkanlah-hatimu-dan-jangan-pakaianmu-yoel-213\/"},"modified":"2026-04-19T18:15:54","modified_gmt":"2026-04-19T11:15:54","slug":"koyakkanlah-hatimu-dan-jangan-pakaianmu-yoel-213","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/koyakkanlah-hatimu-dan-jangan-pakaianmu-yoel-213\/","title":{"rendered":"Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. [Matius 27:51]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Mujizat yang luar biasa terjadi ketika sebuah tabir yang sangat kuat dan tebal itu robek; tetapi maknanya bukanlah pertunjukan kuasa saja\u2014banyak pelajaran bagi kita di sini. Hukum tata cara yang lama telah disingkirkan, dan seperti pakaian yang usang, robek dan dikesampingkan. Ketika Yesus mati, semua pengorbanan telah tuntas, karena semuanya telah terpenuhi di dalam Dia, dan oleh karena itu tempat persembahan mereka ditandai dengan sebuah tanda kerusakan yang jelas. Robekan itu juga memperlihatkan segala hal yang tersembunyi dari sistem lama: tutup pendamaian sekarang dapat dilihat, dan kemuliaan Allah bersinar di atasnya. Melalui kematian Tuhan Yesus, kita memiliki wahyu yang jelas dari Allah, karena Dia &quot;tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya.&quot; [2 Korintus 3:13] Hidup dan kekekalan sekarang dinyatakan, dan hal-hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan, sekarang nyata dalam Dia. Dengan demikian, perayaan tahunan untuk penghapusan dosa dihapuskan. Darah penghapus dosa yang dulunya setahun sekali dipercikkan di dalam tabir, sekarang dipersembahkan satu kali untuk selamanya oleh Imam Besar agung, oleh karena itulah tempat ritual simbolik tersebut diadakan telah dihancurkan. Darah lembu jantan atau kambing sekarang tidak lagi diperlukan, karena Yesus telah masuk ke dalam tabir dengan darah milik-Nya sendiri. Karena itu, akses kepada Allah sekarang diizinkan, dan akses itu merupakan hak istimewa bagi setiap orang yang percaya di dalam Yesus Kristus. Bukan robekan kecil yang melaluinya kita bisa mengintip tutup pendamaian, tetapi robekan yang terjadi membelah dari atas sampai ke bawah. Kita dapat datang dengan berani kepada takhta kasih karunia surgawi. Kelirukah kita jika mengatakan bahwa terbukanya Tempat Maha Kudus dengan cara yang menakjubkan saat Tuhan kita berseru terakhir kalinya ini adalah tipologi dari terbukanya pintu gerbang surga bagi semua orang suci melalui jasa dari penderitaan dan kematian Tuhan? Tuhan kita yang mengalirkan darah memiliki kunci surga; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup [Wahyu 3:7]; marilah kita masuk bersama Dia ke dalam tempat surgawi, dan duduk bersama Dia di sana hingga musuh-musuh kita bersama dijadikan tumpuan kaki-Nya. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Mujizat yang luar biasa terjadi ketika sebuah tabir yang sangat kuat dan tebal itu robek; tetapi maknanya bukanlah pertunjukan kuasa saja\u2014banyak pelajaran bagi kita di sini. <i>Hukum tata cara yang lama telah disingkirkan<\/i>, dan seperti pakaian yang usang, robek dan dikesampingkan. Ketika Yesus mati, semua pengorbanan telah tuntas, karena semuanya telah terpenuhi di dalam Dia, dan oleh karena itu tempat persembahan mereka ditandai dengan sebuah tanda kerusakan yang jelas. Robekan itu juga <i>memperlihatkan segala hal yang tersembunyi dari sistem lama<\/i>: tutup pendamaian sekarang dapat dilihat, dan kemuliaan Allah bersinar di atasnya. Melalui kematian Tuhan Yesus, kita memiliki wahyu yang jelas dari Allah, karena Dia &#8220;tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya.&#8221; [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?2%20Korintus%203:13\">2 Korintus 3:13<\/a>] Hidup dan kekekalan sekarang dinyatakan, dan hal-hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan, sekarang nyata dalam Dia. <i>Dengan demikian, perayaan tahunan untuk penghapusan dosa dihapuskan<\/i>. <i>Darah penghapus dosa<\/i> yang dulunya setahun sekali dipercikkan di dalam tabir, sekarang dipersembahkan satu kali untuk selamanya oleh Imam Besar agung, oleh karena itulah tempat ritual simbolik tersebut diadakan telah dihancurkan. Darah lembu jantan atau kambing sekarang tidak lagi diperlukan, karena Yesus telah masuk ke dalam tabir dengan darah milik-Nya sendiri. Karena itu, <i>akses kepada Allah sekarang diizinkan<\/i>, dan akses itu merupakan hak istimewa bagi setiap orang yang percaya di dalam Yesus Kristus. Bukan robekan kecil yang melaluinya kita bisa mengintip tutup pendamaian, tetapi robekan yang terjadi membelah dari atas sampai ke bawah. Kita dapat datang dengan berani kepada takhta kasih karunia surgawi. Kelirukah kita jika mengatakan bahwa terbukanya Tempat Maha Kudus dengan cara yang menakjubkan saat Tuhan kita berseru terakhir kalinya ini adalah <i>tipologi dari terbukanya pintu gerbang surga<\/i> bagi semua orang suci melalui jasa dari penderitaan dan kematian Tuhan? Tuhan kita yang mengalirkan darah memiliki kunci surga; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Wahyu%203:7\">Wahyu 3:7<\/a>]; marilah kita masuk bersama Dia ke dalam tempat surgawi, dan duduk bersama Dia di sana hingga musuh-musuh kita bersama dijadikan tumpuan kaki-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Mujizat yang luar biasa terjadi ketika sebuah tabir yang sangat kuat dan tebal itu robek; tetapi maknanya bukanlah pertunjukan kuasa saja\u2014banyak pelajaran bagi kita di sini. Hukum tata cara yang lama telah disingkirkan, dan seperti pakaian yang usang, robek dan dikesampingkan. Ketika Yesus mati, semua pengorbanan telah tuntas, karena semuanya telah terpenuhi di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-48589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"47","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48589"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68944,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48589\/revisions\/68944"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}