{"id":48900,"date":"2021-01-09T11:13:51","date_gmt":"2021-01-09T04:13:51","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48900"},"modified":"2021-01-09T11:13:56","modified_gmt":"2021-01-09T04:13:56","slug":"20-terduga-teroris-diamankan-di-makassar-satu-masih-dirawat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/20-terduga-teroris-diamankan-di-makassar-satu-masih-dirawat\/","title":{"rendered":"20 Terduga Teroris Diamankan di Makassar, Satu Masih Dirawat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Polri menyebutkan bahwa saat ini masih ada seorang tersangka teroris yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara usai operasi penangkapan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88\/Antiteror Polri di Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan Densus terpaksa menembak lantaran memberi perlawanan saat hendak ditangkap. &quot;Dari penindakan tersebut, Densus 88 menangkap 20 orang teroris, 17 orang diamankan, 1 orang mengalami luka tembak atas nama I (34). Sementara 2 orang meninggal,&quot; kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6\/1). Dia menjelaskan bahwa para tersangka memberi perlawanan dengan menggunakan senjata tajam jenis barang dan senapan angin jenis PCP. Adapun dua orang tersangka yang meninggal dunia berinisial MRS (46) dan SA (23). Dalam hal ini, kata Ramadhan, jaringan teror yang diringkus itu tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan telah melakukan baiat kepada khilafah\u00a0atau ISIS pada 2015 di Pondok Pesantren Aridho, pimpinan Ustaz Basri. Para tersangka, kata Ramadhan, terlibat dalam aksi pengeboman sebuah gereja di Jolo, FIlipina pada 2019 lalu. Menurutnya, mereka menjadi penyokong dana bagi aksi teror itu. Bukan hanya itu, kata dia, para tersangka juga turut membantu buronan Andi Baso yang turut beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu. Berbagai aksi bom itu, diketahui merupakan ulah jaringan teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ramadhan menjelaskan, kedua tersangka mulai rutin melakukan latihan menembak sejak tahun lalu. &quot;Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung (i&#039;dad),&quot; ucapnya. Sebelumnya, polisi menyebut 20 orang yang diamankan di Makassar sudah ditetapkan sebagai tersangka. &quot;Jadi saya ulangi ini penangkapan teroris bukan terduga teroris di Kota Makassar,&quot; kata Ramadhan, tanpa merinci pasal yang dikenakan kepada para tersangka itu. (mjo\/arh\/cnn)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Polri menyebutkan bahwa saat ini masih ada seorang tersangka <strong>teroris<\/strong> yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara usai operasi penangkapan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (<strong>Densus<\/strong>) 88\/Antiteror Polri di Makassar, Sulawesi Selatan.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan Densus terpaksa menembak lantaran memberi perlawanan saat hendak ditangkap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dari penindakan tersebut, Densus 88 menangkap 20 orang teroris, 17 orang diamankan, 1 orang mengalami luka tembak atas nama I (34). Sementara 2 orang meninggal,&#8221; kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6\/1).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menjelaskan bahwa para tersangka memberi perlawanan dengan menggunakan senjata tajam jenis barang dan senapan angin jenis PCP. Adapun dua orang tersangka yang meninggal dunia berinisial MRS (46) dan SA (23).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hal ini, kata Ramadhan, jaringan teror yang diringkus itu tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan telah melakukan baiat kepada khilafah\u00a0atau ISIS pada 2015 di Pondok Pesantren Aridho, pimpinan Ustaz Basri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para tersangka, kata Ramadhan, terlibat dalam aksi pengeboman sebuah gereja di Jolo, FIlipina pada 2019 lalu. Menurutnya, mereka menjadi penyokong dana bagi aksi teror itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan hanya itu, kata dia, para tersangka juga turut membantu buronan Andi Baso yang turut beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai aksi bom itu, diketahui merupakan ulah jaringan teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ramadhan menjelaskan, kedua tersangka mulai rutin melakukan latihan menembak sejak tahun lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung (<em>i&#8217;dad<\/em>),&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, polisi menyebut 20 orang yang diamankan di Makassar sudah ditetapkan sebagai tersangka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi saya ulangi ini penangkapan teroris bukan terduga teroris di Kota Makassar,&#8221; kata Ramadhan, tanpa merinci pasal yang dikenakan kepada para tersangka itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>(mjo\/arh\/cnn)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Polri menyebutkan bahwa saat ini masih ada seorang tersangka teroris yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara usai operasi penangkapan yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88\/Antiteror Polri di Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan Densus terpaksa menembak lantaran memberi perlawanan saat hendak ditangkap. &#8220;Dari penindakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48901,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[351,7],"class_list":["post-48900","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-jamaah-ansharut-daulah-jad","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":48901,"alt_text":"","caption":"","description":"200355989f147d55c8d0605e7853126f","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20-terduga-teroris-diamankan-di-makassar-satu-masih-dirawat_5ff6c2d48c83d.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20-terduga-teroris-diamankan-di-makassar-satu-masih-dirawat_5ff6c2d48c83d.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20-terduga-teroris-diamankan-di-makassar-satu-masih-dirawat_5ff6c2d48c83d.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20-terduga-teroris-diamankan-di-makassar-satu-masih-dirawat_5ff6c2d48c83d.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"995","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48900"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48900\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48901"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}