{"id":52893,"date":"2021-03-04T14:25:40","date_gmt":"2021-03-04T07:25:40","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=52893"},"modified":"2021-03-04T14:25:45","modified_gmt":"2021-03-04T07:25:45","slug":"polisi-sebut-kkb-yang-tewas-buron-kasus-penyerangan-freeport","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/polisi-sebut-kkb-yang-tewas-buron-kasus-penyerangan-freeport\/","title":{"rendered":"Polisi Sebut KKB yang Tewas Buron Kasus Penyerangan Freeport"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Polda Papua\u00a0menyebut seorang anggota kelompok sipil bersenjata--biasa dijuluki aparat sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)--bernama Ferry Ellas (27) yang tewas dalam baku tembak di kawasan Mile 53, Tembagapura,\u00a0Papua pada Minggu (28\/2) lalu merupakan seorang buron. Ferry Ellas, menurut polisi, terlibat dalam pelbagai aksi penyerangan di wilayah PT Freeport Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Mimika dengan DPO Nomor: DPO\/39\/XI\/2017\/Reskrim. &quot;Setelah dilakukan identifikasi awal terkait identitas Jenazah tersebut adalah Ferry Ellas yang merupakan penembak KKB Makodam III Timika,&quot; kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Selasa (2\/3). Musthofa merincikan,\u00a0Ferry pernah terlibat dalam penembakan mobil Land Cruiser milik PT Freeport Indonesia di wilayah Mile 60 pada 17 Agustus 2017 lalu. Kemudian, berselang satu bulan kemudian menurut polisi, Ferry kembali menembaki mobil yang mengawal tangki air di wilayah Mile 61. Rangkaian penembakan di wilayah itu dilakukan selama dua hari berturut-turut, yakni pada 24-25 September 2017. Masih pada tahun yang sama, pada 23 Oktober Ferry disebut menembak anggota Brigade Mobil (Brimob) yang tengah mengikuti apel di wilayah Tembagapura. Keesokannya, dia menembaki rombongan mobil milik Rumah Sakit Tembagapura. &quot;Selain itu, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa Ferry Ellas terlibat dalam tindak pidana lainnya yaitu pada tanggal 1 Agustus 2019 bersama-sama Hengky Wamang menjadi penggerak deklarasi KKB gabungan pegunungan tengah di halaman Gereja Maranatha Distrik Gome Kabupaten Puncak Ilaga,&quot; kata Musthofa lagi. Dalam hal ini, kegiatan KKB tersebut menurut polisi bertujuan menyerang area PT Freeport Indonesia. Rangkaian aksi teror juga dilakukan pada 2020. Mereka sempat menyandera 3 orang guru di Kampung Jagamin Aroanop Distrik Tembagapura. Kemudian, kata polisi, pada 5 Maret 2020 dia terlibat dengan KKB pimpinan Lekagak\u00a0Elenggen melakukan pembakaran bekas Gedung Gereja di wilayah Kampung Opitawak, Tembagapura. Terakhir, bila merujuk pada catatan kepolisian tersangka menggencarkan aksinya dengan menembaki pos 754 Opitawak dan mengakibatkan 1 korban luka. &quot;Setelah melakukan penembakan pos tni 754 dan pos brimob bengkulu satgas aman nusa, kkb gabungan kembali melakukan aksi pembakaran rumah milik warga di blok a Kampung Opitawak Distrik Tembagapura,&quot; ucap Kamal lagi. Kamal mengklaim, aksi teror Ferry Ellas bersama KKB lainnya mengakibatkan warga mengungsi ke Polsek Tembagapura. Saat ini, polisi tengah melakukan pengejaran terhadap anggota KKB di wilayah Tembagapura tersebut. Polisi, digencarkan melakukan penyisiran di wilayah hutan pegunungan itu. (mjo\/nma\/cnn)\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; <strong>Polda Papua<\/strong>\u00a0menyebut seorang anggota kelompok sipil bersenjata&#8211;biasa dijuluki aparat sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (<strong>KKB<\/strong>)&#8211;bernama Ferry Ellas (27) yang tewas dalam baku tembak di kawasan Mile 53, Tembagapura,\u00a0<strong>Papua<\/strong> pada Minggu (28\/2) lalu merupakan seorang buron.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\" style=\"text-align: justify;\">\n<p>Ferry Ellas, menurut polisi, terlibat dalam pelbagai aksi penyerangan di wilayah PT Freeport Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Mimika dengan DPO Nomor: DPO\/39\/XI\/2017\/Reskrim.