{"id":53252,"date":"2021-03-18T16:12:48","date_gmt":"2021-03-18T09:12:48","guid":{"rendered":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/?p=53252"},"modified":"2021-03-18T16:12:51","modified_gmt":"2021-03-18T09:12:51","slug":"sinopsis-exorcism-of-emily-rose-film-adaptasi-kisah-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/sinopsis-exorcism-of-emily-rose-film-adaptasi-kisah-nyata\/","title":{"rendered":"Sinopsis Exorcism of Emily Rose, Film Adaptasi Kisah Nyata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><button class=\"responsivevoice-button\" type=\"button\" title=\"ResponsiveVoice Tap to Start\/Stop Speech\" data-rvtts-action=\"speak\" data-rvtts-text=\"Diakonia.id - Exorcism of Emily Rose merupakan\u00a0film horor legendaris untuk disaksikan. Film ini mengadaptasi kisah nyata perempuan muda asal Bavaria pada 1950-an. Berikut sinopsis film Exorcism of Emily Rose. Film ini mengisahkan Emily Rose yang meninggal dunia setelah menjalani pengusiran setan. Erin Bruner merupakan pengacara ambisius yang menargetkan naik jabatan di firma hukumnya dengan mengambil kasus tersebut. Ia menangani kasus Pastor Richard Moore, pastor yang dituduh melakukan pembunuhan saat percobaan pengusiran setan terhadap Emily Rose. Sementara itu, keuskupan agung menginginkan Moore mengaku bersalah untuk meminimalkan perhatian publik dari kasus tersebut. Namun, Richard Moore bersikeras menyatakan tak bersalah. Selama persidangan, keterangan saksi ditampilkan melalui flashback. Jaksa Ethan Thomas menginterogasi beberapa dokter serta ahli saraf untuk menentukan penyebab medis kematian Emily, terutama epilepsi dan skizofrenia. Emily berhenti kuliah karena kerap dilanda delusi dan kejang otot. Ia diberikan beberapa obat untuk meredakan hal tersebut. Namun, obat itu malah memberikan efek samping yang makin membahayakan kondisinya. Hingga, orang tua Emily memutuskan memanggil Richard Moore untuk melakukan pengusiran setan. Exorcism of Emily Rose mengadaptasi kisah Anneliese Michel, perempuan kelahiran Bavaria pada 1952. Penyakit epilepsi yang diderita membuatnya harus mengonsumsi obat-obatan pada 16 tahun untuk meredakan penyakitnya. Sayangnya, obat tersebut memiliki efek samping yang membuatnya depresi dan mendorongnya untuk bunuh diri. Tak hanya itu, Michel juga mulai melihat hal aneh-aneh dan amat membenci segala sesuatu yang berkaitan dengan gereja. Kondisi itu membuat keluarga Michel memanggil pendeta untuk melakukan proses pengusiran setan. Exorcism of Emily Rose pertama kali tayang pada 9 September 2005. Film ini diarahkan Sutradara Scott Deerrickson dan ditulis Paul Harris Boardman dan Scott Derrickson. Film yang dibuat dengan anggaran US$19 juta ini mendapatkan US$145,2 juta dari penayangan box office. Exorcism of Emily Rose bisa disaksikan di Netflix.\" data-rvtts-voice=\"Indonesian Male\"><svg class=\"rvtts-icon\" width=\"22\" height=\"22\" viewBox=\"0 0 22 22\" fill=\"currentColor\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path fill-rule=\"evenodd\" clip-rule=\"evenodd\" d=\"M11 0C4.92345 0 0 4.92345 0 11C0 13.2683 0.690345 15.3772 1.86621 17.1221L0.811724 21.0517L4.70345 20.0124C6.48621 21.2641 8.65586 22 11 22C17.0766 22 22 17.0766 22 11C22 4.92345 17.0766 0 11 0ZM3.99793 9.99862C3.99793 9.44483 4.44552 8.99724 4.99931 8.99724C5.5531 8.99724 6.00069 9.44483 6.00069 9.99862V12.0014C6.00069 12.5552 5.5531 13.0028 4.99931 13.0028C4.44552 13.0028 3.99793 12.5552 3.99793 12.0014V9.99862ZM8.99724 13.9966C8.99724 14.5503 8.54966 14.9979 7.99586 14.9979C7.44207 14.9979 6.99448 14.5503 6.99448 13.9966V7.99586C6.99448 7.44207 7.44207 6.99448 7.99586 6.99448C8.54966 6.99448 8.99724 7.44207 8.99724 7.99586V13.9966ZM12.0014 17.0007C12.0014 17.5545 11.5538 18.0021 11 18.0021C10.4462 18.0021 9.99862 17.5545 9.99862 17.0007V4.99931C9.99862 4.44552 10.4462 3.99793 11 3.99793C11.5538 3.99793 12.0014 4.44552 12.0014 4.99931V17.0007ZM14.9979 13.9966C14.9979 14.5503 14.5503 14.9979 13.9966 14.9979C13.4428 14.9979 12.9952 14.5503 12.9952 13.9966V7.99586C12.9952 7.44207 13.4428 6.99448 13.9966 6.99448C14.5503 6.99448 14.9979 7.44207 14.9979 7.99586V13.9966ZM18.0021 12.0014C18.0021 12.5552 17.5545 13.0028 17.0007 13.0028C16.4469 13.0028 15.9993 12.5552 15.9993 12.0014V9.99862C15.9993 9.44483 16.4469 8.99724 17.0007 8.99724C17.5545 8.99724 18.0021 9.44483 18.0021 9.99862V12.0014Z\"\/><\/svg><span class=\"responsivevoice-button__label\">Baca Artikel<\/span><\/button><br \/>\n<strong>Diakonia.id <\/strong>&#8211; Exorcism of Emily Rose merupakan\u00a0<strong>film horor<\/strong> legendaris untuk disaksikan. Film ini mengadaptasi kisah nyata perempuan muda asal Bavaria pada 1950-an. Berikut sinopsis film Exorcism of Emily Rose.