{"id":48608,"date":"2020-12-19T13:46:10","date_gmt":"2020-12-19T06:46:10","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48608"},"modified":"2020-12-19T13:46:13","modified_gmt":"2020-12-19T06:46:13","slug":"benny-beber-data-37-anggota-eks-fpi-dituding-terlibat-teror","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/benny-beber-data-37-anggota-eks-fpi-dituding-terlibat-teror\/","title":{"rendered":"Benny Beber Data 37 Anggota &#038; Eks FPI Dituding Terlibat Teror"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button id=\"listenButton1\" class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" value=\"Play\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\"><span>&#128266; Baca Artikel<\/span><\/button>\n        <script>\n            listenButton1.onclick = function(){\n                if(responsiveVoice.isPlaying()){\n                    responsiveVoice.cancel();\n                }else{\n                    responsiveVoice.speak(\"Diakonia.id - Inspektur Jenderal (Purn) Benny Mamoto\u00a0mengungkapkan data 37 orang anggota atau mantan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang diduga terlibat langsung kelompok\u00a0teroris di Indonesia. Benny menjelaskan bahwa dirinya menyampaikan data ini bukan dalam kapasitasnya selaku Ketua Harian Kompolnas. Namun sebagai Kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme UI. Dalam kapasitas itu, kata Benny, pihaknya mengumpulkan data para pelaku teror beserta latar belakangnya. Hal itu dilakukan sebagai bahan analisis. Benny menjelaskan bahwa data-data anggota maupun mantan anggota FPI tersebut diambil dari putusan pengadilan. \\\"Jadi kalau ditelusuri di laman pengadilan setempat, maka akan menemukan data tersebut, termasuk berapa lama vonisnya. Ini supaya klir, jangan sampai dikira asal-asalan sumbernya,\\\" kata Benny kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16\/12). Benny pun memberikan daftar 37 anggota atau mantan anggota FPI yang menurutnya sempat tergabung dalam kelompok teroris. Berikut daftar nama tersebut: 1. Chandra Jaya alias Abu Yasin, Ketua FPI Belopa 2008. Ditangkap 25 januari 2016 terlibat jaringan teroris MIT Poso 2. Maryanto alias Themeng, anggota FPI Bantul. Ditangkap 11 juli 2018 kasus pembuatan bom, pekerjaan penjual bakso tusuk 3. Arif Hidayatullah alias Abu Musab, FPI Solo 2009. Ditangkap 23 Desember 2015 kasus perencanaan amaliyah, kelompok Bekasi 4. Hasan alias Bang Toyib, FPI Solo 2009. Ditangkap 19 Juli 2016 terlibat menyembunyikan DPO pelaku teroris, kelompok Solo 5. Fajar Noviyanto alias Muhammad alias MUH, FPI Solo 2007. Ditangkap 22 September 2010 kasus pembuatan bom, kelompok BADRI 6. Azwani Zainudin, FPI Aceh 2008. Ditangkap 20 Maret 2010 kasus masalah senjata, kelompok Aceh 7. Zainal Anshori alias Abu Fahry alias Qomaruddin, FPI Lamongan 2008. Ditangkap 7 April 2017, amir JAD, kelompok JAD Jatim 8. Ahmad Yosefa alias Hayat, ditangkap 2011, pelaku bom Gereja Pekuton September 2011 9. Muhammad Syarif, FPI Cirebon. Ditangkap 2011, pelaku bom Polresta Cirebon April 2011 10. Achmad Basuki, FPI Cirebon. Ditangkap 2011, pelaku bom Polresta Cirebon April 2011 11. Moch Ramuji alias Muji alias Ahmad alias Kapten alias Botak, ditangkap 13 Mei 2014 12. Zainal Hasan alias Hasan alias Abu Said, FPI Lamongan. Ditangkap 7 April 2017 kasus pengambilan senjata Filipina, kelompok Lamongan Jatim 13. Agam Fitriady alias Syamil alias Afit bin Darwin Mizana, FPI Aceh. Ditangkap 17 Maret 2010, kasus pelatihan militer di Aceh, kelompok Aceh 2010 14. Ali Azhari alias Jakfar alias Topan bin Daryono (Alm), ditangkap 1 April 2010 15. Agus Abdillah alias Jodi, ditangkap 