{"id":53026,"date":"2021-03-12T09:42:30","date_gmt":"2021-03-12T02:42:30","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=53026"},"modified":"2021-03-12T09:42:34","modified_gmt":"2021-03-12T02:42:34","slug":"bkprmi-minta-persatuan-gereja-indonesia-tidak-campuri-pendidikan-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/bkprmi-minta-persatuan-gereja-indonesia-tidak-campuri-pendidikan-islam\/","title":{"rendered":"BKPRMI Minta Persatuan Gereja Indonesia Tidak Campuri Pendidikan Islam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) Said Aldi Al Idrus menegaskan kepada Persatuan Gereja Indonesia (PGI), untuk tidak mencampuri pendidikan agama Islam. Karena yang diajarkan sesuai pemahaman Islam. Agama lain, katanya, jangan memaksakan pendidikan agama Islam harus sesuai dengan pemahaman agama diluar Islam. \u201cAgama lain tidak boleh mencampuri pemahaman agama Islam yang diajarkan kepada para siswa di sekolah. Jangan mengusik pemahaman agama Islam tentang kepercayaan Keesaan Tuhan. Karena agama Islam tidak pernah mengusik kepercayaan agama lain,\u201d ungkap Said Aldi Al Idrus, usai melantik dan mengukuhkan Pengurus DPW BKPRMI Sumatera Barat periode 2021-2024 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis (04\/03\/2021) malam. Turut mendampingi Ketua I DPP BKPMRI, Yeyen Munawar, Sekjend Ahmad Rizkon, Dirnas LPPSDDM Nanang Mubarok, Ketua DPW Sulawesi Barat, Ketua DPW Sumatera Barat. Penegasan Ketua DPP BKPRMI ini terkait protes yang dilakukan Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI). PGI mempermasalahkan pelajaran agama Islam dan budi pekerti bagi siswa kelas 8 SMP dan kelas 11 SMA yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2014. Dimana PGI protes dan menyurati Kementerian Agama Islam meminta mengkaji ulang pendidikan agama Islam tentang Kitab Injil. Dijelaskannya, jangan pernah mengusik Islam dengan mencampuri pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah-sekolah. Pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah- sekolah, tentunya sesuai pemahaman agama Islam, bukan agama lain. Dan buku \u2013 buku pendidikan agama Islam yang diajarkan sesuai kajian dan pemahaman Islam. Konten atau isi yang diajarkan tidak menyalahi pemahaman yang diajarkan dalam Islam. \u201cKarena itu, jangan menyikapi secara berlebihan, dengan memaksakan pemahamann tentang kepercayaan harus sama dengan agama di luar Islam,\u201d jelas Said Aldi. Said Aldi juga meminta Kemenag RI dan Kemendikbud tidak menyikapi secara berlebihan dengan mengkaji ulang dan menarik buku-buku pelajaran agama Islam, karena buku buku tersebut merupakan pendidikan agama Islam yang sesuai pemahaman agama Islam. \u201cMana mungkin pemahaman agama Islam disesuaikan dengan pemahaman agama lain. Karena itu PGI jangan mencampuri dan megurusi pemahaman Islam, urusi saja agamanya sendiri. Dan Islam sendiri dengan tegas menyatakan Agamamu adalah Agamamu dan Agamaku adalah Agamaku. Jadi jelas pemahamannya pasti berbeda. Karena itu PGI jangan mencampuri persoalan pemahaman agama Islam yang diajarkan,\u201d ujar Said Aldi. Said Aldi juga menyakini banyak buku-buku atau pendapat tentang ajaran agama Islam yang diajarkan teman \u2013teman Kristiani salah, tapi BKPRMI tidak mempersoalkan karena sesuai dengan keyakinan teman \u2013 teman Kristiani. Mari saling menghormati dan menghargai demi kerukunan antarumat beragama. Karena itu, Said Aldi menegaskan kembali BKPRMI meminta PGI tak mencampuri urusan agama Islam dan tidak mengintervensi kewenangan fihak lain, apalagi menyangkut pelajaran Agama Islam. Bila PGI tak memahami tentang agama Islam sebaiknya tak usah mencampuri, karena akan menjadi polemik dan kegaduhan antar umat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\" data-rvtts-brand-url=\"https:\/\/responsivevoice.org\/?utm_source=wordpress-plugin&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=powered-by\" data-rvtts-brand-label=\"Powered by ResponsiveVoice\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) Said Aldi Al Idrus menegaskan kepada Persatuan Gereja Indonesia (PGI), untuk tidak mencampuri pendidikan agama Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena yang diajarkan sesuai pemahaman Islam. Agama lain, katanya, jangan memaksakan pendidikan agama Islam harus sesuai dengan pemahaman agama diluar Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAgama lain tidak boleh mencampuri pemahaman agama Islam