{"id":48906,"date":"2021-01-08T19:50:42","date_gmt":"2021-01-08T12:50:42","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=48906"},"modified":"2021-01-08T19:50:46","modified_gmt":"2021-01-08T12:50:46","slug":"dua-terduga-teroris-di-makassar-terlibat-bom-gereja-filipina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/dua-terduga-teroris-di-makassar-terlibat-bom-gereja-filipina\/","title":{"rendered":"Dua Terduga Teroris di Makassar Terlibat Bom Gereja Filipina"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Polisi menyebutkan dua terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 Polri di Makassar, Sulawesi Selatan pernah terlibat aksi pengeboman sebuah gereja di Jolo, Filipina pada 2019. Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menjelaskan, dua tersangka diduga kuat terafiliasi dengan dengan kelompok negara Islam (ISIS) sejak 2016. &quot;Terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral, Jolo, Filipina,&quot; kata Argo melalui keterangan resmi, Rabu (6\/1). Bukan hanya itu, kata Argo, para tersangka juga turut membantu buronan Andi Baso yang turut beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu. Berbagai aksi bom itu, diketahui merupakan ulah jaringan teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Argo menjelaskan, kedua tersangka mulai rutin melakukan latihan menembak sejak tahun lalu. &quot;Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung (idad),&quot; ucap Argo. Adapun kedua tersangka itu disebut Argo sempat melawan petugas menggunakan senjata tajam dan senapan angin saat hendak ditangkap. Dia mengungkap kedua tersangka itu bernama Moh Rizaldy (46) dan Sanjai Ajis (23) warga Kota Makassar. Sebagai informasi, aksi bom bunuh diri itu terjadi di Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo, Sulu, pada 27 Januari 2019. Penyelidikan kepolisian Filipina menginformasikan ada dua ledakan sejenis yang terjadi pada 27 Januari lalu. Insiden tersebut menewaskan 23 orang yang mayoritas adalah jemaat gereja, serta melukai 102 orang lainnya. (mjo\/psp\/cnn)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Polisi menyebutkan dua terduga<strong> teroris<\/strong> yang ditembak mati Densus 88 Polri di <strong>Makassar<\/strong>, Sulawesi Selatan pernah terlibat aksi pengeboman sebuah gereja di Jolo, Filipina pada 2019.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menjelaskan, dua tersangka diduga kuat terafiliasi dengan dengan kelompok negara Islam (ISIS) sejak 2016.<\/p>\n<p>&#8220;Terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral, Jolo, Filipina,&#8221; kata Argo melalui keterangan resmi, Rabu (6\/1).<\/p>\n<p>Bukan hanya itu, kata Argo, para tersangka juga turut membantu buronan Andi Baso yang turut beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu.<\/p>\n<p>Berbagai aksi bom itu, diketahui merupakan ulah jaringan teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Argo menjelaskan, kedua tersangka mulai rutin melakukan latihan menembak sejak tahun lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung (idad),&#8221; ucap Argo.<\/p>\n<p>Adapun kedua tersangka itu disebut Argo sempat melawan petugas menggunakan senjata tajam dan senapan angin saat hendak ditangkap.<\/p>\n<p>Dia mengungkap kedua tersangka itu bernama Moh Rizaldy (46) dan Sanjai Ajis (23) warga Kota Makassar.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, aksi bom bunuh diri itu terjadi di Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo, Sulu, pada 27 Januari 2019.<\/p>\n<p>Penyelidikan kepolisian Filipina menginformasikan ada dua ledakan sejenis yang terjadi pada 27 Januari lalu. Insiden tersebut menewaskan 23 orang yang mayoritas adalah jemaat gereja, serta melukai 102 orang lainnya.<\/p>\n<p><b>(mjo\/psp\/cnn)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Polisi menyebutkan dua terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 Polri di Makassar, Sulawesi Selatan pernah terlibat aksi pengeboman sebuah gereja di Jolo, Filipina pada 2019. Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menjelaskan, dua tersangka diduga kuat terafiliasi dengan dengan kelompok negara Islam (ISIS) sejak 2016. &#8220;Terlibat dalam pengiriman dana kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48907,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[351,7],"class_list":["post-48906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-jamaah-ansharut-daulah-jad","tag-terorisme"],"better_featured_image":{"id":48907,"alt_text":"","caption":"","description":"4dc8cc4759425bdd9fd8b7e0c2fd8fd3","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/dua-terduga-teroris-di-makassar-terlibat-bom-gereja-filipina_5ff6c3193ce72.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/dua-terduga-teroris-di-makassar-terlibat-bom-gereja-filipina_5ff6c3193ce72.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/dua-terduga-teroris-di-makassar-terlibat-bom-gereja-filipina_5ff6c3193ce72.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/dua-terduga-teroris-di-makassar-terlibat-bom-gereja-filipina_5ff6c3193ce72.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"989","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48906\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}