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah dilakukan identifikasi awal terkait identitas Jenazah tersebut adalah Ferry Ellas yang merupakan penembak KKB Makodam III Timika,&#8221; kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Selasa (2\/3).<\/p>\n<p>Musthofa merincikan,\u00a0Ferry pernah terlibat dalam penembakan mobil Land Cruiser milik PT Freeport Indonesia di wilayah Mile 60 pada 17 Agustus 2017 lalu.<\/p>\n<p>Kemudian, berselang satu bulan kemudian menurut polisi, Ferry kembali menembaki mobil yang mengawal tangki air di wilayah Mile 61. Rangkaian penembakan di wilayah itu dilakukan selama dua hari berturut-turut, yakni pada 24-25 September 2017.<\/p>\n<p>Masih pada tahun yang sama, pada 23 Oktober Ferry disebut menembak anggota Brigade Mobil (Brimob) yang tengah mengikuti apel di wilayah Tembagapura. Keesokannya, dia menembaki rombongan mobil milik Rumah Sakit Tembagapura.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa Ferry Ellas terlibat dalam tindak pidana lainnya yaitu pada tanggal 1 Agustus 2019 bersama-sama Hengky Wamang menjadi penggerak deklarasi KKB gabungan pegunungan tengah di halaman Gereja Maranatha Distrik Gome Kabupaten Puncak Ilaga,&#8221; kata Musthofa lagi.<\/p>\n<p>Dalam hal ini, kegiatan KKB tersebut menurut polisi bertujuan menyerang area PT Freeport Indonesia.<\/p>\n<p>Rangkaian aksi teror juga dilakukan pada 2020. Mereka sempat menyandera 3 orang guru di Kampung Jagamin Aroanop Distrik Tembagapura. Kemudian, kata polisi, pada 5 Maret 2020 dia terlibat dengan KKB pimpinan Lekagak\u00a0Elenggen melakukan pembakaran bekas Gedung Gereja di wilayah Kampung Opitawak, Tembagapura.<\/p>\n<p>Terakhir, bila merujuk pada catatan kepolisian tersangka menggencarkan aksinya dengan menembaki pos 754 Opitawak dan mengakibatkan 1 korban luka.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah melakukan penembakan pos tni 754 dan pos brimob bengkulu satgas aman nusa, kkb gabungan kembali melakukan aksi pembakaran rumah milik warga di blok a Kampung Opitawak Distrik Tembagapura,&#8221; ucap Kamal lagi.<\/p>\n<p>Kamal mengklaim, aksi teror Ferry Ellas bersama KKB lainnya mengakibatkan warga mengungsi ke Polsek Tembagapura.<\/p>\n<p>Saat ini, polisi tengah melakukan pengejaran terhadap anggota KKB di wilayah Tembagapura tersebut. Polisi, digencarkan melakukan penyisiran di wilayah hutan pegunungan itu.<\/p>\n<p><b>(mjo\/nma\/cnn)<\/b><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Polda Papua\u00a0menyebut seorang anggota kelompok sipil bersenjata&#8211;biasa dijuluki aparat sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)&#8211;bernama Ferry Ellas (27) yang tewas dalam baku tembak di kawasan Mile 53, Tembagapura,\u00a0Papua pada Minggu (28\/2) lalu merupakan seorang buron. Ferry Ellas, menurut polisi, terlibat dalam pelbagai aksi penyerangan di wilayah PT Freeport Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52894,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-52893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gereja"],"better_featured_image":{"id":52894,"alt_text":"","caption":"","description":"7a22d219f6bfa9234a6cc785c1a82f48","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/polisi-sebut-kkb-yang-tewas-buron-kasus-penyerangan-freeport_604054151241e.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/polisi-sebut-kkb-yang-tewas-buron-kasus-penyerangan-freeport_604054151241e.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/polisi-sebut-kkb-yang-tewas-buron-kasus-penyerangan-freeport_604054151241e.jpeg"},"categories_detail":[{"id":5,"name":"Gereja","description":"","slug":"gereja","count":204,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/polisi-sebut-kkb-yang-tewas-buron-kasus-penyerangan-freeport_604054151241e.jpeg?fit=650%2C365&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"1034","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52893"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52893\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}