yang diajarkan kepada para siswa di sekolah. Jangan mengusik pemahaman agama Islam tentang kepercayaan Keesaan Tuhan. Karena agama Islam tidak pernah mengusik kepercayaan agama lain,\u201d ungkap Said Aldi Al Idrus, usai melantik dan mengukuhkan Pengurus DPW BKPRMI Sumatera Barat periode 2021-2024 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis (04\/03\/2021) malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Turut mendampingi Ketua I DPP BKPMRI, Yeyen Munawar, Sekjend Ahmad Rizkon, Dirnas LPPSDDM Nanang Mubarok, Ketua DPW Sulawesi Barat, Ketua DPW Sumatera Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penegasan Ketua DPP BKPRMI ini terkait protes yang dilakukan Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PGI mempermasalahkan pelajaran agama Islam dan budi pekerti bagi siswa kelas 8 SMP dan kelas 11 SMA yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2014.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimana PGI protes dan menyurati Kementerian Agama Islam meminta mengkaji ulang pendidikan agama Islam tentang Kitab Injil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dijelaskannya, jangan pernah mengusik Islam dengan mencampuri pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah-sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah- sekolah, tentunya sesuai pemahaman agama Islam, bukan agama lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan buku \u2013 buku pendidikan agama Islam yang diajarkan sesuai kajian dan pemahaman Islam. Konten atau isi yang diajarkan tidak menyalahi pemahaman yang diajarkan dalam Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena itu, jangan menyikapi secara berlebihan, dengan memaksakan pemahamann tentang kepercayaan harus sama dengan agama di luar Islam,\u201d jelas Said Aldi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Said Aldi juga meminta Kemenag RI dan Kemendikbud tidak menyikapi secara berlebihan dengan mengkaji ulang dan menarik buku-buku pelajaran agama Islam, karena buku buku tersebut merupakan pendidikan agama Islam yang sesuai pemahaman agama Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMana mungkin pemahaman agama Islam disesuaikan dengan pemahaman agama lain. Karena itu PGI jangan mencampuri dan megurusi pemahaman Islam, urusi saja agamanya sendiri. Dan Islam sendiri dengan tegas menyatakan Agamamu adalah Agamamu dan Agamaku adalah Agamaku. Jadi jelas pemahamannya pasti berbeda. Karena itu PGI jangan mencampuri persoalan pemahaman agama Islam yang diajarkan,\u201d ujar Said Aldi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Said Aldi juga menyakini banyak buku-buku atau pendapat tentang ajaran agama Islam yang diajarkan teman \u2013teman Kristiani salah, tapi BKPRMI tidak mempersoalkan karena sesuai dengan keyakinan teman \u2013 teman Kristiani. Mari saling menghormati dan menghargai demi kerukunan antarumat beragama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, Said Aldi menegaskan kembali BKPRMI meminta PGI tak mencampuri urusan agama Islam dan tidak mengintervensi kewenangan fihak lain, apalagi menyangkut pelajaran Agama Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bila PGI tak memahami tentang agama Islam sebaiknya tak usah mencampuri, karena akan menjadi polemik dan kegaduhan antar umat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) Said Aldi Al Idrus menegaskan kepada Persatuan Gereja Indonesia (PGI), untuk tidak mencampuri pendidikan agama Islam. Karena yang diajarkan sesuai pemahaman Islam. Agama lain, katanya, jangan memaksakan pendidikan agama Islam harus sesuai dengan pemahaman agama diluar Islam. \u201cAgama lain tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53061,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-53026","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":53061,"alt_text":"","caption":"","description":"","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/bkprmi.jpg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/bkprmi.jpg?fit=653%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/bkprmi.jpg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/bkprmi.jpg?fit=653%2C366&ssl=1","comment_count":0,"views":"1155","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53026","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53026"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53026\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}