{"id":48710,"date":"2026-04-25T18:15:34","date_gmt":"2026-04-25T11:15:34","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ia-yang-oleh-karena-kamu-telah-menjadi-miskin-2-korintus-89\/"},"modified":"2026-04-25T18:15:35","modified_gmt":"2026-04-25T11:15:35","slug":"ia-yang-oleh-karena-kamu-telah-menjadi-miskin-2-korintus-89","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/ia-yang-oleh-karena-kamu-telah-menjadi-miskin-2-korintus-89\/","title":{"rendered":"Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! [Kidung Agung 2:10]"},"content":{"rendered":"<button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, Dia berbicara kepadaku! Cuaca cerah menunjukkan senyumnya di atas muka bumi, dan Dia tidak akan membiarkan rohaniku tertidur sementara alam di sekitarku terbangun dari istirahat musim dinginnya. Dia meminta kepadaku, \u201cBangunlah,\u201d dan Ia mempunyai alasan yang baik untuk melakukannya sebab aku sudah lama terbaring di antara periuk-periuk dunia. Dia bangkit, dan aku bangkit di dalam Dia, mengapa aku harus melekat kepada debu [Mazmur 119:25]? Dimulai dari cinta, keinginan, tujuan, dan cita-cita pada tingkat yang rendah, aku hendak bangkit menuju kepada-Nya. Dia memanggilku dengan panggilan manis ini: \u201cManisku,\u201d dan menyebutku jelita; ini alasan yang meyakinkan bahwa aku harus bangkit. Jika Ia telah sedemikian meninggikan aku, dan menganggap aku begitu indahnya, bagaimana aku dapat berlama-lama tinggal di tenda-tenda Kedar [1] dan mencari rekan yang menyenangkan diri di antara umat manusia? Dia memintaku: \u201cMarilah.\u201d Semakin menjauh dari segala sesuatu yang egois, rendah diri, duniawi, dan berdosa, Dia memanggilku; ya, dari dunia agamawi lahiriah yang tidak mengenal-Nya, dan yang tidak peduli akan misteri hidup yang lebih tinggi, Dia memanggilku. \u201cMarilah,\u201d tidak mengandung perkataan yang kasar, karena apakah yang dapat menahanku di gurun kesia-siaan dan dosa ini? Oh Tuhanku, aku ingin datang ke sana, tetapi aku tertahan di antara semak duri, dan tidak dapat melarikan diri dari mereka sesuai harapanku. Bila mungkin, aku ingin tidak memiliki mata, telinga, dan hati untuk berdosa. Engkau telah memanggilku datang kepada-Mu dengan berkata \u201cMarilah,\u201d dan ini adalah panggilan yang sungguh merdu. Datang kepada Tuhan berarti pulang dari pengasingan, berarti sampai tanah yang aman dari amukan badai, berarti beristirahat setelah kerja yang panjang, berarti tiba di tujuan hasratku dan puncak keinginanku. Namun Tuhan, bagaimana sebutir batu bisa bangkit, bagaimana segumpal tanah liat dapat keluar dari sebuah lubang yang mengerikan? Oh bangkitkanlah aku, tarik aku. Anugerah-Mu dapat melakukannya. Kirimkan Roh Kudus untuk menyalakan api suci cinta kasih di dalam hatiku, dan aku dapat terus bangkit sampai aku meninggalkan kehidupan dan waktu di belakangku, dan sungguh-sungguh datang kepada-Mu. RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button>\n<p><strong>Diakonia.id<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p class=\"me-content\">Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, Dia berbicara kepada<i>ku<\/i>! Cuaca cerah menunjukkan senyumnya di atas muka bumi, dan Dia tidak akan membiarkan rohaniku tertidur sementara alam di sekitarku terbangun dari istirahat musim dinginnya. Dia meminta kepadaku, \u201cBangunlah,\u201d dan Ia mempunyai alasan yang baik untuk melakukannya sebab aku sudah lama terbaring di antara periuk-periuk dunia. Dia bangkit, dan aku bangkit di dalam Dia, mengapa aku harus melekat kepada debu [<a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/?Mazmur%20119:25\">Mazmur 119:25<\/a>]? Dimulai dari cinta, keinginan, tujuan, dan cita-cita pada tingkat yang rendah, aku hendak bangkit menuju kepada-Nya. Dia memanggilku dengan panggilan manis ini: \u201cManisku,\u201d dan menyebutku jelita; ini alasan yang meyakinkan bahwa aku harus bangkit. Jika Ia telah sedemikian meninggikan aku, dan menganggap aku begitu indahnya, bagaimana aku dapat berlama-lama tinggal di tenda-tenda Kedar [1] dan mencari rekan yang menyenangkan diri di antara umat manusia? Dia memintaku: \u201cMarilah.\u201d Semakin menjauh dari segala sesuatu yang egois, rendah diri, duniawi, dan berdosa, Dia memanggilku; ya, dari dunia agamawi lahiriah yang tidak mengenal-Nya, dan yang tidak peduli akan misteri hidup yang lebih tinggi, Dia memanggilku. \u201cMarilah,\u201d tidak mengandung perkataan yang kasar, karena apakah yang dapat menahanku di gurun kesia-siaan dan dosa ini? Oh Tuhanku, aku ingin datang ke sana, tetapi aku tertahan di antara semak duri, dan tidak dapat melarikan diri dari mereka sesuai harapanku. Bila mungkin, aku ingin tidak memiliki mata, telinga, dan hati untuk berdosa. Engkau telah memanggilku datang kepada-Mu dengan berkata \u201cMarilah,\u201d dan ini adalah panggilan yang sungguh merdu. Datang kepada Tuhan berarti pulang dari pengasingan, berarti sampai tanah yang aman dari amukan badai, berarti beristirahat setelah kerja yang panjang, berarti tiba di tujuan hasratku dan puncak keinginanku. Namun Tuhan, bagaimana sebutir batu bisa bangkit, bagaimana segumpal tanah liat dapat keluar dari sebuah lubang yang mengerikan? Oh bangkitkanlah aku, tarik aku. Anugerah-Mu dapat melakukannya. Kirimkan Roh Kudus untuk menyalakan api suci cinta kasih di dalam hatiku, dan aku dapat terus bangkit sampai aku meninggalkan kehidupan dan waktu di belakangku, dan sungguh-sungguh datang kepada-Mu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>RENUNGAN HARIAN (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon). <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, Dia berbicara kepadaku! Cuaca cerah menunjukkan senyumnya di atas muka bumi, dan Dia tidak akan membiarkan rohaniku tertidur sementara alam di sekitarku terbangun dari istirahat musim dinginnya. Dia meminta kepadaku, \u201cBangunlah,\u201d dan Ia mempunyai alasan yang baik untuk melakukannya sebab aku sudah lama terbaring di antara periuk-periuk dunia. Dia bangkit, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[78],"tags":[],"class_list":["post-48710","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"better_featured_image":{"id":12887,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=768%2C510&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg"},"categories_detail":[{"id":78,"name":"Renungan","description":"","slug":"renungan","count":399,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/daily_devotional.jpg?fit=1024%2C680&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"74","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48710"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48710\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68956,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48710\/revisions\/68956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}