{"id":48619,"date":"2020-12-19T13:43:02","date_gmt":"2020-12-19T06:43:02","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48619"},"modified":"2020-12-19T13:43:05","modified_gmt":"2020-12-19T06:43:05","slug":"bekasi-larang-tempat-wisata-dan-hiburan-gelar-perayaan-nataru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bekasi-larang-tempat-wisata-dan-hiburan-gelar-perayaan-nataru\/","title":{"rendered":"Bekasi Larang Tempat Wisata dan Hiburan Gelar Perayaan Nataru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat melarang tempat pariwisata dan hiburan menggelar perayaan tahun baru 2021 sebagai langkah menekan penularan Covid-19. Larangan itu dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Bekasi nomor: 556\/7743-Parbud.Par Tentang Larangan Perayaan Tahun Baru pada Sektor Jasa Usaha Kepariwisataan dan Hiburan Umum selama masa adaptasi kebiasaan baru di tengah Pandemi Covid-19. &quot;Apabila tidak menaati Surat Edaran ini, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,&quot; ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dalam SE tertanggal 17 Desember tersebut. SE tersebut ditujukan kepada pimpinan maupun pengelola hotel, pusat perbelanjaan, kafe atau restoran, dan tempat hiburan maupun pariwisata lain di Kota Bekasi. Rahmat meminta para pemilik dan pengelola jasa hiburan dan pariwisata tersebut ikut berpartisipasi membantu pihaknya dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi. &quot;Surat Edaran tersebut juga dimaksudkan untuk mengimbau kepada pelaku usaha agar dapat membantu menekan penyebaran virus Covid-19 yang ada di Kota Bekasi,&quot; katanya. Sementara itu, terkait pelaksanaan Natal bagi umat Kristiani, Rahmat hanya mengimbau warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama di rumah ibadah atau gereja. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor : 452\/ 7194 -Setda.Kesos yang dikeluarkan Rahmat sejak 23 November lalu, terkait panduan penyelenggaraan Natal di Kota Bekasi. Dalam suratnya, Rahmat meminta kepala perangkat daerah, persekutuan gereja Indonesia, hingga tokoh masyarakat, ikut membantu mengawasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama memasuki perayaan Nataru di Kota Bekasi. &quot;Surat Edaran ini dikeluarkan sebagai bentuk respons atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,&quot; demikian penegasan Rahmat pada SE 452\/7194 tersebut. SE tersebut mengacu pada Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 300\/Kep.396-BPBD\/VIII\/2020 tentang Adaptasi tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif Aman Covid-19 di Kota Bekasi. Penerapan adaptasi baru di Kota Bekasi hingga saat ini diketahui telah memasuki tahap ketiga. &quot;Penerapan panduan ini diharapkan dapat meningkatkan spiritualitas umat beragama dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta dampaknya, sekaligus meminimalisir risiko akibat terjadinya kerumunan dalam satu lokasi,&quot; katanya. Untuk diketahui, pemerintah-pemerintah daerah menerapkan pengetatan dan aturan-aturan tersendiri terkait risiko penularan Covid-19 pada masa libur natal dan tahun baru mendatang. Selain itu, pemerintah pusat pun telah menetapkan keputusan yang mengubah libur natal dan tahun baru yang semula berderet, jadi terpisah dua klaster. (thr\/kid\/cnn)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pemerintah <strong>Kota Bekasi<\/strong>, Jawa Barat melarang tempat pariwisata dan hiburan menggelar perayaan tahun baru 2021 sebagai langkah menekan penularan <strong>Covid-19<\/strong>.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Larangan itu dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Bekasi nomor: 556\/7743-Parbud.Par Tentang Larangan Perayaan Tahun Baru pada Sektor Jasa Usaha Kepariwisataan dan Hiburan Umum selama masa adaptasi kebiasaan baru di tengah Pandemi Covid-19.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila tidak menaati Surat Edaran ini, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,&#8221; ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dalam SE tertanggal 17 Desember tersebut.<\/p>\n<p>SE tersebut ditujukan kepada pimpinan maupun pengelola hotel, pusat perbelanjaan, kafe atau restoran, dan tempat hiburan maupun pariwisata lain di Kota Bekasi.<\/p>\n<p>Rahmat meminta para pemilik dan pengelola jasa hiburan dan pariwisata tersebut ikut berpartisipasi membantu pihaknya dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi.<\/p>\n<p>&#8220;Surat Edaran tersebut juga dimaksudkan untuk mengimbau kepada pelaku usaha agar dapat membantu menekan penyebaran virus Covid-19 yang ada di Kota Bekasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, terkait pelaksanaan Natal bagi umat Kristiani, Rahmat hanya mengimbau warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama di rumah ibadah atau gereja.<\/p>\n<p>Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor : 452\/ 7194 -Setda.Kesos yang dikeluarkan Rahmat sejak 23 November lalu, terkait panduan penyelenggaraan Natal di Kota Bekasi.<\/p>\n<p>Dalam suratnya, Rahmat meminta kepala perangkat daerah, persekutuan gereja Indonesia, hingga tokoh masyarakat, ikut membantu mengawasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama memasuki perayaan Nataru di Kota Bekasi.<\/p>\n<p>&#8220;Surat Edaran ini dikeluarkan sebagai bentuk respons atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,&#8221; demikian penegasan Rahmat pada SE 452\/7194 tersebut.<\/p>\n<p>SE tersebut mengacu pada Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 300\/Kep.396-BPBD\/VIII\/2020 tentang Adaptasi tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif Aman Covid-19 di Kota Bekasi. Penerapan adaptasi baru di Kota Bekasi hingga saat ini diketahui telah memasuki tahap ketiga.<\/p>\n<p>&#8220;Penerapan panduan ini diharapkan dapat meningkatkan spiritualitas umat beragama dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta dampaknya, sekaligus meminimalisir risiko akibat terjadinya kerumunan dalam satu lokasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, pemerintah-pemerintah daerah menerapkan pengetatan dan aturan-aturan tersendiri terkait risiko penularan Covid-19 pada masa libur natal dan tahun baru mendatang. Selain itu, pemerintah pusat pun telah menetapkan keputusan yang mengubah libur natal dan tahun baru yang semula berderet, jadi terpisah dua klaster.<\/p>\n<p><b>(thr\/kid\/cnn)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat melarang tempat pariwisata dan hiburan menggelar perayaan tahun baru 2021 sebagai langkah menekan penularan Covid-19. Larangan itu dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Bekasi nomor: 556\/7743-Parbud.Par Tentang Larangan Perayaan Tahun Baru pada Sektor Jasa Usaha Kepariwisataan dan Hiburan Umum selama masa adaptasi kebiasaan baru di tengah Pandemi Covid-19. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48620,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[183,180],"class_list":["post-48619","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-covid","tag-pandemi"],"better_featured_image":{"id":48620,"alt_text":"","caption":"","description":"255830ecabef729b0334248082356026","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/bekasi-larang-tempat-wisata-dan-hiburan-gelar-perayaan-nataru_5fdd19f11a503.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/bekasi-larang-tempat-wisata-dan-hiburan-gelar-perayaan-nataru_5fdd19f11a503.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/bekasi-larang-tempat-wisata-dan-hiburan-gelar-perayaan-nataru_5fdd19f11a503.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/bekasi-larang-tempat-wisata-dan-hiburan-gelar-perayaan-nataru_5fdd19f11a503.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1112","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48619"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48619\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}