{"id":48676,"date":"2020-12-23T14:03:04","date_gmt":"2020-12-23T07:03:04","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48676"},"modified":"2020-12-23T14:03:08","modified_gmt":"2020-12-23T07:03:08","slug":"ornamen-natal-dijual-bebas-di-arab-saudi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ornamen-natal-dijual-bebas-di-arab-saudi\/","title":{"rendered":"Ornamen Natal Dijual Bebas di Arab Saudi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Pernak-pernik dan ornamen\u00a0Natal kini dijual bebas di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Di masa lalu hal itu tidak pernah terjadi karena Saudi melarang simbol-simbol dan praktik ibadah agama lain diperlihatkan secara terbuka. &quot;Saya tidak pernah membayangkan hal ini. Saya sangat terkejut,&quot; kata seorang penduduk Arab Saudi yang tidak menyebutkan namanya saat diwawancarai di Ibu Kota Riyadh, seperti dilansir AFP, Selasa (22\/12). Dia nampak takjub saat memasuki sebuah toko yang menjual replika pohon cemara beserta pernak-perniknya hingga baju Sinterklas. Dalam beberapa tahun terakhir penjualan ornamen festival juga semakin ramai di Riyadh. Hal itu menandakan kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yang ingin mengubah citra negara itu menjadi lebih moderat, dari pakem konservatif yang berlaku selama, terus berjalan. Tiga tahun lalu tidak ada penjual di Saudi yang terang-terangan menjual pernak-pernik Natal. Selama beberapa dasawarsa, peringatan Natal selalu dilakukan diam-diam. Para pekerja migran Nasrani dari Filipina dan Libanon merayakan hari kelahiran Yesus Kristus itu hanya di kediaman masing-masing &quot;Sangat sulit mendapatkan ornamen Natal di Saudi. Teman-teman saya harus membelinya dari Libanon atau Suriah dan diam-diam membawanya ke Saudi,&quot; kata seorang pemukim asal Libanon, Maria. Pada 2018, bea cukai Saudi melarang pohon cemara, yang lazim dijadikan ornamen Natal, dibawa masuk ke negara itu. Pemilik toko yang menjual pernak-pernik Natal di Riyadh, Omar, menyatakan dia juga sempat menjajakan ornamen untuk merayakan hari Halloween. Kebiasaan itu berasal dari Amerika Serikat yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam. Selama ini Saudi dikenal sebagai penyebar ajaran Wahhabi ke seluruh dunia. Namun, sejak Pangeran Mohammed bin Salman naik, dia mengkampanyekan dialog lintas agama. Mereka juga menjamu petinggi Gereja Katolik Vatikan dan pemuka agama Yahudi dalam beberapa tahun belakangan. Untuk memuluskan rencananya mengubah citra Saudi dari negara konservatif menjadi lebih terbuka, Pangeran Mohammed bin Salman memerintahkan untuk menghapus materi pelajaran di sekolah yang menyatakan orang-orang di luar Islam, termasuk Yahudi, setara kera dan babi. Hal itu dilakukan untuk membentuk generasi mendatang yang lebih toleran terhadap masyarakat yang memeluk agama berbeda. Pemerintah Saudi kini juga mengizinkan konser musik dan membuka pusat hiburan bagi masyarakat seperti bioskop. Namun, mereka tetap melarang pendirian rumah ibadah agama lain seperti gereja atau biara. (AFP\/ayp)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Pernak-pernik dan ornamen\u00a0<strong>Natal<\/strong> kini dijual bebas di Ibu Kota Riyadh, <strong>Arab Saudi<\/strong>.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Di masa lalu hal itu tidak pernah terjadi karena Saudi melarang simbol-simbol dan praktik ibadah agama lain diperlihatkan secara terbuka.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak pernah membayangkan hal ini. Saya sangat terkejut,&#8221; kata seorang penduduk Arab Saudi yang tidak menyebutkan namanya saat diwawancarai di Ibu Kota Riyadh, seperti dilansir <em>AFP<\/em>, Selasa (22\/12).<\/p>\n<p>Dia nampak takjub saat memasuki sebuah toko yang menjual replika pohon cemara beserta pernak-perniknya hingga baju Sinterklas.