17 September 2012 16. Syaiful Bahri Siregar alias Ipul alias Imam, ditangkap 9 Maret 2010 17. Muhammad Sofyan Tsauri alias Marwan alias Abu Ayas, FPI Aceh 2009. Ditangkap 22 Februari 2010 kasus Jantho Aceh, kelompok JI 18. Muchsin Kamal, FPI Aceh. Ditangkap 19 Maret 2010, kasus pelatihan militer Aceh 2010 19. Munir bin Ismail alias Abu Rimba alias Abu Uteun, ditangkap 17 Maret 2010, kasus pelatihan militer Aceh, kelompok Aceh 2010 20. Taufik bin Marzuki alias Abu Sayaf alias Alex Nurdin Sulaiman bin Tarmizi ditangkap 29 September 2010 21. Mukrar alias Tgk Muktar bin Alm Ibrahim, FPI Aceh. Ditangkap 16 Maret 2010, kasus pelatihan militer Aceh 2010 22. Eko Ibrahim bin Iman Suryadi alias Baim, ditangkap 7 Mei 2011, 2009 anggota pelatihan militer FPI Aceh 23. Sudirman alias Yasir, FPI Pemalang 2004. Ditangkap 16 Juni 2011 kasus perakitan bom Pemalang, kelompok DULMATIN 24. Asmuni alias Munir, Kajian FPI Aceh. Ditangkap 4 Juli 2011 kasus pelatihan militer Aceh 2010 25. Muhammad Shibghotullah bin Sarbani alias Mihdad alias Asim alias Mush\\'ab alias Kholid alias Hani alias Faisal Septya Wardan, ditangkap 11 Juni 2011, kelompok pelatihan militer Aceh 26. Qoribul Mujib alias Pak Mujib alias Paklek alias Mujiono alias Abdul Sika alias Si Dul alias Muji, ditangkap 12 Juli 2012 27. Anggri Pamungkas alias Ari Bin Sihono ditangkap 22 September 2012, FPI Solo. Ditangkap kasus pembuatan bom 2010, kelompok BADRI. 28. Sefariano alias Mambo alias Aryo alias Asep alias Dimasriano, ditangkap 2 Mei 2013, perencanaan bom kedubes Myanmar 29. Nur Prakoso alias Hamzah, FPI Solo. Ditangkap 29 Desember 2015 kasus amaliyah Polresta Surakarta Solo 2015, kelompok Solo 30. Irsyad alias Abu Raigan alias Pak Nuk, FPI Kendal 2012-2015. Ditangkap 10 April 2017 kasus fasilitasi ikhwan yang ingin bergabung ke MIT Poso, kelompok Kendal 31. Dodi kuncoro alias Doni bin Tukiyanto, FPI Solo. Ditangkap 23 Desember 2014 kasus pembuatan bom, kelompok BADRI 32. Andri Marlan Saputra, FPI Aceh. Ditangkap kasus pelatihan militer Aceh 2010, kelompok Aceh 33. Imam Bukhori, FPI Pekalongan. Ditangkap Densus tahun 2005 kasus menyembunyikan Noordin M Top 34. Fathurohman alias Pak Fath, Sekjen FPI Pekalongan. Ditangkap Densus tahun 2005 kasus menyembunyikan Noordin M Top 35. Kamal, anggota FPI Pekalongan. Ditangkap Densus tahun 2005 kasus menyembunyikan NoordinM Top 36. Abdul Aziz, FPI pekalongan. Ditangkap Densus th 2005 menyembunyikan Noordin M Top 37. Suparman alias Maher, FPI Cirebon. DItangkap 3 Agustus 2017 kasus bergabung dengan MIT Poso dan menjadi Fasilitator ikhwan JAD bergabung ke MIT Poso, kelompok Cirebon. Sebelumnya, Sekretaris Umum FPI Munarman menyatakan pihaknya belum mengetahui soal temuan data 37 anggota atau mantan anggota FPI yang terlibat kelompok teroris di Indonesia. \\\"Mana saya tahu. Enggak pernah ada masuk ke saya informasi itu sebelum ada peristiwa ini [penembakan 6 laskar FPI],\\\" kata Munarman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16\/12). (dis\/pmg\/cnn)\", \"Indonesian Male\");\n                }\n            };\n        <\/script>\n    <br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Inspektur Jenderal (Purn) <strong>Benny Mamoto<\/strong>\u00a0mengungkapkan data 37 orang anggota atau mantan anggota Front Pembela Islam (<strong>FPI<\/strong>) yang diduga terlibat langsung kelompok\u00a0<strong>teroris<\/strong> di Indonesia.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Benny menjelaskan bahwa dirinya menyampaikan data ini bukan dalam kapasitasnya selaku Ketua Harian Kompolnas. Namun sebagai Kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme UI.