{"id":50466,"date":"2021-01-14T10:48:50","date_gmt":"2021-01-14T03:48:50","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=50466"},"modified":"2021-01-14T10:48:52","modified_gmt":"2021-01-14T03:48:52","slug":"apokrifa-yahudi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/apokrifa-yahudi\/","title":{"rendered":"Apokrifa Yahudi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Apokrifa Yahudi merupakan naskah-naskah yang ditulis dalam lingkup tradisi agamawi Yudaisme, baik dalam masa di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Intertestamental period) atau pada zaman gereja Kristen perdana, tetapi di luar tradisi Kristen. Tidak mencakup kitab-kitab dalam Alkitab Ibrani kanon, maupun yang dianggap kanon bagi sebagian tradisi Kristen (yang tergolong Apokrifa Perjanjian Lama). Sejarah Johannes Hyrcanus &quot;Sejarah Johannes Hyrcanus&quot; (History of Johannes Hyrcanus) disebut dalam Kitab 1 Makabe 16:23-24, tetapi tidak ada catatan sejarah lain di luar naskah itu. Kitab Yobel &quot;Kitab Yobel&quot; (Book of Jubilees) ditulis dalam bahasa Ibrani antara tahun naiknya Hyrcanus menjadi imam besar pada tahun 135 SM sampai perpecahan dengan orang Farisi beberapa tahun sebelum kematiannya pada tahun 105 SM. Kitab Yobel diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dan dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Etiopia dan Latin. Naskah utuh yang terlestarikan hanya dalam bahasa Etiopia. Sejarah Pembuangan ke Babel Karya ini dianggap memuat detail yang dihilangkan mengenai nabi Yeremia. Yang terlestarikan adalah naskah-naskah dalam bahasa Koptik, bahasa Arab dan bahasa Garshuni, meskipun diduga asalnya ditulis dalam bahasa Yunani antara tahun 70 sampai 132 M oleh pengarang Yahudi. Dalam versi Koptik diberi judul Paralipomena Jeremiae dan kemungkinan besar digunakan dan disunting ulang oleh pengarang karya bahasa Yunani yang lebih dikenal dengan nama itu. Kematian Syahid Yesaya Naskah Yahudi ini sebagian dilestarikan dalam &quot;Kenaikan Yesaya&quot; (Ascension of Isaiah). Kisah kematian syahid Yesaya dimuat dalam pasal 1:1, 2a, 6b-13a; 2: 1-8, 10-3: 12; 5: 1c-14 buku itu. Berasal dari tradisi Yahudi, dan memuat kisah mati syahid nabi Yesaya di tangan raja Manasye.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; <b>Apokrifa Yahudi<\/b> merupakan naskah-naskah yang ditulis dalam lingkup tradisi agamawi Yudaisme, baik dalam masa di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (<i>Intertestamental period<\/i>) atau pada zaman gereja Kristen perdana, tetapi di luar tradisi Kristen. Tidak mencakup kitab-kitab dalam Alkitab Ibrani kanon, maupun yang dianggap kanon bagi sebagian tradisi Kristen (yang tergolong Apokrifa Perjanjian Lama).<\/p>\n<div id=\"mw-content-text\" dir=\"ltr\" lang=\"id\" style=\"text-align: justify;\">\n<div class=\"mw-parser-output\">\n<h3><span id=\"Sejarah_Johannes_Hyrcanus\" class=\"mw-headline\">Sejarah Johannes Hyrcanus<\/span><\/h3>\n<p>&#8220;Sejarah Johannes Hyrcanus&#8221; (<i>History of Johannes Hyrcanus<\/i>) disebut dalam Kitab 1 Makabe 16:23-24, tetapi tidak ada catatan sejarah lain di luar naskah itu.<\/p>\n<h3><span id=\"Kitab_Yobel\" class=\"mw-headline\">Kitab Yobel<\/span><\/h3>\n<p>&#8220;Kitab Yobel&#8221; (<i>Book of Jubilees<\/i>) ditulis dalam bahasa Ibrani antara tahun naiknya Hyrcanus menjadi imam besar pada tahun 135 SM sampai perpecahan dengan orang Farisi beberapa tahun sebelum kematiannya pada tahun 105 SM. <i>Kitab Yobel<\/i> diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dan dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Etiopia dan Latin. Naskah utuh yang terlestarikan hanya dalam bahasa Etiopia.<\/p>\n<h3><span id=\"Sejarah_Pembuangan_ke_Babel\" class=\"mw-headline\">Sejarah Pembuangan ke Babel<\/span><\/h3>\n<p>Karya ini dianggap memuat detail yang dihilangkan mengenai nabi Yeremia. Yang terlestarikan adalah naskah-naskah dalam bahasa Koptik, bahasa Arab dan bahasa Garshuni, meskipun diduga asalnya ditulis dalam bahasa Yunani antara tahun 70 sampai 132 M oleh pengarang Yahudi. Dalam versi Koptik diberi judul <i>Paralipomena Jeremiae<\/i> dan kemungkinan besar digunakan dan disunting ulang oleh pengarang karya bahasa Yunani yang lebih dikenal dengan nama itu.<\/p>\n<h3><span id=\"Kematian_Syahid_Yesaya\" class=\"mw-headline\">Kematian Syahid Yesaya<\/span><\/h3>\n<p>Naskah Yahudi ini sebagian dilestarikan dalam &#8220;Kenaikan Yesaya&#8221; (<i>Ascension of Isaiah<\/i>). Kisah kematian syahid Yesaya dimuat dalam pasal 1:1, 2a, 6b-13a; 2: 1-8, 10-3: 12; 5: 1c-14 buku itu. Berasal dari tradisi Yahudi, dan memuat kisah mati syahid nabi Yesaya di tangan raja Manasye.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Apokrifa Yahudi merupakan naskah-naskah yang ditulis dalam lingkup tradisi agamawi Yudaisme, baik dalam masa di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Intertestamental period) atau pada zaman gereja Kristen perdana, tetapi di luar tradisi Kristen. Tidak mencakup kitab-kitab dalam Alkitab Ibrani kanon, maupun yang dianggap kanon bagi sebagian tradisi Kristen (yang tergolong Apokrifa Perjanjian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"1"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-50466","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-belajar-alkitab"],"better_featured_image":null,"categories_detail":[{"id":1,"name":"Belajar Alkitab","description":"","slug":"belajar-alkitab","count":437,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1082","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50466"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50466\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}