{"id":48755,"date":"2020-12-27T11:09:00","date_gmt":"2020-12-27T04:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48755"},"modified":"2020-12-26T14:24:04","modified_gmt":"2020-12-26T07:24:04","slug":"asal-usul-gereja-ayam-berawal-dari-mimpi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/asal-usul-gereja-ayam-berawal-dari-mimpi\/","title":{"rendered":"Asal Usul Gereja Ayam, Berawal dari Mimpi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Berkat tayang dalam sekuel film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2, Gereja Ayam yang terletak di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sekejap menjadi daerah wisata yang viral di media sosial. Tak disangka, gereja yang punya bentuk bangunan unik seperti ayam ini dibangun atas dasar mimpi aneh pemiliknya, Daniel Alamsjah. Gereja Ayam dibangun oleh Daniel pada 1992. Pada 1988, Daniel bermimpi dirinya diminta membangun sebuah rumah doa di perbukitan asing yang belum pernah dikunjunginya. Karyawan sebuah perusahaan di Jakarta itu mengaku mimpi aneh tersebut datang padanya hingga beberapa kali. Di tahun yang sama, Daniel pergi berwisata mengunjungi kawasan Borobudur. Di sana, Daniel berpapasan dengan pemuda setempat penyandang disabilitas. Daniel sempat berkomunikasi dengan pemuda tersebut yang ternyata hendak mengambil kayu di sebuah bukit di Dusun Gembong. Pria asal Lampung itu kemudian mengikuti pemuda itu dan sampai di sebuah bukit yang ternyata sama dengan yang ada di dalam mimpinya. Daniel kemudian memutuskan berdoa semalam suntuk di bukit itu hingga akhirnya mendapat pencerahan untuk membangun rumah doa. Perbukitan tempat membangun rumah doa itu sendiri kemudian dinamai Daniel dengan nama Bukit Rhema yang bagi umat Kristiani berati &#039;firman yang hidup&#039;. Daniel memantapkan diri untuk membangun rumah doa tersebut. Ia memilih bentuk bangunan mirip burung merpati yang merupakan simbol perdamaian dan roh kudus. Pada 1992, rumah doa mulai dibangun dan sempat tertunda pada 1996 karena krisis moneter. Selain tempat beribadah, Gereja Ayam itu sempat dimanfaatkan sebagai tempat panti rehabilitasi bagi anak penyandang disabilitas, orang ketergantungan narkoba, orang dengan gangguan jiwa, dan anak muda yang memiliki masalah. Pada tahun 2000, Gereja Ayam sempat ditutup karena penolakan oleh warga. Namun, bangunan rumah doa ini akhirnya kembali dibuka sebagai tempat wisata pada tahun 2014. Gereja Ayam terdiri dari beberapa lantai. Yang paling ikonik adalah lantai empat atau atap Gereja Ayam yang menghadirkan pemandangan eksotis. Dari sini, pengunjung dimanjakan oleh pemandangan Puncak Suroloyo, Gunung Sindoro, dan Candi Borobudur. Di masa libur akhir tahun di tengah pandemi ini, pengunjung diminta untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. (cnn)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Berkat tayang dalam sekuel film <em>Ada Apa Dengan Cinta <strong>(AADC)<\/strong> 2,<\/em> Gereja Ayam yang terletak di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sekejap menjadi daerah <strong>wisata <\/strong>yang viral di media sosial.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Tak disangka, gereja yang punya bentuk bangunan unik seperti ayam ini dibangun atas dasar mimpi aneh pemiliknya, Daniel Alamsjah.<\/p>\n<p>Gereja Ayam dibangun oleh Daniel pada 1992. Pada 1988, Daniel bermimpi dirinya diminta membangun sebuah rumah doa di perbukitan asing yang belum pernah dikunjunginya.<\/p>\n<p>Karyawan sebuah perusahaan di Jakarta itu mengaku mimpi aneh tersebut datang padanya hingga beberapa kali.<\/p>\n<p>Di tahun yang sama, Daniel pergi berwisata mengunjungi kawasan Borobudur. Di sana, Daniel berpapasan dengan pemuda setempat penyandang disabilitas.<\/p>\n<p>Daniel sempat berkomunikasi dengan pemuda tersebut yang ternyata hendak mengambil kayu di sebuah bukit di Dusun Gembong. Pria asal Lampung itu kemudian mengikuti pemuda itu dan sampai di sebuah bukit yang ternyata sama dengan yang ada di dalam mimpinya.<\/p>\n<p>Daniel kemudian memutuskan berdoa semalam suntuk di bukit itu hingga akhirnya mendapat pencerahan untuk membangun rumah doa.<\/p>\n<p>Perbukitan tempat membangun rumah doa itu sendiri kemudian dinamai Daniel dengan nama Bukit Rhema yang bagi umat Kristiani berati &#8216;firman yang hidup&#8217;.<\/p>\n<p>Daniel memantapkan diri untuk membangun rumah doa tersebut. Ia memilih bentuk bangunan mirip burung merpati yang merupakan simbol perdamaian dan roh kudus.<\/p>\n<p>Pada 1992, rumah doa mulai dibangun dan sempat tertunda pada 1996 karena krisis moneter.<\/p>\n<p>Selain tempat beribadah, Gereja Ayam itu sempat dimanfaatkan sebagai tempat panti rehabilitasi bagi anak penyandang disabilitas, orang ketergantungan narkoba, orang dengan gangguan jiwa, dan anak muda yang memiliki masalah.<\/p>\n<p>Pada tahun 2000, Gereja Ayam sempat ditutup karena penolakan oleh warga. Namun, bangunan rumah doa ini akhirnya kembali dibuka sebagai tempat wisata pada tahun 2014.<\/p>\n<p>Gereja Ayam terdiri dari beberapa lantai. Yang paling ikonik adalah lantai empat atau atap Gereja Ayam yang menghadirkan pemandangan eksotis. Dari sini, pengunjung dimanjakan oleh pemandangan Puncak Suroloyo, Gunung Sindoro, dan Candi Borobudur.<\/p>\n<p>Di masa libur akhir tahun di tengah pandemi ini, pengunjung diminta untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. (cnn)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Berkat tayang dalam sekuel film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2, Gereja Ayam yang terletak di Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sekejap menjadi daerah wisata yang viral di media sosial. Tak disangka, gereja yang punya bentuk bangunan unik seperti ayam ini dibangun atas dasar mimpi aneh pemiliknya, Daniel Alamsjah. Gereja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48756,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"5"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-48755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja"],"better_featured_image":{"id":48756,"alt_text":"","caption":"","description":"c940e0403ffe56713d3ed7ef2b487fd0","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/asal-usul-gereja-ayam-berawal-dari-mimpi_5fe5038caaca1.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/asal-usul-gereja-ayam-berawal-dari-mimpi_5fe5038caaca1.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/asal-usul-gereja-ayam-berawal-dari-mimpi_5fe5038caaca1.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/asal-usul-gereja-ayam-berawal-dari-mimpi_5fe5038caaca1.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1245","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}