<\/p>\n<p>Dalam kapasitas itu, kata Benny, pihaknya mengumpulkan data para pelaku teror beserta latar belakangnya. Hal itu dilakukan sebagai bahan analisis.<\/p>\n<p>Benny menjelaskan bahwa data-data anggota maupun mantan anggota FPI tersebut diambil dari putusan pengadilan.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kalau ditelusuri di laman pengadilan setempat, maka akan menemukan data tersebut, termasuk berapa lama vonisnya. Ini supaya klir, jangan sampai dikira asal-asalan sumbernya,&#8221; kata Benny kepada <em>CNNIndonesia.com<\/em>, Rabu (16\/12).<\/p>\n<p>Benny pun memberikan daftar 37 anggota atau mantan anggota FPI yang menurutnya sempat tergabung dalam kelompok teroris. Berikut daftar nama tersebut:<\/p>\n<p>1. Chandra Jaya alias Abu Yasin, Ketua FPI Belopa 2008. Ditangkap 25 januari 2016 terlibat jaringan teroris MIT Poso<br \/>\n2. Maryanto alias Themeng, anggota FPI Bantul. Ditangkap 11 juli 2018 kasus pembuatan bom, pekerjaan penjual bakso tusuk<br \/>\n3. Arif Hidayatullah alias Abu Musab, FPI Solo 2009. Ditangkap 23 Desember 2015 kasus perencanaan amaliyah, kelompok Bekasi<br \/>\n4. Hasan alias Bang Toyib, FPI Solo 2009. Ditangkap 19 Juli 2016 terlibat menyembunyikan DPO pelaku teroris, kelompok Solo<br \/>\n5. Fajar Noviyanto alias Muhammad alias MUH, FPI Solo 2007. Ditangkap 22 September 2010 kasus pembuatan bom, kelompok BADRI<br \/>\n6. Azwani Zainudin, FPI Aceh 2008. Ditangkap 20 Maret 2010 kasus masalah senjata, kelompok Aceh<br \/>\n7. Zainal Anshori alias Abu Fahry alias Qomaruddin, FPI Lamongan 2008. Ditangkap 7 April 2017, amir JAD, kelompok JAD Jatim<br \/>\n8. Ahmad Yosefa alias Hayat, ditangkap 2011, pelaku bom Gereja Pekuton September 2011<br \/>\n9. Muhammad Syarif, FPI Cirebon. Ditangkap 2011, pelaku bom Polresta Cirebon April 2011<br \/>\n10. Achmad Basuki, FPI Cirebon. Ditangkap 2011, pelaku bom Polresta Cirebon April 2011<br \/>\n11. Moch Ramuji alias Muji alias Ahmad alias Kapten alias Botak, ditangkap 13 Mei 2014<br \/>\n12. Zainal Hasan alias Hasan alias Abu Said, FPI Lamongan. Ditangkap 7 April 2017 kasus pengambilan senjata Filipina, kelompok Lamongan Jatim<br \/>\n13. Agam Fitriady alias Syamil alias Afit bin Darwin Mizana, FPI Aceh. Ditangkap 17 Maret 2010, kasus pelatihan militer di Aceh, kelompok Aceh 2010<br \/>\n14. Ali Azhari alias Jakfar alias Topan bin Daryono (Alm), ditangkap 1 April 2010<br \/>\n15. Agus Abdillah alias Jodi, ditangkap 17 September 2012<br \/>\n16. Syaiful Bahri Siregar alias Ipul alias Imam, ditangkap 9 Maret 2010<br \/>\n17. Muhammad Sofyan Tsauri alias Marwan alias Abu Ayas, FPI Aceh 2009. Ditangkap 22 Februari 2010 kasus Jantho Aceh, kelompok JI<br \/>\n18. Muchsin Kamal, FPI Aceh. Ditangkap 19 Maret 2010, kasus pelatihan militer Aceh 2010<br \/>\n19. Munir bin Ismail alias Abu Rimba alias Abu Uteun, ditangkap 17 Maret 2010, kasus pelatihan militer Aceh, kelompok Aceh 2010<br \/>\n20. Taufik bin Marzuki alias Abu Sayaf alias Alex Nurdin Sulaiman bin Tarmizi ditangkap 29 September 2010<br \/>\n21. Mukrar alias Tgk Muktar bin Alm Ibrahim, FPI Aceh. Ditangkap 16 Maret 2010, kasus pelatihan militer Aceh 2010<br \/>\n22. Eko Ibrahim bin Iman Suryadi alias Baim, ditangkap 7 Mei 2011, 2009 anggota pelatihan militer FPI Aceh<br \/>\n23. Sudirman alias Yasir, FPI Pemalang 2004. Ditangkap 16 Juni 2011 kasus perakitan bom Pemalang, kelompok DULMATIN<br \/>\n24. Asmuni alias Munir, Kajian FPI Aceh. Ditangkap 4 Juli 2011 kasus pelatihan militer Aceh 2010<br \/>\n25. Muhammad Shibghotullah bin Sarbani alias Mihdad alias Asim alias Mush&#8217;ab alias Kholid alias Hani alias Faisal Septya Wardan, ditangkap 11 Juni 2011, kelompok pelatihan militer Aceh<br \/>\n26. Qoribul Mujib alias Pak Mujib alias Paklek alias Mujiono alias Abdul Sika alias Si Dul alias Muji, ditangkap 12 Juli 2012<br \/>\n27. Anggri Pamungkas alias Ari Bin Sihono ditangkap 22 September 2012, FPI Solo. Ditangkap kasus pembuatan bom 2010, kelompok BADRI.