<\/p>\n<div id=\"detikdetailtext\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Film ini mengisahkan Emily Rose yang meninggal dunia setelah menjalani pengusiran setan. Erin Bruner merupakan pengacara ambisius yang menargetkan naik jabatan di firma hukumnya dengan mengambil kasus tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menangani kasus Pastor Richard Moore, pastor yang dituduh melakukan pembunuhan saat percobaan pengusiran setan terhadap Emily Rose. Sementara itu, keuskupan agung menginginkan Moore mengaku bersalah untuk meminimalkan perhatian publik dari kasus tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Richard Moore bersikeras menyatakan tak bersalah. Selama persidangan, keterangan saksi ditampilkan melalui flashback.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jaksa Ethan Thomas menginterogasi beberapa dokter serta ahli saraf untuk menentukan penyebab medis kematian Emily, terutama epilepsi dan skizofrenia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Emily berhenti kuliah karena kerap dilanda delusi dan kejang otot. Ia diberikan beberapa obat untuk meredakan hal tersebut. Namun, obat itu malah memberikan efek samping yang makin membahayakan kondisinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga, orang tua Emily memutuskan memanggil Richard Moore untuk melakukan pengusiran setan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Exorcism of Emily Rose mengadaptasi kisah Anneliese Michel, perempuan kelahiran Bavaria pada 1952. Penyakit epilepsi yang diderita membuatnya harus mengonsumsi obat-obatan pada 16 tahun untuk meredakan penyakitnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, obat tersebut memiliki efek samping yang membuatnya depresi dan mendorongnya untuk bunuh diri. Tak hanya itu, Michel juga mulai melihat hal aneh-aneh dan amat membenci segala sesuatu yang berkaitan dengan gereja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi itu membuat keluarga Michel memanggil pendeta untuk melakukan proses pengusiran setan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Exorcism of Emily Rose pertama kali tayang pada 9 September 2005. Film ini diarahkan Sutradara Scott Deerrickson dan ditulis Paul Harris Boardman dan Scott Derrickson. Film yang dibuat dengan anggaran US$19 juta ini mendapatkan US$145,2 juta dari penayangan box office.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Exorcism of Emily Rose bisa disaksikan di Netflix.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diakonia.id &#8211; Exorcism of Emily Rose merupakan\u00a0film horor legendaris untuk disaksikan. Film ini mengadaptasi kisah nyata perempuan muda asal Bavaria pada 1950-an. Berikut sinopsis film Exorcism of Emily Rose. Film ini mengisahkan Emily Rose yang meninggal dunia setelah menjalani pengusiran setan. Erin Bruner merupakan pengacara ambisius yang menargetkan naik jabatan di firma hukumnya dengan mengambil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53253,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","post_reading_time_wpm":"300","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":"3"},"jnews_override_bookmark_settings":[],"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-53252","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"better_featured_image":{"id":53253,"alt_text":"","caption":"","description":"c0027b55a024039a6f80dcd587532f17","source_url":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/sinopsis-exorcism-of-emily-rose-film-adaptasi-kisah-nyata_6052c900db246.jpeg","medium_large":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/sinopsis-exorcism-of-emily-rose-film-adaptasi-kisah-nyata_6052c900db246.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","post_thumbnail":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/sinopsis-exorcism-of-emily-rose-film-adaptasi-kisah-nyata_6052c900db246.jpeg"},"categories_detail":[{"id":3,"name":"Umum","description":"","slug":"umum","count":768,"parent":0}],"author_name":"Diakonia Indonesia","author_img":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566178b6a9f3c2c7806468985c94c4cc2db638675565981dee558f164d50c689?s=96&d=mm&r=g","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/diakonia.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/sinopsis-exorcism-of-emily-rose-film-adaptasi-kisah-nyata_6052c900db246.jpeg?fit=650%2C366&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"comment_count":0,"views":"2811","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53252"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53252\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/diakonia.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}