<\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir penjualan ornamen festival juga semakin ramai di Riyadh. Hal itu menandakan kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yang ingin mengubah citra negara itu menjadi lebih moderat, dari pakem konservatif yang berlaku selama, terus berjalan.<\/p>\n<p>Tiga tahun lalu tidak ada penjual di Saudi yang terang-terangan menjual pernak-pernik Natal.<\/p>\n<p>Selama beberapa dasawarsa, peringatan Natal selalu dilakukan diam-diam. Para pekerja migran Nasrani dari Filipina dan Libanon merayakan hari kelahiran Yesus Kristus itu hanya di kediaman masing-masing<\/p>\n<p>&#8220;Sangat sulit mendapatkan ornamen Natal di Saudi. Teman-teman saya harus membelinya dari Libanon atau Suriah dan diam-diam membawanya ke Saudi,&#8221; kata seorang pemukim asal Libanon, Maria.<\/p>\n<p>Pada 2018, bea cukai Saudi melarang pohon cemara, yang lazim dijadikan ornamen Natal, dibawa masuk ke negara itu.<\/p>\n<p>Pemilik toko yang menjual pernak-pernik Natal di Riyadh, Omar, menyatakan dia juga sempat menjajakan ornamen untuk merayakan hari Halloween. Kebiasaan itu berasal dari Amerika Serikat yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam.<\/p>\n<p>Selama ini Saudi dikenal sebagai penyebar ajaran Wahhabi ke seluruh dunia. Namun, sejak Pangeran Mohammed bin Salman naik, dia mengkampanyekan dialog lintas agama.<\/p>\n<p>Mereka juga menjamu petinggi Gereja Katolik Vatikan dan pemuka agama Yahudi dalam beberapa tahun belakangan.<\/p>\n<p>Untuk memuluskan rencananya mengubah citra Saudi dari negara konservatif menjadi lebih terbuka, Pangeran Mohammed bin Salman memerintahkan untuk menghapus materi pelajaran di sekolah yang menyatakan orang-orang di luar Islam, termasuk Yahudi, setara kera dan babi. Hal itu dilakukan untuk membentuk generasi mendatang yang lebih toleran terhadap masyarakat yang memeluk agama berbeda.<\/p>\n<p>Pemerintah Saudi kini juga mengizinkan konser musik dan membuka pusat hiburan bagi masyarakat seperti bioskop. Namun, mereka tetap melarang pendirian rumah ibadah agama lain seperti gereja atau biara.<br \/>\n<b>(AFP\/ayp)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Pernak-pernik dan ornamen\u00a0Natal kini dijual bebas di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Di masa lalu hal itu tidak pernah terjadi karena Saudi melarang simbol-simbol dan praktik ibadah agama lain diperlihatkan secara terbuka. &#8220;Saya tidak pernah membayangkan hal ini. Saya sangat terkejut,&#8221; kata seorang penduduk Arab Saudi yang tidak menyebutkan namanya saat diwawancarai di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48677,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"22"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[22],"tags":[4],"class_list":["post-48676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","tag-natal"],"better_featured_image":{"id":48677,"alt_text":"","caption":"","description":"cb066c8d74eac4d434c9f0e728b63e0c","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/ornamen-natal-dijual-bebas-di-arab-saudi_5fe1aaecb380e.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/ornamen-natal-dijual-bebas-di-arab-saudi_5fe1aaecb380e.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/ornamen-natal-dijual-bebas-di-arab-saudi_5fe1aaecb380e.jpeg"},"categories_detail":[{"id":22,"name":"Internasional","description":"","slug":"internasional","count":158,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/ornamen-natal-dijual-bebas-di-arab-saudi_5fe1aaecb380e.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1001","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48676"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48676\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48677"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}