<br \/>\n28. Sefariano alias Mambo alias Aryo alias Asep alias Dimasriano, ditangkap 2 Mei 2013, perencanaan bom kedubes Myanmar<br \/>\n29. Nur Prakoso alias Hamzah, FPI Solo. Ditangkap 29 Desember 2015 kasus amaliyah Polresta Surakarta Solo 2015, kelompok Solo<br \/>\n30. Irsyad alias Abu Raigan alias Pak Nuk, FPI Kendal 2012-2015. Ditangkap 10 April 2017 kasus fasilitasi ikhwan yang ingin bergabung ke MIT Poso, kelompok Kendal<br \/>\n31. Dodi kuncoro alias Doni bin Tukiyanto, FPI Solo. Ditangkap 23 Desember 2014 kasus pembuatan bom, kelompok BADRI<br \/>\n32. Andri Marlan Saputra, FPI Aceh. Ditangkap kasus pelatihan militer Aceh 2010, kelompok Aceh<br \/>\n33. Imam Bukhori, FPI Pekalongan. Ditangkap Densus tahun 2005 kasus menyembunyikan Noordin M Top<br \/>\n34. Fathurohman alias Pak Fath, Sekjen FPI Pekalongan. Ditangkap Densus tahun 2005 kasus menyembunyikan Noordin M Top<br \/>\n35. Kamal, anggota FPI Pekalongan. Ditangkap Densus tahun 2005 kasus menyembunyikan NoordinM Top<br \/>\n36. Abdul Aziz, FPI pekalongan. Ditangkap Densus th 2005 menyembunyikan Noordin M Top<br \/>\n37. Suparman alias Maher, FPI Cirebon. DItangkap 3 Agustus 2017 kasus bergabung dengan MIT Poso dan menjadi Fasilitator ikhwan JAD bergabung ke MIT Poso, kelompok Cirebon.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Sekretaris Umum FPI Munarman menyatakan pihaknya belum mengetahui soal temuan data 37 anggota atau mantan anggota FPI yang terlibat kelompok teroris di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Mana saya tahu. Enggak pernah ada masuk ke saya informasi itu sebelum ada peristiwa ini [penembakan 6 laskar FPI],&#8221; kata Munarman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16\/12).<\/p>\n<p><b>(dis\/pmg\/cnn)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Inspektur Jenderal (Purn) Benny Mamoto\u00a0mengungkapkan data 37 orang anggota atau mantan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang diduga terlibat langsung kelompok\u00a0teroris di Indonesia. Benny menjelaskan bahwa dirinya menyampaikan data ini bukan dalam kapasitasnya selaku Ketua Harian Kompolnas. Namun sebagai Kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme UI. Dalam kapasitas itu, kata Benny, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48609,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[340,7],"class_list":["post-48608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-fpi","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":48609,"alt_text":"","caption":"","description":"f77430b00fd01efa33a1c34e1c8c03c9","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/benny-beber-data-37-anggota-eks-fpi-dituding-terlibat-teror_5fdc655d1fad2.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/benny-beber-data-37-anggota-eks-fpi-dituding-terlibat-teror_5fdc655d1fad2.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/benny-beber-data-37-anggota-eks-fpi-dituding-terlibat-teror_5fdc655d1fad2.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/benny-beber-data-37-anggota-eks-fpi-dituding-terlibat-teror_5fdc655d1fad2.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1050","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48608"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48608\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}